Ekonomi
( 40465 )Skema Pinjaman Lunak Kuliah Disiapkan
Pinjaman pelajar atau student loan untuk mahasiswa
memungkinkan diterapkan di Indonesia. Skema pinjaman lunak pelajar direncanakan
dibayar setelah mahasiswa lulus kuliah dan ketika sudah mendapat pekerjaan. Adapun
besaran pinjamannya bergantung pengajuan mahasiswa peminjam. ”Pinjaman pelajar
lunak rencananya untuk mahasiswa dari keluarga menengah hingga hampir kurang
mampu. Mereka inilah yang banyak kesulitan keuangan dan menunggak uang kuliah
tunggal atau UKT, tetapi tidak memenuhi
syarat untuk mendapat beasiswa bagi mahasiswa miskin,” kata Warsito, Deputi
Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kemenko
Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dalam webinar ”Biaya Kuliah Tinggi,
Pinjaman Pendidikan Jadi Solusi” di Jakarta, Senin (18/3). Diskusi ini digelar Forum
Merdeka Barat 9. Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) BPS 2023, hanya 10,5 % penduduk usia 17 tahun ke
atas yang bisa mengenyam pendidikan tinggi.
Angka partisipasi kasar (APK) perguruan tinggi masih di bawah
40 %. Padahal, untuk menuju Indonesia Emas 2045, APK perguruan tinggi harus
mencapai minimal 60 %. Sumber daya manusia unggul lulusan perguruan tinggi dibutuhkan
bangsa ini. Namun, akses kuliah masih sulit dijangkau mahasiswa dari keluarga
tidak mampu hingga menengah. Akibatnya, ancaman putus kuliah membayangi mahasiswa
di perguruan tinggi karena mereka tidak mampu membayar, sementara beasiswa tidak
diberikan karena jumlahnya terbatas dan
secara ekonomi mereka tak memenuhi syarat. Menurut Warsito, koordinasi dengan
berbagai kementerian / lembaga sedang dibahas secara serius. Skenario pinjaman
pelajar akan disiapkan dengan bunga yang sangat lunak, seperti diterapkan pada
kredit mikro, sebesar 3 % per tahun atau tanpa bunga. Selain itu, bisa juga
menggunakan dana bergulir. Dukungan dari pihak nonpemerintah juga sedang
dikaji, misalnya dari filantropi dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR),
untuk mendukung skenario pinjaman lunak tanpa bunga. (Yoga)
Kaya Cita Rasa, tapi Miskin Dukungan
Kuliner Indonesia punya kekayaan cita rasa, berlimpah rempah. Meski penetrasinya ke pasar internasional belum sedalam dan seluas kuliner Vietnam atau Thailand, misalnya, kuliner Nusantara sudah hadir di sejumlah negara. Apresiasinya lumayan. Potensinya untuk berkembang besar. Ini menciptakan peluang pasar bagi para pelaku usaha katering, warung makan, dan restoran di negeri orang. Namun, sayang dukungan pemerintah minim sekali bahkan terkesan nihil, padahal jaringan kuliner suatu bangsa di pasar global adalah instrumen soft power diplomacy yang efektif. Bagi Indonesia, tantangannya adalah kemauan politik dan konsistensi kebijakan. Dampak dari kurangnya dua faktor ini sangat terasa dalam hal-hal teknis. Banyak pelaku usaha kuliner Indonesia, misalnya, yang mengeluhkan sulit dan mahalnya mendapatkan bahan baku dari Tanah Air. Toh, warga negara Indonesia diaspora pelaku bisnis kuliner Nusantara terus mengenalkan Indonesia di tengah berbagai tantangan itu. Bahkan tak sedikit yang mendapat apresiasi dari komunitas setempat.
Restoran Toba, misalnya, rumah makan khas Indonesia yang berhasil menarik perhatian di kawasan St James’s Market, London, Inggris. Sesuai namanya, restoran ini menawarkan beragam menu makanan Indonesia, mulai dari harga 8 euro hingga 20 euro. Menggunakan kurs Rp 17.009 per euro, harganya Rp 136.100 hingga Rp 340.200 per porsi. Ini belum termasuk minuman dan makanan pendamping, jajanan khas Nusantara. Menurut pendiri sekaligus Kepala Chef Toba Restoran dan Pino’s Warung, Pino Edward Sinaga, saat dihubungi dari Jakarta, Kamis (14/3) Restoran Toba didirikan dengan kecintaan untuk menampilkan kekayaan dan keberagaman cita rasa masakan Nusantara. Warisan kebudayaan Indonesia menjadi inspirasinya. Restoran Toba bahkan diulas media kawakan Inggris, The Guardian. ”Awalnya, saya khawatir cita rasa makanan tidak menjadi prioritas, seperti tempat lain yang hanya mementingkan visual yang bagus untuk difoto sebelum pergi ke kelab malam Boujis. Namun, Toba sangat baik,” ulas GraceDent di The Guardian.
Menurut pakar gastronomi dari Universitas Pendidikan Indonesia, Dewi Turgarini, konsep gastrodiplomasi terdiri atas aktor pemerintah dan nonpemerintah. Dengan segala potensinya yang besar, kuliner Nusantara di luar negeri banyak terkendala pasokan bahan baku, termasuk, bumbu dapur. Para diaspora pengusaha kuliner mengaku masih kesulitan mendapatkan pasokan bahan baku yang ajek karena minimnya dukungan sistem ekspor Indonesia. misalnya, bahan baku rempah dan bumbu dapur Indonesia harganya berlipat-lipat dari harga di Tanah Air. Keluhan para pelaku usaha kuliner ini terefleksi dalam survei oleh program pemerintah, yaitu Indonesia Spice Up The World (ISUTW). Program ini diharapkan mendongkrak pemasaran produk bumbu atau pangan olahan dan rempah Indonesia. Survei menunjukkan, banyak pelaku usaha menilai harga bumbu atau rempah dari Indonesia mahal. Akses memperoleh bahan-bahan itu pun sulit. Padahal, 32,4 % responden mengimpor langsung bahan baku dari Indonesia. (Yoga)
Bank OCBC Bukukan Laba Bersih Tahun 2023 Rp 4,09 Triliun
Kursus Warga Lansia Menjamur di China
Saat ini, beragam kursus untuk warga lanjut usia menjamur di
China. Cui Chunyun (60), pensiunan akuntan di Beijing, mengikuti kelas dansa.
Ia mengikuti kelas itu untuk menjaga kebugaran dan bisa mengimbangi kelincahan
kelima cucunya. Ia berharap bisa menunda masuk ke panti jompo. ”Saya ingin bisa
bergerak, bahkan orang yang berusia di atas 70 tahun pun masih bisa menari.
Kita harus bergerak untuk hidup,” katanya, Senin (18/3). Cui hanyalah satu dari
ribuan warga lanjut usia China yang mengikuti kursus. Menjamurnya kursus untuk
kelompok lansia ini disebut ”ekonomi perak” yang mengacu pada warna rambut
uban. Populasi China yang menua dengan cepat memicu pasar untuk bisnis kursus
yang lantas berkembang pesat itu. Fenomena ini berkebalikan dengan bisnis les
untuk pelajar yang turun drastis.
”Industri pendidikan sedang bertransisi ke ekonomi perak,”
kata Qiu Peilin, Kepala Lembaga Kursus Mama Sunset di Beijing. Mama Sunset
adalah salah satu lembaga kursus untuk warga lansia. Sejak diluncurkan pada
2023, Mama Sunset telah membuka lima cabang di Beijing. Saat ini, Mama Sunset membuka
20 kelas berbeda bagi ribuan warga China berusia 50 tahun ke atas. Perusahaan
konsultan Frost and Sullivan memperkirakan pasar pendidikan bagi warga lansia
di China akan tumbuh 34 % pada 2027 menjadi 120,9 miliar yuan, naik dari 28 miliar
yuan pada 2022. Pada dekade selanjutnya, sekitar 300 juta orang China akan
pensiun. Jumlah itu setara hampir seluruh populasi AS.
Perusahaan penyedia pembelajaran daring bagi warga lansia
terbesar di China, Quantasing, yang terdaftar di bursa Nasdaq, berencana mempekerjakan
lebih banyak tutor taici dan pengobatan tradisional. Mereka berencana menambah
kelas. Perusahaan itu juga berencana memanfaatkan basis murid-murid lansia untuk
menjual produk dagangan. Beberapa produk di antaranya batang moxa, yang
digunakan dalam pengobatan tradisional, dan baijiu, minuman keras tradisional
China. Pada kuartal IV-2023, pendapatan Quantasing tumbuh 24,7 % dibandingkan
periode yang sama 2022 menjadi 980,5 juta yuan. Sementara peserta terdaftar
pada akhir 2023 melonjak 44,6 % dibandingkan periode yang sama 2022 menjadi
112,4 juta orang. (Yoga)
Awal 2024 Ekonomi China Solid
Ekonomi China mengawali perjalanan panjangnya
di 2024dengan solid setelah sejumlah data yang dirilis pada Senin (18/3)
melampaui ekspektasi. Namun memenuhi target pertumbuhan 5 % tahun ini, masih
dibutuhkan sejumlah stimulus, terutama disisi permintaan. Sepanjang dua bulan
pertama 2024, penjualan ritel China tercatat naik 5,5 %, lebih baik daripada
prediksi kenaikan 5,2 %, menurut hasil jajak pendapat Reuters terhadap kalangan
ekonomi. Sedangkan produksi industri naik 7 %, lebih tinggi dari estimasi
pertumbuhan 5 %.
Data yang dirilis Senin itu menggenapi indicator
ekspor dan inflasi konsumen yang dirilis belum lama ini dan jauh lebih baik
dari perkiraan. Angka-angka tersebut memberikan dorongan awal bagi China yang
berharap dapat mencapai target pertumbuhan produk domestic bruto (PDB) ambisius
untuk tahun ini, yaitu 5 %. “Data aktifitas (ekonomi China secara luas stabil dan solid di awal tahun, walau ada yang berpikir penguatan itu mungkin hanya terjadi
sekali saja,” kata Louise Loo, ekonom China dari Oxford Economics, kepada
Reuters. (Yetede)
Antosipasi Ramadan, Bank Mandiri Siapkan Uang Tunai Rp 31,3 Triliun
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyiapkan
kebutuhan uang tunai Rp 32,3 triliun untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan
uang tunai di masyarakat selama 30 hari ke depan. Persiapan tersebut untuk kebutuhan
mulai 18 Maret hingga 16 April 2024 saat Ramadhan menjelang Idul Fitri 1445 H.
Jumlah net kebutuhan uang tersebut naik 10,5 % dibandingkan proyeksi tahun
sebelumnya.
Corporate Secretary Bank Mandiri Teuku Ali
Usman mengatakan, langkah imi diharapkan dapat membantu nasabah memenuhi
berbagai kebutuhan pada periode Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitrimendatang,
terutama pada masa pembayaran THR ASN. Sebagian besar alokasi kebutuhan uang
tunai tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengisian ATM Bank Mandiri
yang diprediksi mencapai Rp 1,7 triliun selama periode tersebut. (Yetede)
Menaker: THR Harus Dibayar Penuh
Menaker Ida Fauziyah menjawab pertanyaan
wartawan saat konferensi pers terkait tunjangan hari raya (THR) di kantor
Kemenaker, Jakarta (18/3). Menaker menegaskan bahwa pembayaran batas akhir THR
dapat dilakukan pada H-7 sebelum Idul Fitri 1445 Hijriah dan harus dibayarkan
penuh oleh pengusaha, serta pemberiannya tidak dapat diberikan secara berjangka
ataupun dicicil. (Yetede)
Menkeu Laporkan Debitur LPEI Terindikasi Korupsi ke Kejagung
Menkeu Sri Mulyani menyerahkan laporan ke
kejaksaan Agung (Kejagung) tentang empat perusahaan yang terindikasi melakukan
dugaan tindak pidana korupsi (fraud) dalam pemberian fasilitas kredit Lembaga
Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) yang terdiri atas beberapa tahapan (batch),
dengan batch 1 yang terdiri atas 4 perusahaan terindikasi fraud dengan total
sebesar Rp 2,50 triliun.
“Hari ini secara khusus kami sampaikan 4 debitu
yang terindikasi fraud dengan ourstanding pinjaman Rp 2,5 triliun. Kami terus
menegaskan kepada direksi dan manajemen LPEI untuk terus meningkatkan
peranannya dan tanggung jawabnya dan harus membangun tata kelola yang baik,”
kata Sri Mulyani dalam konferensi pers di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin
(18/3). (Yetede)
Segmen Business Hotel Diperkirakan Tumbuh 8 %
Sejumlah factor diprediksi mendongkrak bisnis
hotel (hospitality) di Indonesia pada 2024. Selain ditopang industri pariwisata,
bagi segmen hotel bisnis (business hotel) di Jakarta, unsur pendukung utama
adalah bergulirnya meeting, incentives, confrences dan exhibition (MICE). Di
sisi lain, gairah bisnis sektor hospitality di Jakarta terekam dari rencana
masuknya delapan hotel baru sepanjang tahun ini.
Menurut Satria Wei, Head of Hosppitality
Services Colliers Indonesia, sejak awal 2022, kinerja sektor perhotelan di
Indonesia telah terlihat mengalami perkembangan yang positif dan signnifikan. “Untuk
segmen hotel bisnis, Collier Indonesia memproyeksikan peningkatan 6-8 %
dibandingkan tahun 2023. Kinerja positif segmen hotel bisnis tahun 2024
didorong adanya berbagai kegiatan meeting, incentive, dan exhibition (MICE)
yang didominasi sektor swasta maupun pemerintah,” kata dia. (Yetede)
Dari Laba, Saratoga Berbalik Rugi 10 Triliun
Emiten Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga Uno, PT
Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) mencatatkan rugi tahun berjalan yang
diatribusikan kepada pemilik perusahaan sebesar Rp 10,15 triliun pada 2023,
berbanding terbalik dari sebelumnya yang laba Rp 4,61 triliun. Hal ini
disebabkan kerugian atas investasi pada saham dan efek lainnya pada tahun lalu
yang mencapai Rp 13,81 triliun, dibading 2022 yang justru untung 3,72 triliun.
“Gejolak harga komoditas sepanjang 2023 telah
berdampak pada harga saham-saham perusahaan portofolio utama Saratoga yaitu, PT
Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Merdeka Copper Gold (MDKA). Fluktuasi
Harga saham tersebut ikut berdampak terhadap Nilai Aset Bersih (Net Asset Value/NAV)
Saratoga pada akhir tahun lalu,” kata Direktur Investasi Saratoga Devin Wirawan
dalam menuju diversivikasi keterangan resmi di Jakarta, Senin (18/3). (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









