;
Kategori

Ekonomi

( 40465 )

Pemilu Membawa Berkah Ekonomi

20 Mar 2024
Besarnya skala pesta demokrasi Indonesia, pemilihan  umum (pemilu), tidak hanya berdampak pada politik, tetapi juga pada ekonomi. Beragam sektor ekonomi maupun industri ikut bergerak sehingga ikut merangsang pertumbuhan ekonomi, baik di daerah juga secara nasional. Tren positif ini diprediksi akan terus berlanjut karena  pelaksanaan pemilu berlangsung damai  dengan hasil yang sesuai dengan ekspektasi pasar. "Tentu saja perekonomian daerah ikut terdongkrak  dengan adanya moment pemilu, apalagi kalau nanti sudah memasuki periode pilkada," kata Ekonom LPEM FEB UI Teuku Riefky kepada Investor Daily. Menurut Riefky, momentum pemilu ataupun  pilkada biasanya dibarengi  dengan peningkatan belanja, baik itu belanja konsumsi maupun produksi untuk keperluan pemilu. Oleh sebab itu, pilkada tentunya memilik daya dorong untuk meningkatkan aktivitas ekonomi di daerah. (Yetede)

Sambut Lebaran BCA Sediakan Uang Rp 68,8 Triliun

20 Mar 2024
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memastikan ketersediaan uang tunai sebesar Rp 68.8 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat  selama periode Ramadan hingga Idulfitri 2024, atau sejak 25 Maret hingga 16 April 2024. Jumlah tersebut naik 7% dari angka  realisasi ketersediaan uang  tunai pada moment bulan suci Ramadan hingga Idulfitri 2023, seiring proyeksi peningkatan aktivitas konsumsi masyarakat. Selain ketersediaan uang tunai BCA juga memastikan kebutuhan nasabah untuk menukarkan uang terpenuhi. Di wilayah Jabodetabek BCA siap memastikan nasabah  dengan layanan  penukaran uang melalui  39 kantor cabang utama (KCU) di Jabodetabek selama periode 1-5 April 2024. (Yetede)

Perluasan Penetrasi, Bank Syariah Rencanakan Go Public

20 Mar 2024
Sejumlah bank syariah terus meningkatkan fundamental kerjanya di tengah tantanggan ekonomi global saat ini. Peningkatan kinerja tersebut  juga dalam rangka untuk memuluskan rencana go public melalui initial pubic offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Rencana tersebut dilakukan dalam jangka menengah hingga jangka panjang. Adapun, saat ini terdapat empat bank syariah yang telah melantai di BEI, yaitu PT bank Syariah Indonesia Tbk (BSI/BRIS), PT Bank BTPN Syariah  Indonesia Tbk (BTPS), PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS), dan PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK). Pada penutupan perdagangan Selasa (19/3/2024) berdasarkan data RTI Business, kapitalisasai pasar BRIS sebesar Rp 122,7 triliun. BPTS mencatatkan market cap Rp10.01 triliun, kapitalisasi BANK sebesar Rp14,4 triliun, dan market cap PNBS senilai Rp 1,98 triliun. (Yetede)

BSI Ingin Masuk Jajaran Bank Papan Atas

20 Mar 2024
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), mengharapkan bisa masuk jajaran  bank papan atas atau kelompok  bank Indonesia berdasarkan modal inti (KBMI) 4 dengan modal lebih dari 70 triliun. Ada pun per Desember, modal BSI sebesar Rp36,09 triliun, meningkat 105,22% dibandingkan tahun sebelumnya Rp31,23 triliun. Salah satu langkah yang dilakukan adalah  mengalokasikan laba sebagai  laba ditahan untuk memperkuat modal. Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, untuk rasio dividen yang akan dibagikan  saat rapat Umum Pemegang Saham Tahunan nanti masih belum diketahui, namun diharapkan sama dengan tahun lalu, dimana BSI membagikan 10% dari laba bersih tahun buku 2022. (Yetede)

Antisipasi Inflasi, BI Diperkirakan Tahan BI Rate

20 Mar 2024
Kalangan ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) masih akan mempertahankan tingkat suku bunga acuan (BI Rate) di level 6% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada hari ini (Rabu, 20/3/2024). Hal ini antara lain dikarenakan  inflasi masih berpotensi naik  di bulan Ramadan dan jelang Idulfitri 2024. Sebelumnya, bank Indonesia melalui RDG BI pada 20-21 Feruari 2024 menetapkan untuk menahan suku bunga acuan atau  BI Rate tetap sebesar 6%. Suku bunga deposit facility juga tetap sebesar 5,25%, dan suku bunga lending facility tetap dipertahankan di level 6,75%. Keputusan tersebut mendukung langkah preemtive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap trekendali dalam sasaran 2,5 plus 1% pada 2024. "BI belum akan menurunkan atau  melakukan penyesuaian ke bawah untuk kebijakan suku bunga acuan terutama dalam waktu ekat ini," kata Peneliti ekonomi Center of Reform  on Econimics Yusuf R. Manilet. (Yetede)

Ekspor Masih Suram, Industri TPT Andalkan Pasar Domestik

20 Mar 2024
Ketua Umum Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa menerangkan, pasar ekspor tahun ini masih belum membaik, melihat suku bunga The Fed masih 5,25 basis poin. Jika suku bunga tidak dikemnorkan  maka daya beli akan slow down. "Jadi semua negara menjaga market domestiknya masing-masing Amerika meregulate, negara China juga sama, Eropa juga sama dengan intrusmen macem-macem," ucap dia. Jemmy memperrkirakan, bank sentral AS atau The Fed akan menurunkan  suku bunga sebanyak tiga kali, jika itu terjadi maka suku bunga akan turun 75 basis point di akhir tahun, maka suku bunga akan di level  4,5%. Kalau kondisinya berlanjut maka The Fed diharapkan dapat menurunkan kembali suku bunga sebanyak tiga kali akhir tahun ini 1,25%  dan akan menjadi 3%. "Jika kita kembali lagi, ekspor bisa, ekspor bisa baik ? Ya sekarang ini belum," kata dia. (Yetede_

BOJ Mencabut Kebijakan Radikal, Suku bunga Naik

20 Mar 2024
Bank of Japan (BoJ) mengambil keputusan bersejarah pada Selasa (19/03/2024), mengakhiri delapan tahun kebijakan suku bunga negatif dan beberapa kebijakan radikal lainnya. bank sentral tersebut berarti telah menggeser fokus kebijakan, yang selama satu dekade terakhir merefleksikan pertumbuhan ekonomi dengan stimulus moneter besar-besaran. Merespons keputusan BoJ tersebut, para analis berpendapat  meskipun suku bunga naik untuk pertama kalinya dalam 17 tahun terakhir, tapi masih dalam  kisaran nil. Dengan kata lain, pemulihan ekonomi Jepang yang masih rapuh memaksa BoJ  agar bergerak perlahan saja   dalam menaikkan biaya-biaya pinjaman.     (Yetede)                                                                                                          

Lepas Tokopedia Goto Telan Kerugian Hingga Rp 90 Triliun

20 Mar 2024
PT Go To Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan rugi distribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp90,39 triliun pada pada 2023, atau membengkak dibandingkan tahun sebelumnya Rp 39,57 triliun. Peningkatan rugi bersih  tersebut sebagai dampak transaksi Tokopedia dan TikTok yang mengakibatkan hilangnya pengendalian GoTo terhadap Tokopedia. Sementara pendapatan bersih perseroan pada  2023 tumbuh 30,7% menjadi Rp 14,78 triliun dibandingkan tahun sebelumnya Rp11,35 triliun. "Grup GOTO mencatatkan rugi bersih Rp90,5 triliun untuk keseluruhan tahun 2023. Hal ini dipicu oleh pencatatan pembalikan nilai goodwill (goodwill revelsal) sebesar -Rp 78,8 triliun standar akutansi keuangan yang berlaku, yang merupakan dampak dari transaksi Tokopedia dan TikTok yang mengakibatkan hilangnya pengendalian GoTo terhadap  Tokopedia dimulai 1 februari 2024," tulis manajemen GoTo. (Yetede)

April, WIKA Raup Dana Segar Rp 9,2 T

20 Mar 2024
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menargetkan dapat mengantongi dan hasil penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) maksimal sebesar Rp 9,2 triliun pada bulan April 2024. Rights Issue  ini digelar sehubungan dengan adanya injeksi modal negara kepada WIKA melalui penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp6 triliun. Dalam aksi ini, emiten BUMN karya tersebut siap menerbitkan 92.238.374.997 saham baru seri B. Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito menjelaskan, berdasarkan UU Nomor 19 Tahun 2023 terkait APBN 2024 yang sudah disepakati bahwa MIKA memperoleh dukungan dari pemerintah dalam bentuk PMN sebesar Rp 6 triliun yang akan cair pada kuartal I-2024. 

Kredit Bermasalah LPEI Rp 2,5 Triliun Terindikasi Pidana

19 Mar 2024

Menkeu Sri Mulyani, Senin (18/3) menemui Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk melaporkan indikasi penipuan atau penyimpangan (fraud) dalam penggunaan dana Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) yang disalurkan kepada empat perusahaan ekspor, yaitu PT RII sebesar Rp 1,8 triliun, PT SMS sebesar Rp 216 miliar, PT SPV sebesar Rp 144 miliar, dan PT PRS sebesar Rp 305 miliar. Kredit bermasalah sebesar Rp 2,5 triliun yang dialami empat perusahaan itu terindikasi memenuhi unsur tindak pidana korupsi. Perusahaan tersebut bergerak di bidang kelapa sawit, batubara, nikel, dan perkapalan.

”Jumlah keseluruhan (kredit bermasalah) sebesar Rp 2,5 triliun. Itu tahap pertama,” ujar Burhanuddin seusai pertemuan. Awalnya, kredit bermasalah yang terindikasi penipuan/penyimpangan tersebut ditemukan tim gabungan BPKP, Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejaksaan Agung, serta Inspektorat Jenderal Kemenkeu sejak 2019. Perkara tersebut kini diserahkan kepada Jaksa Agung Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung karena ditemukan indikasi penipuan atau penyimpangan. Jampidsus akan mendalami unsur tindak pidana korupsi dalam perkara tersebut. (Yoga)