Ekonomi
( 40600 )Jabodetabek Perlu Lembaga Pengelola Transportasi
Studi terbaru Institute for Transportation and Development
Policy atau ITDP Indonesia menunjukkan kebutuhan adanya satu lembaga pengelola
transportasi di Jabodetabek, yang harus kuat dalam pelbagai sisi kebijakan,
anggaran, dan implementasi di lapangan. Studi terbaru ITDP ini dilakukan
bersama UK Partnering for Accelerated Climate Transitions. Hasilnya
dipublikasikan pada Rabu (20/3) dalam Urban Transport Discussion #31: Integrasi
Kelembagaan, Solusi Karut-marut Transportasi Jabodetabek? bersama Badan
Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Transjakarta, ahli, dan pengguna
transportasi. Studi itu menemukan pengembangan transportasi publik massal tidak
merata, bergantung pada prioritas dan kapasitas keuangan masing-masing daerah.
Alhasil, Jakarta
melesat jauh meninggalkan daerah tetangganya di aglomerasi Jabodetabek.Tingkat
layanan, termasuk tarif transportasi, berbeda-beda antarwilayah sehingga ada
rute perjalanan yang tidak menarik bagi masyarakat. Hal ini ditambah tidak
terpadunya titik transit ataupun tarif karena we-wenang yang dimiliki secara parsial
oleh masing-masing pemangku kepentingan serta tidak adanya kewajiban berkoordinasi
antardaerah. Contoh persoalan ini adalah mentoknya rencana operasional rute S41
Pondok Cabe ke Lebak Bulus. Padahal, rute ini bisa mengintegrasikan angkot dari
Parung di Kabupaten Bogor dan Pondok Cabe di Tangsel ke Jakarta.
Selama ini dari Parung dan Pondok Cabe hanya ada pilihan angkot
yang berbeda jauh standar pelayanan dan tarifnya dengan mikrotrans di Jakarta. Direktur
ITDP Indonesia Gonggomtua Sitanggang menuturkan sudah ada BPTJ untuk mengoordinasikan
kebijakan transportasi. Namun, implementasi di lapangan belum optimal karena
keterbatasan anggaran sebagai badan di bawah Kemenhub. ITDP Indonesia
menyarankan adanya lembaga yang terintegrasi, dapat menjamin komunikasi
antarpemangku, menjadi penghubung utama dalam integrasi layanan transportasi
publik di Jabodetabek. (Yoga)
Raineldis Boleng Hayon, Berdayakan Perempuan NTT
Banyak ibu rumah tangga sulit mengelola keuangan keluarga
karena penghasilan suami terbatas. Raineldis Boleng Hayon (55) membantu para
perempuan mendukung ekonomi keluarga dengan mendirikan koperasi simpan pinjam (KSP)
Mawar yang beranggotakan ratusan perempuan dan anak-anak untuk menopang ekonomi
keluarga. Selain itu, dia juga membangun rumah produksi kelor bubuk untuk
menekan tengkes di kalangan generasi muda. Keputusan mendirikan KSP Mawar pada
2017 berawal dari keluhan sejumlah ibu rumah tangga mengenai kesulitan ekonomi
di dalam keluarga. Suami mereka kebanyakan buruh bangunan, tukang ojek, pekerja
proyek, dan pekerja serabutan dengan penghasilan tidak tetap.
”Berawal dari 50 ibu rumah tangga yang terlibat saat doa kelompok
di salah satu rumah warga di Kelurahan Kolhua, Kota Kupang. Kelompok ibu-ibu ini
berbagi pengalaman rohani terkait kehidupan ekonomi keluarga. Terinspirasi dari
sharing pengalaman ini, saya membentuk koperasi tersebut,” tutur Raineldis,
Senin (11/3) di Kupang, NTT. Saat ini, jumlah anggota koperasi tersebut 350 ibu
rumah tangga yang sebagian besar tinggal di Kelurahan Kolhua. Setiap anggota
dikenai uang pangkal Rp 10.000 dan iuran bulanan Rp 5.000, dengan jumlah
simpanan sukarela.
”Pinjaman awal dibatasi Rp 10.000 per anggota. Sekarang batas
pinjaman sampai Rp 20 juta,” katanya. Tidak hanya ibu rumah tangga. Lebih dari
70 anak SD dan SMP yang orangtuanya anggota KSP Mawar juga ikut bergabung dalam
koperasi itu. Mereka belajar menyimpan dan menabung uang sebagai persiapan
masuk perguruan tinggi. Tabungan anak sekolah ini disebut ”TAS”. Melalui
koperasi ini pula, mereka bisa berbelanja ponsel pintar, buku tulis, dan kebutuhan
sekolah lain. Kini, aset KSP Mawar mencapaiRp 350 juta. Melalui KSP ini, para ibu rumah tangga bisa
membantu suami meringankan beban ekonomi keluarga. Memiliki simpanan di
koperasi dan dengan mudah berbelanja kebutuhan sehari-hari. (Yoga)
Dampak Kemenangan Telak Putin
Vladimir Putin menang telak dalam pemilu di Rusia, 15-17
Maret 2024. Dari 99,76 % suara yang dihitung, Putin meraih 87,33 % suara, jauh meninggalkan
rivalnya. Nikolay Kharitonov dari Partai Komunis di tempat kedua dengan 4,3 %. Tingkat
partisipasi kali ini 73,33 % dari 114 juta daftar pemilih tetap. Ini kemenangan
terbesar Putin sejak berkuasa tahun 2000. Kemenangan Putin, walau mencalonkan
diri sebagai calon independen, tak lepas dari dukungan partai yang dia dirikan,
yaitu United Russia. Partai ini mirip Golkar zaman Orde Baru (Orba). Saat ini
United Party menguasai parlemen (Duma) dengan 334 kursi (72 %). Menurunnya
dukungan terhadap Partai Komunis yang hanya mendapat suara 4,3 % menunjukkan
bahwa generasi baru Rusia semakin jauh dari ideologi komunis. Banyak yang
berpendapat Putin akan menjadi presiden seumur hidup. Seperti Soeharto ketika
berkuasa, saat ini tak ada figur yang dapat menyaingi Putin.
Soeharto jatuh karena krisis ekonomi 1998 yang diikuti dengan
gerakan anti-Orba yang dimotori para mahasiswa. Kelihatannya Putin berbeda
mengingat ekonomi Rusia masih kuat, bahkan setelah mendapat sanksi paling keras
dari Barat. Dalam pidato kemenangannya, Putin, mengatakan dia akan menyelesaikan
operasi khusus dan memperkuat kapasitas pertahanan dan Angkatan Bersenjata
Rusia. Artinya perang dengan Ukraina tak mengendur dan akan segera dituntaskan.
Tanpa memperhitungkan komitmen NATO untuk membela Ukraina habis-habisan. Sulit
diprediksikan kapan perang berakhir. Menurut teori perang, perang akan berakhir
jika salah satu pihak bangkrut secara ekonomi. Ukraina secara teori sudah
bangkrut, tapi berkat dukungan NATO sampai saat ini masih bertahan.
Sebaliknya, sanksi Barat yang sangat luar biasa ternyata
tidak membuat Rusia bangkrut. Bahkan, menurut perkiraan IMF, ekonomi Rusia akan
tumbuh 2,6 % tahun ini, menyusul pertumbuhan 2,25 % pada 2023. Menurut Statista
Research Development, Rusia memiliki sumber daya alam terbesar di dunia senilai
75 triliun USD, mengalahkan AS 45 triliun USD. Artinya, sangat tak mungkin
negeri sekaya Rusia akan bangkrut karena sanksi. Politik luar negeri Rusia
diperkirakan tidak akan berubah banyak. Karena memiliki ”musuh bersama”,
hubungan dengan China akan menjadi prioritas walau penuh kehati-hatian. China
merupakan mitra dagang terbesar Rusia, dengan nilai perdagangan 240 miliar USD
tahun 2023.
Kedua negara juga telah menandatangani perjanjian local currency
settlement (LCS), atau pembayaran perdagangan menggunakan mata uang
masing-masing, sehingga tidak bergantung pada USD. Rusia selalu menganggap
Indonesia negara penting. Dalam forum-forum internasional, Soviet dan Rusia
banyak membantu posisi Indonesia. Perdagangan kedua negara terus meningkat
rata-rata 30-40 % dengan surplus di pihak RI. Demikian juga wisatawan Rusia
yang masuk 10 besar dengan pengeluaran terbesar dan masa tinggal paling lama. Kemenangan
Putin kian memberikan tingkat kepercayaan yang besar bagi Putin untuk
melanjutkan politik konfrontasinya dengan Barat. Perang Rusia-Ukraina masih
akan terjadi dan entah kapan akan selesai. Artinya, krisis ekonomi dunia masih
menanti. (Yoga)
BI Rate Berpotensi Turun di Semester II
Capital Inflows Terus Berlanjut
Torehan Program Sejuta Rumah Februari 2024 Melonjak 86 %
Hartadinata Bidik Ekspor Perhiasan Rp 10 T
Menanti Tim Ekonomi Prabowo
Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut
02 itu meraup sebanyak 96.214.691 suara. Setara dengan 58,46% dari total suara,
unggul dibandingkan dua pasangan calon lainnya. Kemenangan satu putaran Prabowo
- Gibran sejatinya sudah terprediksi usai unggul telak dalam hitung cepat. WH-Project
William Hartanto menimpali, selama tidak ada kericuhan, dinamika politik tidak
akan membawa dampak negatif yang signifikan mengganggu IHSG. Dalam jangka
pendek, William menaksir IHSG akan terlebih dulu bergerak pada 7.270 -
7.400 dengan kecenderungan melemah. Pasar menanti tim ekonomi yang
mengisi kabinet Prabowo. Seperti IHSG, kurs rupiah saat hari pengumuman KPU
kemarin melemah. Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia, kemarin rupiah tutup di Rp
15.727. Melemah tipis dibanding sehari sebelumnya di Rp 15.712 per dolar
AS.
Tangkis Risko Global Hingga Makan Gratis
Direktur Eksekutif Indonesia Economic Fiscal (IEF) Research Institute Ariawan Rahmat mengatakan bahwa peningkatan rasio pajak (tax ratio) memang dibutuhkan untuk mempertebal kantong negara. Pasalnya, saat ini tax ratio Indonesia dalam arti sempit baru sebesar 10,1% dari produk domestik bruto (PDB). Angka tax ratio di level 10% belum ideal untuk menjamin ketersediaan dana pembangunan berkelanjutan, termasuk untuk program makan siang gratis. Bahkan, lembaga internasional seperti International Monetary Fund (IMF) menyebut angka minimal tax ratio seharusnya 15% PDB untuk menjamin kesinambungan pembangunan suatu negara. "Maka pemerintah setidaknya harus berupaya mengejar kenaikan tax ratio sebesar 5% agar program-program yang mereka buat bisa berjalan," ujar Ariawan, Minggu (18/2).
Pasar Waspadai Gejolak Rupiah
Investor mengkhawatirkan nada hawkish pertemuan The Fed, Kamis (21/3). Mengutip Bloomberg, Rabu (20/3), kurs rupiah spot melemah 0,03% ke Rp 15.723 per dolar AS. Sementara di Jisdor Bank Indonesia (BI) kurs rupiah melemah 0,09% ke Rp 15.727 per dolar AS. Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengataka,, fokus pernyataan Gubernur Fed, Jerome Powell. The Fed berpotensi hawkish dan memangkas prospek penurunan bunga tahun ini. Dari Asia, pasar nilai tukar dipengaruhi langkah Bank of Japan (BoJ) menjauh dari suku bunga negatif. Sentimen internal, langkah Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan di level 6%. Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede mencermati, sebagian besar mata uang Asia cenderung bergerak dalam rentang yang terbatas. Ia memproyeksi rupiah di Rp15.650–Rp 15.750 , Kamis (21/3). Sedangkan, Ibrahim memprediksi Rp15.710–Rp15.780.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









