Ekonomi
( 40600 )Dilema Eksport Konsentrat Freeport Cs
Bursa Saham Dibanjiri Emiten Tak Berkualitas
Lukas Setia Atmaja, Pengamat Pasar Modal Universitas Prasetiya Mulya mencermati, dari 313 saham IPO selama 5 tahun terakhir, ada 43% saham yang harganya turun 40% di bawah harga perdana. Lalu, ada 25% saham IPO yang harganya tinggal gocap bahkan kurang. "Saham IPO yang fundamentalnya kurang baik dan dijual saat IPO akan sangat merugikan investor," kata dia. Otoritas bursa sendiri mulai melihat isu ini sebagai salah satu masalah. Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna bilang, BEI sudah mendengar ada beberapa hal yang jadi isu di bursa, yaitu volatilitas transaksi dan penurunan harga saham usai IPO. "Kami juga sudah melakukan refleksi. Selain volatilitas transaksi, ada beberapa perusahaan yang mengalami permasalahan dari sisi operasional," kata dia, Rabu (20/3). Untuk mengatasi masalah volatilitas, Nyoman bilang BEI akan menyempurnakan aturan tentang penjatahan atau allotment.
Atur Siasat Menghadapi Perubahan Bunga Global
Perubahan arah suku bunga global, salah satunya ditandai oleh Bank of Japan (BoJ) yang memutuskan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 10 basis poin menjadi 0% hingga 0,1% pada Selasa (19/3) lalu. Itu merupakan kenaikan bunga pertama di Jepang dalam 17 tahun terakhir. Selain itu, ada pula sentimen dari suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, yang saat ini masih tertahan pada level 5,25% hingga 5,5%. The Fed diperkirakan baru mulai memangkas Fed Fund Rate (FFR) pada paruh kedua 2024. Jepang dan Amerika Serikat (AS) merupakan kreditur pemerintah Indonesia. Bukan hanya itu, mata uang kedua negara juga tergolong yang paling dominan dalam utang luar negeri (ULN) pemerintah.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyampaikan,
meski memutuskan menaikkan suku bunganya, BoJ menekankan bahwa akan tetap
akomodatif pada suku bunga jangka panjangnya, atau tetap membeli obligasi
pemerintah Jepang JGB dengan jumlah yang sama, serta akan menambah jumlah pembeliannya
apabila imbal hasil yang ditawarkan JGB
dinilai terlalu tinggi. "Melihat potensi penurunan obligasi dari sisi
global tersebut, kami melihat akan berdampak positif bagi pembiayaan anggaran
pemerintah," kata Josua kepada KONTAN, Kamis (21/3). Ekonom Center of
Reform on Economic (Core) Indonesia Yusuf Rendy menilai pemerintah tidak perlu
melakukan penyesuaian yang terlalu kompleks untuk merespons perubahan suku
bunga global tersebut. Pemerintah bisa menyesuaikan penerbitan surat utang
global saat inflasi sudah cenderung stabil. Setidaknya bisa ditinjau setelah
momentum Lebaran ataupun pada semester kedua tahun ini. "Dalam jangka
pendek dan prospek yang lebih baik dengan inflasi stabil tentu akan memudahkan
pemerintah dalam menarik atau menerbitkan surat utang global," tambah
Yusuf.
Grup Sinar Mas Tak Kenal Wait and See
Grup Sinar Mas terus menggeber ekspansi bisnis. Langkah konglomerasi ini digelar lewat sejumlah entitas bisnis mereka di pasar modal. Tengok saja PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) yang merilis obligasi berkelanjutan IV tahap IV tahun 2024 senilai Rp 4 triliun, sukuk mudharabah berkelanjutan III tahap IV tahun 2024 senilai Rp 695,09 miliar, serta obligasi dolar AS berkelanjutan I tahap III tahun 2024 senilai US$ 25 juta. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) juga merilis obligasi berkelanjutan I dan sukuk mudharabah berkelanjutan I senilai total Rp 7 triliun. Kemudian, DSSA juga mengambil alih aset bisnis pusat data yang sebelumnya dipegang PT Smartfren Telecom Tbk (FREN). Smartfren sendiri tak mau ketinggalan mencari pendanaan dari pasar modal. FREN menggelar rights issue dengan menerbitkan 171,45 miliar saham baru.
Target penghimpunan dananya hingga Rp 8,57 triliun. Managing Director Sinar Mas Ferry Salman mengungkapkan, perencanaan bisnis Sinar Mas memang tidak terhalang oleh tahun politik. Sentimen ini biasanya ampuh mengerem hajat korporasi menggelar ekspansi. "Buat kami tidak ada istilah wait and see . Kami terus konsisten dan melanjutkan apa yang telah direncanakan," kata Ferry dalam buka puasa bersama yang digelar Kamis (21/3). Dalam kesempatan yang sama, CEO Smartfren Andrijanto Muljono optimistis bisa menumbuhkan kinerjanya tahun ini. Dia juga menyinggung mengenai potensi merger antara FREN dengan PT XL Axiata Tbk (EXCL). "Jika gabung, mungkin kami bisa langsung nomor dua secara " ungkap Andrijanto. Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto mencermati tidak semua aksi Grup Sinar Mas tersebut cepat membawa dampak positif. Misalnya rights issue yang dilakukan FREN.
Pembiayaan Kendaraan Seken Menanjak
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno berharap pembiayaan akan tumbuh menjelang Lebaran. Sebab pembiayaan Januari ke Februari 2024 turun 20% karena banyak orang sudah beli pada Desember 2023. "Harapannya pada bulan ini, perusahaan dapat mengejar ketertinggalan," kata dia. PT Mandiri Utama Finance (MUF) menargetkan pembiayaan kendaraan bekas saat momen Lebaran 2024 akan naik 8% dari bulan sebelumnya jadi Rp 435 miliar. Direktur Utama MUF Stanley Setia mengatakan, target tersebut diambil seperti realisasi pembiayaan kendaraan bekas pada Lebaran 2023 yang naik 8% jadi Rp 470 miliar. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) menargetkan pembiayaan kendaraan bekas perusahaan akan tumbuh 42% secara tahunan menjelang Lebaran 2024 menjadi Rp 735 miliar. Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan, pada momen Lebaran, yakni Maret hingga April 2024, CNAF menargetkan penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp 1,5 triliun. "Dalam target tersebut, terdapat kontribusi kendaraan bekas sebesar 49%," kata dia.
JALAN TERJAL PENYALURAN KREDIT
Langkah Bank Indonesia menahan suku bunga acuan selama empat bulan beruntun pada 6% memberikan sinyal bahwa iklim suku bunga tinggi masih bertahan sehingga berpotensi mengadang kinerja penyaluran kredit hingga semester I/2024. Akan tetapi, para bankir optimistis performa penyaluran kredit kredit kembali solid mulai paruh kedua 2024 karena adanya ekspektasi penurunan suku bunga. Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) Lani Darmawan menilai laju kinerja penyaluran kredit perbankan per Februari 2024 belum optimal menyusul kebijakan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga tinggi yang diproyeksi hingga paruh pertama 2024, sehingga pertumbuhan penyaluran kredit lebih moderat. "Dengan kondisi itu, pertumbuhan kredit pada paruh pertama 2024 akan lebih mild,” kata Lani kepada Bisnis pada Kamis (21/3). Berdasarkan data yang dirilis Bank Indonesia (BI), kinerja penyaluran kredit pada 2024 masih tumbuh dobel digit kendati melambat. Pada Februari 2024, realisasi penyaluran kredit tumbuh melambat dibandingkan dengan Januari 2024 dari 11,83% ke 11,28%. Realisasi kredit tersebut sebagian besar dikontribusikan dari kredit investasi, modal kerja, dan konsumsi. Dengan demikian, target pertumbuhan kredit setahun penuh sebesar 8% dapat tercapai. Lani juga mengatakan terdapat sejumlah peluang yang bisa menjadi pendorong pertumbuhan kredit pada semester I/2024.
Senada, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) Jahja Setiaatmadja mengatakan potensi kinerja kredit masih moncer kendati pada kuartal I/2024 secara historis melemah. Namun, menurutnya, kinerja penyaluran kredit pada Maret 2024 bakal positif sejalan dengan Ramadan dan Idulfitri. Prospek positif juga diharapkan datang dari pelaksanaan Pemilu 2024 satu putaran yang telah dikonfirmasi oleh pengumuman Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dari situ, Jahja berharap agar permintaan kredit menanjak karena investor mendapatkan kepastian investasi dan usaha. Pernyataan Jahja sejalan dengan survei BI tentang kebutuhan pembiayaan korporasi untuk 3 bulan yang akan datang atau pada Mei 2024 diprakirakan meningkat dengan saldo bersih tertimbang (SBT) 36,2% atau lebih tinggi dibandingkan periode bulan sebelumnya, April 2024 dengan SBT 29,3%. Sejalan dengan prospek permintaan pembiayaan korporasi, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) Sunarso mengatakan akan melakukan antisipasi agar bisa tetap menyalurkan kredit secara agresif, terutama pada segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan ultramikro. Dari sisi permintaan, dia mengakui bahwa ada potensi kredit korporasi melambat kala Pemilu. Namun, perusahaan terus memantau perkembangan kinerja penyaluran kredit secara umum. “Faktor demand dan likuiditas relatif lebih memengaruhi pertumbuhan kredit produktif dan konsumsi,” terang Sunarso. Dari kalangan perusahaan multifinance, iklim suku bunga tinggi diakui akan berdampak pada permintaan pembiayaan. Kendati demikian, Chief Marketing & Digital Officer Home Credit Sheldon Chuan mengatakan perusahaan melakukan negosiasi dengan bank mitra pendanaan agar mendapatkan bunga murah. Sementara itu, Direktur Utama PT Mandiri Utama Finance (MUF) Stanley Setia Atmadja menyebut perusahaan telah mengantisipasi langkah BI mempertahankan suku bunga. Namun, dia tak khawatir bahwa suku bunga mahal menggerus kinerja pembiayaan.
EMITEN PERTAMBANGAN : CIPRATAN CUAN PENGHILIRAN BAUKSIT
Aksi agresif pemerintah memacu penghiliran bauksit agar bisa diolah hingga menjadi aluminium berimpak positif terhadap sejumlah emiten yang memiliki portofolio pertambangan dan proyek penghiliran komoditas tersebut.
PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) melalui anak usahanya PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR), menargetkan pengoperasian smelter aluminium secara bertahap mulai 2025. ADMR juga melihat peluang ekspansi sektor logam/mineral lainnya. Direktur Adaro Minerals Indonesia Wito Krisnahadi menyampaikan, ADMR memiliki dua aset terbesar, yakni di Adaro Met Coal yang memproduksi coking coal atau batu bara metalurgi, dan proyek smelter aluminium yang digarap PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI). Saat ini, konstruksi proyek smelter aluminium dengan kapasitas produksi tahap I sebesar 500.000 ton ingot atau batangan aluminium terus berjalan. Diharapkan smelter itu bisa beroperasi bertahap secara komersial mulai kuartal III/2025.
Pemerintah memang menyampaikan besarnya kebutuhan aluminium di dalam negeri yang selama ini dipenuhi dari produk hasil importasi membuka peluang bagi industri bauksit dan turunannya. Penambahan kapasitas terpasang smelter pun menjadi urgen untuk mengoptimalkan nilai tambah bauksit. Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian perindustrian Taufiek Bawazier mengatakan bahwa industri aluminium sangat menjanjikan untuk dikembangkan di dalam negeri. Industri tersebut pun bakal memberikan nilai tambah yang cukup tinggi dari proses pengolahan bauksit.
Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, hingga saat ini hanya terdapat dua smelter aluminium yang berdiri sendiri (stand alone) di Indonesia dengan kapasitas input sebanyak 1 juta ton per tahun, dan output 500.000 ton per tahun. Sementara itu, Kemenperin menargetkan 1,5 juta—2 juta ton produksi aluminium pada 2025.
Sepanjang tahun ini, Antam juga menargetkan penjualan bijih bauksit sebanyak 3,05 juta WMT, naik 103% dibandingkan dengan tahun lalu yang sebanyak 1,5 juta WMT. Selain memenuhi kebutuhan fasilitas chemical grade alumina Tayan, Antam juga berencana bakal memasok bauksit untuk kebutuhan smelter grade alumina refi nery (SGAR) Mempawah.
Di fasilitas itu, Antam dan pemilik izin usaha pertambangan bauksit di Kalimantan Barat akan memasok sekitar 6,6 juta ton bijih bauksit ke SGAR Mempawah untuk menjadi 2 juta ton alumina.
Sementara itu, Hasan Barakwan, analis BRI Danareksa, merekomendasikan beli untuk ANTM dengan target price Rp2.100. Hanya saja, dia mengingatkan risiko harga nikel yang lebih rendah saat ini bisa memengaruhi kinerja perusahaan.
Segala Upaya untuk Genjot Pertumbuhan
Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang baru saja resmi
diumumkan sebagai presiden dan wakil presiden terpilih versi hasil hitung riil saat
ini dihadapkan pada satu pertanyaan penting: bagaimana cara mendanai
janji-janji kampanye mereka yang ambisius saat pemilu, mengerek pertumbuhan
ekonomi hingga 6-7 %, di atas tren pertumbuhan satu dekade terakhir yang
stagnan di 5 %. Saat berpidato di Mandiri Investment Forum, 5 Maret 2024,
Prabowo bahkan optimistis ekonomi masih bisa dikerek hingga tumbuh 8 % dalam
4-5 tahun ke depan.
Ketua Dewan Pakar PAN Dradjad Wibowo mengatakan, ”Sejumlah
cara akan ditempuh untuk menggenjot pertumbuhan. Jadi, gas-nya yang akan
dikencangkan, sesuai lagu (saat kampanye) saja. Gas pol, oke gas, oke gas,” kata
Dradjad saat ditemui di Jakarta, Kamis (21/3). Secara umum, ujarnya,
Prabowo-Gibran akan melanjutkan kebijakan ekonomi pemerintahan Jokowi. Namun,
arah kebijakan itu tidak sepenuhnya sama. Meski demikian, ia menjamin, tingkat
rasio utang dan defisit fiskal negara akan tetap dijaga di batas aman. Apalagi,
Indonesia sedang dalam proses aksesi menjadi anggota”Klub Negara Maju” atau
Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).
Dalam proses aksesi itu, defisit fiskal Indonesia dipantau
ketat agar tetap di batas aman sebagai syarat menjadi anggota. Menurut dia,
alih-alih menambah utang, Prabowo akan menggenjot penerimaan pajak lewat
berbagai cara, dari membenahi sistem, menutup celah kebocoran pajak, hingga memajaki
aktivitas ekonomi ilegal atau ekonomi bawah ta nah. Salah satunya dengan
membentuk Badan Penerimaan Negara (BPN) yang terpisah dari Kemenkeu. Kalau
penerimaan pajak kuat, pemerintah tidak perlu berutang untuk membiayai kebijakannya.
Upaya mendongkrak penerimaan pajak itu diupayakan tidak membebani masyarakat. (Yoga)
UE Harapkan Sinergi yang Lebih Baik dengan RI
Uni Eropa (UE) merespons pengumuman resmi KPU yang
menyebutkan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai presiden dan
wakil presiden terpilih dalam Pemilu 2024. Uni Eropa menilai pemerintahan yang baru
perlu meningkatkan hubungan perekonomian agar makin menguntungkan Indonesia
dengan UE. Hal itu terungkap dalam sidang parlemen Komite Urusan Luar Negeri
atau Committee on Foreign Affairs/AFET, Kamis (21/3) di Kantor Pusat UE di
Brussels, Belgia. Ketua AFET Parlemen Eropa David McAllister mengatakan, Indonesia
adalah salah satu mitra strategis UE. Ini tak lain karena Indonesia punya
posisi strategis dalam kerja sama EU-Indo Pacific Strategy dan EU-ASE-AN.
EU-Indo Pacific merupakan kerja sama multilateral Uni Eropa
dengan negara-negara lepas Samudra Hindia. Adapun EU-ASEAN adalah kerja sama
Uni Eropa dengan negara-negara kawasan Asia Tenggara. Menurut McAllister,
inilah momentum yang tepat untuk memperkuat hubungan dengan Indonesia, baik
dalam konteks geostrategi maupun perdagangan. ”Kami menyambut baik dan berharap
bisa bekerja sama dengan pemerintahan baru yang terpilih sehingga bisa memastikan
kebijakan yang saling menguntungkan bersama,” ujarnya.
Head of Division South East Asia (SEA) The European External
Action Service (EEAS) EU Leila-Fernandez Stembridge mengatakan, Indonesia dan UE
punya kesamaan visi untuk berkomitmen mengurangi emisi karbon. Untuk itu UE
berpartisipasi dalam pendanaan program Just Energy Transition Partnership (JETP)
di Indonesia. Menurut dia, kerja sama ekonomi Indonesia dengan UE masih
memiliki ruang pengembangan yang sangat luas. Indonesia hanya menduduki
peringkat kelima mitra perdagangan UE di Asia Tenggara, juga peringkat kelima negara
tujuan investasi UE di AsiaTenggara. Posisi ini dinilai masih terlalu kecil dan
masih bisa ditingkatkan mengingat Indonesia adalah negara dengan jumlah
penduduk terbesar di Asia Tenggara. (Yoga)
Konflik Laut Merah Hambat Impor Bahan Baku Pupuk
Konflik di Laut Merah menyebabkan impor bahan baku pupuk
terhambat. Padahal, Indonesia tengah membutuhkan pupuk saat produksi beras
tahun ini diperkirakan turun akibat dampak perubahan cuaca. Di tengah kondisi
itu, PT Pupuk Indonesia (Persero) menjamin produksi pupuk nasional tetap
berjalan baik. Stok pupuk yang
dibutuhkan petani masih berlimpah dan stok bahan baku pupuk sudah ditambah.
Direktur PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi, Kamis (21/3) mengatakan,
perseroan beserta sejumlah anak perusahaan yang bergerak di industri pupuk
mengimpor bahan baku pupuk rata-rata 2,5 juta ton per tahun. Bahan baku pupuk
berupa kalium terutama diimpor dari Rusia, sedangkan fosfat dari Mesir dan
Jordania.
Akibat konflik di Laut Merah, impor bahan baku pupuk tersebut
terhambat. Serangan kelompok Houthi terhadap sejumlah kapal dagang yang
melewati Laut Merah menyebabkan banyak kapal barang memindahkan rute melalui
Tanjung Harapan, Afrika. Menurut Rahmad, waktu perjalanan kapal, termasuk pengangkut
bahan baku pupuk dari negara asal menuju Indonesia, bertambah dari 15 hari
menjadi 23-29 hari karena tidak melewati Terusan Suez. Biaya transportasi laut juga
naik 30 %. ”Bahkan, sejumlah kapal yang tetap memilih melewati Terusan Suez
menaikkan biaya asuransi hingga tujuh kali lipat,” ujarnya ketika dihubungi dari
Jakarta. Kendati begitu, Rahmad menegaskan, Pupuk Indonesia menjamin produksi
dan distribusi pupuk NPK dan urea nasional tetap berjalan baik. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









