;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

Februari, Perbankan Himpun DPK Rp 8.193 Triliun

25 Mar 2024
Dalam dua bulan pertama tahun ini, perbankan nasional telah menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 8.193 triliun, tumbuh 5,4% secara tahunan (yoy). Pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan  posisi Januari yang naik 5,8% (yoy). Berdasarkan data uang beredar yang dirilis BI, perkembangan DPK dipengaruhi oleh pertumbuhan DPK korporasi yang meningkat 8,6% (yoy) menjadi Rp3.712,6 triliun per Februari 2024. Simpanan tersebut tumbuh lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang hanya naik 6,2% (yoy).  Sementara itu DPK perorangan  mengalami perlambatan, dari 5,4% (yoy) per Januari menjadi naik 3,2% (yoy) per Februari dengan nilai Rp 4.072,7 triliun. Bahkan, DPK lainnya yang mencakup pemda, koperasi yayasan, dan swasta lainnya mengalami kontrasksi 0,3% (yoy) menjadi Rp 407,7 triliun. DI sisi lain, berdasarkan jenisnya, hanya tabungan yang mengalami peningkatan  lebih tinggi di Februari 2024, dari 4,2% (yoy) per Januari 2024.

Beri Nilai Tambah Sebesar Rp 157 Triliun, HGBT Layak Dilanjutkan

25 Mar 2024
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menekankan pentingnya kepastian berlanjutnya program Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT). Total nilai HGBT yang dikeluarkan termasuk untuk listrik  dari 2021 hingga 2023 sebesar Rp51,04 Triliun. Sedangkan nilai tambahnya bagai perekonomian nasional sebesar Rp157,20 Triliun. Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat, transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian (Dirgen ILMATE Kemenperin) Taufiek Bawazier mengatakan, nilai tambah yang dihasilkan tersebut meningkat hampir tiga kali lipat  dari yang dikeluarkan pemerintah. Ini artinya manfaat dan mulitplier effect-nya sangat besar bagi eskpor, pendapatan pajak, pengurangan subsidi pupuk dan investasi. (Yetede)

Peluang Properti Masih Besar, BTN Gencar Gaet Pendanaan

25 Mar 2024
PT Bank Tabungan Negara (BTN) gencar menggaet pendanaan dari nasabah. Salah satu jurusnya adalah lewat Layanan BTN Prospera yang diperkenalkan ke publik Jumat (22/3/2024). Menurut Direktur Distribution and Institutional Funding BTN Jasmin, Layanan BTN Prospora hadir untuk membidik segmen  kelas atas (emerging affluent) dengan harapan ikut menumbuhkan dana pihak ketiga yang hingga akhir 2023 mencapai Rp349,93 triliun.  Dia menerangkan, pihaknya menargetkan BTN Prospera mendorong pertumbuhan dana portfolio nasabah bank BTN Prospera dan membidik nasabah baru lebih dari 6.000 orang dengan target pertumbuhan dana mencapai dana RpRp 8 triliun hingga akhir 2024. (Yetede)

Terrakon Properti Garap Proyek Senilai Rp 300 Miliar

25 Mar 2024
Terrakon Properti mulai mengembangkan proyek perumahan  kedua bertajuk Royal  Grande Residences, Palembang diatas lahan seluas 6,3 hektare (ha) Pembangunan proyek dimulai dengan peletakan batu pertama (Ground breaking) rumah contoh, baru-baru ini. "Setelah semua peraturan-peraturan yang terkait legalitas telah tuntas dengan baik, kami segera melakukan proses pembangunan rumah contoh bahkan untuk semua tipe yang ada di RGR," ujar Hengky Gunawan, promotion Manager Terrakon Poperti. "Di Palembang ini konsumennya sangat teliti dan hati-hati sekali. Makanya mereka tidak mau beli properti tanpa melihat produknya seperti apa agar mendapatkan kesan dan ambience dari produk incarannya," ujar Hengky. (Yetede)

Kiat Mengelola THR, Jangan Habiskan untuk Lebaran

25 Mar 2024
Mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) jelang Idul Fitri atau Lebaran menjadi momentum membahagiakan. Sayangnya tak banyak yang cerdas mengelola THR sehingga habis begitu saja. Sayangnya, bonus tahunan seperti THR  seringkali tidak dikelola dengan baik oleh masyarakat. Tidak sedikit orang-orang yang mendadak menjadi lebih boros setelah menerima THR. Budaya menyambut Lebaran biasanya  merogoh kocek yang lumayan dalam, mulai dari membeli pakaian baru, biaya konsumstif lebaran, kiriman parsel, hingga berbagi angpao. Ya berdasarkan riset Continuum Data Indonesia menggunakan uang THR untuk berbelanja. Baik belanja online maupun offline dan orang lain, untuk diri sendiri maupun keluarga atau orang lain. Sementara itu, proporsi THR untuk kegiatan menabung dan investasi hanya mencapai 6,6% dan sisanya mengaku untuk membayar hutang. Riset ini dilakukan pada 1.204.102 percakapan dari 934.671 akun mendia sosial. (Yetede)

Aku Kirim Kue, maka Aku Ada

24 Mar 2024

Kue kering menjelma menjadi kiat modern masyarakat untuk bersilaturahmi. Mereka memesan lalu mengungkapkan afeksi dengan mengirim hamper atau parsel. Tanpa tatap muka, penerima tetap merasakan kehangatan interpersonal.”Kalau lihat banyaknya pesanan, sekarang saja sudah mepet,” ujar pemilik Goyantie Baked Store, Goyantie (46), di Duri Kosambi, Jakarta, Kamis (21/3). Sehari sebelumnya, pesanan hamper sudah distop, menyusul kue dalam stoples, pekan lalu. Yantie, demikian sapaannya, bakal dikejar tenggat hingga 8 April sebelum meliburkan para pekerjanya. Konsumen individu dari kue-kue yang telah diproduksi sejak tahun 1993 itu digenapi perusahaan swasta, BUMN, hingga multinasional.

Sekitar 180 stoples kue diproduksi per hari, jauh lebih banyak dibandingkan jumlah setiap minggu saat normal, 120 stoples. Nastar dan kastengel paling disukai konsumen dengan harga Rp 220.000 dan Rp 230.000 per stoples isi 700 gram. ”Pemesan kirim ke Sabang sampai Merauke. Ada juga yang dibawa ke luar negeri, seperti AS, Jepang, dan Taiwan,” tuturnya. Saat ini, Yantie menerima order rata-rata dari 10 pemesan per hari. Sekitar 70 persen kue dipesan untuk dikirim kepada handai tolan, keluarga, sampai mitra bisnis.

”Hanya sebagian kecil yang dikonsumsi sendiri. Memang, sudah makin tren kue yang dikirim, jadi semacam pengganti pertemuan,” ujarnya. Sejarawan Departemen Sejarah dan Filologi Unpad, Fadly Rahman, memaparkan, tukar-menukar kue saat Lebaran sudah terjadi sejak masa kolonialisme. Meminjam pandangan filsuf Perancis, Rene Descartes, diadaptasi pada zaman kekinian, ”Jadinya, aku kirim kue, maka aku ada, karena kehadiranku sudah diwakili kue,” ujar Fadly. (Yoga)

Kisah BJ Habibie dan Pesawat China C919

24 Mar 2024

Setelah berjuang sejak 2008, China berhasil meluncurkan pesawat berkapasitas 190 penumpang, Comac C919, pada 2017. Pesawat ini dibuat perusahaan Zhong Guo Shang Fei (Commercial Aircraft Corporation of China atau Comac). Saat ini Comac mendapat pesanan hingga 1.000 unit. Pesawat C919 pertama digunakan oleh maskapai China Eastern Airlines. Comac juga mendapat pesanan dari General Electric, AS, yang juga jadi pemasok sebagian komponen utama C919. Comac 919 dipromosikan besar-besaran pada pameran dirgantara Singapore Airshow di Singapura, 20-25 Februari 2024. Dalam pameran ini, Comac mendapat pesanan 40 pesawat C919 dan 10 unit pesawat ARJ21S dari Maskapai Tibet Air. Di Indonesia, maskapai swasta Trans Nusa telah mengoperasikan pesawat buatan Comac jenis ARJ-21-700 sejak 2023. Pesawat berkapasitas 95 penumpang ini melayani rute Jakarta-Bali.

Sebelum berhasil membuat C919, pada 2007 delegasi ahli dirgantara China yang kemudian menjadi perintis COMAC berkunjung ke pabrik PT Dirgantara Indonesia (PTDI) di Bandung, Jabar, untuk mempelajari teknologi dirgantara Indonesia, dipimpin insinyur yang mendesain pesawat tempur J-10 Meng Long, Naga Perkasa, tulang punggung AU China saat ini. ”Kalau kita melihat kokpit C919, jumlah kacanya mirip N250 Gatotkaca. Mereka tertarik melihat purwarupa pesawat N250 di Bandung yang hanya menggunakan empat kaca,” kenang Adi Harsono, mantan ketua Kadin Indonesia, di Shanghai, China, yang mendampingi Delegasi Comac ke PTDI tahun 2007, dalam wawancara pada pertengahan Maret 2024.

Setelah kunjungan Comac ke Bandung tahun 2007. Kunjungan itu dibalas kunjungan Mantan Presiden BJ Habibie ke pabrik Comac di Shanghai, China, pada September 2013 dan Habibie mengagumi purwarupa C919. Dalam pidato berbahasa Inggris di hadapan para eksekutif dan teknisi Comac, Habibie berpesan bahwa membuat pesawat nasional harus ada dukungan pemerintah yang kuat dan biaya besar. Sebab, tak mudah menjalankan proyek dirgantara dan butuh kehati-hatian. Habibie saat itu mengatakan bahwa proyek pesawat nasional Indonesia ”dibunuh” lembaga keuangan dunia seiring krisis tahun 1997-1998. ”They killed my project,” kata Habibie dihadapan para pekerja Comac. Habibie cerita bagaimana 16.000 teknisi dirgantara Indonesia akhirnya tercerai-berai karena berbagai proyek industri dirgantara terhenti. (Yoga)

Jebakan di Ujung Jari, THR Ludes hingga Terlilit Utang

24 Mar 2024

Tunjangan hari raya (THR) sudah cair? Kalaupun belum, berderet kebutuhan hari raya menunggu dipenuhi. Ditambah kebutuhan rutin, daftar belanja bertambah panjang. Walau masih bayangan, bakal segera belanja menerbitkan rasa senang tersendiri. Selain ke mal dan supermarket, belanja daring telah menjadi kebiasaan yang makin lama makin memikat. Sekali mengetik nama atau jenis barang di lokapasar, berbagai pilihan muncul. Harga bersaing dan tinggal memilih teknis pengiriman, barang diterima sesuai harapan. Sesuai hasil riset, belanja daring seperti halnya berjalan-jalan dan berbelanja di mal, sama-sama mujarab untuk mengurangi kesedihan.

Majalah Time, Maret, menyuguhkan ulasan tentang mengapa orang menghabiskan banyak uang untuk berbelanja. Sebab, sekarang, belanja dan membayar apa pun secara daring makin minus hambatan. Mulai dari memesan kamar hotel, berbagai jasa di tempat wisata, belanja baju, sampai beras dan tisu tinggal ketuk di layar ponsel. Terlebih ada pilihan buy now pay later dan cicilan. Yuqian Xu, peneliti metode pembayaran tanpa menggesek, menyatakan, membayar melalui ponsel hanya butuh 29 detik. Membayar dengan kartu kredit butuh 40 detik. Kecepatan dan kenyamanan itu mengakselerasi pengeluaran uang seseorang. Semakin nyaman berbelanja secara digital, maka secara umum akan semakin mudah menghamburkan uang.

Dari data OJK, piutang pembiayaan produk beli sekarang bayar nanti (buy now pay later/BNPL) sebesar Rp 5,54 triliun pada Januari 202, meningkat 21,66 % (YOY) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 4,56 triliun. Banyak kejadian besaran utang rumah tangga lebih besar dari pendapatan dan berujung terlilit utang. Pada akhirnya, yang terjadi setiap bulan terjebak mencicil utang yang terus membengkak karena bunga berbunga. Dalam hitungan hari, THR tahun ini bagai oase baru tambahan pendapatan yang bisa meringankan berbagai beban keuangan. Mengendalikan nafsu di ujung jari yang berselancar di layar ponsel menjadi kunci agar tidak makin terbelit utang setelah berhari raya. (Yoga)

Manisnya Nostalgia dalam Kudapan Lebaran

24 Mar 2024

Pajak Petisah, Roma Sitorus (51) menyebut Pasar Petisah di Medan, Sumut, tujuannya membeli bahan makanan persiapan Lebaran. Pepaya dan kolang-kaling menjadi yang wajib dibeli untuk diolah menjadi manisan atau halua. ”Biasanya  biar cantik dia, dibiarkan 14 hari kalau pepaya. Warnanya jadi cantik, rasanya meresap,” ungkap Roma, Rabu (20/3). Halua atau halwa yang merupakan serapan dari Bahasa Arab, berarti manis, merupakan penganan yang wajib ada di rumah Roma saat Idul Fitri. Kudapan ini khas di kawasan Medan Langkat yang terpengaruh budaya Melayu, sampai di Kisaran, Asahan, Sumut, tempat keluarga besar Roma berasal.

Untuk membuat manisan pepaya, Roma membutuhkan 2,5 kg pepaya mengkal, untuk menghasilkan 4 stoples sedang manisan yang lalu ia bagikan kepada mertua dan adik iparnya. Sisanya merupakan jatah di rumah, untuk dimakan keluarga atau disuguhkan kepada tamu. Manisan kolang-kaling, pembuatannya jauh lebih cepat dan tak butuh banyak gula. Kekhasannya justru ada pada rendaman sirop Kurnia yang menjadi favorit orang Medan.

Di Makassar, Sulsel, bagi Eppy Ashariyati Salam (48) Lebaran adalah barongko. Menyajikan barongko di hari Lebaran untuk Eppy dan saudara-saudaranya serupa menghadirkan bapak yang sudah berpulang sejak tahun 2000. ”Bapak suka sekali makan barongko. Setiap Lebaran selalu minta dibuatkan. Dulu jika sibuk, kadang kami buat, kadang tidak. Namun, sejak bapak meninggal, kue ini kami hadirkan setiap Lebaran. Bahkan, jika tak membuat sendiri, kami akan pesan khusus,” katanya. Barongko adalah kue basah terbuat dari pisang.

Daging bagian luar pisang diambil dan dihaluskan, lalu dicampur gula dan telur, dibungkus daun pisang dan dikukus. Barongko lebih nikmat saat disajikan dingin sehingga biasanya disimpan di lemari pendingin.Makanan khas Lebaran, dari kue hingga manisan, kian lama kian langka juga karena proses pembuatannya yang relatif sulit. Terlebih, tak banyak lagi generasi sekarang yang mau atau belajar membuat. Kalau membeli, harganya cukup mahal. Sebungkus barongko, misalnya, bisa dijual hingga Rp 8.000. Biji nangka bahkan sampai Rp 10.000 per buah. Begitu pula manisan pepaya yang bisa mencapai Rp 80.000-Rp 100.000 per kg di musim Lebaran.  (Yoga)

Menandingi Singapura?

23 Mar 2024

Berita tentang konser eksklusif Taylor Swift di Singapura pada awal bulan ini didominasi pernyataan kontroversial pejabat tinggi dari negara tetangganya. Aspek finansial dari konser dinilai lebih penting ketimbang yang lain-lain. Sementara, beda politikus dan pengusaha semakin kabur. Seorang menteri kabinet RI berambisi bikin konser tandingan. Menteri yang lain mencari peluang menumpang keunggulan Singapura dalam bentuk kerja sama. Sebagian pihak meragukan kemampuan Jakarta menjadi tuan rumah untuk konser sekelas Taylor Swift. Kalaupun Jakarta mampu, apakah perlu? Sudah berpuluh tahun dan dalam berbagai bidang Singapura supergesit dalam kompetisi transaksi global.

Walau unggul dalam sejumlah bidang, Singapura ditakdirkan hidup dalam keterbatasan. Sumber daya alam dan sumber daya manusia di sana sangat terbatas. Uniknya, Singapura berhasil membalik keterbatasan itu menjadi pemicu kerja secara cerdas. Demi bertahan hidup, Singapura sangat bergantung pada tambahan berbagai sumber daya dari luar. Untuk mendapat tambahan sumber daya unggul, sejumlah persyaratan harus dipenuhi. Pertama, dibutuhkan jaringan transportasi-komunikasi-finansial canggih dan andal agar sumber daya dari luar negeri bisa masuk dalam jumlah besar dan berkelanjutan. Kedua, Singapura harus memikat calon mitra kerja dari luar dengan imbalan besar bagi mitra asingnya.

Tak perlu kaget atau kecewa jika pentas Taylor Swift untuk Asia Tenggara berhari-hari hanya di Singapura. Daripada bikin konser tandingan, mengapa tidak bersemangat membina universitas dengan kualitas tandingan? Siapa tahu Indonesia berhasil naik ke urutan setara atau mendekati Singapura dalam peringkat global universitas dan anak presiden tak perlu jauh-jauh berkuliah di sana? Mengapa Pemerintah RI tidak terpacu membenahi layanan kesehatan di negeri sendiri sehingga para menteri yang sakit bisa merasa nyaman dirawat di dalam negeri? Tenaga kerja Indonesia berbondong-bondong sebagai PRT di Singapura. Mengapa pejabat tinggi negara tidak bertekad memperbaiki kondisi kerja di Tanah Air sendiri? Apakah konser tandingan dinilai lebih penting daripada semua hal itu. (Yoga)