;

Manisnya Nostalgia dalam Kudapan Lebaran

Manisnya Nostalgia dalam
Kudapan Lebaran

Pajak Petisah, Roma Sitorus (51) menyebut Pasar Petisah di Medan, Sumut, tujuannya membeli bahan makanan persiapan Lebaran. Pepaya dan kolang-kaling menjadi yang wajib dibeli untuk diolah menjadi manisan atau halua. ”Biasanya  biar cantik dia, dibiarkan 14 hari kalau pepaya. Warnanya jadi cantik, rasanya meresap,” ungkap Roma, Rabu (20/3). Halua atau halwa yang merupakan serapan dari Bahasa Arab, berarti manis, merupakan penganan yang wajib ada di rumah Roma saat Idul Fitri. Kudapan ini khas di kawasan Medan Langkat yang terpengaruh budaya Melayu, sampai di Kisaran, Asahan, Sumut, tempat keluarga besar Roma berasal.

Untuk membuat manisan pepaya, Roma membutuhkan 2,5 kg pepaya mengkal, untuk menghasilkan 4 stoples sedang manisan yang lalu ia bagikan kepada mertua dan adik iparnya. Sisanya merupakan jatah di rumah, untuk dimakan keluarga atau disuguhkan kepada tamu. Manisan kolang-kaling, pembuatannya jauh lebih cepat dan tak butuh banyak gula. Kekhasannya justru ada pada rendaman sirop Kurnia yang menjadi favorit orang Medan.

Di Makassar, Sulsel, bagi Eppy Ashariyati Salam (48) Lebaran adalah barongko. Menyajikan barongko di hari Lebaran untuk Eppy dan saudara-saudaranya serupa menghadirkan bapak yang sudah berpulang sejak tahun 2000. ”Bapak suka sekali makan barongko. Setiap Lebaran selalu minta dibuatkan. Dulu jika sibuk, kadang kami buat, kadang tidak. Namun, sejak bapak meninggal, kue ini kami hadirkan setiap Lebaran. Bahkan, jika tak membuat sendiri, kami akan pesan khusus,” katanya. Barongko adalah kue basah terbuat dari pisang.

Daging bagian luar pisang diambil dan dihaluskan, lalu dicampur gula dan telur, dibungkus daun pisang dan dikukus. Barongko lebih nikmat saat disajikan dingin sehingga biasanya disimpan di lemari pendingin.Makanan khas Lebaran, dari kue hingga manisan, kian lama kian langka juga karena proses pembuatannya yang relatif sulit. Terlebih, tak banyak lagi generasi sekarang yang mau atau belajar membuat. Kalau membeli, harganya cukup mahal. Sebungkus barongko, misalnya, bisa dijual hingga Rp 8.000. Biji nangka bahkan sampai Rp 10.000 per buah. Begitu pula manisan pepaya yang bisa mencapai Rp 80.000-Rp 100.000 per kg di musim Lebaran.  (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :