Konflik Laut Merah Hambat Impor Bahan Baku Pupuk
Konflik di Laut Merah menyebabkan impor bahan baku pupuk
terhambat. Padahal, Indonesia tengah membutuhkan pupuk saat produksi beras
tahun ini diperkirakan turun akibat dampak perubahan cuaca. Di tengah kondisi
itu, PT Pupuk Indonesia (Persero) menjamin produksi pupuk nasional tetap
berjalan baik. Stok pupuk yang
dibutuhkan petani masih berlimpah dan stok bahan baku pupuk sudah ditambah.
Direktur PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi, Kamis (21/3) mengatakan,
perseroan beserta sejumlah anak perusahaan yang bergerak di industri pupuk
mengimpor bahan baku pupuk rata-rata 2,5 juta ton per tahun. Bahan baku pupuk
berupa kalium terutama diimpor dari Rusia, sedangkan fosfat dari Mesir dan
Jordania.
Akibat konflik di Laut Merah, impor bahan baku pupuk tersebut
terhambat. Serangan kelompok Houthi terhadap sejumlah kapal dagang yang
melewati Laut Merah menyebabkan banyak kapal barang memindahkan rute melalui
Tanjung Harapan, Afrika. Menurut Rahmad, waktu perjalanan kapal, termasuk pengangkut
bahan baku pupuk dari negara asal menuju Indonesia, bertambah dari 15 hari
menjadi 23-29 hari karena tidak melewati Terusan Suez. Biaya transportasi laut juga
naik 30 %. ”Bahkan, sejumlah kapal yang tetap memilih melewati Terusan Suez
menaikkan biaya asuransi hingga tujuh kali lipat,” ujarnya ketika dihubungi dari
Jakarta. Kendati begitu, Rahmad menegaskan, Pupuk Indonesia menjamin produksi
dan distribusi pupuk NPK dan urea nasional tetap berjalan baik. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023