;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

Antisipasi Inflasi, BI Diperkirakan Tahan BI Rate

20 Mar 2024
Kalangan ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) masih akan mempertahankan tingkat suku bunga acuan (BI Rate) di level 6% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada hari ini (Rabu, 20/3/2024). Hal ini antara lain dikarenakan  inflasi masih berpotensi naik  di bulan Ramadan dan jelang Idulfitri 2024. Sebelumnya, bank Indonesia melalui RDG BI pada 20-21 Feruari 2024 menetapkan untuk menahan suku bunga acuan atau  BI Rate tetap sebesar 6%. Suku bunga deposit facility juga tetap sebesar 5,25%, dan suku bunga lending facility tetap dipertahankan di level 6,75%. Keputusan tersebut mendukung langkah preemtive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap trekendali dalam sasaran 2,5 plus 1% pada 2024. "BI belum akan menurunkan atau  melakukan penyesuaian ke bawah untuk kebijakan suku bunga acuan terutama dalam waktu ekat ini," kata Peneliti ekonomi Center of Reform  on Econimics Yusuf R. Manilet. (Yetede)

Ekspor Masih Suram, Industri TPT Andalkan Pasar Domestik

20 Mar 2024
Ketua Umum Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa menerangkan, pasar ekspor tahun ini masih belum membaik, melihat suku bunga The Fed masih 5,25 basis poin. Jika suku bunga tidak dikemnorkan  maka daya beli akan slow down. "Jadi semua negara menjaga market domestiknya masing-masing Amerika meregulate, negara China juga sama, Eropa juga sama dengan intrusmen macem-macem," ucap dia. Jemmy memperrkirakan, bank sentral AS atau The Fed akan menurunkan  suku bunga sebanyak tiga kali, jika itu terjadi maka suku bunga akan turun 75 basis point di akhir tahun, maka suku bunga akan di level  4,5%. Kalau kondisinya berlanjut maka The Fed diharapkan dapat menurunkan kembali suku bunga sebanyak tiga kali akhir tahun ini 1,25%  dan akan menjadi 3%. "Jika kita kembali lagi, ekspor bisa, ekspor bisa baik ? Ya sekarang ini belum," kata dia. (Yetede_

BOJ Mencabut Kebijakan Radikal, Suku bunga Naik

20 Mar 2024
Bank of Japan (BoJ) mengambil keputusan bersejarah pada Selasa (19/03/2024), mengakhiri delapan tahun kebijakan suku bunga negatif dan beberapa kebijakan radikal lainnya. bank sentral tersebut berarti telah menggeser fokus kebijakan, yang selama satu dekade terakhir merefleksikan pertumbuhan ekonomi dengan stimulus moneter besar-besaran. Merespons keputusan BoJ tersebut, para analis berpendapat  meskipun suku bunga naik untuk pertama kalinya dalam 17 tahun terakhir, tapi masih dalam  kisaran nil. Dengan kata lain, pemulihan ekonomi Jepang yang masih rapuh memaksa BoJ  agar bergerak perlahan saja   dalam menaikkan biaya-biaya pinjaman.     (Yetede)                                                                                                          

Lepas Tokopedia Goto Telan Kerugian Hingga Rp 90 Triliun

20 Mar 2024
PT Go To Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan rugi distribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp90,39 triliun pada pada 2023, atau membengkak dibandingkan tahun sebelumnya Rp 39,57 triliun. Peningkatan rugi bersih  tersebut sebagai dampak transaksi Tokopedia dan TikTok yang mengakibatkan hilangnya pengendalian GoTo terhadap Tokopedia. Sementara pendapatan bersih perseroan pada  2023 tumbuh 30,7% menjadi Rp 14,78 triliun dibandingkan tahun sebelumnya Rp11,35 triliun. "Grup GOTO mencatatkan rugi bersih Rp90,5 triliun untuk keseluruhan tahun 2023. Hal ini dipicu oleh pencatatan pembalikan nilai goodwill (goodwill revelsal) sebesar -Rp 78,8 triliun standar akutansi keuangan yang berlaku, yang merupakan dampak dari transaksi Tokopedia dan TikTok yang mengakibatkan hilangnya pengendalian GoTo terhadap  Tokopedia dimulai 1 februari 2024," tulis manajemen GoTo. (Yetede)

April, WIKA Raup Dana Segar Rp 9,2 T

20 Mar 2024
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menargetkan dapat mengantongi dan hasil penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) maksimal sebesar Rp 9,2 triliun pada bulan April 2024. Rights Issue  ini digelar sehubungan dengan adanya injeksi modal negara kepada WIKA melalui penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp6 triliun. Dalam aksi ini, emiten BUMN karya tersebut siap menerbitkan 92.238.374.997 saham baru seri B. Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito menjelaskan, berdasarkan UU Nomor 19 Tahun 2023 terkait APBN 2024 yang sudah disepakati bahwa MIKA memperoleh dukungan dari pemerintah dalam bentuk PMN sebesar Rp 6 triliun yang akan cair pada kuartal I-2024. 

Kredit Bermasalah LPEI Rp 2,5 Triliun Terindikasi Pidana

19 Mar 2024

Menkeu Sri Mulyani, Senin (18/3) menemui Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk melaporkan indikasi penipuan atau penyimpangan (fraud) dalam penggunaan dana Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) yang disalurkan kepada empat perusahaan ekspor, yaitu PT RII sebesar Rp 1,8 triliun, PT SMS sebesar Rp 216 miliar, PT SPV sebesar Rp 144 miliar, dan PT PRS sebesar Rp 305 miliar. Kredit bermasalah sebesar Rp 2,5 triliun yang dialami empat perusahaan itu terindikasi memenuhi unsur tindak pidana korupsi. Perusahaan tersebut bergerak di bidang kelapa sawit, batubara, nikel, dan perkapalan.

”Jumlah keseluruhan (kredit bermasalah) sebesar Rp 2,5 triliun. Itu tahap pertama,” ujar Burhanuddin seusai pertemuan. Awalnya, kredit bermasalah yang terindikasi penipuan/penyimpangan tersebut ditemukan tim gabungan BPKP, Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejaksaan Agung, serta Inspektorat Jenderal Kemenkeu sejak 2019. Perkara tersebut kini diserahkan kepada Jaksa Agung Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung karena ditemukan indikasi penipuan atau penyimpangan. Jampidsus akan mendalami unsur tindak pidana korupsi dalam perkara tersebut. (Yoga)

Skema Pinjaman Lunak Kuliah Disiapkan

19 Mar 2024

Pinjaman pelajar atau student loan untuk mahasiswa memungkinkan diterapkan di Indonesia. Skema pinjaman lunak pelajar direncanakan dibayar setelah mahasiswa lulus kuliah dan ketika sudah mendapat pekerjaan. Adapun besaran pinjamannya bergantung pengajuan mahasiswa peminjam. ”Pinjaman pelajar lunak rencananya untuk mahasiswa dari keluarga menengah hingga hampir kurang mampu. Mereka inilah yang banyak kesulitan keuangan dan menunggak uang kuliah tunggal atau  UKT, tetapi tidak memenuhi syarat untuk mendapat beasiswa bagi mahasiswa miskin,” kata Warsito, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dalam webinar ”Biaya Kuliah Tinggi, Pinjaman Pendidikan Jadi Solusi” di Jakarta, Senin (18/3). Diskusi ini digelar Forum Merdeka Barat 9. Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) BPS  2023, hanya 10,5 % penduduk usia 17 tahun ke atas yang bisa mengenyam pendidikan tinggi.

Angka partisipasi kasar (APK) perguruan tinggi masih di bawah 40 %. Padahal, untuk menuju Indonesia Emas 2045, APK perguruan tinggi harus mencapai minimal 60 %. Sumber daya manusia unggul lulusan perguruan tinggi dibutuhkan bangsa ini. Namun, akses kuliah masih sulit dijangkau mahasiswa dari keluarga tidak mampu hingga menengah. Akibatnya, ancaman putus kuliah membayangi mahasiswa di perguruan tinggi karena mereka tidak mampu membayar, sementara beasiswa tidak  diberikan karena jumlahnya terbatas dan secara ekonomi mereka tak memenuhi syarat. Menurut Warsito, koordinasi dengan berbagai kementerian / lembaga sedang dibahas secara serius. Skenario pinjaman pelajar akan disiapkan dengan bunga yang sangat lunak, seperti diterapkan pada kredit mikro, sebesar 3 % per tahun atau tanpa bunga. Selain itu, bisa juga menggunakan dana bergulir. Dukungan dari pihak nonpemerintah juga sedang dikaji, misalnya dari filantropi dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), untuk mendukung skenario pinjaman lunak tanpa bunga. (Yoga)

Kaya Cita Rasa, tapi Miskin Dukungan

19 Mar 2024

Kuliner Indonesia punya kekayaan cita rasa, berlimpah rempah. Meski penetrasinya ke pasar internasional belum sedalam dan seluas kuliner Vietnam atau Thailand, misalnya, kuliner Nusantara sudah hadir di sejumlah negara. Apresiasinya lumayan. Potensinya untuk berkembang besar. Ini menciptakan peluang pasar bagi para pelaku usaha katering, warung makan, dan restoran di negeri orang. Namun, sayang dukungan pemerintah minim sekali bahkan terkesan nihil, padahal jaringan kuliner suatu bangsa di pasar global adalah instrumen soft power diplomacy yang efektif. Bagi Indonesia, tantangannya adalah kemauan politik dan konsistensi kebijakan. Dampak dari kurangnya dua faktor ini sangat terasa dalam hal-hal teknis. Banyak pelaku usaha kuliner Indonesia, misalnya, yang mengeluhkan sulit dan mahalnya mendapatkan bahan baku dari Tanah Air. Toh, warga negara Indonesia diaspora pelaku bisnis kuliner Nusantara terus mengenalkan Indonesia di tengah berbagai tantangan itu. Bahkan tak sedikit yang mendapat apresiasi dari komunitas setempat.

Restoran Toba, misalnya, rumah makan khas Indonesia yang berhasil menarik perhatian di kawasan St James’s Market, London, Inggris. Sesuai namanya, restoran ini menawarkan beragam menu makanan Indonesia, mulai dari harga 8 euro hingga 20 euro. Menggunakan kurs Rp 17.009 per euro, harganya Rp 136.100 hingga Rp 340.200 per porsi. Ini belum termasuk minuman dan makanan pendamping, jajanan khas Nusantara. Menurut pendiri sekaligus Kepala Chef Toba Restoran dan Pino’s Warung, Pino Edward Sinaga, saat dihubungi dari Jakarta, Kamis (14/3) Restoran Toba didirikan dengan kecintaan untuk menampilkan kekayaan dan keberagaman cita rasa masakan Nusantara. Warisan kebudayaan Indonesia menjadi inspirasinya. Restoran Toba bahkan diulas media kawakan Inggris, The Guardian. ”Awalnya, saya khawatir cita rasa makanan tidak menjadi prioritas, seperti tempat lain yang hanya mementingkan visual yang bagus untuk difoto sebelum pergi ke kelab malam Boujis. Namun, Toba sangat baik,” ulas GraceDent di The Guardian.

Menurut pakar gastronomi dari Universitas Pendidikan Indonesia, Dewi Turgarini, konsep gastrodiplomasi terdiri atas aktor pemerintah dan nonpemerintah. Dengan segala potensinya yang besar, kuliner Nusantara di luar negeri banyak terkendala pasokan bahan baku, termasuk, bumbu dapur. Para diaspora pengusaha kuliner mengaku masih kesulitan mendapatkan pasokan bahan baku yang ajek karena minimnya dukungan sistem ekspor Indonesia. misalnya, bahan baku rempah dan bumbu dapur Indonesia harganya berlipat-lipat dari harga di Tanah Air. Keluhan para pelaku usaha kuliner ini terefleksi dalam survei oleh program pemerintah, yaitu Indonesia Spice Up The World (ISUTW). Program ini diharapkan mendongkrak pemasaran produk bumbu atau pangan olahan dan rempah Indonesia. Survei menunjukkan, banyak pelaku usaha menilai harga bumbu atau rempah dari Indonesia mahal. Akses memperoleh bahan-bahan itu pun sulit. Padahal, 32,4 % responden mengimpor langsung bahan baku dari Indonesia. (Yoga)

Bank OCBC Bukukan Laba Bersih Tahun 2023 Rp 4,09 Triliun

19 Mar 2024
Paparan Publik Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank OCBC NISP Tbk disampaikan oleh Presiden Direktur Bank OCBC Parwati Surjaudaja dan jajarannya di Jakarta, Senin (18/3/2024).  Dalam  Paparan Publik Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tersebut, Parwati menginformasikan bahwa Bank OCBS telah membukukan Laba bersih Tahun 2023 sebesar Rp 4,09 Triliun. (Yoga)

Kursus Warga Lansia Menjamur di China

19 Mar 2024

Saat ini, beragam kursus untuk warga lanjut usia menjamur di China. Cui Chunyun (60), pensiunan akuntan di Beijing, mengikuti kelas dansa. Ia mengikuti kelas itu untuk menjaga kebugaran dan bisa mengimbangi kelincahan kelima cucunya. Ia berharap bisa menunda masuk ke panti jompo. ”Saya ingin bisa bergerak, bahkan orang yang berusia di atas 70 tahun pun masih bisa menari. Kita harus bergerak untuk hidup,” katanya, Senin (18/3). Cui hanyalah satu dari ribuan warga lanjut usia China yang mengikuti kursus. Menjamurnya kursus untuk kelompok lansia ini disebut ”ekonomi perak” yang mengacu pada warna rambut uban. Populasi China yang menua dengan cepat memicu pasar untuk bisnis kursus yang lantas berkembang pesat itu. Fenomena ini berkebalikan dengan bisnis les untuk pelajar yang turun drastis.

”Industri pendidikan sedang bertransisi ke ekonomi perak,” kata Qiu Peilin, Kepala Lembaga Kursus Mama Sunset di Beijing. Mama Sunset adalah salah satu lembaga kursus untuk warga lansia. Sejak diluncurkan pada 2023, Mama Sunset telah membuka lima cabang di Beijing. Saat ini, Mama Sunset membuka 20 kelas berbeda bagi ribuan warga China berusia 50 tahun ke atas. Perusahaan konsultan Frost and Sullivan memperkirakan pasar pendidikan bagi warga lansia di China akan tumbuh 34 % pada 2027 menjadi 120,9 miliar yuan, naik dari 28 miliar yuan pada 2022. Pada dekade selanjutnya, sekitar 300 juta orang China akan pensiun. Jumlah itu setara hampir seluruh populasi AS.

Perusahaan penyedia pembelajaran daring bagi warga lansia terbesar di China, Quantasing, yang terdaftar di bursa Nasdaq, berencana mempekerjakan lebih banyak tutor taici dan pengobatan tradisional. Mereka berencana menambah kelas. Perusahaan itu juga berencana memanfaatkan basis murid-murid lansia untuk menjual produk dagangan. Beberapa produk di antaranya batang moxa, yang digunakan dalam pengobatan tradisional, dan baijiu, minuman keras tradisional China. Pada kuartal IV-2023, pendapatan Quantasing tumbuh 24,7 % dibandingkan periode yang sama 2022 menjadi 980,5 juta yuan. Sementara peserta terdaftar pada akhir 2023 melonjak 44,6 % dibandingkan periode yang sama 2022 menjadi 112,4 juta orang. (Yoga)