;
Kategori

Ekonomi

( 40600 )

Ekspor Manufaktur Triwulan I-2024 Diperkirakan Turun

18 Mar 2024

Sejalan dengan tren melemahnya permintaan global, performa ekspor industri pengolahan nasional pada triwulan pertama I-2024 diperkirakan turun dibanding periode sama tahun lalu. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno memperkirakan, kinerja ekspor industri pengolahan pada triwulan I-2024 akan turun dibandingn periode yang sama tahun lalu. ”Kinerja ekspor bakal lesu,” ujarnya yang dihubungi Minggu (17/3). Benny menjelaskan, penurunan ini disebabkan melemahnya permintaan dari negara tujuan ekspor seiring melambatnya perekonomian global. Namun, Benny meyakini Indonesia masih akan mencatat surplus neraca perdagangan pada triwulan I-2024. Alasannya, impor Indonesia juga akan turun, baik volume maupun harga.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, kinerja ekspor industri pengolahan triwulan I-2024 kemungkinan besar akan turun atau stagnan. Menurut Shinta, hal ini karena tidak ada tanda-tanda peningkatan permintaan yang signifikan di pasar tujuan ekspor utama. Selain itu, Shinta juga tidak melihat ada peningkatan diversifikasi tujuan ekspor yang signifikan. Indikasi penurunan kinerja ekspor industri pengolahan pada triwulan I-2024 sudah terendus dari data ekspor dua bulan pertama tahun ini. Berdasarkan data BPS, ekspor Industri pengolahan pada dua bulan pertama tahun ini mencapai 28,66 miliar USD atau lRp 446,93 triliun, turun 11,49 % dibanding periode yang sama pada 2023. (Yoga)

Belanja Masyarakat Saat Ramadhan Meningkat

18 Mar 2024
Dekorasi bertema Ramadhan dan Lebaran nampak menghiasi etalase gerai pakaian di pusat perbelanjaan di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Sabtu (16/3/2024). Bulan Ramadhan selalu diharapkan bisa meningkatkan penjualan dibandingkan bulan-bulan biasanya sebagaimana terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Kenaikan ini diharapkan bisa dirasakan berbagai sektor ekonomi  ritel, mulai dari makanan-minuman, busana, gerai toko kebutuhan sehari-hari, hingga usaha lainnya, seperti parsel atau hamper. (Yoga)

Berburu Manisnya Takjil yang Meluruhkan Sekat

18 Mar 2024

Ramadhan tahun ini ada fenomena baru yang seru, yakni war takjil lintas agama. Berburu takjil di pasar kini tak hanya dilakukan warga Muslim yang sedang berpuasa, tetapi warga lain dari beragam agama. Fenomena ini ternyata meluruhkan sekat suku, agama, ras, dan antargolongan atau SARA. Belakangan ini, Clara (24) sering memperhatikan jam tangan atau jam dinding ruang kerjanya di perkantoran kawasan Jakpus, pikirannya bukan soal kapan jam kerja berakhir atau waktunya pulang. Warga Rawa Belong, Jakbar ini memikirkan jeli, puding, dan agar-agar yang dijajakan penjual takjil. Dia tak sabar untuk membelinya dan berbuka puasa bersama teman-teman Muslim.

”Ikut berburu takjil, tetapi tidak ikut puasa. Enggak tahu kenapa, jajanan yang dijual saat Ramadhan lebih menarik dan menggoda,” seloroh Clara, Minggu (17/3). Andini (27) juga merasakan hal yang sama. ”Heboh, semangat cari takjil. Padahal, saya yang puasa anteng-anteng saja. Tapi di situ keseruannya,” ujar Andini. Selain berburu takjil, teman-temannya yang tak berpuasa juga antusias untuk buka puasa bersama. Mereka semangat merekomendasikan tempat dan menu yang pas bagi semua. ”Biasanya satu kali seminggu. Dibayari kantor, gratis. Pastinya semua senang,” kata Andini sembari tertawa. Keriuhan berburu takjil hingga buka puasa bersama juga merambat ke jagat maya. Warganet menyebut berburu takjil sebagai ”war takjil”. yang jadi topik hangat, seperti di X, dulu Twitter. Utas @FashionReco,

”Berburu takjil, persaingan lintas agama-a thread-”. Utas berisi potongan tangkapan layar tentang berburu takjil yang bernuansa candaan atau gurauan telah dilihat 1,4 juta kali, dicuitkan 816 kali, ditandai 702 kali, dan disukai 11.000 kali. Ramadhan membawa berkah bagi semua warga, baik yang berpuasa maupun tidak. Mereka sama-sama kecipratan rezeki, seperti Vicky Amelia (28), warga non-Muslim yang berjualan takjil di Pasar Rawajati, Kecamatan Pancoran, Jaksel. Di lapak berukuran 1 meter x1meter dia menjajakan kolak pisang, biji salak, martabak, lontong sayur, dan oncom, risol, serta berbagai penganan berbuka lainnya.

Sejak subuh, Vicky sudah berbelanja di Pasar Minggu hingga meracik berbagai makanan mulai pukul 06.00 dibantu dua pegawai yang melaksanakan ibadah puasa. “Biasanya pukul 15.00 sudah banyak konsumen yang datang. Kami tidak ingin kehilangan momen,” kata Vicky. Di Pasar Rawajati juga ada puluhan lapak nenjajakan takjil di kanan dan kiri jalan. Ratusan pembeli tumpah ruah berburu takjil. Di tahun pertama membuka usaha jualan takjil, Vicky mendapatkan omzet lumayan. Dalam satu hari, dia bisa mengantongi Rp 1,5 juta dengan keuntungan bersih Rp 400.000. Erni (45), salah satu pegawai Vicky, cukup terbantu dengan usaha ini. Dalam sehari, ia memperoleh upah Rp 100.000. Uang itu ditabung untuk  pulang kampung ke Sukabumi, Jabar, pada Idul Fitri nanti. (Yoga)

Penganggur Berlimpah, Gen Z Gerah dengan Pameran Kemewahan

18 Mar 2024

Warganet, terutama kelompok anak muda yang masuk dalam generasi Z, merasa bahwa para pemengaruh media sosial tidak hidup di dunia yang dihuni warga kebanyakan. Fakta ada jutaan penganggur di antara mereka membuat generasi Z lelah dan gerah dengan pameran itu. Produsen perlu menimbang ulang strategi pemasaran mereka. Apalagi, ada gerakan de-influencing. Dalam laporan Yahoo News pada Sabtu (16/3) 53 % generasi Z kini memilih mengonsumsi sesuatu berdasarkan rekomendasi orang biasa. Adapun 43 % generasi Z atau gen Z menganggap kekuatan pemengaruh (influencer) sudah berkurang pada mereka. ”Dulu saya suka mereka. Lalu, saya sadar betapa tidak realistisnya setiap hari hanya ke pusat kebugaran atau membeli berbagai hal mahal. Saya sadar, kebanyakan orang di sekitar saya kesulitan untuk hidup sederhana sekalipun,” kata Emma (16) kepada majalah Vogue.

Majalah gaya hidup itu melaporkan, pada 2022, sebanyak 28 % pengguna Tiktok membeli karena terpengaruh para pemilik akun besar di pelantar itu. Sekarang, semakin sedikit orang membeli barang-barang yang dipromosikan para pemenga ruh itu. Intinya, orang-orang merasa diperas agar para pemengaruh itu bisa hidup mewah. Para pemengaruh mempromosikan barang-barang mahal. Padahal, orang-orang sedang kesulitan, antara lain akibat inflasi tinggi di AS dan sejumlah negara. Kemarahan itu diungkap saat puluhan juta orang di AS kesulitan akibat lonjakan inflasi. Mengacu pada data Organisasi Buruh Internasional (ILO), sebanyak 5,3 % angkatan kerja global 2024 menganggur. Di China, setidaknya 13 juta generasi muda jadi penganggur. Sebagian amat frustrasi karena tidak kunjung diterima kerja meski sudah mengirimkan ratusan lamaran. Di sejumlah negara lain, fenomena itu juga terjadi.  Fakta itu membuat cara pemasaran dengan memanfaatkan pemengaruh menjadi tidak relevan.

Para pemengaruh menyajikan gaya hidup mewah. Sementara itu, kebanyakan pengguna media sosial hidup susah payah. Kemarahan orang-orang tidak hanya ditunjukkan lewat komentar di unggahan pada pemengaruh. Sebagian juga membuat unggahan yang mengajak orang berpikir ulang sebelum membeli aneka hal yang dipromosikan pemengaruh. Fenomena itu dikenal sebagai de-influencing. Analis media sosial pada Ruby Media Group, Kris Ruby, menyebut fenomena itu memberi pendapat tandingan atas aneka promosi dan dukungan di media sosial. Pada dasarnya gerakan ini mencoba mengingatkan konsumen untuk tidak membeli produk tertentu hanya karena dipromosikan oleh pemengaruh. Padahal, produk itu dinilai kurang berguna atau nilainya tidak sepadan dengan harga yang dibayarkan. Tren ini mendorong konsumen untuk mempertimbangkan apakah mereka membutuhkan produk itu sebelum membelinya. (Yoga)

Tantangan Rendah Emisi Batubara

18 Mar 2024

Industri Batubara menghadapi tantangan cukup berat, yakni adanya tuntutan global terhadap penggunaan energi bersih, termasuk dari pendanaan asing. Karenanya, Indonesia harus mampu mengoptimalkan potensi batubara yang jumlahnya masih berlimpah, dengan penerapan teknologi serta kaidah kegiatan pertambangan yang baik (good mining practices) sehingga pemanfaatan batubara bisa bersanding dengan energi terbarukan lainnya.

Analis Indo Premier Sekuritas Ryan Winipta dan Reggie Parengkuan dalam risetnya mengatakan, dana asing umumnya tidak berinvestasi pada perusahaan batubara karena pertimbangan ESG. “Jika lebih detail lagi, sebagian besar dana asing khususnya yang terafiliasi dengan Eropa/AS, dibatasi membeli nama-nama yang berhubungan dengan batubara. Dan beberapa dana asing lebih fleksibel dengan kemajuan perusahaan menuju diversivikasi ESG,” ujar Ryan. (Yetede)

Perputaran Uang Wisata Halal Berpotensi Naik 25 %

18 Mar 2024

Perputaran uang dari pariwisata halal Indonesia berpotensi meningkat 25 % tahun ini. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang membaik pasca pandemi Covid-19. Menparekraf Sandiaga Uno menerangkan, Indonesia merupakan destinasi wisata halal yang sangat diminati dunia. Apalagi Indonesia telah berhasil mendapatkan predikat Top Muslim Friendly Destination of The Year 2023 dalam Mastercard Crescent Rating Global Muslim Travel Index (GMTI) di tahun 2023.

“Ini meningkat luar biasa, signifikan. Kami memetakan ada potensi peningktan sampai 25 % tahun ini. Sejalan dengan berakhirnya Covid di tahun 2023 lalu. Peningkatan ini kita pantau ada pada konsumsi rumah tangga yang bertumbuh dengan sehat,” kata dia, Minggu (17/3). (Yetede)

Impor Jagung Pakan Dihentikan

18 Mar 2024

Pemerintah menghentikan impor jagung pakan guna mencegah anjloknya harga komoditas itu di tingkat petani seiring masuknya masa panen raya. Hal itu juga agar penyerapan jagung dalam negeri oleh Perum Bulog, produsen pakan ternak dan para pemangku kepentingan (stake holder) demi membantu menjaga stabilitas harga di petani berjalan optimal.

Rerata nasional harga jagung di tingkat peternak pada 17 Maret 2024 mencapai Rp 8.140 per kg, lebih rendah dari 10 Maret 2024 di Rp 8.360 per kg. Kepala Bapanas/NFA Arief Prasetyo Adi menegaskan, sebelum panen raya jagung yang puncaknya diperkirakan April 2024, importasi saat ini telah distop untuk menjaga harga di petani tidak jatuh, juga untuk memastikan penyerapan jagung produksi dalam negeri dapat berjalan optimal. (Yetede)

Chandra Asri Spin Off Lini Bisnis Infrastruktur

18 Mar 2024

Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) berencana memisahkan (spin off) unit usaha di bisnis infrastruktur, yaitu pelabuhan, dermaga (jetty) dan fasilitas penyimpanan kepada anak usahanya yang bergerak di bidang pengangkutan dan pergudangan, PT Chandra Pelabuhan Nusantara (CPAT).

GM of Legal & Corporate Secretary TPIA Erri Dewi Riani menyebutkan, spin off unit-unit usaha ini akan memiliki empat manfaat. Pertama, optimalisasi pengelolaan asset; kedua, akselerasi dan diversifikasi pengembangan usaha; ketiga, potensi kerjasama strategis dan sinergis; dan keempat, menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.  (Yetede)

Krisis Laut Merah dan Panama Mengubah Prospek Ekonomi Global

18 Mar 2024

CEO Hapag Lloyd Rold Habben Jansen menyampaikan pandangan optimisnya terkait industri perdagangan, khususnya yang menggunakan jasa perusahaan transportasi peti kemas, di sisa 2024. Menurut dia, permintaan di semester ke dua tahun ini lebih baik dibanding proyeksi awal. Terlepas permasalahan di laut merah yang mengakibatkan lonjakan tarif pengiriman kontainer, Hapag Lloyd memperkirakan penurunan pendapatan tahun ini disebabkan kenaikan biaya terkait pengalihan perdagangan dari laut merah.

Untuk melalui rute di sekitar Tanduk Afrika yang lebih panjang, membutuhkan lebih banyak bahan bakar. Selain biaya tambahan, dikatakan oleh Sea Inteligence, pengalihan rute laut merah berpotensi meningkatkan emisi karbon dioksida sebesar 260 % - 354 %. Akibatnya kapal pengangkut laut yang berlayar ke Eropa bakal membayar kewajiban emisi lebih tinggi dibawah Sistem Perdagangan Uni Eropa. (Yetede)

OXO Group Indonesia Siapkan Proyek di Bali Senilai 500 Miliar

18 Mar 2024

OXO Group Indonesia, perusahaan pengembangan dan manajemen properti butik yang berbasis di Bali, menyiapkan satu proyek senilai Rp 500 miliar. “Pada uni 2024 nanti, kami berencana meluncurkan proyek terbaru di daerah Nyanyi, Bali senilai 500 miliar. Proyek terbaru kami ini akan mewakili gaya desain terbaru dan filosofi OXO Living yang menganut paham life style real estate,” ujar Johanes Weissenbaeck, founder dan CEO OXO Group Indonesia dalam keterangan tertulis baru-baru ini.

Lokasi proyek hunian terbaru ini terletak di depan Nuanu City, sebuah proyek seluas 50 hektare yang akan menjadi The Next Big Thing di Bali setelah Canggu dalam 2-3 tahun ke depan. “Dan nantinya semua penghuni pryek hunian ini dapat menikmati semua fasilitas yang dimiliki Nuanu City,” tambahnya. Johanes menjelaskan, masifnyapariwisata di Bali mendorong pengembangan property di kawasan ini. (Yetede)