Kursus Warga Lansia Menjamur di China
Saat ini, beragam kursus untuk warga lanjut usia menjamur di
China. Cui Chunyun (60), pensiunan akuntan di Beijing, mengikuti kelas dansa.
Ia mengikuti kelas itu untuk menjaga kebugaran dan bisa mengimbangi kelincahan
kelima cucunya. Ia berharap bisa menunda masuk ke panti jompo. ”Saya ingin bisa
bergerak, bahkan orang yang berusia di atas 70 tahun pun masih bisa menari.
Kita harus bergerak untuk hidup,” katanya, Senin (18/3). Cui hanyalah satu dari
ribuan warga lanjut usia China yang mengikuti kursus. Menjamurnya kursus untuk
kelompok lansia ini disebut ”ekonomi perak” yang mengacu pada warna rambut
uban. Populasi China yang menua dengan cepat memicu pasar untuk bisnis kursus
yang lantas berkembang pesat itu. Fenomena ini berkebalikan dengan bisnis les
untuk pelajar yang turun drastis.
”Industri pendidikan sedang bertransisi ke ekonomi perak,”
kata Qiu Peilin, Kepala Lembaga Kursus Mama Sunset di Beijing. Mama Sunset
adalah salah satu lembaga kursus untuk warga lansia. Sejak diluncurkan pada
2023, Mama Sunset telah membuka lima cabang di Beijing. Saat ini, Mama Sunset membuka
20 kelas berbeda bagi ribuan warga China berusia 50 tahun ke atas. Perusahaan
konsultan Frost and Sullivan memperkirakan pasar pendidikan bagi warga lansia
di China akan tumbuh 34 % pada 2027 menjadi 120,9 miliar yuan, naik dari 28 miliar
yuan pada 2022. Pada dekade selanjutnya, sekitar 300 juta orang China akan
pensiun. Jumlah itu setara hampir seluruh populasi AS.
Perusahaan penyedia pembelajaran daring bagi warga lansia
terbesar di China, Quantasing, yang terdaftar di bursa Nasdaq, berencana mempekerjakan
lebih banyak tutor taici dan pengobatan tradisional. Mereka berencana menambah
kelas. Perusahaan itu juga berencana memanfaatkan basis murid-murid lansia untuk
menjual produk dagangan. Beberapa produk di antaranya batang moxa, yang
digunakan dalam pengobatan tradisional, dan baijiu, minuman keras tradisional
China. Pada kuartal IV-2023, pendapatan Quantasing tumbuh 24,7 % dibandingkan
periode yang sama 2022 menjadi 980,5 juta yuan. Sementara peserta terdaftar
pada akhir 2023 melonjak 44,6 % dibandingkan periode yang sama 2022 menjadi
112,4 juta orang. (Yoga)
Postingan Terkait
KETIKA PERAK TAK LAGI SEKADAR LOGAM
Perdagangan AS-China
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023