Dana Ekspor yang Macet
Kabar dugaan penipuan, penyimpangan, indikasi
tindak pidana korupsi, datang dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) yang
dibentuk berdasarkan UU No 2 Tahun 2009 tentang LPEI. Kabar buruk itu terkait dana
ekspor LPEI yang macet sebesar Rp 2,5 triliun . Diduga terjadi penipuan atau
penyimpangan (fraud) dalam penggunaan dana LPEI yang disalurkan kepada empat
perusahaan ekspor, yakni PT RII, PT SMS, PT SPV, dan PT PRS, yang bergerak di
bidang kelapa sawit, batubara, nikel, dan perkapalan (Kompas, 19/3/2024). Menkeu
Sri Mulyani melaporkan indikasi penyimpangan penggunaan dana, yang menjadi
kredit bermasalah, itu kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin, Senin (18/3).
Saat ini, jajaran direksi LPEI telah diminta melakukan pembersihan
secara internal. Perbuatan itu mengecewakan jika melihat rekam jejak sebelumnya.
Pada 2022, Kejagung menangani dugaan tindak pidana korupsi pembiayaan ekspor
nasional oleh LPEI. Persoalan kredit macet pada periode 2013-2019 tersebut
diduga merugikan negara Rp 2,6 triliun (Kompas.id, 19/3/2022). Dugaan
penyimpangan penggunaan dana LPEI ini terasa menyakitkan. Jelas-jelas
disebutkan dalam UU No 2/2009 perihal penyelenggaraan pembiayaan ekspor perihal
asas, antara lain kepentingan nasional, kepastian hukum, dan akuntabilitas yang
mesti dipatuhi.
Ada juga sejumlah prinsip yang mesti diterapkan LPEI dalam
menjalankan tugasnya, antara lain tata kelola dan manajemen risiko. Padahal,
kerap kali ada pengusaha yang mengaku kesulitan menembus pasar ekspor karena
keterbatasan biaya atau modal. Mereka layak dibantu dan didukung demi bisa mengembangkan
usaha, melebarkan sayap ke luar negeri, dan menjaga kelangsungan ekonomi
pekerjanya. Maka, dana ekspor mesti digunakan dengan tepat, bukan disalahgunakan.
(Yoga)
Postingan Terkait
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Bank Masih Dilema Menurunkan Bunga Kredit
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023