;
Kategori

Ekonomi

( 40465 )

PTBA Tertekan Harga Jual Batubara

13 Mar 2024
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan penurunan kinerja di tahun 2023. Pendapatan dan laba bersih emiten tambang BUMN ini menurun akibat penurunan harga batubara. Pendapatan turun sekitar 9,8% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 38,5 triliun dan laba bersih tergerus sekitar 51,4% yoy menjadi Rp 6,1 triliun. Penyebabnya, rata-rata harga jual atau average selling price (ASP) batubara PTBA di 2023 sebesar Rp 1,027 juta per ton, atau lebih rendah sekitar 22,7% yoy, ASP domestik sebesar Rp 790.000 per ton, sementara ASP ekspor sekitar Rp 1,25 juta per ton. Analis Panin Sekuritas, Felix Darmawan mengatakan, penjualan domestik masih dominan, dengan porsi 58% yoy. Disusul penjualan ke India dan Korea Selatan masing-masing 13% dan 9%. Analis Sucor Sekuritas, Andreas Yordan Tarigan menilai, kinerja PTBA tidak terlalu buruk. Terutama didorong oleh harga jual yang lebih tinggi daripada perkiraan. Pada kuartal kuartal IV-2023 biaya tunai turun 19% secara kuartalan menjadi US$ 46 per ton dan volume penjualan meningkat 4% secara kuartalan menjadi 10 juta ton. PTBA menargetkan produksi batubara relatif flat dengan capaian menjadi 41,3 juta metrik ton di 2024 dibandingkan 41,9 juta ton pada tahun 2023. Meskipun target produksi relatif flat, volume penjualan ditargetkan naik signifikan menjadi 43,11 juta ton dibandingkan 37 juta ton di tahun 2023. Analis Mandiri Sekuritas, Ariyanto Kurniawan menilai, kinerja PTBA ke depan akan dibantu proyek Tanjung Enim-Kramasan dengan KAI dan produksi Sumsel-8. PTBA menargetkan bagiannya dalam proyek Tanjung Enim-Kramasan selesai pada 2024. Sedangkan KAI akan menyelesaikan pembangunan jalur kereta api dan pelabuhan pada 2025. Sementara itu, PTBA menganggarkan belanja modal (capex) sebesar Rp 2,9 triliun yang difokuskan untuk pengembangan logistik transportasi di tahun 2024. Dengan menggunakan pay-out ratio di 50%, 70%, dan 100%, maka masing-masing akan menghasilkan dividend yield sebesar 10%, 13%, dan 19%. Dengan rata-rata 5 tahun sekitar 16%.

Berkah Indeks Syariah dari Konsumsi Rumah Tangga

13 Mar 2024
Mendekati masa puasa atau Ramadan, Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) terkoreksi sebanyak 1,14% secara year to date (ytd). Per Jumat (8/3) ISSI juga terkoreksi sebanyak 0,57% dibandingkan sehari sebelumnya. Secara historikal, dalam dua tahun terakhir pada saat bulan Ramadan, indeks ISSI cenderung alami penguatan. Seperti di April 2023 yang naik 1,13% dan April-Mei 2022 yang menguat 4,56%. Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi meramal, masih ada potensi kembali terjadi penguatan indeks ISSI di bulan Marer-April 2024. "Mengacu data historikal, saham konsumer dan ritel akan menopang indeks ISSI di tengah demand yang meningkat saat Ramadan," kata Oktavianus kepada KONTAN, Selasa (12/3). Beberapa yang memiliki kapitalisasi pasar besar mencatatkan kinerja positif. Baik itu dari sektor konsumer hingga telekomunikasi. Seperti PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan kenaikan laba 16,9% secara tahunan, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) estimasi laba naik 14,06% secara tahunan , hingga PT Mayora Indah Tbk (MYOR) yang catatkan kenaikan laba 64,4% secara tahunan. Dus. Oktavianus merekomendasikan beli MYOR dengan target harga Rp 2.700 per saham. Lantas beli SILO dengan target Rp 2.870, juga beli ICBP dengan target harga Rp 14.750. Kemudian ia sematkan buy ASII dengan target harga Rp 6.350 dan TLKM di harga Rp 4.700 per saham. Sedangkan Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji juga merekomendasikan akumulasi INDF dengan target harga Rp 6.500–Rp 6.750 per saham, INKP dengan target harga Rp 8.900–Rp 10.200 per saham dan MYOR dengan target harga Rp 2.530–Rp 2.850 per saham.

Januari, Transaksi BSI Mobile Rp 47 Triliun

13 Mar 2024

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) hingga Januari 2024 mencatatkan jumlah transaksi di BSI Mobile sebanyak 38 juta transaksi dengan volume Rp 47 triliun, sementara transaksi menggunakan QRIS BSI berada di angka 5 juta transaksi dengan volume Rp 697 miliar. Memasuki bulan Suci Ramadan, BSI mendorong masjid sebagai pusat keuangan syariah dengan bertransaksi digital selama bulan Ramadan, melalui baitul mal sebagai pemberdayaan ekonomi umat.

BSI terus memperkuat kemitraan dengan pengelola masjid dengan memperluas layanan keuangan seperti ATM dan QRIS di masjid-masjid. Dari 300.000 masjid yang terdaftar di Sistem Informasi Masjid (Simas) Kemenag RI, jumlah masjid yang telah terdaftar bekerja sama dengan BSI sebanyak lebih dari 53.000 masjid di seluruh Indonesia. Total dana pihak ketiga (DPK) di ekosistem masjid BSI tercatat Rp 4,6 Triliun. (Yetede) 

Bunga Turun, Emiten Saham Properti Ceria

13 Mar 2024
Kinerja emiten saham properti diprediksikan positif sepanjang tahun ini. Salah satu pemicunya adalah potensi penurunan suku bunga perbankan. Harapan penurunan suku bunga itu semakin kuat karena bunga acuan Amerika Serikat (AS) berpeluang turun, sebagaimana sinyal dari pernyataan Gubernur Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell. Pekan lalu, Powell memberi sinyal akan menurunkan suku bunga acuan pada tahun ini. Sedangkan di dalam negeri, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo memberi sinyal akan menurunkan suku bunga acuan di semester II 2024. Saat ini, BI masih menahan suku bunga di level 6%. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) menganggap sinyal penurunan suku bunga sebagai kabar baik bagi bisnis properti di Tanah Air. "Penurunan suku bunga akan berdampak positif berupa peningkatan daya beli konsumen. Hal tersebut menjadi sentimen positif bagi industri properti," ujar Minarto Basuki, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Pakuwon Jati, kepada KONTAN, Jumat (8/3). Meskipun begitu, Direktur PT Ciputra Development Tbk (CTRA), Harun Hajadi mengaku masih ragu apakah The Fed akan menurunkan suku bunga acuan pada tahun ini. Di sisi lain, suku bunga acuan BI tak terlalu tinggi dan pasar properti Tanah Air juga masih sehat. Di sisi lain, kinerja perusahaan dan emiten saham properti amat terbantu oleh kebijakan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), yakni berupa diskon PPN sebesar 11%. Para emiten properti berharap banyak dari kebijakan tersebut. Terlebih beberapa emiten sudah mencatatkan kinerja positif. Misalnya, Ciputra Development menargetkan meraih marketing sales atau pendapatan pra penjualan sebesar Rp 11,1 triliun di tahun 2024. Research Analyst Phintraco Sekuritas, Arsita Budi Rizqi melihat di tahun 2024, ada optimisme pada kinerja sektor properti dan real estat yang didukung sejumlah sentimen. Yakni mulai dari proses pemilu yang lancar, adanya kebijakan pemerintah yang mendukung sektor properti, potensi penurunan suku bunga. Ia merekomendasikan trading buy untuk BSDE, PWON dan SMRA.

PPN 12% Mengerek Penerimaan Negara

13 Mar 2024
Pemerintah akan menerapkan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 12% pada tahun depan. Dengan demikian, pundi-pundi penerimaan negara dari setoran PPN bakal bertambah pada tahun depan. Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro da Keuangan Kemenko Perekonomian Ferry Irawan menjelaskan, kenaikan tarif PPN diatur dalam UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP). "Tujuan dari penyesuaian tarif tersebut untuk optimalisasi penerimaan negara dengan tetap mewujudkan sistem perpajakan yang berkeadilan dan berkepastian hukum," ujar dia, Minggu (10/3). Pengamat Pajak Center for Indonesia Tax Analysis (CITA) Fajry Akbar memperkirakan kenaikan tarif PPN dari 11% menjadi 12% akan berefek positif terhadap penerimaan pajak, khususnya PPN. Bahkan, dia memprediksi tambahan penerimaan dari kenaikan PPN 12% akan menyumbang lebih dari Rp 80 triliun ke kas negara. Maklum, hingga akhir Maret 2023, pemerintah telah mengantongi Rp 80,08 triliun ke kas negara usai menaikkan tarif PPN menjadi 11% sejak April 2022. Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution Ronny P Sasmita menambahkan, tepat atau tidaknya tarif PPN naik menjadi 12% bergantung pada penggunaan anggaran yang didapat.

Kelesuan Daya Beli Ganjal Efek Belanja Ramadhan

13 Mar 2024
Di tengah tekanan daya beli masyarakat akibat lonjakan harga pangan, momentum Ramadan dan Lebaran diharapkan bisa menggerakkan roda perekonomian nasional di kuartal I-2024. Secara historis, Ramadan memang selalu menjadi periode andalan bagi perekonomian Indonesia. Di kuartal II-2023 (periode Ramadan tahun lalu), ekonomi Indonesia naik 5,17% year-on-year (yoy). Bahkan di tahun sebelumnya (kuartal II-2022), ekonomi Indonesia tumbuh 5,44% yoy. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Mohammad Faisal memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2024 masih di kisaran 5%. Penyokong pertumbuhan itu antara lain dari industri manufaktur, perdagangan dan pertanian. "Momen Ramadan di bulan Maret juga mendorong sektor ritel perdagangan dan penyediaan makanan minuman," kata dia, kemarin. Faisal bilang, di sektor pertanian juga bakal menjadi penyumbang pertumbuhan di kuartal pertama tahun ini karena memasuki musim panen di Maret, sehingga menambah produktivitas ekonomi. Hanya saja, periode Ramadan tahun ini terusik oleh pelemahan daya beli masyarakat akibat lonjakan harga pangan, sehingga bisa menjadi ganjalan pertumbuhan ekonomi. Faisal juga mengingatkan, hal yang perlu diwaspadai adalah tekanan dari kebijakan fiskal menjelang pemerintahan baru. Ada kecemasan pemerintahan baru cenderung mengejar pemasukan dari belanja yang harus direalisasikan sesuai janji kampanye. Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2024 berkisar 5%-5,1%. Menurut dia, momen Ramadan membawa efek positif ke konsumsi rumah tangga. Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny P Sasmita menilai Ramadan dan Lebaran memang menjadi momen konsumsi yang cukup besar pengaruhnya pada pertumbuhan ekonomi. Namun, pertumbuhan konsumsi tercatat belum terlalu tinggi, masih setara atau di bawah pertumbuhan ekonomi.

DEJAVU FISKAL NEGARA

13 Mar 2024

Pemerintah tampaknya mulai ketagihan dengan skema burden sharing dengan pemangku kebijakan di daerah dalam memenuhi besarnya belanja negara. Setelah burden sharing alias berbagi beban dengan pemerintah daerah (pemda) dianggap sukses dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 dan 2023, skema serupa juga akan diadopsi dalam penyusunan postur fiskal 2025. Berdasarkan informasi yang diperoleh Bisnis, Rancangan APBN 2025 di desain dengan skema berbagi beban bersama pemda melalui optimalisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Maklum, rumusan belanja pada tahun depan disusun tetap jumbo terutama dalam kaitan belanja perlindungan sosial (perlinsos) atau bantuan sosial (bansos).  Di sisi lain, APBN akan ngos-ngosan apabila harus memikul beban sendiri untuk memenuhi belanja perlinsos yang menyangkut subsidi, kompensasi energi, serta bansos.  Sejumlah pejabat di Kementerian Keuangan pun tidak merespons pertanyaan yang diajukan Bisnis perihal skema burden sharing pusat-daerah dalam APBN 2025. Dalam periode akhir pelaksanaan APBN 2022, burden sharing pusat-daerah dijalankan dengan diwajibkannya pemda mengalokasikan sebagian dana transfer umum (DTU) yang bersumber dari dana alokasi umum (DAU) dan dana bagi hasil (DBH) untuk bansos. Kemudian dalam APBN 2023, burden sharing pusat-daerah diimplementasikan melalui penyesuaian alokasi DBH yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Sumber Daya Alam (SDA) apabila terjadi kenaikan harga komoditas yang berkorelasi pada pembengkakan subsidi. Secara umum, burden sharing 2023 tetap berfokus pada mitigasi dini kenaikan harga minyak yang akan memacu mahalnya harga bahan bakar minyak (BBM). 

Di sisi lain, pemerintah memiliki alasan yang cukup kuat mengandalkan daerah untuk membantu pembiayaan belanja sosial pada tahun depan. Sebab per 5 Januari 2025 seluruh pemda secara resmi menerapkan skema pajak baru yang terkandung dalam UU No. 1/2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah atau HKPD. Dalam UU itu, ada banyak substansi yang diklaim dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Sementara itu, kalangan pengusaha mendukung upaya pemerintah pusat untuk kembali menerapkan burden sharing dengan daerah dengan fokus pada belanja sosial. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Kemaritiman, Investasi, dan Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Shinta W. Kamdani, mengatakan idealnya skema itu berlaku setiap tahun mengingat ketidakpastian global masih sangat tinggi. Burden sharing juga dinilai mampu mensinergikan budgeting APBN dan APBD yang tidak profesional dan dapat meneken realisasi anggaran subsidi bansos yang rentan penyalahgunaan. Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sarman Simanjorang, menambahkan skema itu akan berjalan sempurna apabila hanya melibatkan pemda dengan PAD yang cukup solid. Menurutnya, belanja bansos memang harus melibatkan APBD agar terjadi pemerataan stabilitas daya beli. Akan tetapi, perlu juga dilihat kemampuan fiskal masing-masing daerah. Adapun, Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Armand Suparman, mengkritisi dasar dilakukannya burden sharing dalam RAPBN 2025.

2024, Tiga Mal Guyur Jakarta

13 Mar 2024

Tiga proyek mal dengan kapasitas 161 ribu meter persegi siap mengguyur Jakarta pada 2024. Senior research advisor Knight Frank Indonesia di Jakarta, Syarifah Syaukat, baru-baru ini mengatakan, tiga proyek mal baru itu mencakup Retail Podium Thamrin Nine di kawasan Jl. MH Thamrin, Jakpus seluas 27.000 m², Holland Vilage Mal, Cempaka Putih, Jakpus (44.000 m²) dan Menara Jakarta, Kemayoran, Jakpus (90.300 m²).

Kehadiran ruang mal baru itu meramaikan pasokan existing yang bertengger di level 4,91 juta m² dengan tingkat kekosongan 1,03 juta m². “Rerata tingkat okupansi ruang ritel saat ini berada di kisaran 79 % atau meningkat tipis dari tahun lalu,” kata Syarifah. Inovasi menjadi keharusan dari peritel dan pengelola ritel untuk memberikan new experience kepada pengunjung. Di Jakarta, setidaknya 7 % ritel melakukan renovasi sebagai bentuk adaptasi terhadap kebutuhan pengunjung ritel saat ini. (Yetede) 

Niro Granite Indonesia Ekspansi ke Balikpapan

13 Mar 2024

Niro Granite Indonesia, perusahaan manufaktur porcelain tiles dibawah Niro Ceramic Group, resmi membuka showroom Creative Lab by Niro Granite di Balikpapan, Kaltim. Manajemen Niro Granit Indonesia menilai bahwa strategi ini merupakan hal yang sangat apik untuk diambil dalam menggarap potensi pasar di Kalimantan yang semakin positif, terutama seiring dibangunnya Ibukota Negara Nusantara (IKN) di Kaltim.

“Melalui showroom pertama di Kalimantan ini, kami ingin mendekatkan diri ke public, bukan hanya dengan beragam pilihan porcelain tiles, namun juga service yang terbaik,” ucap Choong Be Ren, CEO Niro Granite Indonesia di Jakarta, dalam keterangan tertulis baru-baru ini. (Yetede) 

SKK Migas Kawal Pengembangan Proyek Masela

13 Mar 2024

SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Inpex Masela, LTD, berhasil menyelesaikan rangkaian kegiatan dalam rangka melanjutkan pengembangan Proyek Lapangan Gas Abadi. Pencapaian signifikan mereka adalah penyelesaian kegiatan survei lapangan tambahan sebagai bagian kelanjutan proses dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang mencakup data tambahan hasil observasi ekosistem terumbu karang dan hasil resolusi aspirasi mewakili Maluku Barat Daya.

SKK Migas juga telah menerima penyerahan hasil pengadaan tanah kawasan non hutan seluas 28,9 hektar untuk pembangunan salah satu fasilitas proyek LNG Abadi dari Tim Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Kanwil BPN Maluku pada 19 Februari 2024 di Ambon, Maluku sebagai bentuk kontribusi dalam mendukung kelancaran proyek. (Yetede)