;
Kategori

Ekonomi

( 40600 )

KOLABORASI TIKTOK DAN TOKOPEDIA : KEMENDAG PANTAU SHOP TOKOPEDIA

13 Mar 2024

Kementerian Perdagangan terus memantau perkembangan pengelolaan Shop Tokopedia, hasil integrasi sistem antara TikTok dan Tokopedia, setelah 3 bulan lalu keduanya memutuskan berkolaborasi. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Isy Karim menyatakan bahwa pemantauan itu menyangkut perkembangan Shop Tokopedia yang dulunya bernama TikTok Shop. “Berdasarkan hasil pantauan terakhir, secara keseluruhan dalam sistem elektronik sudah beralih dikelola oleh PT Tokopedia dengan nama Shop Tokopedia,” katanya kepada Bisnis di Jakarta, Selasa (12/3). 

Head of Communications Tokopedia Aditia Grasio Nelwan menyebut bahwa proses migrasi antara TikTok dan Tokopedia bagian migrasi yang sudah dilakukan. Direktur dan Head of External Affairs GOTO Nila Marita juga mengungkapkan bahwa proses integrasi serta migrasi antara kedua perusahaan berjalan baik. Contohnya, dari sisi proses belanja, pembayaran, hingga check out transaksi telah dipisahkan dari aplikasi TikTok dan terjadi di sistem backend Tokopedia. Kategori backend adalah bagian dari situs website yang tidak dapat dilihat pengguna, biasanya terkait dengan data-data di balik layar. 

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebutkan TikTok Tokopedia masih melanggar peraturan di tengah batas waktu uji coba migrasi yang telah berjalan lebih dari separuh jalan. Keduanya, diberi tenggat uji coba 4 bulan oleh Kemendag. Dan Selasa (12/3), tepat 3 bulan masa uji coba berlangsung. Pandangan yang sama datang Ketua Umum Indonesia Digital Empowering Community (Idiec) Tesar Sandikapura. Dia menilai pemisahan antara media sosial dengan lokapasar belum terlihat dalam kolaborasi TikTok dengan Tokopedia. 

Menurutnya, pemisahan sistem di backend tidak berarti bahwa TikTok mematuhi Permendag 31/2023. Seharusnya, TikTok membuat e-commerce sendiri dan terpisah dari Tokopedia. TikTok tak dapat mengeklaim bahwa perusahaan telah memisahkan peran media sosial dengan e-commerce, hanya dengan mengalihkan sistem backend pembayaran ke Tokopedia, terlebih TikTok merupakan pemegang mayoritas saham Tokopedia. Dia juga mengkritisi kepemilikan 75% saham TikTok atas Tokopedia karena berisiko melahirkan praktik monopoli. Seharusnya, TikTok juga bekerja sama dengan e-commerce lain seperti Lazada, Shopee, atau Blibli.

Pergerakan Masyarakat Libur Lebaran Diprediksi 193,6 Juta Orang

13 Mar 2024

Kemenhub memprediksi pergerakan masyarakat pada musim mudik Lebaran 2024 atau Idul Fitri 1445 Hijriah mencapai 193,6 juta orang, atau 71,7 % total penduduk Indonesia. Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan, prediksi ini berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi bekerja sama dengan BPS-Kemenkominfo, serta melibatkan pakar dan akademisi di bidang transportasi.

Hasil survei menunjukkan tren peningkatan pergerakan masyarakat. “Angka ini juga meningkat, melihat pergerkan masyarakat lebaran tahun lalu yakni 123,8 juta orang,” kata Budi Karya di Jakarta, Selasa (12/03). Dia menuturkan, Kemenhub akan berkoordinasi dengan kementerian lain maupun instansi terkait lainnya dalam rangka mengantisipasi terjadinya kendala selama pergerakan musim mudik lebaran. (Yetede) 

Empat Tren Ekonomi Kreatif di 2024

13 Mar 2024

Hantaman pandemi Covid-19 menciptakan tren ekonomi kreatif yang lebih dinamis dan berkembang. Ada empat tren ekonomi kreatif yang diprediksi akan berkembang pesat pada 2024, yaitu audio visual, mobile game, musik dan kolaborasi. Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo menerangkan, dengan mengoptimalkan setiap sumber daya yang dimiliki untuk mengikuti perubahan tren ekonomi kreatif tersebut, diharapkan dapat membuat sektor ekonomi kreatif di Indonesia lebih produktif, inklusif dan berkelanjutan sehingga dapat menciptakan 4,4 juta lapangan kerja pada 2024.

Masuknya audio visual sebagai salah satu tren ekonomi kreatif 2024 tidak bisa dipisahkan dari banyaknya generasi muda yang tertarik membuat berbagai macam konten video, terlebih lagi, kini banyak platform audio visual yang mudah diakses dan gratis, seakan mendukung anak muda lebih kreatif dalam menghasilkan konten-konten berkualitas. Selain itu industri mobile game lokal sukses besar dengan keuntungan di atas USD 400 ribu hingga USD 3,2 juta. (Yetede) 

ADCP Fokus Garap Lini Bisnis Hotel

13 Mar 2024
Anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) menyiapkan rencana pengembangan bisnis hotel milik perusahaan di tahun ini. Sekretaris Perusahaan ADCP, Bayu Purwana, mengatakan, ADCP adalah operator Hotel GranDhika Indonesia milik ADHI yang beroperasi di Jakarta, Medan, dan Semarang. Saat ini ADCP masih fokus pada pengelolaan hotel eksisting tersebut hingga belum ada rencana menambah hotel baru. "Kami akan fokus pada peningkatan pelayanan dan pengembangan produk hotel, agar dapat meningkatkan kepercayaan serta loyalitas konsumen, dan tentunya dapat berdampak pada meningkatnya okupansi hotel ke depannya," ungkap Bayu, kepada KONTAN, Jumat (8/3). Selain mengoperasikan hotel Grandhika Indonesia, saat ini ADCP juga telah mengembangkan bisnis hospitality dengan cara mengoperasikan Program Stay Grandhika atau "Stay G", yaitu service apartment di beberapa unit apartmen ADCP (LRT City) yang sudah dibangun. Stay G saat ini berlokasi di kawasan-kawasan strategis, yaitu berada di LRT City Bekasi, LRT City Jatibening, dan LRT City Sentul. Stay G memiliki akses Transit Oriented Development (TOD), seperti terkoneksi dengan stasiun LRT ataupun tol yang didukung berbagai fasilitas, seperti area komersial, tempat bermain anak, dan lain-lain. Grandhika Indonesia, sebut Bayu, ditargetkan untuk konsumen yang mencari hotel dengan kualitas bintang 4. Sedangkan Stay G difokuskan untuk segmen konsumen yang mencari hotel dengan layanan yang kompetitif sekaligus harga yang terjangkau. Dari sisi porsi pendapatan, bisnis hotel ADCP menyumbang angka Rp 115,36 miliar di tahun 2023. Jumlah itu setara 20% dari total pendapatan 2023, Rp 651,95 miliar. Adapun untuk tahun ini, ADCP menargetkan pendapatan bisnis hotel dapat meningkat 15%-20% dibandingkan tahun 2023 lalu. Sebelumnya, ADCP mengaku sudah memperkirakan potensi kecipratan efek positif dari beroperasinya LRT Jabodebek sejak Agustus 2023 lalu. Kinerja ADCP pun diyakini akan membaik pada semester II-2023.

PTBA Tertekan Harga Jual Batubara

13 Mar 2024
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan penurunan kinerja di tahun 2023. Pendapatan dan laba bersih emiten tambang BUMN ini menurun akibat penurunan harga batubara. Pendapatan turun sekitar 9,8% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 38,5 triliun dan laba bersih tergerus sekitar 51,4% yoy menjadi Rp 6,1 triliun. Penyebabnya, rata-rata harga jual atau average selling price (ASP) batubara PTBA di 2023 sebesar Rp 1,027 juta per ton, atau lebih rendah sekitar 22,7% yoy, ASP domestik sebesar Rp 790.000 per ton, sementara ASP ekspor sekitar Rp 1,25 juta per ton. Analis Panin Sekuritas, Felix Darmawan mengatakan, penjualan domestik masih dominan, dengan porsi 58% yoy. Disusul penjualan ke India dan Korea Selatan masing-masing 13% dan 9%. Analis Sucor Sekuritas, Andreas Yordan Tarigan menilai, kinerja PTBA tidak terlalu buruk. Terutama didorong oleh harga jual yang lebih tinggi daripada perkiraan. Pada kuartal kuartal IV-2023 biaya tunai turun 19% secara kuartalan menjadi US$ 46 per ton dan volume penjualan meningkat 4% secara kuartalan menjadi 10 juta ton. PTBA menargetkan produksi batubara relatif flat dengan capaian menjadi 41,3 juta metrik ton di 2024 dibandingkan 41,9 juta ton pada tahun 2023. Meskipun target produksi relatif flat, volume penjualan ditargetkan naik signifikan menjadi 43,11 juta ton dibandingkan 37 juta ton di tahun 2023. Analis Mandiri Sekuritas, Ariyanto Kurniawan menilai, kinerja PTBA ke depan akan dibantu proyek Tanjung Enim-Kramasan dengan KAI dan produksi Sumsel-8. PTBA menargetkan bagiannya dalam proyek Tanjung Enim-Kramasan selesai pada 2024. Sedangkan KAI akan menyelesaikan pembangunan jalur kereta api dan pelabuhan pada 2025. Sementara itu, PTBA menganggarkan belanja modal (capex) sebesar Rp 2,9 triliun yang difokuskan untuk pengembangan logistik transportasi di tahun 2024. Dengan menggunakan pay-out ratio di 50%, 70%, dan 100%, maka masing-masing akan menghasilkan dividend yield sebesar 10%, 13%, dan 19%. Dengan rata-rata 5 tahun sekitar 16%.

Berkah Indeks Syariah dari Konsumsi Rumah Tangga

13 Mar 2024
Mendekati masa puasa atau Ramadan, Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) terkoreksi sebanyak 1,14% secara year to date (ytd). Per Jumat (8/3) ISSI juga terkoreksi sebanyak 0,57% dibandingkan sehari sebelumnya. Secara historikal, dalam dua tahun terakhir pada saat bulan Ramadan, indeks ISSI cenderung alami penguatan. Seperti di April 2023 yang naik 1,13% dan April-Mei 2022 yang menguat 4,56%. Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi meramal, masih ada potensi kembali terjadi penguatan indeks ISSI di bulan Marer-April 2024. "Mengacu data historikal, saham konsumer dan ritel akan menopang indeks ISSI di tengah demand yang meningkat saat Ramadan," kata Oktavianus kepada KONTAN, Selasa (12/3). Beberapa yang memiliki kapitalisasi pasar besar mencatatkan kinerja positif. Baik itu dari sektor konsumer hingga telekomunikasi. Seperti PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan kenaikan laba 16,9% secara tahunan, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) estimasi laba naik 14,06% secara tahunan , hingga PT Mayora Indah Tbk (MYOR) yang catatkan kenaikan laba 64,4% secara tahunan. Dus. Oktavianus merekomendasikan beli MYOR dengan target harga Rp 2.700 per saham. Lantas beli SILO dengan target Rp 2.870, juga beli ICBP dengan target harga Rp 14.750. Kemudian ia sematkan buy ASII dengan target harga Rp 6.350 dan TLKM di harga Rp 4.700 per saham. Sedangkan Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji juga merekomendasikan akumulasi INDF dengan target harga Rp 6.500–Rp 6.750 per saham, INKP dengan target harga Rp 8.900–Rp 10.200 per saham dan MYOR dengan target harga Rp 2.530–Rp 2.850 per saham.

Januari, Transaksi BSI Mobile Rp 47 Triliun

13 Mar 2024

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) hingga Januari 2024 mencatatkan jumlah transaksi di BSI Mobile sebanyak 38 juta transaksi dengan volume Rp 47 triliun, sementara transaksi menggunakan QRIS BSI berada di angka 5 juta transaksi dengan volume Rp 697 miliar. Memasuki bulan Suci Ramadan, BSI mendorong masjid sebagai pusat keuangan syariah dengan bertransaksi digital selama bulan Ramadan, melalui baitul mal sebagai pemberdayaan ekonomi umat.

BSI terus memperkuat kemitraan dengan pengelola masjid dengan memperluas layanan keuangan seperti ATM dan QRIS di masjid-masjid. Dari 300.000 masjid yang terdaftar di Sistem Informasi Masjid (Simas) Kemenag RI, jumlah masjid yang telah terdaftar bekerja sama dengan BSI sebanyak lebih dari 53.000 masjid di seluruh Indonesia. Total dana pihak ketiga (DPK) di ekosistem masjid BSI tercatat Rp 4,6 Triliun. (Yetede) 

Bunga Turun, Emiten Saham Properti Ceria

13 Mar 2024
Kinerja emiten saham properti diprediksikan positif sepanjang tahun ini. Salah satu pemicunya adalah potensi penurunan suku bunga perbankan. Harapan penurunan suku bunga itu semakin kuat karena bunga acuan Amerika Serikat (AS) berpeluang turun, sebagaimana sinyal dari pernyataan Gubernur Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell. Pekan lalu, Powell memberi sinyal akan menurunkan suku bunga acuan pada tahun ini. Sedangkan di dalam negeri, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo memberi sinyal akan menurunkan suku bunga acuan di semester II 2024. Saat ini, BI masih menahan suku bunga di level 6%. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) menganggap sinyal penurunan suku bunga sebagai kabar baik bagi bisnis properti di Tanah Air. "Penurunan suku bunga akan berdampak positif berupa peningkatan daya beli konsumen. Hal tersebut menjadi sentimen positif bagi industri properti," ujar Minarto Basuki, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Pakuwon Jati, kepada KONTAN, Jumat (8/3). Meskipun begitu, Direktur PT Ciputra Development Tbk (CTRA), Harun Hajadi mengaku masih ragu apakah The Fed akan menurunkan suku bunga acuan pada tahun ini. Di sisi lain, suku bunga acuan BI tak terlalu tinggi dan pasar properti Tanah Air juga masih sehat. Di sisi lain, kinerja perusahaan dan emiten saham properti amat terbantu oleh kebijakan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), yakni berupa diskon PPN sebesar 11%. Para emiten properti berharap banyak dari kebijakan tersebut. Terlebih beberapa emiten sudah mencatatkan kinerja positif. Misalnya, Ciputra Development menargetkan meraih marketing sales atau pendapatan pra penjualan sebesar Rp 11,1 triliun di tahun 2024. Research Analyst Phintraco Sekuritas, Arsita Budi Rizqi melihat di tahun 2024, ada optimisme pada kinerja sektor properti dan real estat yang didukung sejumlah sentimen. Yakni mulai dari proses pemilu yang lancar, adanya kebijakan pemerintah yang mendukung sektor properti, potensi penurunan suku bunga. Ia merekomendasikan trading buy untuk BSDE, PWON dan SMRA.

PPN 12% Mengerek Penerimaan Negara

13 Mar 2024
Pemerintah akan menerapkan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 12% pada tahun depan. Dengan demikian, pundi-pundi penerimaan negara dari setoran PPN bakal bertambah pada tahun depan. Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro da Keuangan Kemenko Perekonomian Ferry Irawan menjelaskan, kenaikan tarif PPN diatur dalam UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP). "Tujuan dari penyesuaian tarif tersebut untuk optimalisasi penerimaan negara dengan tetap mewujudkan sistem perpajakan yang berkeadilan dan berkepastian hukum," ujar dia, Minggu (10/3). Pengamat Pajak Center for Indonesia Tax Analysis (CITA) Fajry Akbar memperkirakan kenaikan tarif PPN dari 11% menjadi 12% akan berefek positif terhadap penerimaan pajak, khususnya PPN. Bahkan, dia memprediksi tambahan penerimaan dari kenaikan PPN 12% akan menyumbang lebih dari Rp 80 triliun ke kas negara. Maklum, hingga akhir Maret 2023, pemerintah telah mengantongi Rp 80,08 triliun ke kas negara usai menaikkan tarif PPN menjadi 11% sejak April 2022. Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution Ronny P Sasmita menambahkan, tepat atau tidaknya tarif PPN naik menjadi 12% bergantung pada penggunaan anggaran yang didapat.

Kelesuan Daya Beli Ganjal Efek Belanja Ramadhan

13 Mar 2024
Di tengah tekanan daya beli masyarakat akibat lonjakan harga pangan, momentum Ramadan dan Lebaran diharapkan bisa menggerakkan roda perekonomian nasional di kuartal I-2024. Secara historis, Ramadan memang selalu menjadi periode andalan bagi perekonomian Indonesia. Di kuartal II-2023 (periode Ramadan tahun lalu), ekonomi Indonesia naik 5,17% year-on-year (yoy). Bahkan di tahun sebelumnya (kuartal II-2022), ekonomi Indonesia tumbuh 5,44% yoy. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Mohammad Faisal memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2024 masih di kisaran 5%. Penyokong pertumbuhan itu antara lain dari industri manufaktur, perdagangan dan pertanian. "Momen Ramadan di bulan Maret juga mendorong sektor ritel perdagangan dan penyediaan makanan minuman," kata dia, kemarin. Faisal bilang, di sektor pertanian juga bakal menjadi penyumbang pertumbuhan di kuartal pertama tahun ini karena memasuki musim panen di Maret, sehingga menambah produktivitas ekonomi. Hanya saja, periode Ramadan tahun ini terusik oleh pelemahan daya beli masyarakat akibat lonjakan harga pangan, sehingga bisa menjadi ganjalan pertumbuhan ekonomi. Faisal juga mengingatkan, hal yang perlu diwaspadai adalah tekanan dari kebijakan fiskal menjelang pemerintahan baru. Ada kecemasan pemerintahan baru cenderung mengejar pemasukan dari belanja yang harus direalisasikan sesuai janji kampanye. Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2024 berkisar 5%-5,1%. Menurut dia, momen Ramadan membawa efek positif ke konsumsi rumah tangga. Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny P Sasmita menilai Ramadan dan Lebaran memang menjadi momen konsumsi yang cukup besar pengaruhnya pada pertumbuhan ekonomi. Namun, pertumbuhan konsumsi tercatat belum terlalu tinggi, masih setara atau di bawah pertumbuhan ekonomi.