Ekonomi
( 40465 )PERFORMA MANUFAKTUR : Sukacita Industri Sambut Ramadan
Pelaku industri menyambut Ramadan dengan sukacita, karena berharap bisa meningkatkan penjualan di tengah lesunya permintaan global. Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) meramal peningkatan permintaan di dalam negeri dapat mencapai 30% pada Ramadan 2024. Pesanan dari ritel untuk produk makanan dan minuman pun telah terasa peningkatannya sejak sebulan sebelum Ramadan. “Umumnya [permintaan] bisa [naik] 30% pada Ramadan. Kami harapkan Ramadan kali ini bisa tumbuh lebih,” ujar Ketua Umum Gapmmi, Adhi S. Lukman kepada Bisnis, dikutip Senin (11/3).
Di sisi lain, Ramadan juga diperkirakan akan meningkatkan permintaan produk air minum dalam kemasan (AMDK) lebih dari 10% dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya.Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin) Rachmat Hidayat mengatakan, periode Ramadan dan Lebaran menjadi booster untuk permintaan produk makanan dan minuman, termasuk AMDK.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif mengatakan bahwa faktor Ramadan dan Hari Raya Idulfi tri mendatang telah mendukung naiknya optimisme para pelaku industri, terutama di subsektor industri makanan dan minuman, pakaian jadi, serta kendaraan bermotor.
INVESTASI FIKTIF : KPK Segera Panggil Saksi Kasus Taspen
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menaikkan status perkara dugaan korupsi investasi fiktif PT Taspen (Persero) ke tahap penyidikan. Selanjutnya dilakukan pemanggilan saksi untuk diperiksa oleh penyidik lembaga antirasuah tersebut. Tim KPK sudah melakukan upaya pencegahan ke luar negeri terhadap dua orang, termasuk melakukan penggeledahan di beberapa lokasi, di antaranya di kantor Taspen. “Tentu pemeriksaan saksi-saksi yang akan menjadi prioritas lebih dahulu dalam rangka melengkapi alat bukti,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan melalui pesan singkat, Senin (11/3).
Pada perkembangan sebelumnya, penyidik KPK telah menemukan sejumlah bukti terkait dengan perkara dugaan korupsi investasi fiktif saat menggeledah kantor Taspen, Jumat (8/3). Selain kantor Taspen, KPK juga menggeledah sebuah kantor swasta di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) Jakarta. Pada kegiatan penggeledahan di dua lokasi tersebut, penyidik menemukan dokumen, barang bukti elektronik dan catatan keuangan yang diduga terkait dengan perkara dugaan korupsi Taspen. Barang-barang temuan penyidik KPK saat penggeledahan, terang Ali, akan segera disita sebagai barang bukti untuk berkas perkara korupsi di Taspen itu.
Lembaga antirasuah menduga investasi fiktif Taspen dengan perusahaan lain merugikan negara ratusan miliar rupiah. Pencegahan ke luar negeri itu diajukan terhadap dua orang yang terdiri atas penyelenggara negara dan pihak swasta, kepada Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham. Permintaan cegah itu berlaku untuk enam bulan pertama atau sampai dengan September 2024 dan bisa dilanjutkan sesuai dengan kebutuhan.
Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, salah satu dari dua orang tersebut adalah Direktur Utama Taspen Antonius N.S. Kosasih. Selain Antonius, KPK turut mengajukan pencegahan ke luar negeri terhadap Dirut PT Insight Investments Management Ekiawan Heri Primaryanto.
TRADISI RAMADHAN, Untukmu Sembako, Daging, dan Apemku
Satu-dua hari lagi Ramadhan tiba. Orang-orang di sejumlah
daerah yang masih memegang teguh tradisi sudah bersiap menyambut bulan suci.
Mereka bersilaturahmi sambil membawa sembako, apem, atau daging sapi. Di negeri
ini, Ramadhan bukan sekadar momen spiritual, melainkan juga momen sosial dan
kultural. Jumat (8/3/2024) sore, Iis Silviana (42) baru pulang kerja, kemudian menyiapkan
daftar belanjaan yang mesti dibeli untuk keperluan nyorog. Nyorog adalah
tradisi mengantarkan sembako atau bahan kebutuhan sehari-hari kepada orangtua,
mertua, atau anggota keluarga lainnya. Tradisi orang Betawi ini dilakukan
terutama jelang Ramadhan dan jelang Lebaran. Istilah nyorog umum dipakai orang
Betawi di Cakung (Jaktim) dan Bekasi (Jabar). Di wilayah Betawi lainnya, ada
yang menyebutnya sebagai anteran atau munggahan. Tahun ini Iis nyorog kepada
orangtuanya, Supiati dan Firdaus, mertua, dan empat kakak ipar. Iis menyiapkan
enam paket sembako untuk keperluan nyorog. Isinya terdiri dari gula, susu,
tepung, minyak goreng, beras, dan lain-lain. Setiap paket senilai Rp 200.000-Rp
300.000.
Tradisi serupa nyorog atau antar-antar juga mengakar kuat di Aceh.
Bukan sembako, melainkan daging, terutama sapi. Tradisi ini disebut meugang,
yang dilakukan tiga kali dalam setahun, yakni jelang Ramadhan, Lebaran, dan
Idul Adha. Meugang paling ramai satu atau dua hari jelang Ramadhan. Tradisi ditandai
dengan menyantap masakan berbahan daging, seperti kari aceh, bersama keluarga
dan kerabat. Konon tradisi ini telah berlangsung sejak zaman Sultan Iskandar
Muda, masa Kerajaan Aceh Darussalam abad ke-16, dan terawatt hingga kini. Khalis
Surry (29) termasuk salah satu warga Aceh yang selalu merayakan meugang.
”Meugang pertama (setelah menikah itu) harus ke tempat istri,” kata Khalis yang
bekerja di sebuah kantor berita pemerintah di Aceh, Kamis (7/3). Khalis telah
menyiapkan sejumlah uang untuk membeli daging sapi yang akan diserahkan kepada
mertua. Dia bilang, ”Pengantin baru wajib beli daging untuk meugang di rumah
mertua.” Kalau ditotal, ia mengeluarkan uang Rp 1 juta untuk biaya meugang dua
keluarga itu.
Di Yogyakarta dan sekitarnya, momen jelang Ramadhan juga
dirayakan lewat tradisi apeman, yakni membuat apem untuk dibagikan kepada sanak
saudara dan tetangga. Tradisi ini masih terawat dengan baik, antara lain, di
Kelurahan Sosromenduran, Kota Yogyakarta. Sejak lima tahun terakhir, tradisi
itu bahkan menjadi atraksi utama dalam pembukaan Sarkemfest atau Festival
Sarkem yang tahun ini digelar di Jalan Sosrowijayan, Jumat (1/3). Malam-malam,
para ibu berkumpul di satu RT bersama-sama membuat adonan apem dan sejumlah
penganan lain. Esok harinya, adonan dimasak dan siap disajikan. Apem bersama
sejumlah penganan lain itu kemudian diarak oleh warga dalam kirab atau pawai
budaya keliling kampung. Sebagian apem diusung dalam tampah,tetapi ada pula
yang disusun menjadi gunungan besar. Sepanjang rute kirab sekitar 1 kilometer,
ribuan potong apem dibagikan kepada warga yang menonton. Wisatawan dan
tamu-tamu hotel di kawasan yang berimpitan dengan Jalan Malioboro itu pun kebagian.
Usai kirab, apem dan penganan lain didoakan bersama dalam kenduri oleh seluruh
warga. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan makan bersama. (Yoga)
Proyek Tol Dalam Kota Menantang Logika dan Fakta
Keputusan membangun enam tol dalam kota yang melintang di tengah
Jakarta muncul tahun 2010. Seketika publik riuh. Baru-baru ini, rencana serupa
di Kota Bandung, Jabar, memicu reaksi tak jauh berbeda. Pihak yang setuju,
berharap siksaan seretnya arus lalu lintas seiring membeludaknya penggunaan
kendaraan bermotor pribadi bakal berakhir berkat tol dalam kota. Pihak lain berargumen
keberadaan tol hanya mengurai macet sebentar saja. Dampak besarnya, justru kuat
memicu penggunaan mobil pribadi dan berujung kemacetan yang kian parah. Laporan
harian Kompas pada 30 Juli 2013 menyebutkan, enam ruas tol dalam kota Jakarta (Jakarta
Inner Ring Road/JIRR) menelan biaya Rp 42 triliun. Hingga 2023, setidaknya ada
15 ruas tol di Jakarta.
Jika nanti seluruh rencana enam JIRR terwujud, terbayang
Jakarta akan dipenuhi ruas tol di tengah kota, melingkari area tepiannya, terentang
menghubungkannya dengan kota sekitar. Di Bandung, setelah 17 tahun tertunda,
Bandung Intra Urban Tol Road (BIUTR) digadang-gadang akan digulirkan tahun ini
(Kompas.id, 4/3/2024). Di luar Jawa, demam membangun tol menular hingga Sumatera,
Kalimantan, dan Sulawesi. Jalan tol menjadi proyek unggulan penghubung antar-kawasan
urban dan area pengembangan baru. Kebalikan dari kota-kota dunia, Jakarta,
Bandung, dan kota lain di Indonesia tetap membangun jalan tol, khususnya jalan
tol dalam kota, kerena menurut pemerintah, ketersediaan jalan di perkotaan kita
masih lebih rendah dari kebutuhan sehingga perlu ada pembangunan akses baru.
Jalan tol menjadi pilihan karena pemerintah pusat ataupun daerah
dapat bekerja sama dengan pihak swasta. Investor mudah digamit dengan
iming-iming pengembalian keuntungan besar, terutama di ruas-ruas yang dinilai ”gemuk”.
Pada 2012, Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia
dalam sebuah tulisan di situs resminya pernah menampilkan hitungan jika
mengalihkan Rp 3,5 triliun dari Rp 42 triliun dana JIRR, dapat mengoptimalkan
Transjakarta sampai mampu mengangkut 1,5 juta orang per hari. Dana itu untuk
ekspansi halte hingga tiga kali lipat dan membeli 10 stasiun bahan bakar gas. Penggunaan
Rp 12 triliun tambahan untuk membeli 1.000 bus dengan tiga kali peremajaan
selama 20 tahun.
Sisa uang Rp 26 triliun untuk biaya operasional dan perawatan,
termasuk memastikan feeder atau angkutan pengumpan yang merasuk hingga ke permukiman
terwujud. Dengan cara itu, cita-cita warga Jakarta bisa gratis naik Transjakarta
yang aman, nyaman, headway (jarak antar-kedatangan bus) bisa di bawah 3 menit
diyakini terwujud. Publik yang terbiasa memakai kendaraan pribadi bakal tertarik
beralih ke transportasi umum ketika armadanya begitu terjangkau dari rumahnya. Argumen
membangun tol karena kekurangan ketersediaan jalan dan dana bisa gugur. Yang
diperlukan justru penataan, peremajaan, ataupun penambahan akses reguler agar lebih
ramah pejalan kaki dan pengguna angkutan umum. (Yoga)
Nyepi dan Titipan Anak-Cucu Bangsa
Dalam pemikiran tradisional di Bali, hari raya Nyepi selalu
dikaitkan dengan kondisi lingkungan yang sepi, kemudian disandingkan dengan
empat kata bernuansa larangan, yaitu : tidak boleh menyalakan api (mati geni), tidak
boleh melakukan pekerjaan (mati karya), tidak bepergian (mati lelungaan), dan
tidak bersenang-senang (mati lelanguan). Merayaan nyepi dimulai dengan
kesadaran akan kelemahan manusia dan alam semesta. Itulah yang dilakukan
masyarakat sehari sebelum hari raya yang disebut dengan pengrupukan. Hari ini
merupakan pengakuan secara jujur bahwa manusia itu penuh dengan kekotoran,
demikian juga dengan alam semesta.
Manusia dan dunia itu terlihat dalam bentuk segala kejahatan,
pertengkaran, konflik sosial, korupsi, penyalahgunaan jabatan, penebangan
hutan, banjir, polusi, dan sebagainya. Maka, sebelum hari raya Nyepi, semua ini
harus dibersihkan agar di hari-”H” penyepian, manusia mampu melakukan
perenungan dan kontemplasi secara ringan dan terkonsentrasi. Semua ritual,
seperti pecaruan (korban suci), pembunyian kentungan, termasuk pembakaran
ogoh-ogoh yang seharusnya kecil dan tidak meraksasa (seperti terlihat
sekarang), adalah simbolisasi pembersihan alam semesta. Dan, persembahyangan
yang dilakukan di pura bertujuan membersihkan pikiran manusia. Dengan demikian,
secara simbolis manusia sudah membersihkan diri dan lingkungan, kemudian
memasuki tahun baru dengan pemikiran dan kesadaran baru.
Dilaksanakannya ritual itu merupakan pengakuan, sebuah kejujuran
bahwa manusia memang terbatas dan dunia tidak selalu baik. Dengan bekal
kejujuran dan kebersihan lahir batin yang sudah diselenggarakan sehari
sebelumnya, Nyepi merupakan sebuah awal, saat mengambil ancang-ancang untuk melanjutkan
kehidupan sosial pada hari-hari berikutnya. Kesadaran akan toleransi tidak
hanya membuat kerukunan antaragama dan suku, tetapi juga menciptakan stabilitas
sosial yang selanjutnya mampu melancarkan pembangunan negara. Sejarah telah
memesankan Hari raya Nyepi hanyalah sebuah simbol dari satu kegiatan religius,
tetapi mempunyai tujuan dan manfaat inspiratif.
Secara makro, ia akan menyadarkan masyarakat bahwa Nyepi dan
tapa brata itu berguna untuk menyelamatkan dan menjaga stabilitas sosial. Artinya,
masyarakat memerlukan rehat sejenak untuk meninjau ulang segala kegiatannya. Dalam
skala mikro, setiap manusia mampu melakukan perenungan untuk kebaikannya
sendiri dan kebaikan masyarakat. Tidak usah menunggu hari raya Nyepitahun mendatang
untuk merenung. Nyepi dapat dilakukan mandiri, setiap hari, setiap jam, setiap
saat untuk merenungkan diri. Dengan begitu, Nyepi pun memberi inspirasi kepada
modernitas zaman sekarang yang tiada henti terus berlari. Indonesia adalah
negara besar dengan berbagai sumber daya yang merupakan titipan dari (bukan
untuk) anak-cucu bangsa. Selamat hari raya Nyepi, Tahun Baru Saka 1946 (Yoga)
RI, Tujuan Investasi Terbesar China
Berkah dari Murahnya Gandum
Bank Berlomba Genjot Kredit Tanpa Agunan
Bidik Dana Rp 2 Triliun, BSI Rilis Sukuk Seri SR020
China Tengah Cari Dana US$ 27 Miliar
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









