Ekonomi
( 40465 )Penuhi Modal Inti Minimum, Konsolidasi BPD Berlanjut
Bank Pembangunan Daerah (BPD) terus berusaha meningkatkan modal inti minimum Rp 3 triliun paling lambat akhir Desember 2024. Untuk itu, strategi konsolidasi BPD kian ramai di tahun ini melalui skema kelompok usaha bank (KUB). Berdasarkan data OJK per 31 Desember 2023 terdapat 12 BPD yang belum memenuhi ketentun modal inti minimum melalui setoran modal mandiri dan 10 BPD akan melakukan konsolidasi dalam bentuk KUB. Salah satu BPD yang gencar menambah KUB adalah BPD Jabar dan Banten (Bank BJB).
Tahun ini BJB memiliki empat BPD yang masuk dalam KUB dan perseroan terus melakukan diskusi dengan BPD lain yang terbuka untuk menjadi KUB. Dirut BJB Yuddi Renaldi mengungkapkan, pihaknya telah mendapat perizinan dari OJK terkait proses KUB Bank Bengkulu. “Bank Bengkulu sudah, ada dua lagi yang kami proses, Bank Jambi dan Maluku Malut sudah memasuki tahapan penilaian, mudah-mudahan berjalan baik karena ke duanya intensitasnya signifikan,” ujar Yuddi, Selasa (12/3). (Yetede)
Menanti Keajaiban Ekonomi Lebaran
Pemerintah menetapkan 1 Ramadhan 1445 Hijriah jatuh pada
Selasa (12/3). Muncul harapan momentum Ramadhan dan perayaan Idul Fitri tahun
ini bisa membawa peningkatan pertumbuhan ekonomi di tengah kondisi global yang
penuh ketidakpastian. Dari tahun ke tahun Ramadhan dan Idul Fitri selalu berkontribusi
mempercepat perputaran ekonomi nasional, karena pengeluaran untuk konsumsi masyarakat
di periode ini cenderung lebih tinggi daripada hari-hari biasa. Tak hanya oleh
masyarakat Muslim, semarak Ramadhan dan Lebaran juga turut diikuti hampir
seluruh penduduk Indonesia. Tahun lalu, data Mandiri Spending Index menunjukkan
belanja masyarakat mengalami akselerasi seiring dimulainya bulan Ramadhan pada
akhir Maret 2023. Indeks nilai belanja pada Maret 2023 mencapai 136,4 atau
tertinggi sejak Januari 2023. Pada periode Ramadhan, pengeluaran belanja
meningkat dipicu oleh tradisi atau kebiasaan yang menjadikan bulan puasa
sebagai momentum istimewa.
Pada waktu berbuka dan sahur, di meja makan keluarga Muslim
yang menjalankan ibadah puasa kerap terhidang sajian yang relatif lebih beragam
dibandingkan dengan hari-hari biasanya. Kebiasaan ini bahkan bisa berlanjut
hingga sepekan seusai Lebaran. Anggaran belanja masyarakat juga meningkat
karena adanya tradisi membeli pakaian dan aksesori baru untuk dikenakan saat
Idul Fitri. Terkerek naiknya permintaan masyarakat karena faktor-faktor
tersebut ditopang oleh pembagian THR untuk karyawan, baik swasta maupun ASN.
Belanja masyarakat yang masuk golongan miskin juga akan ditopang oleh pembagian
zakat dan sedekah yang bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Peningkatan
konsumsi masyarakat tidak hanya dinikmati sektor usaha berskala menengah ke
atas, tetapi juga dinikmati oleh UMKM, yang terefleksi dari munculnya
usaha-usaha dadakan yang menjual berbagai barang atau jasa, seperti takjil, kue
kering, parsel untuk Lebaran, rental dan cuci kendaraan, hingga layanan bersih-bersih
rumah.
Tradisi mudik dan rekreasi, terutama di periode libur Lebaran,
juga ikut mendorong perekonomian. Tanda-tanda menggeliatnya pertumbuhan ekonomi
yang didorong Ramadhan tahun ini sudah tecermin dari meningkatnya alokasi jumlah
uang tunai yang disiapkan BI pada periode Lebaran kali ini. BI menyiapkan uang
tunai sebesar Rp 197,6 triliun selama periode Ramadhan dan Idul Fitri 2024, meningkat
dari tahun 2023 di Rp 195 triliun. Wajar
jika momentum Ramadhan hingga perayaan Idul Fitri atau Lebaran selalu menjadi
katalisator pertumbuhan ekonomi di Tanah Air, mengingat masih tingginya ketergantungan
putaran roda ekonomi nasional terhadap aktivitas konsumsi masyarakat. Mari kita
sambut bulan suci tahun ini dengan khidmat, sukacita, dan penuh rasa optimism akan
hadirnya keajaiban ekonomi. (Yoga)
Agresif, Bukit Asam Berencana Akuisisi Tambang Batu Bara Baru
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) tetap agresif untuk menambah
cadangan batubara dengan mengakuisisi tambang-tambang milik swasta. Saat ini,
perseroan telah memiliki cadangan batubara hingga 2,98 miliar ton dan sumber
daya batubara 5,81 miliar ton. Dirut PTBA Arsal Ismail menyampaikan, PTBA akan
melirik tambang-tambang yang tentunya memberikan nilai positif bagi perusahaan.
Artinya, perseroan akan mengakuisisi tambang yang mempunyai kelayakan dari sisi
ekonomi.
“Jadi kalau kemarin sempat ditawarkan pemerintah yang kalori
rendah itu, kami tidak ikut. Ke depan, kalau ada yang kalori agak tinggi kami
ikut,” ucap Arsal dalam konfrensi pers baru-baru ini. Sebelumnya, pemerintah
telah melangsungkan tender beberapa proyek untuk area-area tambang yang
dilakukan relinquish, namun PTBA absen lantaran proyek yang ditender pemerintah
berkalori rendah. Karena itu, Arsal menuturkan,PTBA akan mengkaji setiap
tawaran yang dating dari pihak swasta. (Yetede)
Pembiayaan Fintech ke UMKM Berpotensi Tumbuh 50%
Penyaluran
pembiayaan yang dilakukan industi fintech P2P khususnya UMKM dinilai belum
maksimal, diharapkan ke depan, industri fintech bisa memanfaatkan peluang
tersebut. Plt Usaha Pembiayaan Berbasis Teknologi OJK, Moh. Eka Gonda Sukmana
mengatakan, fintech P2P lending memang ditujukan kepada masyarakat kecil yang
belum tersentuh layanan perbankan. “Industri peer to peer ini sebenarnya
ditujukan untuk masyarakat yang unbanked, bukan orang berdasi atau orang yang
secara keuangan sudah well educated dan punya pemahaman,” kata dia di Jakarta, pekan
lalu.
Eka
membeberkan, meskipun tumbuh 18 %, penyaluran pendanaan untuk sektor produktif
dan UMKM masih terbatas. Dari Total penyaluran sebesar Rp. 60, 42 triliun, baru
Rp 20,22 triliun atau 33,65 % yang menyasar UMKM. “Dari pertumbuhan 18 %,
porsinya 33,65 % untuk sektor UMKM dengan outstanding sebesar Rp 20.33 triliun.
Jumlah ini sebenarnya bisa ditingkatkan karena sektor UMKM banyak peluangnya, “
ungkap dia. (Yetede)
Industri Perhiasan Kian Berkilau
Pengembang Properti Terus Ekspansi
Harga dan Force Majeur Jadi Tekanan
KPK Telusuri Dugaan Investasi Fiktif Petinggi Taspen
Pemerintah Mulai Cegat Barang Bawaan dari Luar
Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025 Mulai Disusun
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









