Ekonomi
( 40465 )Himbara bagikan Dividen Jumbo Rp92,29 Triliun
Bukit Asam Jajaki Kemitraan dengan Perusahaan China untuk Hilirisasi
Garuda Indonesia Gandeng UOB Luncurkan GIUC
BSI Bidik Penjualan SR020 Rp 2 Triliun
Indonesia Bisa Jadi Basis Produksi Double Cabin
Kreativitas Warga Metro Menghidupi Cagar Budaya
Di tangan anak-anak muda, tempat-tempat bersejarah di Kota Metro,
Lampung, difungsikan menjadi ruang kreatif. Bangunan cagar budaya menjadi ikon
baru kota itu. Semangat merawat sejarah lahir dari rasa cinta warga pada kotanya.
Suasana di Rumah Asisten Wedana, salah satu bangunan cagar budaya di Kota
Metro, Provinsi Lampung ramai pengunjung, Sabtu (24/2) siang. Sejumlah orang
bersantai menikmati suguhan makanan dan minuman yang dijual di Wedana Space. Ruang
publik yang berada dalam bangunan cagar budaya itu lahir dari kreativitas anak-anak
muda. Salah satunya Reyza Pribadi Lukita (25), pemuda yang membantu
merealisasikan Rumah Asisten Wedana menjadi ruang kreatif. Luki, lulusan
jurusan arsitektur ITB itu mencurahkan ide secara sukarela membuat
desain interior Rumah Asisten Wedana, berkonsultasi dengan Tim Ahli Cagar
Budaya Kota Metro.
”Saya tidak boleh sembarangan karena ini adalah bangunan cagar
budaya. Jangan sampai desain yang dibuat mengubah bentuk asli atau merusak
struktur bangunannya,” kata Luki. Ruang utama bangunan bersejarah itu dijadikan
tempat untuk menyambut pengunjung. Di tempat itu terdapat beberapa kursi kayu dan
meja yang ditata saling berhadapan. Beberapa foto sejarah transmigrasi di Kota Metro
terpasang di dinding. Di tempat itu terdapat sembilan gerai UMKM yang menjual
berbagai produk, mulai dari makanan, minuman, hingga suvenir. Ada juga ruang
belajar untuk komunitas. Ruang gerak diatur agar pengunjung nyaman berkeliling
dan bisa mampir ke semua gerai. Sebagai warga Kota Metro, Luki terpanggil untuk
berkontribusi merawat dan melestarikan bangunan cagar budaya. Kini, ia bersama
dua rekannya, yakni M Riananda Pratama (27) dan Prasedo Fajar Utomo (25),
menjadi pengelola Rumah Asisten Wedana.
Rumah Asisten Wedana hanyalah satu dari tujuh bangunan atau
benda bersejarah yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah
Kota Metro. Mayoritas merupakan bangunan peninggalan kolonial Belanda. Rumah
Asisten Wedana merupakan rumah tinggal sekaligus pusat pemerintahan resmi
Asisten Kawedanan Metro (setingkat camat). Tempat itu didirikan sebagai bagian
dari pembangunan pusat kota oleh pemerintah kolonial Belanda pada 1935. Bangunan
cagar budaya lain di Kota Metro adalah Rumah Dokter atau Dokterswoning yang
dibangun pada 1939. Kala itu, bangunan tersebut difungsikan sebagai tempat tinggal
bagi dokter-dokter Belanda yang bertugas di Metro. Sekarang, bangunan cagar
budaya itu difungsikan menjadi Rumah Informasi Sejarah Kota Metro yang ramai
dikunjungi anak-anak sekolah. Bangunan lain yang menjadi cagar budaya adalah
Klinik Santa Maria (1938), Health Center (1958), dan Menara Masjid Taqwa Kota
Metro (1967). (Yetede)
Duel Sengit AS Versus China dalam Teknologi
Perang teknologi antara AS dan China memanas, terutama di
ranah kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Kedua negara itu
berusaha saling memblokir dengan alasan keamanan. Kasus di perusahaan teknologi
AS, Google, menjadi contoh terkini. Departemen Kehakiman AS resmi menggugat
Ding Linwei (38), warga China dan mantan insinyur di Google, atas tuduhan
mata-mata dan pencurian teknologi. Ia dituduh mencuri 500 berkas rahasia
mengenai komputasi super dan pengembangan teknologi AI di perusahaan itu. Ia
ditangkap di California, AS, Kamis (7/3) pagi waktu Indonesia.
”Kami dengan keras melindungi teknologi sensitif yang dikembangkan
di AS agar tak jatuh ke tangan yang tidak berhak,” ujar Jaksa Agung AS Merrick
Garland. Direktur FBI Christopher Wray menyatakan, penangkapan Ding membuktikan
perusahaan yang berbasis di China menghalalkan segala cara untuk memperoleh
informasi inovasi teknologi AS. ”Pencurian teknologi inovatif dan rahasia-rahasia
perdagangan dari perusahaan-perusahaan AS bisa berdampak pada hilangnya
lapangan pekerjaan serta berdampak besar pada ekonomi dan keamanan nasional,”
ujar Wray.
Ding bekerja di Google sejak tahun 2019. Melalui posisinya
sebagai insinyur teknologi informasi, ia memiliki akses terhadap berbagai
berkas sensitif dan rahasia Google. Pada 26 Desember 2023, ia mengundurkan
diri. Tiga hari kemudian, Ding telah diangkat menjadi salah satu direktur di
sebuah perusahaan teknologi di China yang focus mengembangkan AI. Google pun
menyelidiki Ding. Mereka menemukan bukti Ding mengunggah berbagai berkas
rahasia mengenai AI ke akun komputasi awan sejak tahun 2022. ”Kami segera
melapor ke aparat penegak hokum bahwa terjadi pencurian rahasia perusahaan dan
teknologi yang sensitif,” kata juru bicara Google, Jose Castaneda.
Berdasarkan dakwaan, pada Juni 2022, Ding didekati CEO
Beijing Rongshu Lianzhi Technology Co, perusahaan rintisan teknologi China. Ia
ditawari jabatan pemimpin bagian teknologi (chief technology officer) dengan
gaji 14.800 USD atau Rp 231,5 juta per bulan. Menjelang Mei 2023, Ding
mendirikan perusahaan sendiri di China, Shanghai Zhisuan Technology Co. Ia
menetapkan diri sebagai CEO. Dakwaan Departemen Kehakiman AS menyebutkan, Ding
tidak pernah memberi tahu Google soal afiliasinya dengan Rongshu atau Zhisuan. Jika
terbukti bersalah di pengadilan, Ding dapat diganjar hukuman penjara maksimum
10 tahun dan denda hingga 250.000 USD (Rp 4 miliar) per dakwaan. (Yoga)
China Mencari Jalan Baru
Saat perekonomian China stagnan, tak ada cara lain selain mencari
jalan baru. Pencarian ini membutuhkan waktu, tetapi harus ditempuh. China
menetapkan target pertumbuhan 5 %untuk 2024. Ditengah kondisi ekonomi China
yang lesu, target ini terbilang ambisius. Presiden China Xi Jinping dan pemerintahannya
menyadari hal ini. Kini, tantangan China adalah menemukan jalan baru untuk
memulihkan perekonomian. Salah satu caranya dengan membangun industri yang
penting bagi daya saing masa depan, mulai dari kecerdasan buatan hingga
eksplorasi ruang angkasa (Kompas.id, 5/3/2024). Target pertumbuhan China ini
tergolong rendah selama satu dekade terakhir, tapi, angka 5 5 cukup optimistis
pada saat kondisi sejumlah sektor di China tengah bermasalah, mulai dari
properti hingga ekspor mereka.
Secara keseluruhan, China mengakui bahwa fondasi ekonomi mereka
sangat rapuh. Salah satu cara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mereka
tidak lagi bergantung pada cara-cara lama. Pejabat China telah memahami masalah ini
dengan mengatakan, pemerintah akan mengubah model pembangunan China. Pertumbuhan
ekonomi yang dipatok 5 % hanya untuk menjaga lapangan kerja dan kemungkinan
risiko ekonomi. Mereka masih berambisi untuk kembali membuat loncatan. Dalam
rumus pertumbuhan ekonomi, pergerakan yang dalam waktu cepat bisa dilakukan
adalah meningkatkan konsumsi masyarakat.
Rencana ekonomi baru yang diumumkan Senin (4/3) bertujuan
untuk meningkatkan belanja konsumen dengan mengatasi tantangan demografis
negara tersebut, termasuk kebijakan yang mendesak masyarakat untuk memiliki
lebih banyak anak karena populasi menua di Tiongkok menghadirkan risiko struktural
terhadap prospek ekonomi jangka panjang. Kebijakan lebih banyak anak akan
menjaga pasar pada masa depan. Rencana tersebut juga mencakup menghilangkan
pembatasan investasi asing di bidang manufaktur dan membuat komitmen baru untuk
bersaing secara global dalam teknologi, seperti komputasi kuantum, mahadata,
dan kecerdasan buatan, serta eksplorasi ruang angkasa. Melihat rencana itu,
China sangat serius dengan pengembangan teknologi digital sebagai sumber pengembangan
ekonomi masa depan. (Yoga)
Perusahaan Tak Butuh Sarjana
Banyak perusahaan global yang makin mengabaikan gelar sarjana.
Mereka membutuhkan keterampilan dan kecekatan dibandingkan dengan berba gai
gelar. Sejak Desember tahun lalu, tidak sedikit perusahaan dunia yang percaya
diri dengan tidak mencantumkan syarat sarjana dalam setiap lowongan kerja.
Mereka lebih mendeskripsikan kemampuan yang dibutuhkan dan memanggil mereka
yang siap untuk berkompetisi merebut peluang itu. Hampir separuh perusahaan di
AS berencana menghapus syarat sarjana dalam iklan lowongan pekerjaan dalam survei
yang dilakukan oleh Inteligent.com pada November 2023. Survei terhadap 800
perusahaan di AS itu memberi wawasan baru tentang bagaimana perusahaan
berencana menghilangkan syarat gelar sarjana untuk lowongan kerja pada 2024.
Mereka juga tengah memikirkan alat lain yang bisa digunakan untuk mengevaluasi
kandidat pekerjaan.
Laporan Forbes terbaru menyebutkan, banyak perusahaan
beramai-ramai menghapus gelar sarjana dari iklan pekerjaan mereka. Mereka telah
mengubah konsep dari perekrutan berdasarkan gelar pendidikan ke perekrutan
berbasis keterampilan. Beberapa waktu yang lalu, Walmart mengumumkan rencananya
untuk menghapus keharusan syarat sarjana. Sebelumnya, General Motors mengatakan,
pihaknya mencabut keharusan syarat gelar empat tahun untuk banyak pekerjaan.
Awal tahun itu, Delta Air Lines menjadi berita utama karena menghapus gelar
sebagai prasyarat saat merekrut pilot. Penyebabnya, yang dibutuhkan perusahaan
adalah keterampilan, juga alasan sosial ekonomi, yakni orang makin sulit menjangkau
gelar sarjana.
Sejak pandemi, semakin banyak pemimpin bisnis yang mengatakan
gelar sarjana tidak lagi diperlukan untuk pekerjaan yang dapat menghasilkan banyak
uang. Mereka melihat banyak tenaga yang dengan pendidikan terbatas bisa mengerjakan
sejumlah tugas. Laporan Higher Edi Div menyebutkan, dengan meningkatnya biaya pendidikan
dan biaya hidup, mereka yang memiliki masalah ekonomi beralih mencari pendidikan
yang murah dan dirasa lebih cocok dibanding mencari gelar sarjana. Di
Indonesia, beberapa perusahaan mulai mencoba cara ini meski tidak terbuka. Mereka
mengatakan lebih melihat keterampilan kandidat dibandingkan dengan gelar yang
didapat. (Yoga)
Pemerintah Siapkan Skema Bagi Hasil hingga Hibah
Menparekraf Sandiaga Uno menyatakan, pemerintah menyiapkan
sejumlah skema pembiayaan konkret untuk mendukung ekonomi kreatif, termasuk
promotor musik dan penyelenggara event lainnya. Skemanya bervariasi, mulai dari
bagi hasil sampai hibah. ”Polanya bisa hibah atau dana bergulir. Bisa juga
co-investment, tidak dipinjamkan, tetapi bagi keuntungan. Bisa pula dana
pendampingan yang dikaitkan dengan dampak ekonomi yang terjadi. Saya melihat,
kreativitas ini tidak ada batasnya untuk menghadirkan pendanaan-pendanaan
inovatif,” kata Sandiaga dalam wawancara eksklusif dengan Kompas di Jakarta,
Rabu (6/3).
Soal skema mana yang ditetapkan pemerintah untuk suatu
proyek, menurut Sandiaga, bergantung pada sejumlah variabel, antara lain
karakter proyek. Untuk perhelatan konser musik, misalnya, pertimbangannya, merujuk
pada kebutuhan penyelenggara, permintaan artis, dan keperluan manajer. ”Negara
harus hadir, harus bisa mendampingi dalam konsep PPP (public-private
partnership). Dan kita harus mencapai kesepakatan yang konsepnya dunia usaha
memimpin, negara hadir memfasilitasi. Jadi, di sinilah sinergi dengan konsep
Indonesia incorporated,” katanya.
Dasar hukum fasilitas pembiayaan ekonomi kreatif dari pemerintah
ke swasta yang dimaksud Sandiaga itu adalah perpres yang mengatur Indonesia
Tourism Fund (ITF), yang sedianya diterbitkan Maret 2023. Sebagaimana pernah
disampaikan Sandiaga sebelumnya, perpres itu efektif berlaku mulai triwulan
II-2024. Sebagai dana awal, pemerintah
mengalokasikan dana Rp 2 triliun ke ITF. Pengelolanya, menurut Sandiaga, kemungkinan
akan diserahkan ke badan negara yang sudah ada. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









