;
Kategori

Ekonomi

( 40600 )

Momentum Lebaran Dongkrak Pembiayaan Kendaraan Bermotor

13 Mar 2024

Berdasarkan tren sebelumnya, peningkatan penyaluran pembiayaan kendaraan akan dimulai sebulan sebelum Idul Fitri atau pada bulan suci Ramadhan. Dirut PT BCA Finance Roni Haslim mengatakan, tren pembiayaan menjelang Lebaran atau saat bulan Ramadhan biasanya akan naik. Peningkatan pembiayaan tersebut sekaligus menjadi yang tertinggi sepanjang tahun. ”Setiap tahun memang momentum Lebaran akan mengangkat penjualan mobil, baik baru maupun bekas. Kita semua mengharapkan tahun ini juga akan demikian,” katanya saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (12/3). Roni menyebut, pembiayaan baru (new booking) pada Maret 2024 ditargetkan mampu mencapai Rp 4 triliun atau cenderung sama dengan torehan pada Maret 2023. Strategi yang dilakukan agar target tersebut tercapai antara lain menurunkan bunga pinjaman pembiayaan mobil bekas serta menerapkan bunga 6 % secara tetap (flat) untuk mobil keluaran tahun baru bertipe fast moving.

Secara keseluruhan, BCA Finance pada 2023 telah membukukan pembiayaan baru sebesar Rp 40,6 triliun atau tumbuh 22,4 % dibanding tahun 2022. Pada 2024, BCA Finance memasang target penyaluran kredit kendaraan bermotor sebesar Rp 43 triliun atau tumbuh 7,5 % dibanding capaian 2023. Direktur Bisnis PT BFI Finance Indonesia Tbk Sutadi menyampaikan, pihaknya memiliki dua jenis pembiayaan, yakni pembiayaan beragun tidak langsung dengan manfaat berupa dana multiguna dan pembiayaan beragun langsung dengan manfaat berupa kendaraan yang diinginkan konsumen. Kedua jenis pembiayaan tersebut mensyaratkan buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB) sebagai jaminannya. ”Kedua produk kami diprediksi mengalami kenaikan karena adanya kebutuhan masyarakat. Dengan adanya kepastian investasi dan ekonomi pasca-pemilu, pergerakan ekonomi masyarakat akan kembali menggeliat, khususnya di sektor usaha. Sementara untuk produk kepemilikan kendaraan juga meningkat karena digunakan sebagai fasilitas untuk kebutuhan hari raya dan seterusnya,” ujarnya secara tertulis. (Yoga)

Belanja Busana pada Bulan Puasa

13 Mar 2024
Pengunjung memadati lapak pedagang untuk mencari pakaian muslim di Pasar Johar, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (11/3/2024). Mereka berbelanja beragam jenis pakaian muslim yang akan dikenakan pada kegiatan sosial keagamaan dari mengaji sampai acara buka bersama selama bulan Ramadhan, bahkan nantinya untuk acara lebaran bersama teman dan keluarga. Busana muslim model gamis saat ini banyak diminati karena mengikuti tren mode yang terus berkembang. (Yoga)

Relaksasi Harga Beras Bisa Kerek Pendapatan Petani

13 Mar 2024

Petani di Jatim menyambut positif kebijakan pemerintah merelaksasi harga eceran tertinggi (HET) beras premium dari Rp 13.900 per kg menjadi Rp 14.900 per kg. Beleid itu diharapkan mengerek harga gabah sehingga harganya tetap tinggi menjelang panen raya di awal tahun ini. Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Jatim Suharno mengatakan, rata-rata hasil panen petani padi tahun ini turun menjadi 4-5 ton per hektar. Hasil panen itu jauh lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 6-7 ton per hektar. Pemicunya adalah mahalnya komponen biaya produksi, terutama pupuk yang harganya beberapa kali lipat lebih tinggi karena ketiadaan pupuk bersubsidi. Dampaknya, kebutuhan pupuk sesuai komposisi pemupukan berimbang tak terpenuhi.

”Karena kekurangan pupuk, tanaman tidak bisa tumbuh dan berkembang secara maksimal sehingga produksi padinya juga kurang bagus. Sekarang petani hanya dapat 4-5 ton gabah kering panen per hektar,” ujar Suharno, Selasa (12/3). Pemerintah merelaksasi harga eceran tertinggi (HET) beras premium yang menyasar delapan wilayah di Indonesia. HET disesuaikan dengan kenaikan Rp 1.000 per kg dari sebelumnya sehingga untuk Pulau Jawa, Lampung, dan Sumsel, HET harga beras premium menjadi Rp 14.900 per kg, naik dari sebelumnya Rp 13.900 per kg. Kebijakan berlaku pada 10-23 Maret 2024 atau selama dua pekan. Petani berharap kenaikan HET beras premium akan mengerek harga gabah. Setidaknya, penurunan harga gabah pada panen saat ini tidak terlalu tajam sehingga harga yang diterima petani tetap tinggi, yakni Rp 7.000 per kg kering panen. (Yoga)

Teknologi Efisienkan Budidaya Perikanan di Maluku

13 Mar 2024

Teknologi digital dinilai mampu mengefisienkan produksi sektor perikanan budidaya. Pemilihan lokasi dan pemberian pakan berlebih menjadi permasalahan utamanya. Namun, sektor ini berpotensi tumbuh dengan bantuan teknologi digital. Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon Sarwono menjelaskan, potensi perikanan budidaya di Maluku, khususnya Ambon, masih terbuka lebar. Minat masyarakat mulai meningkat. Namun, mayoritas masyarakat masih memilih bidang perikanan tangkap karena faktor kebiasaan dan teknik budidaya yang dinilai sulit. Budidaya ikan yang dilakukan di Maluku pun masih didominasi di air laut. Padahal, khusus di Ambon, potensi budidaya ikan air tawar relatif besar. Total potensi lahan budidaya air tawar mencapai 17 hektar. Namun, luas lahan yang dimanfaatkan kurang dari 10 %. Teknologi di sektor budidaya, sudah berkembang sehingga budidaya ikan seharusnya menjadi lebih mudah.

Teknologi membantu digitalisasi rantai produksi, mulai dari pemilihan lokasi budidaya menggunakan satelit, penghitungan benih yang ditebar, serta pemberian pakan otomatis. Optimalisasi produksi penting agar ukuran ikan seragam. Keseragaman hasil produksi membantu pembudidaya memasarkan produknya di pasar. ”Kerja sama dengan pihak swasta pengembang teknologi budidaya perlu ditingkatkan, sementara BPBL fokus mengembangkan benihnya. Rantai produksi yang efisien membuat harga ikan juga bisa lebih optimal sehingga menguntungkan konsumen dan produsen,” kata Sarwono di Ambon, Maluku, Selasa (12/3). Vice President Public Affairs eFishery Muhammad Chairil mengatakan, teknologi di bidang budidaya yang dimiliki perusahaannya mencoba menjawab permasalahan-permasalahan tersebut. ”Pembudidaya di Ambon belum ada yang menggunakan teknologi ini. Kami berharap digitalisasi ini bisa masuk dan membantu,” ujarnya. (Yoga)

Penuhi Modal Inti Minimum, Konsolidasi BPD Berlanjut

13 Mar 2024

Bank Pembangunan Daerah (BPD) terus berusaha meningkatkan modal inti minimum Rp 3 triliun paling lambat akhir Desember 2024. Untuk itu, strategi konsolidasi BPD kian ramai di tahun ini melalui skema kelompok usaha bank (KUB). Berdasarkan data OJK per 31 Desember 2023 terdapat 12 BPD yang belum memenuhi ketentun modal inti minimum melalui setoran modal mandiri dan 10 BPD akan melakukan konsolidasi dalam bentuk KUB. Salah satu BPD yang gencar menambah KUB adalah BPD Jabar dan Banten (Bank BJB).

Tahun ini BJB memiliki empat BPD yang masuk dalam KUB dan perseroan terus melakukan diskusi dengan BPD lain yang terbuka untuk menjadi KUB. Dirut BJB Yuddi Renaldi mengungkapkan, pihaknya telah mendapat perizinan dari OJK terkait proses KUB Bank Bengkulu. “Bank Bengkulu sudah, ada dua lagi yang kami proses, Bank Jambi dan Maluku Malut sudah memasuki tahapan penilaian, mudah-mudahan berjalan baik karena ke duanya intensitasnya signifikan,” ujar Yuddi, Selasa (12/3). (Yetede) 

Menanti Keajaiban Ekonomi Lebaran

12 Mar 2024

Pemerintah menetapkan 1 Ramadhan 1445 Hijriah jatuh pada Selasa (12/3). Muncul harapan momentum Ramadhan dan perayaan Idul Fitri tahun ini bisa membawa peningkatan pertumbuhan ekonomi di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian. Dari tahun ke tahun Ramadhan dan Idul Fitri selalu berkontribusi mempercepat perputaran ekonomi nasional, karena pengeluaran untuk konsumsi masyarakat di periode ini cenderung lebih tinggi daripada hari-hari biasa. Tak hanya oleh masyarakat Muslim, semarak Ramadhan dan Lebaran juga turut diikuti hampir seluruh penduduk Indonesia. Tahun lalu, data Mandiri Spending Index menunjukkan belanja masyarakat mengalami akselerasi seiring dimulainya bulan Ramadhan pada akhir Maret 2023. Indeks nilai belanja pada Maret 2023 mencapai 136,4 atau tertinggi sejak Januari 2023. Pada periode Ramadhan, pengeluaran belanja meningkat dipicu oleh tradisi atau kebiasaan yang menjadikan bulan puasa sebagai momentum istimewa.

Pada waktu berbuka dan sahur, di meja makan keluarga Muslim yang menjalankan ibadah puasa kerap terhidang sajian yang relatif lebih beragam dibandingkan dengan hari-hari biasanya. Kebiasaan ini bahkan bisa berlanjut hingga sepekan seusai Lebaran. Anggaran belanja masyarakat juga meningkat karena adanya tradisi membeli pakaian dan aksesori baru untuk dikenakan saat Idul Fitri. Terkerek naiknya permintaan masyarakat karena faktor-faktor tersebut ditopang oleh pembagian THR untuk karyawan, baik swasta maupun ASN. Belanja masyarakat yang masuk golongan miskin juga akan ditopang oleh pembagian zakat dan sedekah yang bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Peningkatan konsumsi masyarakat tidak hanya dinikmati sektor usaha berskala menengah ke atas, tetapi juga dinikmati oleh UMKM, yang terefleksi dari munculnya usaha-usaha dadakan yang menjual berbagai barang atau jasa, seperti takjil, kue kering, parsel untuk Lebaran, rental dan cuci kendaraan, hingga layanan bersih-bersih rumah.

Tradisi mudik dan rekreasi, terutama di periode libur Lebaran, juga ikut mendorong perekonomian. Tanda-tanda menggeliatnya pertumbuhan ekonomi yang didorong Ramadhan tahun ini sudah tecermin dari meningkatnya alokasi jumlah uang tunai yang disiapkan BI pada periode Lebaran kali ini. BI menyiapkan uang tunai sebesar Rp 197,6 triliun selama periode Ramadhan dan Idul Fitri 2024, meningkat dari tahun 2023 di Rp 195 triliun.  Wajar jika momentum Ramadhan hingga perayaan Idul Fitri atau Lebaran selalu menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi di Tanah Air, mengingat masih tingginya ketergantungan putaran roda ekonomi nasional terhadap aktivitas konsumsi masyarakat. Mari kita sambut bulan suci tahun ini dengan khidmat, sukacita, dan penuh rasa optimism akan hadirnya keajaiban ekonomi. (Yoga)

Agresif, Bukit Asam Berencana Akuisisi Tambang Batu Bara Baru

12 Mar 2024

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) tetap agresif untuk menambah cadangan batubara dengan mengakuisisi tambang-tambang milik swasta. Saat ini, perseroan telah memiliki cadangan batubara hingga 2,98 miliar ton dan sumber daya batubara 5,81 miliar ton. Dirut PTBA Arsal Ismail menyampaikan, PTBA akan melirik tambang-tambang yang tentunya memberikan nilai positif bagi perusahaan. Artinya, perseroan akan mengakuisisi tambang yang mempunyai kelayakan dari sisi ekonomi.

“Jadi kalau kemarin sempat ditawarkan pemerintah yang kalori rendah itu, kami tidak ikut. Ke depan, kalau ada yang kalori agak tinggi kami ikut,” ucap Arsal dalam konfrensi pers baru-baru ini. Sebelumnya, pemerintah telah melangsungkan tender beberapa proyek untuk area-area tambang yang dilakukan relinquish, namun PTBA absen lantaran proyek yang ditender pemerintah berkalori rendah. Karena itu, Arsal menuturkan,PTBA akan mengkaji setiap tawaran yang dating dari pihak swasta. (Yetede) 

Pembiayaan Fintech ke UMKM Berpotensi Tumbuh 50%

12 Mar 2024

Penyaluran pembiayaan yang dilakukan industi fintech P2P khususnya UMKM dinilai belum maksimal, diharapkan ke depan, industri fintech bisa memanfaatkan peluang tersebut. Plt Usaha Pembiayaan Berbasis Teknologi OJK, Moh. Eka Gonda Sukmana mengatakan, fintech P2P lending memang ditujukan kepada masyarakat kecil yang belum tersentuh layanan perbankan. “Industri peer to peer ini sebenarnya ditujukan untuk masyarakat yang unbanked, bukan orang berdasi atau orang yang secara keuangan sudah well educated dan punya pemahaman,” kata dia di Jakarta, pekan lalu.

Eka membeberkan, meskipun tumbuh 18 %, penyaluran pendanaan untuk sektor produktif dan UMKM masih terbatas. Dari Total penyaluran sebesar Rp. 60, 42 triliun, baru Rp 20,22 triliun atau 33,65 % yang menyasar UMKM. “Dari pertumbuhan 18 %, porsinya 33,65 % untuk sektor UMKM dengan outstanding sebesar Rp 20.33 triliun. Jumlah ini sebenarnya bisa ditingkatkan karena sektor UMKM banyak peluangnya, “ ungkap dia. (Yetede) 

Industri Perhiasan Kian Berkilau

12 Mar 2024
Industri perhiasan di dalam negeri masih memiliki potensi yang besar untuk bersaing di kancah global. Kementerian Perindustrian (Kemenperin), mencatat, nilai ekspor barang perhiasan dan barang berharga  dari Indonesia menembus US$547,5 juta pada Desember 2023, atau meningkat 67,7% (yoy)  dibandingkan capaian pada bulan Desember 2022 yang sebesar US$ 326 juta. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kemenperin (IKMA) Reni yanita mengatakan, selama ini kinerja ekspor  industri perhiasan cukup signifikan, sehingga menjadi salah satu kontributor yang penting terhadap penerimaan devisa negara. Kekuatan sektor ini didukung  oleh kreativitas dan inovasi dari para pengrajin yang mampu menghasilkan beragam produk  perhiasan sesuai tren dan selera pasar yang sedang berkembang. (Yetede)

Pengembang Properti Terus Ekspansi

12 Mar 2024
Pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) tahun 2024 tak menghentikan langkah ekspansi sejumlah pengembang properti. Bahkan, ditengah tahun politik,  sektor properti dinilai tetap bertumbuh sekitar 10%. Demikian rangkuman pendapat yang dihimpun Investor Daily dari Direktur PT Summarecon Agung Tbk Herman Nagaria, Presiden Direktur PT Graha Perdana Indah (GPI) Aditya Dharmawan Sutanto, dan Direktur Utama PT Kesuma Agung Selaras (KAS Group) I Wayan Madik Kesuma. Lalu Komsaris PT Intra Golflink Resorts (IGR) Darma Mangkuluhur Hutomo, Direktur Sales & Marketing  Citra Swarna Group (CSG) Felicia Simon, Dan Wakil Ketua Umum DPR REI Bambang Eka Jaya. "Kami baru saja meluncurkan klaster Kopenhagen di proyek  Graha Laras Sentul, Bogor, Jawa Barat  atas lahan seluas 3,5 hektare dengan kapasitas 170 rumah. Selanjutnya, setelah Lebaran kami mengembangkan rumah tapak kaki di Bekasi," kata Wayan.(Yetede)