;

Duel Sengit AS Versus China dalam Teknologi

Teknologi Yoga 08 Mar 2024 Kompas
Duel Sengit AS Versus
China dalam Teknologi

Perang teknologi antara AS dan China memanas, terutama di ranah kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Kedua negara itu berusaha saling memblokir dengan alasan keamanan. Kasus di perusahaan teknologi AS, Google, menjadi contoh terkini. Departemen Kehakiman AS resmi menggugat Ding Linwei (38), warga China dan mantan insinyur di Google, atas tuduhan mata-mata dan pencurian teknologi. Ia dituduh mencuri 500 berkas rahasia mengenai komputasi super dan pengembangan teknologi AI di perusahaan itu. Ia ditangkap di California, AS, Kamis (7/3) pagi waktu Indonesia.

”Kami dengan keras melindungi teknologi sensitif yang dikembangkan di AS agar tak jatuh ke tangan yang tidak berhak,” ujar Jaksa Agung AS Merrick Garland. Direktur FBI Christopher Wray menyatakan, penangkapan Ding membuktikan perusahaan yang berbasis di China menghalalkan segala cara untuk memperoleh informasi inovasi teknologi AS. ”Pencurian teknologi inovatif dan rahasia-rahasia perdagangan dari perusahaan-perusahaan AS bisa berdampak pada hilangnya lapangan pekerjaan serta berdampak besar pada ekonomi dan keamanan nasional,” ujar Wray.

Ding bekerja di Google sejak tahun 2019. Melalui posisinya sebagai insinyur teknologi informasi, ia memiliki akses terhadap berbagai berkas sensitif dan rahasia Google. Pada 26 Desember 2023, ia mengundurkan diri. Tiga hari kemudian, Ding telah diangkat menjadi salah satu direktur di sebuah perusahaan teknologi di China yang focus mengembangkan AI. Google pun menyelidiki Ding. Mereka menemukan bukti Ding mengunggah berbagai berkas rahasia mengenai AI ke akun komputasi awan sejak tahun 2022. ”Kami segera melapor ke aparat penegak hokum bahwa terjadi pencurian rahasia perusahaan dan teknologi yang sensitif,” kata juru bicara Google, Jose Castaneda.

Berdasarkan dakwaan, pada Juni 2022, Ding didekati CEO Beijing Rongshu Lianzhi Technology Co, perusahaan rintisan teknologi China. Ia ditawari jabatan pemimpin bagian teknologi (chief technology officer) dengan gaji 14.800 USD atau Rp 231,5 juta per bulan. Menjelang Mei 2023, Ding mendirikan perusahaan sendiri di China, Shanghai Zhisuan Technology Co. Ia menetapkan diri sebagai CEO. Dakwaan Departemen Kehakiman AS menyebutkan, Ding tidak pernah memberi tahu Google soal afiliasinya dengan Rongshu atau Zhisuan. Jika terbukti bersalah di pengadilan, Ding dapat diganjar hukuman penjara maksimum 10 tahun dan denda hingga 250.000 USD (Rp 4 miliar) per dakwaan. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :