Menanti Keajaiban Ekonomi Lebaran
Pemerintah menetapkan 1 Ramadhan 1445 Hijriah jatuh pada
Selasa (12/3). Muncul harapan momentum Ramadhan dan perayaan Idul Fitri tahun
ini bisa membawa peningkatan pertumbuhan ekonomi di tengah kondisi global yang
penuh ketidakpastian. Dari tahun ke tahun Ramadhan dan Idul Fitri selalu berkontribusi
mempercepat perputaran ekonomi nasional, karena pengeluaran untuk konsumsi masyarakat
di periode ini cenderung lebih tinggi daripada hari-hari biasa. Tak hanya oleh
masyarakat Muslim, semarak Ramadhan dan Lebaran juga turut diikuti hampir
seluruh penduduk Indonesia. Tahun lalu, data Mandiri Spending Index menunjukkan
belanja masyarakat mengalami akselerasi seiring dimulainya bulan Ramadhan pada
akhir Maret 2023. Indeks nilai belanja pada Maret 2023 mencapai 136,4 atau
tertinggi sejak Januari 2023. Pada periode Ramadhan, pengeluaran belanja
meningkat dipicu oleh tradisi atau kebiasaan yang menjadikan bulan puasa
sebagai momentum istimewa.
Pada waktu berbuka dan sahur, di meja makan keluarga Muslim
yang menjalankan ibadah puasa kerap terhidang sajian yang relatif lebih beragam
dibandingkan dengan hari-hari biasanya. Kebiasaan ini bahkan bisa berlanjut
hingga sepekan seusai Lebaran. Anggaran belanja masyarakat juga meningkat
karena adanya tradisi membeli pakaian dan aksesori baru untuk dikenakan saat
Idul Fitri. Terkerek naiknya permintaan masyarakat karena faktor-faktor
tersebut ditopang oleh pembagian THR untuk karyawan, baik swasta maupun ASN.
Belanja masyarakat yang masuk golongan miskin juga akan ditopang oleh pembagian
zakat dan sedekah yang bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Peningkatan
konsumsi masyarakat tidak hanya dinikmati sektor usaha berskala menengah ke
atas, tetapi juga dinikmati oleh UMKM, yang terefleksi dari munculnya
usaha-usaha dadakan yang menjual berbagai barang atau jasa, seperti takjil, kue
kering, parsel untuk Lebaran, rental dan cuci kendaraan, hingga layanan bersih-bersih
rumah.
Tradisi mudik dan rekreasi, terutama di periode libur Lebaran,
juga ikut mendorong perekonomian. Tanda-tanda menggeliatnya pertumbuhan ekonomi
yang didorong Ramadhan tahun ini sudah tecermin dari meningkatnya alokasi jumlah
uang tunai yang disiapkan BI pada periode Lebaran kali ini. BI menyiapkan uang
tunai sebesar Rp 197,6 triliun selama periode Ramadhan dan Idul Fitri 2024, meningkat
dari tahun 2023 di Rp 195 triliun. Wajar
jika momentum Ramadhan hingga perayaan Idul Fitri atau Lebaran selalu menjadi
katalisator pertumbuhan ekonomi di Tanah Air, mengingat masih tingginya ketergantungan
putaran roda ekonomi nasional terhadap aktivitas konsumsi masyarakat. Mari kita
sambut bulan suci tahun ini dengan khidmat, sukacita, dan penuh rasa optimism akan
hadirnya keajaiban ekonomi. (Yoga)
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Rendahnya Belanja Produktif Menghambat Pemulihan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023