Ekonomi
( 40465 )Kenaikan Tarif PPN Bisa Jadi Bumerang bagi Perekonomian
Rencana pemerintah menaikkan tarif PPN menjadi 12 % pada 2025
bisa dianggap sebagai ”jalan pintas” menaikkan penerimaan negara. Namun, langkah
itu bisa menghambat pertumbuhan sejumlah indikator ekonomi nasional dan menekan
kelompok masyarakat menengah-bawah. Pemerintahan ke depan memang mempunyai tanggungan
janji-janji kebijakan baru yang ingin direalisasikan ketika menjabat. Namun, kondisi
ekonomi masih serba tidak pasti. Daya beli masyarakat juga sedang lesu terimpit
kenaikan biaya hidup.”Menaikkan PPN memang langkah paling mudah dan cepat untuk
mengerek penerimaan, apalagi sumber pemasukan lain sekarang lagi turun. Namun,
dampaknya bisa jadi buruk bagi pertumbuhan ekonomi, pendapatan masyarakat, dan
konsumsi rumah tangga,” kata ekonom senior Institute for Development of Economics
and Finance (Indef), Tauhid Ahmad, Selasa (12/3).
PPN adalah pajak atas konsumsi barang dan jasa. Karena itu,
kenaikan tarif PPN dari 11 % menjadi 12 % akan berdampak terhadap kenaikan
harga barang dan jasa tertentu di pasar. Ibaratnya, untuk barang seharga pokok
Rp 10.000, dengan tarif 12 %, harga yang dibayar konsumen menjadi Rp 11.200. Ketika
tarif PPN pertama kali dinaikkan dari 10 % menjadi 11 % pada 2022, Indef pernah
membuat simulasi perkiraan dampak kebijakan itu terhadap sejumlah indikator
perekonomian nasional. Saat itu, Indef mengandaikan tarif PPN pada 2025 akan naik
dari 11 % menjadi 12,5 %, maka pertumbuhan ekonomi berpotensi tergerus 0,11 %,
konsumsi masyarakat melambat 3,32 %, dan upah nominal pekerja turun 5,86 %.
Kenaikan tarif PPN juga bisa menaikkan harga produk akhir di
pasar dan menghambat laju konsumsi rumah tangga yang selama ini jadi motor
utama pertumbuhan ekonomi nasional. Ketika harga barang dan jasa di pasar naik,
ditambah stagnasi pendapatan dan kenaikan harga kebutuhan pokok lain, masyarakat
akan mengurangi konsumsi sejumlah barang-jasa. ”Masyarakat, terutama kelas menengah
ke bawah, pasti akan menyesuaikan dengan harga
barang yang ada. Kecuali itu memang kebutuhan pokok sehari-hari, jika
harganya naik, masyarakat pasti akan mengurangi konsumsi. Ujung-ujungnya,
demand berkurang, konsumsi turun, ekonomi tidak bergerak maksimal, dan
pertumbuhan bisa melambat,” tutur Tauhid. (Yoga)
"Swift-nomics”
Berkaitan dengan konser enam hari penyanyi pop AS, Taylor
Swift, di Singapura. Wartawan The Sydney Morning Herald mengangkat isu itu
dengan PM Singapura Lee Hsien Loong saat jumpa pers bersama PM Australia
Anthony Albanese di Melbourne. PM Lee menjelaskan bahwa pemerintahannya melakukan
kesepakatan bisnis dengan manajemen Swift. Singapura mengharapkan bisa
mendapatkan konser eksklusif di Asia Tenggara dan bersedia membayar kompensasi
untuk itu. Penentuan mau atau tidaknya Swift memberikan ”konser eksklusif”
selama enam kali di Singapura berada sepenuhnya pada pihak artis. Kalau
kemudian Swift memutuskan itu, bukan berarti Singapura berniat merugikan negara
ASEAN lain dengan tak bisa menggelar konser dari artis yang paling banyak
pengikutnya itu. Sebab, pendekatan ini bisa juga diterapkan negara lain.
Singapura memang menangguk untung dari penyelenggaraan konser
berkelas dunia itu. Hampir semua pencinta Swift dari seluruh penjuru dunia
datang ke Singapura untuk menyaksikan penampilan bintang idola mereka. Ada yang
menyatakan bahwa nilai ekonomi yang didapatkan Singapura ratusan kali lebih besar
dari investasi yang ditanamkan. Baik Coldplay, Taylor Swift, maupun artis-artis
yang lain menjadi fenomena ekonomi yang luar biasa. Tidak keliru juga kalau
dikatakan Swift-nomics karena penampilan seorang artis bisa memberikan manfaat
ekonomi yang luar biasa kepada sebuah negara. Singapura bisa melakukan ini
karena mereka memiliki visi ekonomi yang panjang dan ekosistem yang mendukung.
Pertama, pemerintah yang berorientasi pasar dan memahami pasar.
Pemerintah tak berpikir ekonomi jangka pendek, tetapi
berjangka panjang. Pemerintah Singapura mau turun tangan untuk berbicara dengan
manajemen artis.. Kompensasi untuk menghadirkan artis besar tak memikirkan
keuntungan (return) secara langsung. Yang jauh lebih diperhatikan pemerintah
adalah dampak ekonomi yang didapatkan untuk jangka panjang. Dengan konser yang
dikunjungi jutaan fans mancanegara, ekonomi Singapura akan bertumbuh. Kalaupun
ada dampak langsung yang bisa dirasakan adalah pajak barang dan jasa (goods and
services tax/GST) dari berbagai transaksi yang kemudian terjadi. Kepuasan dari para
fans menyaksikan konser menambah kredibilitas dan popularitas Singapura.
Miliaran pembicaraan di media sosial merupakan promosi yang
nilainya tak terkira, priceless. Para penonton tak pernah kapok datang ke
Singapura karena mereka tak perlu kebingungan untuk datang dan pulang dari
tempat konser karena fasilitas transportasi yang bagus. Mereka tak harus
kelaparan dan kehausan sebab di mana-mana bisa mudah didapatkan tempat makan
dan minum. Fasilitas sanitasi seluruh kota keadaannya prima. Dan, keamanan
sangat terjamin karena nyaris tidak ada pencuri dan pencopet. Perlu cara
pandang berbeda jika ingin menyaingi Singapura. Indonesia Incorporated yang
didengung-dengungkan masih tahap wacana, sementara Singapore Incorporated
setiap saat dijalankan (Yoga)
Ekraf Jadi Sumber Pertumbuhan Baru
Gegap gempita dan gemerlap konser Taylor Swift selama enam
hari di Singapura, 2-9 Maret 2024, baru saja lewat. Sekarang, pemerintah,
penyelenggara, semua pemangku kepentingan terkait, dan berbagai elemen yang
kecipratan manfaat barangkali sedang menghitung jumlah cuan yang masuk. Dari
perspektif ekonomi kreatif (ekraf), sukses kolaborasi berbagai pihak dan aspek dalam
perhelatan itu menjadi bukti dahsyatnya kekuatan ekraf. Dalam penerimaan
pariwisata saja, Singapura diperkirakan meraup 260 juta USD hingga 375 juta USD
atau Rp 4 triliun hingga Rp 5,8 triliun. Event itu juga bisa menjadi benchmark
bagaimana seharusnya menggarap ekonomi kreatif. Ini tidak sebatas pada konser
musik, tetapi untuk semua cabang ekraf.
Untuk Indonesia, Titik tolak yang barangkali bisa menjadi
konsensus bersama sekaligus klise adalah ekraf Indonesia punya potensi besar,
tetapi perkembangannya belum optimal. Berbagai kajian menyimpulkan, peran ekraf
vital sebagai sumber pendapatan, penyerapan tenaga kerja, dan efek pengganda
luas dalam perekonomian suatu negara. Petikan wawancara Kompas dengan
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, di Jakarta, Rabu (6/3) mengungkapkan, ”Swiftonomics”
kini banyak dikaji akademisi dan analis. Salah satu ekonom menyampaikan, dari
setiap konser (Taylor Swift) TS di Singapura, 70 % penonton berasal dari luar
Singapura. Dana yang dihabiskan mulai dari 350 juta USD hingga 500 juta USD. Konon
kabarnya, rahasia ”dapur” mereka, (pemerintah) mendukung 15 juta USD atau Rp
235,8 miliar (kurs Rp 15.723 per USD). Maka, nominal ini sudah kembali dengan
cepat berkali-kali lipat.
Ini sebuah langkah kemampuan yang harus kita miliki, kombinasi
kemampuan menghadirkan venue berskala internasional, menghadirkan kebijakan
yang kondusif, dan dana pendamping yang tersedia. Maka, kita harus mengembangkan
infrastruktur, mempermudah perizinan penyelenggaraan event. Kita harus
kolaborasi dengan stakeholders. Pemerintah harus hadir, harus bisa mendampingi.
Misalnya, nanti Indonesia mendapat kesempatan menghadirkan the next TS, kita
harus mampu menyediakan bukan hanya konser, hotel, produk-produk kuliner, dan
suvenir. Namun, kita juga harus cari produk-produk yang bisa dijual dan unggul
dari Indonesia sebagai adidaya seni dan budaya, ekonomi hijau. Kita harus
mengambil peran yang lebih kuat lagi ke depannya. (Yoga)
Investasi di Jateng Naik, Lapangan Kerja Baru Terus Meningkat
Berbagai upaya Pemprov Jateng dalam menurunkan angka pengangguran layak diapresiasi. Berdasarkan catatan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, nilai investasi di provinsi itu melonjak, selama tahun 2023 mencapai Rp 77,02 triliun. Meningkat dibanding taun 2022 di rp 68,4 triliun. Sektor yang diminati investor diantaranya industri barang dari kulit dan alas kaki, mesin elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, makanan dan jasa.
Pj Gubernur Jateng Nana Sujana mengatakan, sebagai penumpu industri nasional, arah kebijakannya adalah peningkatan produktivitas industri pengolahan, pengembangan industri bahan baku lokal, penguatan rantai pasok antar industri didukung konektivitas dan logistik pendukung, serta penumbuhan Kawasan Peruntukan Industri (KPI ) baru.
Menurut data DPMPTSP Jateng, investasi yang masuk di wilayahnya selama 2023 mampu menyerap 280.643 tenaga kerja, meningkat dibanding 2022 yang menyerap 215.775 tenaga kerja. Tingginya penyerapan tenaga kerja itu disebabkan sektor padat karya masih menjadi unggulan investasi di Jateng. Dampaknya, berdasar data BPS, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jateng tahun 2023 sebesar 5,13 %, lebih kecil dari TPT nasional di 5,32 %. (Yoga)
Bahaya, Salah Sebut Nama Orang di Dalam Perusahaan
Beberapa orangtua belakangan makin rumit dan aneh memilih
nama untuk anaknya. Akibatnya, saat anak itu kelak berada di dunia kerja, orang
sering kali salah mengucapkan nama teman, karyawan, atau atasan di dalam
perusahaan atau sebaliknya. Perusahaan internasional makin sering mengalami
masalah seperti ini karena karyawan berasal dari berbagai bangsa. Salah ucap
nama menjadi urusan panjang di dalam sebuah tim atau organisasi. Dalam jajak pendapat
yang dilakukan oleh Namecoach, sebuah perusahaan yang memfasilitasi pengucapan
nama dengan menggunakan audio secara daring, 38 % responden melaporkan bahwa
nama mereka salah diucapkan di tempat kerja. Sebaliknya, 74 % karyawan
mengatakan, mereka sulit mengucapkan nama orang di tempat kerja. Akibatnya,
beberapa karyawan enggan memperkenalkan, berbicara, atau menelepon rekan kerja
tersebut.
Laporan MIT Sloan Management Review terbaru menyebutkan, meski
salah mengucapkan nama karyawan mungkin tampak tidak berbahaya, hal ini
menimbulkan kerugian yang besar. Pengucapan nama yang benar adalah praktik yang
sering diabaikan. Padahal, pengucapan nama yang benar akan mendorong inklusi
dan rasa memiliki di tempat kerja, yang mungkin sangat relevan bagi karyawan
internasional. Penelitian menunjukkan, pengucapan nama yang tepat meningkatkan
rasa memiliki dan keamanan psikologis. Dalam konteks tim, pengucapan yang benar
mendorong pembentukan, pengembangan, dan kohesi tim. Ketika perusahaan makin
mengglobal. para pemimpin serta pemikir modern merencanakan cara-cara inovatif
untuk menghilangkan masalah segregasi etnis dan olok-olok soal nama. Persoalan
ini serius karena kesalahan nama mengurangi inklusivitas dan mengurangi rasa
memiliki di dalam perusahaan. (Yoga)
Ramadhan dan Ekonomi Pisang
Ramadhan tiba. Di Indonesia, pisang bakal menjadi salah satu
teman sahur atau berbuka puasa. Di balik itu, pisang turut menjadi penggerak
ekonomi dunia. Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) bahkan menyebut pisang
sebagai tanaman pangan terpenting keempat di dunia setelah gandum, padi, dan
jagung. Kala Ramadhan, pisang beserta produk-produk olahannya semakin banyak diperjual
belikan. Para pedagang musiman turut bersanding dengan para pedagang regular menjajakan
aneka jajanan pisang, antara lain pisang goreng, kolak pisang, es pisang ijo,
dan pisang molen. Ramadhan juga menjadi momentum untuk mengenal aneka sajian
pisang dari banyak daerah di Indonesia. Sumbar dan Sumut mempunyai cekodok, sedangkan
Makassar terkenal dengan es pallu butung, pisang epe, dan barongko.
Lampung dan Sulawesi masing-masing memiliki geguduh pisang
dan sanggara talemme. Adapun Surakarta dan Gresik masing-masing mempunyai
carang gesing dan bongko kopyor. Satu produk pisang goring bahkan memiliki
berbagai sebutan atau nama khas di sejumlah daerah di Indonesia, yang muncul
karena ada perbedaan bentuk, cara mengolah, dan makan, meskipun sama-sama
digoreng. Pisang goreng di Pontianak dan Pekanbaru disebut sebagai pisang
goreng kipas karena bentuknya seperti kipas. Di Banjar, Banten, dikenal pisang
goreng telanjang karena digoreng tanpa tepung dan dicampur mentega. Sementara
pisang goring khas masyarakat Bugis di Kalimantan dikenal sebagai sanggara
pepe. Pisang yang ditumbuk pipih sebelum digoreng ini disantap menggunakan
sambal.
Pisang goreng serupa juga ada di Manado. Pisang goreng ter- sebut
disantap menggunakan sambal roa. Tidak heran jika Taste Atlas, laman panduan
wisata dan kuliner dunia, menempatkan pisang goreng Indonesia sebagai camilan
penutup makan terbaik dunia pada 2023, menempati peringkat pertama di antara 50
camilan dari 40 negara. BPS juga menyebutkan, pada 2022, nilai ekspor pisang di
Indonesia mencapai 8,7 juta USD, meningkat 42,81 % dari tahun sebelumnya. Di
tengah berbagai tantangan, Indonesia tidak hanya membidik pasar pisang dalam negeri,
tetapi juga pasar luar negeri. Bahkan, salah satu provinsi di Indonesia, yakni Sulsel,
menjadikan pisang sebagai salah satu solusi mengatasi kemiskinan dan
pengangguran. (Yoga)
Momentum Lebaran Dongkrak Pembiayaan Kendaraan Bermotor
Berdasarkan tren sebelumnya, peningkatan penyaluran
pembiayaan kendaraan akan dimulai sebulan sebelum Idul Fitri atau pada bulan
suci Ramadhan. Dirut PT BCA Finance Roni Haslim mengatakan, tren pembiayaan
menjelang Lebaran atau saat bulan Ramadhan biasanya akan naik. Peningkatan
pembiayaan tersebut sekaligus menjadi yang tertinggi sepanjang tahun. ”Setiap
tahun memang momentum Lebaran akan mengangkat penjualan mobil, baik baru maupun
bekas. Kita semua mengharapkan tahun ini juga akan demikian,” katanya saat dihubungi
dari Jakarta, Selasa (12/3). Roni menyebut, pembiayaan baru (new booking) pada
Maret 2024 ditargetkan mampu mencapai Rp 4 triliun atau cenderung sama dengan
torehan pada Maret 2023. Strategi yang dilakukan agar target tersebut tercapai
antara lain menurunkan bunga pinjaman pembiayaan mobil bekas serta menerapkan
bunga 6 % secara tetap (flat) untuk mobil keluaran tahun baru bertipe fast moving.
Secara keseluruhan, BCA Finance pada 2023 telah membukukan
pembiayaan baru sebesar Rp 40,6 triliun atau tumbuh 22,4 % dibanding tahun 2022.
Pada 2024, BCA Finance memasang target penyaluran kredit kendaraan bermotor
sebesar Rp 43 triliun atau tumbuh 7,5 % dibanding capaian 2023. Direktur Bisnis
PT BFI Finance Indonesia Tbk Sutadi menyampaikan, pihaknya memiliki dua jenis
pembiayaan, yakni pembiayaan beragun tidak langsung dengan manfaat berupa dana
multiguna dan pembiayaan beragun langsung dengan manfaat berupa kendaraan yang
diinginkan konsumen. Kedua jenis pembiayaan tersebut mensyaratkan buku pemilik
kendaraan bermotor (BPKB) sebagai jaminannya. ”Kedua produk kami diprediksi
mengalami kenaikan karena adanya kebutuhan masyarakat. Dengan adanya kepastian investasi
dan ekonomi pasca-pemilu, pergerakan ekonomi masyarakat akan kembali menggeliat,
khususnya di sektor usaha. Sementara untuk produk kepemilikan kendaraan juga meningkat
karena digunakan sebagai fasilitas untuk kebutuhan hari raya dan seterusnya,” ujarnya
secara tertulis. (Yoga)
Belanja Busana pada Bulan Puasa
Relaksasi Harga Beras Bisa Kerek Pendapatan Petani
Petani di Jatim menyambut positif kebijakan pemerintah
merelaksasi harga eceran tertinggi (HET) beras premium dari Rp 13.900 per kg
menjadi Rp 14.900 per kg. Beleid itu diharapkan mengerek harga gabah sehingga harganya
tetap tinggi menjelang panen raya di awal tahun ini. Wakil Ketua Kontak Tani
Nelayan Andalan Jatim Suharno mengatakan, rata-rata hasil panen petani padi tahun
ini turun menjadi 4-5 ton per hektar. Hasil panen itu jauh lebih rendah
dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 6-7 ton per hektar. Pemicunya
adalah mahalnya komponen biaya produksi, terutama pupuk yang harganya beberapa kali
lipat lebih tinggi karena ketiadaan pupuk bersubsidi. Dampaknya, kebutuhan
pupuk sesuai komposisi pemupukan berimbang tak terpenuhi.
”Karena kekurangan pupuk, tanaman tidak bisa tumbuh dan berkembang
secara maksimal sehingga produksi padinya juga kurang bagus. Sekarang petani hanya
dapat 4-5 ton gabah kering panen per hektar,” ujar Suharno, Selasa (12/3). Pemerintah
merelaksasi harga eceran tertinggi (HET) beras premium yang menyasar delapan
wilayah di Indonesia. HET disesuaikan dengan kenaikan Rp 1.000 per kg dari sebelumnya
sehingga untuk Pulau Jawa, Lampung, dan Sumsel, HET harga beras premium menjadi
Rp 14.900 per kg, naik dari sebelumnya Rp 13.900 per kg. Kebijakan berlaku pada
10-23 Maret 2024 atau selama dua pekan. Petani berharap kenaikan HET beras
premium akan mengerek harga gabah. Setidaknya, penurunan harga gabah pada panen
saat ini tidak terlalu tajam sehingga harga yang diterima petani tetap tinggi,
yakni Rp 7.000 per kg kering panen. (Yoga)
Teknologi Efisienkan Budidaya Perikanan di Maluku
Teknologi digital dinilai mampu mengefisienkan produksi
sektor perikanan budidaya. Pemilihan lokasi dan pemberian pakan berlebih
menjadi permasalahan utamanya. Namun, sektor ini berpotensi tumbuh dengan bantuan
teknologi digital. Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon Sarwono
menjelaskan, potensi perikanan budidaya di Maluku, khususnya Ambon, masih terbuka
lebar. Minat masyarakat mulai meningkat. Namun, mayoritas masyarakat masih
memilih bidang perikanan tangkap karena faktor kebiasaan dan teknik budidaya yang
dinilai sulit. Budidaya ikan yang dilakukan di Maluku pun masih didominasi di
air laut. Padahal, khusus di Ambon, potensi budidaya ikan air tawar relatif
besar. Total potensi lahan budidaya air tawar mencapai 17 hektar. Namun, luas
lahan yang dimanfaatkan kurang dari 10 %. Teknologi di sektor budidaya, sudah
berkembang sehingga budidaya ikan seharusnya menjadi lebih mudah.
Teknologi membantu digitalisasi rantai produksi, mulai dari
pemilihan lokasi budidaya menggunakan satelit, penghitungan benih yang ditebar,
serta pemberian pakan otomatis. Optimalisasi produksi penting agar ukuran ikan
seragam. Keseragaman hasil produksi membantu pembudidaya memasarkan produknya
di pasar. ”Kerja sama dengan pihak swasta pengembang teknologi budidaya perlu
ditingkatkan, sementara BPBL fokus mengembangkan benihnya. Rantai produksi yang
efisien membuat harga ikan juga bisa lebih optimal sehingga menguntungkan konsumen
dan produsen,” kata Sarwono di Ambon, Maluku, Selasa (12/3). Vice President
Public Affairs eFishery Muhammad Chairil mengatakan, teknologi di bidang
budidaya yang dimiliki perusahaannya mencoba menjawab permasalahan-permasalahan
tersebut. ”Pembudidaya di Ambon belum ada yang menggunakan teknologi ini. Kami
berharap digitalisasi ini bisa masuk dan membantu,” ujarnya. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









