;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

Roda Ekonomi Si Lajang

16 Mar 2024

Banyaknya warga Di China pada medio 2017 yang memutuskan hidup sendiri dituding menghambat pertumbuhan ekonomi. Mereka bahkan dianggap lebih malas bekerja karena tidak punya motivasi untuk menghidupi keluarga dan membesarkan anak. Rama (32), pekerja swasta asal Jakarta, pernah memasang target ingin menikah di usia 27 tahun. Namun, setelah ayahnya meninggal pada tahun 2014, rencana hidup Rama berubah. Kini, Rama masih hidup lajang dan santai. ”Sepertinya gue single itu lebih karena faktor mental. Gue merasa bokap pergi terlalu cepat dan gue harus menggantikan posisinya di rumah. Sekarang jadi lebih pengin habisin waktu sama nyokap dulu mumpung masih bisa bareng,” ujarnya, Kamis (14/3). Sebagai pria lajang, Rama merasa pengeluarannya terhitung tinggi.

Dalam sebulan, ia menghabiskan Rp 8 juta-Rp 10 juta hanya untuk diri sendiri, seperti memenuhi hobi, bergaul, serta merawat dan membahagiakan diri sendiri (self-care). Ia juga mengeluarkan uang untuk keperluan rutin, seperti membayar tagihan listrik, air, dan internet. Meski tidak menikah, ia juga punya tanggungan tidak langsung karena mesti membantu menghidupi saudaranya. Gabriella Tessa (34) yang masih lajang karena pertimbangan mental dan finansial merasa pengeluarannya terhitung banyak. Tidak hanya menghidupi diri sendiri, ia juga membiayai perawatan ayahnya yang sakit dan membayar berbagai kebutuhan rutin keluarganya. ”Kayaknya kalau jomblo itu konsumsinya sedikit, tidak juga, ya. Generasi sekarang bukannya banyak yang hedon? Justru karena single, semakin banyak duit dihabiskan untuk kesenangan pribadi. Jadi, konsumsinya enggak kalah banyak sama yang berkeluarga,” ujarnya.

Seseorang yang lajang, bisa terimpit keharusan menjadi tulang punggung keluarga, alias generasi sandwich, yang kini tidak memandang status marital. Meski tanpa tanggungan resmi, belanjanya dapat menyerupai mereka yang sudah berkeluarga karena mesti menghidupi anggota keluarga yang lain. Di sisi lain, kesadaran untuk lebih merawat diri, menyenangkan diri, dan menikmati hidup yang hanya sekali juga mendorong budaya konsumtif yang masif di kalangan penduduk lajang. Apalagi, jika mereka memang sanggup secara finansial. Tren melajang justru kini membuka peluang ekonomi baru yang menyasar konsumen single. Mengutip kajian McKinsey Global Institute pada 2021, ada tren kebangkitan ekonomi lajang (solo economy) secara global dengan ceruk pasar menggiurkan, terutama di sektor hiburan, perawatan diri, horeka (hotel, restoran, dan kafe), serta turisme.

Di Jepang, misalnya, tempat karaoke untuk satu orang dan restoran barbeku dengan satu kursi dan satu alat pemanggang muncul di mana-mana. Di China, penjualan produk rumah tangga berukuran kecil dan ringkas serta robot pembersih bagi rumah tangga lajang naik berkali-kali lipat. Kaum single yang awalnya dicela karena dianggap minim kontribusi mulai bangkit menjadi kekuatan ekonomi baru yang menggerakkan konsumsi. Akan tetapi, untuk jangka panjang, hidup menjomblo bukannya tanpa konsekuensi. Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEB UI (LPEM FEB UI) Teuku Riefky mengatakan, bangkitnya populasi lajang bisa menghambat pertumbuhan penduduk baru dan mengubah struktur demografi. Dampaknya, potensi produktivitas dan suplai tenaga kerja di masa depan bisa semakin rendah. (Yoga)

Dongkrak Minat Warga Naik Angkutan Umum

16 Mar 2024

Minat masyarakat menggunakan transportasi umum masih minim. Hal ini tak lepas dari moda transportasi yang belum terintegrasi, terutama antara DKI Jakarta dan daerah satelit lainnya. Berbagai upaya dilakukan guna meningkatkan minat warga Jakarta untuk beralih dari kendaraan bermotor ke moda transportasi umum. Ahmad Nasrun (28), warga Kota Tangerang, terbiasa menggunakan kendaraan pribadi dari tempat tinggalnya di Kota Tangerang menuju Jakbar. ”Dalam keseharian, saya lebih memilih menggunakan motor daripada angkutan umum,” ujar Ahmad, Jumat (15/3) karena pekerjaannya di bidang pemasaran menuntutnya menjelajahi Jakarta. ”Jika dihitung, masih lebih hemat menggunakan sepeda motor,” ujarnya.

Begitu juga Muhammad Husein (30) yang memilih menggunakan sepeda motor dibanding kendaraan umum, karena dia harus memboncengkan sang istri yang juga berkantor di lokasi sejalur dengan kantornya. Selain itu, dia juga tak terbiasa dengan kondisi KRL yang berdesakan di jam padat. Apalagi ketepatan waktu angkutan umum di Jakarta masih sulit diprediksi. Berdasarkan data Dishub DKI Jakarta, penggunaan sepeda motor masih mendominasi. Dari 88 juta perjalanan per hari, penggunaan sepeda motor mencapai 68,3 %. Adapun pengguna kendaraan umum hanya 18,45 %. Ketimpangan ini membuat permasalahan lalu lintas, terutama kemacetan, masih terjadi.

Kepala Pusat Data Informasi Perhubungan Dishub DKI Jakarta Susilo Dewanto memaparkan, berdasarkan Perda DKI Jakarta No 5 Tahun 2014 Pasal 8, untuk mewujudkan sistem transportasi yang efektif, efisien, lancar, dan terintegrasi harus memenuhi target 60 % perjalanan penduduk menggunakan kendaraan umum. Namun, dalam pelaksanaannya, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, seperti permukiman penduduk dan antarmoda angkutan massal yang belum terintegrasi. Pemerintah terus berupaya meningkatkan cakupan angkutan umum, dengan meningkatkan jumlah angkutan umum.

Ia mencontohkan   total bus Transjakarta kini 4.543 unit. Jumlah subsidi pelayanan Transjakarta bertambah dari Rp 663 miliar (2015) menjadi Rp 3,2 triliun (2023). Menurut Kadis Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi, pemerintah melakukan pembatasan kendaraan bermotor yang diimplementasikan dalam bentuk ganjil genap. Beragam upaya untuk mendongkrak minat masyarakat menggunakan angkutan umum harus dilakukan cermat dan cepat. Harapannya, mobilitas warga tidak terganggu akibat gagalnya sistem angkutan di Jakarta. Untuk mewujudkannya, butuh peran semua (Yoga)

Investasi Hijau, Cari Cuan Sambil Jaga Bumi

16 Mar 2024

Masyarakat dapat mengambil bagian dalam menjaga keberlangsungan bumi dengan menjadi investor di produk dan layanan keuangan kategori investasi hijau. Secara sederhana, investasi hijau berarti investasi yang tidak hanya fokus pada potensi untung yang dapat diperoleh, tetapi juga memperhatikan aspek-aspek lingkungan (environment), sosial (social), dan tata kelola yang baik (governance). Instrumen investasi hijau yang ditawarkan pun sangat beragam sehingga pilihan investasi dapat disesuaikan dengan tujuan dan jangka waktu investasi serta profil risiko yang dimiliki. Dengan demikian, investasi yang dilakukan dapat mempercepat tercapainya tujuan keuangan yang sudah ditetapkan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan, antara lain: 1. Pahami instrumen investasi pada investasi hijau. Instrumen investasi yang dapat dikategorikan sebagai investasi hijau sangat beragam, seperti sukuk ritel hijau, saham, dan reksa dana. Investor dapat melihat saham dan reksa dana yang tergolong saham hijau di Indeks Enviromental, Social and Governance (ESG) Leaders, yang mengukur kinerja saham yang memiliki penilaian ESG baik dan tidak terlibat pada kontroversi secara signifikan serta kinerja keuangan yang baik.

2. Sesuaikan pilihan produk dengan tujuan investasi dan profil risiko Untuk investor dengan profil risiko konservatif, obligasi menjadi pilihan yang sesuai. Jika profil risiko moderat, dapat berinvestasi di reksa dana, sedang untuk profil risiko agresif, saham menjadi instrumen yang tepat. 3. Investasi jangka panjang, untuk perencanaan masa depan, bahkan masa pensiun, dengan baik. 4. Cek portofolio secara berkala untuk memaksimalkan keuntungan dari investasi. 5. Lakukan diversifikasi dan disiplin berinvestasi untuk meminimalkan risiko investasi, Sisihkan dana untuk investasi di awal, bukan sisa dari pendapatan. Lakukan investasi secara berkala. (Yoga)

Pelemahan Ekspor Berlanjut, Surplus Dagang Menipis

16 Mar 2024

Tren pelemahan ekspor masih berlanjut memasuki Februari 2024. Pada bulan lalu ekspor turun 9,45 % secara tahunan (year on year/yoy) menjadi USD 19,3 miliar dari USD 21,3 miliar dan 5,79 % secara bulanan (month to month/mtm) dari USD 20,49 miliar. Akumulasi surplus neraca perdagangan pun menipis, turun menjadi hanya USD 2,9 miliar dari tahun lalu di USD 36,9 miliar.

Per Februari 2024, akumulasi ekspor turun 8,8 % menjadi USD 39,8 miliar, dibanding periode sama tahun lalu USD 43,65 miliar. Plt Kepala BPS Amalia Adminggar Widyasanti mengatakan, penurunan ekspor secara bulanan disebabkan kemerosotan pengapalan produk manufaktur. Februari 2024, ekspor manufaktur turun 9,22 % secara bulanan menjadi USD 13,64 miliar dari USD 15 miliar. (Yetede)

INVESTASI KONTRAK BERJANGKA SAHAM : Mendulang Cuan Lewat SSF

16 Mar 2024

Investor diyakini masih bisa mendulang cuan lewat instrumen investasi kontrak berjangka saham (Single Stock Futures/SSF) meskipun indeks harga saham gabungan (IHSG) sedang lesu atau bearish. Setidaknya, ada lima saham yang menjadi underlying dari SSF yang akan diluncurkan dalam waktu dekat, yaitu PT Astra International Tbk. (ASII), PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI). “Ini adalah salah satu produk atau instrumen yang bisa digunakan oleh investor untuk bisa mendapatkan keuntungan, baik pada saat market sedang bullish maupun sedang bearish,” kata Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik dalam Seminar Edukasi BEI, Jumat (15/3). Menurutnya, seiring dengan Single Stock Futures, BEI memberi kesempatan bagi para investor untuk bisa menerapkan strategi baru dalam bertransaksi saham-saham yang ada di Indeks LQ45 dengan inisial modal yang jauh lebih ringan, serendah-rendahnya 4%. Adapun, Kepala Divisi Pengembangan Bisnis 1 BEI Firza Rizqi Putra mengatakan alasan pemilihan kelima saham tersebut sudah sesuai dengan usulan dan surat keputusan Bursa yang akan segera dikeluarkan dalam waktu dekat, bahwa underlying Single Stock Futures adalah saham-saham Indeks LQ45. “Saham BBRI, BBCA, MDKA, TLKM, dan ASII ini memang yang kami keluarkan, kami menentukan beberapa pertimbangan, di antaranya likuiditas, fundamental, volatilitas, dan juga representatif dari market cap LQ45 ataupun IDX30,” jelas Firza. Lebih lanjut dia mengatakan, untuk tahun ini BEI hanya mengeluarkan 5 saham tersebut sebagai underlying SSF, tetapi ke depan tidak menutup kemungkinan seluruh saham konstituen LQ45 akan dikeluarkan secara bertahap dari underlying SSF.

Momentum Evaluasi Layanan Transportasi

16 Mar 2024

Kasus mengenai pilot dan kopilot yang tertidur bersamaan selama 28 menit ketika bertugas dalam sebuah penerbangan aktif layak menjadi perhatian. Insiden ini menyisakan berbagai macam tanda tanya sekaligus kekhawatiran, khususnya bagi masyarakat pengguna penerbangan maupun pengguna transportasi umum lainnya. Apalagi hal ini mengemuka menjelang puncak penggunaan transportasi publik pada masa mudik Lebaran dan arus balik beberapa pekan yang akan datang. Kasus ini mula-mula terungkap ke publik dari laporan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Komite yang menangani keselamatan transportasi itu menerbitkan laporan tentang adanya pilot dan kopilot sebuah maskapai penerbangan yang tertidur dalam penerbangan dari Kendari ke Jakarta. Pesawat sempat melenceng jauh dari jalur yang seharusnya. Berdasarkan dokumen KNKT Safety Recommendation Number 04.O-2024-02.01 and 04.O-2024-02.02, komite tersebut melaporkan investigasi atas insiden yang terjadi pada Kamis (25/1). Dokumen penyelidikan itu ditandatangani oleh Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono tertanggal 27 Februari 2024. Kementerian Perhubungan selaku regulator telah merespons insiden ini. Kemenhub menyatakan memberikan teguran keras kepada maskapai penerbangan terkait. Selain itu, Kemenhub juga menyatakan akan melakukan investigasi secara khusus terkait kasus ini. Menurut Kemenhub, kru pada penerbangan bernomor BTK6723 itu juga telah di-grounded sesuai SOP internal untuk investigasi lebih lanjut. Regulator menyatakan maskapai perlu memperhatikan waktu dan kualitas istirahat pilot dan awak pesawat lainnya, yang mempengaruhi kewaspadaan dalam penerbangan. Pengamat menyatakan pilot tidur dalam penerbangan jarak jauh adalah biasa, akan tetapi tidak lazim pada penerbangan jarak kurang dari 4 jam, apalagi pilot dan kopilot tidur bersamaan ketika bertugas. Apakah ini semata-mata kelalaian individu, atau ada kaitan dengan prosedur kerja, beban kerja, maupun tata kelola sumber daya manusia yang perlu dikaji ulang oleh maskapai penerbangan. Dengan demikian, kasus serupa tidak dapat terulang kembali. Untunglah bahwa kali ini tidak sampai ada korban maupun kerusakan dalam insiden tersebut. Dunia penerbangan termasuk bidang yang memiliki aturan-aturan yang relatif lebih ketat dibandingkan bidang lain seperti transportasi darat semacam bus atau travel.

LAMPU KUNING NERACA DAGANG

16 Mar 2024

Para pelaku usaha menantikan upaya konkret pemerintah dalam merespons data neraca perdagangan terbaru yang terus menunjukkan penurunan surplus sejak 2023. Beberapa upaya yang dapat dilakukan di antaranya adalah perluasan negara tujuan ekspor dan penguatan konsumsi domestik. Kemarin, Jumat (15/3), Badan Pusat Statistik (BPS) merilis surplus neraca perdagangan yang kian mini dan tinggal menyisakan US$0,87 miliar. Pada saat bersamaan, importasi bahan baku/penolong yang memotret aktivitas manufaktur nasional turut menyusut, sedangkan importasi barang konsumsi menanjak. Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar, mengatakan surplus neraca perdagangan memang masih berlanjut selama 46 bulan berturut-turut atau sejak Mei 2020. Akan tetapi, pemangku kebijakan patut mewaspadai adanya risiko neraca perdagangan yang mengarah ke zona defisit mengingat tren penurunan surplus terus berlanjut. Dia menambahkan, lesunya ekspor disebabkan adanya pelemahan permintaan dari dua kelompok yakni komoditas sumber daya alam (SDA) termasuk migas, serta kelompok nonmigas. Berpijak pada data ini, kalangan pelaku usaha pun menyarankan kepada pemerintah untuk melakukan perluasan ekspor terutama ke negara-negara yang secara ekonomi lebih solid. Tujuannya agar perluasan ekspor mampu menjadi andalan baru di tengah turunnya permintaan dari negara-negara tradisional yang masih terjabak dalam inflasi, seperti China dan Amerika Serikat (AS). Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno mengatakan bahwa kinerja ekspor menghadapi hantaman ganda yang berasal dari turunnya kinerja dagang komoditas SDA serta penurunan permintaan dari pasar global yang dibarengi dengan gangguan logistik akibat perang di Laut Merah serta konflik geopolitik yang menekan neraca perdagangan. 

Selain fiskal, dari sisi moneter pebisnis di Tanah Air juga meminta adanya relaksasi suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang saat ini masih cukup tinggi, yakni 6%. Tingginya suku bunga acuan tersebut menghambat ekspansi bisnis pelaku usaha karena biaya untuk mengakses pinjaman makin mahal. “Dari sisi moneter, pengusaha mengharapkan adanya penurunan suku bunga pinjaman,” ujarnya. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Kemaritiman, Investasi, dan Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Shinta W. Kamdani menambahkan pemerintah juga perlu menyegarkan perjanjian dagang dengan para negara mitra. Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan Indonesia telah melakukan Penandatanganan Peluncuran Perundingan Indonesia-Sri Lanka Preferential Trade Agreement (ISL-PTA). Sementara itu, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian juga melakukan aksi serupa dengan menegosiasikan kemudahan lalu lintas ekspor dengan Brunei Darussalam, Malaysia, dan Filipina. Deputi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Per­ekonomian Edi Prio Pambudi, mengatakan salah satu isu yang tengah dibahas adalah kemudahan pelayanan pabean, imigrasi, serta karantina dan keamanan. Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, saat ditemui Bisnis tidak bersedia memberikan komentar soal strategi fiskal untuk memacu ekspor, termasuk penguatan konsumsi domestik yang diharapkan menjadi penopang di tengah melambatnya perdagangan global. Ekonom Bank Danamon Irman Faiz, memprediksi secara siklus, impor memang meningkat menjelang Ramadan dan Idulfitri terutama barang konsumsi.

Bonanza Saham Para Bankir Tajir

16 Mar 2024

Musim pembagian dividen akan semakin menambah pundi-pundi para bankir yang selama ini banyak mengempit saham perusahaan yang mereka pimpin. Belum lagi, bonus dan tantiem mereka juga naik seiring pertumbuhan kinerja tahun 2023. Berdasarkan riset KONTAN, dari 10 bankir yang mendulang cuan paling besar dari kepemilikan saham bank yang mereka pimpin, kebanyakan berasal dari Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan Bank Mandiri Tbk (BMRI). Hanya, ada satu bankir bank lain yang nyempil di daftar tersebut, yakni Arief Harris Tanjung, Direktur Utama Bank Jago Tbk (ARTO). Bankir BBCA menempati posisi tiga teratas daftar tersebut. Bankir paling tajir adalah Presiden Komisaris BBCA Djohan Emir Setijoso. Berdasarkan harga penutupan BCA, kemarin, total nilai kekayaaan Djohan dari kepemilikan saham BBCA mencapai sekitar Rp 1,08 triliun.Dari dividen, ia meraup pendapatan Rp 28,78 miliar. Sedangkan rata-rata bonus dan tantiem yang dikantongi direksi dan komisaris BBCA di 2023 sekitar Rp 38,8 miliar. Presiden Direktur BBCA Jahja Setiaatmadja berada di urutan kedua. Nilai kekayaan Jahja pada saham mencapai sekitar Rp 333,1 miliar.

Nilai itu berasal dari kepemilikan 32,81 juta saham BBCA. Dari dividen BBCA, ia memperoleh cuan sebesar Rp 8,86 miliar. Jahja belum memiliki rencana untuk melakukan profit taking atas kepemilikan sahamnya. Info saja, harga saham BBCA sudah naik 7,98% sepanjang tahun berjalan. Kemarin, harganya bertengger di level Rp 10.150 per saham. Di urutan ketiga ada Subur Tan selaku Direktur BBCA. Ia memiliki kekayaan Rp 105 miliar dengan mengempit 10,35 juta saham BBCA. Kekayaannya dari setoran dividen Rp 2,79 miliar sera bonus dan tantiem sekitar Rp 38,8 miliar. Sementara itu, Alexandra Askandar jadi bankir bank pelat merah paling kaya dari kepemilikan saham bank tempat ia bekerja. Ia tercatat paling banyak menggenggam saham BMRI dibanding dengan pengurus BMRI lainnya, mencapai 9,24 juta unit saham. Pengamat Pasar Modal Budi Frensidy menilai, sejatinya para bankir tidak wajib mempunyai saham dari perusahaan tempat mereka bekerja. Kalau punya, mereka punya hak sama seperti pemegang saham lainnya, yaitu menerima dividen, menikmati capital gain, serta profit taking. Senior Faculty LPPI Moch Amin Nurdin menilai, hal wajar jika jajaran direksi maupun komisaris bank memiliki kekayaan dari kepemilikan saham pada bank yang mereka pimpin.

Lonjakan Nilai Impor Gerus Surplus Dagang

16 Mar 2024
Lonjakan impor menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2024, membuat surplus neraca perdagangan Indonesia menyusut drastis. Tapi, lonjakan impor kemungkinan tidak bakal berlanjut, alias hanya sementara. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai impor negara kita pada Februari 2024 mencapai US$ 18,44 miliar. Meski turun tipis 0,29% month to month (mtm), angka ini melonjak signifikan 15,84% secara year on year (yoy). Impor barang konsumsi mengalami peningkatan yang sangat signifikan, sebesar 36,49% yoy menjadi US$ 1,86 miliar di Februari 2024. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar menyebutkan, lonjakan impor barang konsumsi terutama terjadi pada serealia (HS 10) yang melesat 164,60% yoy. Hal ini terkait upaya menjaga pasokan di dalam negeri. Selain itu, impor beras juga melejit. Volume impor beras periode Januari-Februari 2024 naik 93% yoy. Sementara nilai impor beras periode tersebut melonjak 148,63% yoy. Tak hanya barang konsumsi, BPS mencatat, impor barang modal tumbuh 18,52% yoy dan impor bahan baku/penolong tumbuh 12,82% yoy. "Bahan baku penolong menyumbang setidaknya 72,41% dari total impor pada Februari 2024," tambah Amalia. Di sisi lain, nilai ekspor Februari 2024 tercatat US$ 19,31 miliar. Kinerja ekspor bulan lalu turun 5,79% mtm dan melorot 9,45% yoy. Secara bulanan, penurunan ekspor terjadi di sektor migas dan nonmigas. Perinciannya, ekspor migas turun 12,93% dan nonmigas terkoreksi 5,27% mtm. Alhasil, surplus neraca perdagangan Indonesia di Februari 2024 tercatat hanya sebesar US$ 0,87 miliar. Angka ini menyusut dari surplus di bulan sebelumnya yang mencapai US$ 2,02 miliar.

Tak Mudah Bayar Utang Rafaksi Pakai Potong Pajak

16 Mar 2024
Proses pembayaran utang rafaksi minyak goreng oleh pemerintah kepada pengusaha, masih belum ada kejelasan. Pasalnya, Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) sempat mengusulkan, agar ada pemangkasan pajak bagi perusahaan yang terdaftar dalam kebijakan minyak goreng satu harga sebagai solusi dari pembayaran utang rafaksi yang macet tersebut. Hanya, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey menegaskan, usulan GIMNI tersebut adalah langkah yang panjang. Sebab, untuk kebijakan pemotongan pajak, ada di bawah tanggungjawab Kementerian Keuangan (Kemenkeu). "Ya, kami melihat bahwa itu (pemangkasan pajak) tidak mudah. Karena pemotongan pajak itu, kan, ada di bawah Kemenkeu," ungkapnya kepada KONTAN, Jumat (15/3). Roy malah mempertanyakan sikap Kemenkeu, apakah akan membuka tangan untuk permasalahan rafaksi minyak goreng ini. Soalnya, alokasi selisih harga ini ada di ranah Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), jadi bukan dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).