;

Teknologi Efisienkan Budidaya Perikanan di Maluku

Teknologi Yoga 13 Mar 2024 Kompas
Teknologi Efisienkan Budidaya Perikanan di Maluku

Teknologi digital dinilai mampu mengefisienkan produksi sektor perikanan budidaya. Pemilihan lokasi dan pemberian pakan berlebih menjadi permasalahan utamanya. Namun, sektor ini berpotensi tumbuh dengan bantuan teknologi digital. Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon Sarwono menjelaskan, potensi perikanan budidaya di Maluku, khususnya Ambon, masih terbuka lebar. Minat masyarakat mulai meningkat. Namun, mayoritas masyarakat masih memilih bidang perikanan tangkap karena faktor kebiasaan dan teknik budidaya yang dinilai sulit. Budidaya ikan yang dilakukan di Maluku pun masih didominasi di air laut. Padahal, khusus di Ambon, potensi budidaya ikan air tawar relatif besar. Total potensi lahan budidaya air tawar mencapai 17 hektar. Namun, luas lahan yang dimanfaatkan kurang dari 10 %. Teknologi di sektor budidaya, sudah berkembang sehingga budidaya ikan seharusnya menjadi lebih mudah.

Teknologi membantu digitalisasi rantai produksi, mulai dari pemilihan lokasi budidaya menggunakan satelit, penghitungan benih yang ditebar, serta pemberian pakan otomatis. Optimalisasi produksi penting agar ukuran ikan seragam. Keseragaman hasil produksi membantu pembudidaya memasarkan produknya di pasar. ”Kerja sama dengan pihak swasta pengembang teknologi budidaya perlu ditingkatkan, sementara BPBL fokus mengembangkan benihnya. Rantai produksi yang efisien membuat harga ikan juga bisa lebih optimal sehingga menguntungkan konsumen dan produsen,” kata Sarwono di Ambon, Maluku, Selasa (12/3). Vice President Public Affairs eFishery Muhammad Chairil mengatakan, teknologi di bidang budidaya yang dimiliki perusahaannya mencoba menjawab permasalahan-permasalahan tersebut. ”Pembudidaya di Ambon belum ada yang menggunakan teknologi ini. Kami berharap digitalisasi ini bisa masuk dan membantu,” ujarnya. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :