Bahaya, Salah Sebut Nama Orang di Dalam Perusahaan
Beberapa orangtua belakangan makin rumit dan aneh memilih
nama untuk anaknya. Akibatnya, saat anak itu kelak berada di dunia kerja, orang
sering kali salah mengucapkan nama teman, karyawan, atau atasan di dalam
perusahaan atau sebaliknya. Perusahaan internasional makin sering mengalami
masalah seperti ini karena karyawan berasal dari berbagai bangsa. Salah ucap
nama menjadi urusan panjang di dalam sebuah tim atau organisasi. Dalam jajak pendapat
yang dilakukan oleh Namecoach, sebuah perusahaan yang memfasilitasi pengucapan
nama dengan menggunakan audio secara daring, 38 % responden melaporkan bahwa
nama mereka salah diucapkan di tempat kerja. Sebaliknya, 74 % karyawan
mengatakan, mereka sulit mengucapkan nama orang di tempat kerja. Akibatnya,
beberapa karyawan enggan memperkenalkan, berbicara, atau menelepon rekan kerja
tersebut.
Laporan MIT Sloan Management Review terbaru menyebutkan, meski
salah mengucapkan nama karyawan mungkin tampak tidak berbahaya, hal ini
menimbulkan kerugian yang besar. Pengucapan nama yang benar adalah praktik yang
sering diabaikan. Padahal, pengucapan nama yang benar akan mendorong inklusi
dan rasa memiliki di tempat kerja, yang mungkin sangat relevan bagi karyawan
internasional. Penelitian menunjukkan, pengucapan nama yang tepat meningkatkan
rasa memiliki dan keamanan psikologis. Dalam konteks tim, pengucapan yang benar
mendorong pembentukan, pengembangan, dan kohesi tim. Ketika perusahaan makin
mengglobal. para pemimpin serta pemikir modern merencanakan cara-cara inovatif
untuk menghilangkan masalah segregasi etnis dan olok-olok soal nama. Persoalan
ini serius karena kesalahan nama mengurangi inklusivitas dan mengurangi rasa
memiliki di dalam perusahaan. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023