INVESTASI FIKTIF : KPK Segera Panggil Saksi Kasus Taspen
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menaikkan status perkara dugaan korupsi investasi fiktif PT Taspen (Persero) ke tahap penyidikan. Selanjutnya dilakukan pemanggilan saksi untuk diperiksa oleh penyidik lembaga antirasuah tersebut. Tim KPK sudah melakukan upaya pencegahan ke luar negeri terhadap dua orang, termasuk melakukan penggeledahan di beberapa lokasi, di antaranya di kantor Taspen. “Tentu pemeriksaan saksi-saksi yang akan menjadi prioritas lebih dahulu dalam rangka melengkapi alat bukti,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan melalui pesan singkat, Senin (11/3).
Pada perkembangan sebelumnya, penyidik KPK telah menemukan sejumlah bukti terkait dengan perkara dugaan korupsi investasi fiktif saat menggeledah kantor Taspen, Jumat (8/3). Selain kantor Taspen, KPK juga menggeledah sebuah kantor swasta di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) Jakarta. Pada kegiatan penggeledahan di dua lokasi tersebut, penyidik menemukan dokumen, barang bukti elektronik dan catatan keuangan yang diduga terkait dengan perkara dugaan korupsi Taspen. Barang-barang temuan penyidik KPK saat penggeledahan, terang Ali, akan segera disita sebagai barang bukti untuk berkas perkara korupsi di Taspen itu.
Lembaga antirasuah menduga investasi fiktif Taspen dengan perusahaan lain merugikan negara ratusan miliar rupiah. Pencegahan ke luar negeri itu diajukan terhadap dua orang yang terdiri atas penyelenggara negara dan pihak swasta, kepada Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham. Permintaan cegah itu berlaku untuk enam bulan pertama atau sampai dengan September 2024 dan bisa dilanjutkan sesuai dengan kebutuhan.
Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, salah satu dari dua orang tersebut adalah Direktur Utama Taspen Antonius N.S. Kosasih. Selain Antonius, KPK turut mengajukan pencegahan ke luar negeri terhadap Dirut PT Insight Investments Management Ekiawan Heri Primaryanto.
Postingan Terkait
KPK Selidiki Dugaan Aliran Dana Rp 2 Miliar
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023