Ekonomi
( 40460 )Kelas Menengah Masih Menahan Belanja
Konsumsi rumah tangga pada kuartal ketiga tahun ini diprediksi masih akan tumbuh, meski belum stabil. Data terbaru memperlihatkan, konsumsi rumah tangga cenderung stagnan. Hal tersebut lantaran tak ada momentum yang bisa mengerek konsumsi selama periode Juli hingga September tahun ini. Data Mandiri Spending Index (MSI) memperlihatkan, indeks nilai belanja pada 25 Agustus tercatat sebesar 208,2. Indeks nilai belanja tersebut hanya naik tipis dibandingkan posisi Juli 2024 sebesar 205,8. Pada Agustus tahun ini, MSI tumbuh 45,5% year on year (yoy), lebih tinggi dibanding pertumbuhan pada bulan Juli yang sebesar 40,5% yoy. Tipisnya kenaikan nilai belanja pada Agustus seirama dengan penurunan optimisme masyarakat kelas bawah. Sementara warga kelas menengah dan kelas atas cenderung lebih stabil. Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro melihat, belanja masyarakat secara umum pada Agustus tahun ini stagnan, meski ada perbaikan dibandingkan bulan sebelumnya. Terlebih, belanja masyarakat di Jawa lebih lambat dibandingkan pulau lain, yang sejalan dengan penurunan kinerja manufaktur hingga maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK). Padahal, "Faktanya Jawa menyumbang porsi terbesar belanja dan penduduk nasional," kata dia kepada KONTAN, Minggu (8/9).
Meski begitu, tren belanja yang lebih sekunder pada kelompok masyarakat ini, yang meliputi gaya hidup hiburan, hobi, olahraga dan handphone juga mengalami peningkatan. "Ada tren baru di kelas menengah, mereka mengimbangi antara pemenuhan kebutuhan dasar yang memang semakin dominan, namun tetap mempertahankan belanja yang terkait gaya hidup," tambah Andry.
Secara umum, Andry masih mengharapkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kuartal ketiga tahun ini bisa lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya. Pada kuartal kedua, konsumsi rumah tangga hanya tercatat sebesar 4,93% yoy.
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegaramemproyeksikan konsumsi rumah tangga pada kuartal ketiga tahun ini masih tumbuh di rentang 4,95% hingga 5% yoy. Namun dia melihat adanya tekanan konsumsi masyarakat di Pulau Jawa karena berkaitan dengan kontraksi sektor manufaktur.
Di sisi lain, konsumsi masyarakat di luar Jawa perlu diperhatikan efek dari rebound harga komoditas yang berlangsung lebih lama dari perkiraan.
Bali Raup Rp 211,8 Miliar dari Pajak Turis Asing
Pemerintah Provinsi Bali telah menerapkan pungutan pajak sebesar Rp 150.000 bagi wisatawan asing atau turis asing yang berlibur ke Bali sejak 14 Februari 2024. Hal ini diatur Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2023 tentang Pungutan bagi Wisatawan Asing untuk Pelindungan Kebudayaan dan Lingkungan Alam Bali.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Bali, Tjokorda Bagus Pemayun menyampaikan bahwa hingga saat ini dana yang terkumpul dari pungutan wisatawan asing tersebut baru mencapai Rp 211,8 miliar.
Menurut dia, jumlah tersebut masih belum optimal lantaran dari total jumlah turis asing yang berwisata ke Bali, baru 40% yang membayar kewajiban sebagaimana diamanatkan oleh Perda Bali Nomor 6/2023.
"Sebanyak 80% hingga 90% pembayaran dilakukan sebelum mereka berangkat ke Bali. Ini artinya sosialisasi kita sebenarnya sudah cukup berhasil," ujar Tjok Bagus dalam keterangan resminya, Jumat (5/9). Ia menambahkan, belum optimalnya realisasi pungutan turis asing tersebut karena tidak adanya alat
auto scanner gate
di area bandara.
Berburu Penjualan di Tengah Harga Kinclong
Emiten pertambangan emas memoles prospek bisnisnya melalui ekspansi dan penambahan cadangan. Bersamaan, para emiten ingin mendongkrak penjualan di tengah momentum tren harga komoditas emas yang masih tinggi. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) misalnya, tengah mengejar target penjualan 37 ton emas. Meningkat sekitar 30% dari realisasi tahun lalu. Hingga semester I-2024, ANTM mencetak penjualan produk emas sebesar 16 ton, naik 18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan volume terjadi ketika harga jual rata-rata di semester pertama menanjak 14% year on year (yoy). "Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan modal kerja, serta mengurangi risiko valuta asing," ujar Sekretaris Perusahaan ANTM Syarif Faisal Alkadrie, Jumat (6/9).
PT United Tractors Tbk (UNTR) tak mau ketinggalan. UNTR membidik penjualan emas sekitar 235.000 ons pada tahun 2024. Sampai dengan Juli 2024, UNTR telah menjual 128.000 ons dari PT Agincourt Resources. Penjualan emas UNTR pada semester II-2024 bakal terdongkrak oleh kontribusi dari PT Sumbawa Jutaraya (SJR) dengan estimasi volume 15.000 ons. Sekretaris Perusahaan UNTR Sara K. Loebis mengatakan, SJR akan mencatatkan penjualan emas pada kuartal ketiga ini. Head of Corporate Communications PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Tom Malik juga optimistis harga emas yang sudah menembus level US$ 2.500 per troi ons akan membawa dampak positif.
Saat ini, MDKA sedang ekspansi pada pengembangan proyek emas Pani. Belum lama ini, MDKA telah menambah dana pembiayaan kepada perusahaan pengelola proyek emas Pani, PT Pani Bersama Jaya (PBJ) sampai dengan US$ 135 juta. Sehingga meningkat jadi US$ 260 juta dari sebelumnya US$ 125 juta, untuk pengembangan Fase 1.
Research Analyst
Stocknow.id Emil Fajrizki mengatakan, posisi harga emas yang masih di level tinggi sekitar US$ 2.400 - US$ 2.500 per troi ons akan memperbaiki margin keuntungan emiten.
Kawasan Industri Menikmati Berkah Investasi
Sejumlah emiten di sektor kawasan industri bersiap menangkap peluang pertumbuhan bisnis di tahun depan. Ini seiring rencana Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk menggenjot realisasi investasi tahun 2025 sebesar Rp 1.905,6 triliun. Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Pura Delta Lestari Tbk (DMAS) Tondy Suwanto bilang, emiten ini akan menangkap potensi tersebut. Menurut Tondy, realisasi investasi yang tinggi, akan berdampak positif bagi sektor kawasan industri. "Akhir tahun 2024 juga ada sentimen penurunan suku bunga Amerika Serikat, The Fed," ujarnya pada KONTAN, Jumat (6/8).
Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengamini, kinerja emiten properti kawasan industri bakal terkena sentimen positif potensi penurunan suku bunga The Fed. Pelonggaran kebijakan moneter ini menciptakan peningkatan likuiditas. Dus, pertumbuhan ekonomi global bisa pulih. Analis Kiwoom Sekuritas Vicky Rosalinda menimpali, upaya peningkatan investasi yang ditargetkan pemerintah bisa menjadi angin segar bagi properti kawasan industri. Vicky mengamati, di semester I-2024, kinerja emiten kawasan industri masih positif dan cenderung tumbuh. Sentimen pendukungnya adalah tingginya permintaan lahan, yang ikut mengerek naik penjualan emiten.
Dukungan pemerintah terhadap pengembangan kawasan industri, juga menopang penjualan emiten.
Meski begitu, ada sentimen negatif yang membayangi emiten kawasan industri. Salah satunya, ketidakpastian geopolitik dan perlambatan ekonomi. Dus, Nafan belum merekomendasi saham emiten kawasan industri.
Bitcoin Berpotensi Rebound Usai Rapat Bank Sentral AS
Harga aset kripto bergerak volatil di tengah ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang semakin kuat. Malah kecenderungannya mengalami koreksi jika melihat pergerakannya pada awal September. Menurut data Coinmarketcap, com pada Minggu (8/9), harga Bitcoin (BTC) turun 5,75% dalam sepekan terakhir ke US$ 54.634,90. Harga Ethereum (ETH) juga turun sebesar 6,55% dalam sepekan ke level US$ 2.305,14. Trader Tokocrypto Fyqieh Fachrur mencermati, secara historis September adalah bulan yang bergejolak bagi Bitcoin dengan rata-rata penurunan harga sebesar 4,78% bahkan hingga 24,6%. "Dengan kemungkinan The Fed melonggarkan kebijakan moneter berdampak positif pada harga aset kripto dan memperkuat minat investor terhadap aset berisiko seperti kripto," kata Fyqieh kepada KONTAN, Jumat (6/9).
Di sisi lain, pelemahan dolar AS bisa menjadi katalis positif bagi harga kripto. karena investor mencari alternatif yang lebih menguntungkan. Oleh sebab itu pasca rapat The Fed pada 17-18 September, Fyqieh meramal harga kripto akan naik 3%-8% di kisaran US$ 57.433–US$ 60.286.
Financial Expert
Ajaib Kripto Panji Yudha mengungkapkan, jika tren pelemahan dolar terus berlanjut dan The Fed memberikan sinyal
dovish,
ada potensi bagi bitcoin untuk kembali naik ke level US$ 60.000 hingga US$ 65.000 dalam waktu dekat menjelang FOMC. Tapi investor mesti tetap waspada terhadap kemungkinan
profit taking
pasca rapat FOMC The Fed.
Permintaan Semen Tetap Kuat di Tengah Ekonomi Lemah
Momentum pertumbuhan konsumsi semen domestik diperkirakan berlanjut di semester II 2024. Meski pada saat yang sama kelebihan pasokan masih berlangsung. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Andreas Kristo Saragih memaparkan, konsumsi domestik mencapai 6,02 juta ton, tumbuh 14,1% secara bulanan di Juli 2024. Ini didorong efek normalisasi dari penyesuaian harga yang dilakukan pada Mei 2024. Secara kumulatif, konsumsi semen domestik naik 2,5% secara tahunan (YoY) hingga Juli 2024 jadi 34,04 juta ton. "Semen curah dan konsumsi di Jawa menjadi pendorongnya," tulisnya dalam riset. Andreas mengantisipasi berlanjutnya pertumbuhan di Agustus 2024, didukung cuaca yang lebih kering. Kemudian percepatan kegiatan konstruksi. "Kami memperkirakan volume penjualan di bulan Agustus mencapai 6,2 juta ton yang mengindikasikan pertumbuhan sebesar 4,2% YoY dan 3% MoM," sebutnya. Analis BRI Danareksa Sekuritas Richard Jerry berpandangan momentum pertumbuhan akan berlanjut. Hanya saja pemulihan untuk segmen kantong cenderung lambat. Ini menyusul risiko dari merek tier 2 SMGR, yakni semen Merdeka.
Richard mencermati saat ini harga per kilogramnya lebih rendah 8%-10% dibandingkan merek
tier
2 INTP, Semen Rajawali. Harga Merdeka justru lebih mirip dengan merek
tier
3 milik INTP, Semen Jempolan.
Head of Investment
Nawasena Abhipraya Investama Kiswoyo Adi Joe justru mennilai sektor semen masih cukup berat. Ini lantaran masih lesunya industri properti.
Menurutnya, meskipun pra penjualan sejumlah emiten properti naik, tetapi pangsa pasarnya kalangan atas. Sementara untuk kalangan bawah masih berat.
Untuk saat ini, Kiswoyo menilai INTP yang menarik diperhatikan. Kiswoyo merekomendasikan
buy on weakness
INTP dengan target harga Rp 7.250.
Sementara Andreas mempertahankan rating
overweight. Ia merekomendasikan
buy
INTP dengan target harga Rp 9.150.
Harga Komoditas Menanti Pemulihan Ekonomi Global
Harga komoditas energi seperti minyak bumi, batubara dan gas alam bergerak beragam sepanjang tahun ini. Melansir Bloomberg, harga minyak WTI berada di US$ 67,67 per barel pada Jumat (6/9), turun 4,66% secara year to date (ytd). Harga akhir pekan lalu menjadi yang terendah dalam setahun terakhir. Sementara harga batubara di US$ 141 per ton pada Jumat (6/9), naik 3,90% dari US$ 135,70 per ton di akhir 2023. Adapun harga gas alam di level US$ 2.275 per mmbtu per Jumat (6/9), turun 17,02% dari US$ 2.742 per mmbtu di akhir tahun lalu. Adapun komoditas perkebunan seperti crude palm oil (CPO) menguat ke MYR 3.898 per ton pada akhir pekan lalu dari US$ 3.572 per ton di akhir 2024.
Pengamat Komoditas dan Mata Uang Lukman Leong mengatakan tekanan pada harga komoditas secara umum disebabkan penundaan pemangkasan suku bunga oleh The Fed. Awalnya pemotongan bunga acuan diperkirakan terjadi pada Maret namun terus mundur hingga kemungkinan pada September 2024. "Apabila stimulus ini terjadi, maka bisa mendukung kenaikan harga komoditas secara umum," kata Lukman kepada KONTAN, Minggu (8/9). Sementara itu dari sisi pasokan dan permintaan, komoditas seperti CPO, gas alam, batubara, dan minyak mentah masih cenderung mengalami kelebihan pasokan.
Untuk CPO, tidak banyak perubahan yang diharapkan dalam hal pasokan dan permintaan, sehingga harga diperkirakan akan tetap stagnan di kisaran MYR 3.800–MYR 4.000 per ton. Lukman memberi catatan jika China mengumumkan stimulus ekonomi besar, maka harga CPO bisa menyentuh MYR 4.000 per ton.
Pengamat komoditas dan
Founder
Traderindo.com, Wahyu Tribowo Laksono mengatakan, harga minyak melemah terseret perlambatan pertumbuhan permintaan minyak global.
Beban Bunga Tekan Laba Perbankan
Penurunan suku bunga acuan sangat ditunggu industri perbankan. Beban bunga tinggi membuat kinerja perbankan dalam tekanan. Bank-bank besar yang masuk dalam kategori KBMI 4 juga merasakan efek bunga tinggi. Beban bunga naik signikan. Ambil contoh, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) yang mengalami kenaikan beban bunga 47,46% secara tahunan menjadi Rp 30,24 miliar per Juli 2024. Efeknya laba BRI hanya tumbuh 1,79%. Satu-satunya bank KBMI 4 yang mampu mengatasi efek kenaikan beban bunga adalah PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Beban bunga bank ini naik 5,35% menjadi Rp 6,7 triliun. Karena beban bunga cuma naik tipis, laba BCA bisa naik 12,36%. BCA satu-satunya bank KBMI 4 yang labanya naik hingga dua digit. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menyebut pendorong pertumbuhan tersebut adalah pendanaan. Di periode tersebut, BCA mengurangi simpanan dengan bunga mahal.
Direktur Keuangan Bank Mandiri Sigit Prastowo mengakui ada tren kenaikan beban bunga. Untuk mendorong profitabilitas, Bank Mandiri menaikkan CASA.
Bank Mandiri juga melanjutkan
loan repricing
secara selektif, terutama pada kredit korporasi, sesuai tingkat suku bunga yang ada. Sigit menyebut, jika ada kenaikan suku bunga, pihaknya akan menyesuaikan dengan kemampuan nasabah dan risiko.
Senior Faculty
LPPI Amin Nurdin berpandangan, perbankan sudah beradaptasi. dengan efisiensi dan mulai menuai dampak digitalisasi. Ia menilai kinerja perbankan berpotensi lebih baik di paruh kedua tahun ini.
OJK Siapkan Regulasi Lembaga Keuangan Mikro
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyusun Rancangan Peraturan OJK (RPOJK) tentang Pengembangan dan Penguatan Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman bilang, RPOJK tersebut akan mengatur pengelompokan skala usaha LKM menjadi skala usaha kecil, menengah atau besar dengan kriteria tertentu.
"Tingkat kesehatan LKM dengan aspek tertentu dan perluasan kepemilikan LKM oleh pemerintah daerah provinsi juga diatur," kata Agusman. Sebagai gambaran, sepanjang tahun 2024, ada empat koperasi LKM yang dicabut izin usahanya. Yakni Koperasi LKMS Anggrek, Koperasi LKM Pundi Mataram Pati, Koperasi LKM Agribisnis PUAP Mugi Rahayu, dan Koperasi LKM Agribisnis Mekar Jaya.
OJK juga mencatat LKM menyalurkan pinjaman Rp 1,02 triliun per April 2024. Nilai ini naik 4,08%, jika dibandingkan posisi April 2023 yang sebesar Rp 0,98 triliun.
Vera Nofita, Menukar Emas dengan Sampah
Vera Nofita (48) mengelola Bank Sampah Gunung Emas karena ingin hidupnya berguna bagi orang lain. Konsistensinya membuat ibu-ibu anggota bank sampah sukses mengonversi sampah menjadi 1,8 kg emas dalam tiga tahun. Sepuluh tahun lalu, ibu dua anak itu bekerja sebagai penyiar radio di Bekasi, Jabar. Dalam wawancara dengan AB Susanto, begawan konsultan bisnis keluarga. AB Susanto berujar yang mengenai relung hatinya, ”Kita harus melakukan sesuatu yang punya dampak kepada orang lain. Mereka tahu kita dan paling tidak, ketika kita tidak ada di dunia (meninggal), mereka akan berpikir dan berdoa untuk kita,” tutur Vera mengulang perkataan AB Susanto kepadanya, Kamis (22/8). Semula, ia menginisiasi tabungan khusus ibu rumah tangga di Kampung Pulo Kambing, Jatinegara, Jaktim, pada 2013.
Tetangganya, para ibu rumah tangga kelas menengah ke bawah, diajak menabung Rp 500 hingga Rp 2.000 dari uang sisa pemberian suami, untuk keperluan mendadak di waktu yang akan datang. ”Intinya mengajak ibu-ibu supaya punya tabungan untuk masa depan. Mereka tabung sedikit demi sedikit sehingga bermanfaat nantinya,” ujarnya. Seiring waktu datang seorang ibu yang ingin punya tabungan. Namun, tak punya sisa uang karena pemberian suaminya hanya Rp 50.000. Ia menyarankan tukar sampah jadi uang. Saran ini menjadi pembuka jalan terbentuknya Bank Sampah Gunung Emas pada 2014. Vera lantas mempelajari apa itu bank sampai dan bagaimana manajemennya dari kenalan di LBH APIK, APK Foundation. Setahun pertama terlewati berkat kegigihan Vera dan konsistensi ibu-ibu memilah sampah.
Dengan tekad bulat, dia menyurati PT Antam Tbk, meminta dukungan dana tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) untuk program Nyimas atau Nyimpan Sampah Jadi Emas. Dalam tiga tahun, dari 2015 sampai 2018, mereka sukses mengonversi sampah jadi 1,8 kg emas. Program Nyimas mengantar Vera meraih penghargaan Kalpataru kategori perintis lingkungan tingkat Provinsi DKI Jakarta tahun 2017. ”Setelah CSR selesai, Nyimas tidak sekencang dulu karena biaya mengenalkan program ini mahal. Kami harus punya modal untuk membeli emas dalam jumlah tertentu,” ucapnya. Vera tidak patah semangat. Pengelola bank sampah mesti mandiri dan konsisten menjalankan tukar sampah menjadi uang, menguatkan relasi ataupun inovasi.
Bank Sampah Gunung Emas bertahan dari hantaman pandemi Covid-19. Padahal, saat itu, ia dan teman-teman hanya menawarkan kelas hidroponik dengan tarif Rp 10.000 per orang sebagai ganti terbatasnya tukar sampah. ”Siapa sangka kelas ini laris manis. Pembelinya sampai 60.000 orang,” tuturnya. Alhasil, pada 2023, KLHK mengganjarnya sebagai satu dari 10 bank sampah dengan kinerja terbaik. Pada tahun yang sama, PT Pegadaian (Persero) memberi penghargaan kepada Vera dan teman-teman sebagai satu dari 10 pengelola bank sampah binaan baru terbaik nasional dalam program Clean & Gold Movement, bagian dari The Gade Clean & Gold atau menukar sampah jadi tabungan emas sesuai harga setiap hari. Kini, sudah 120 warga yang membuka tabungan emas melalui Bank Sampah Gunung Emas. Bank sampah itu juga bisa menyewa bangunan seluas 100 meter persegi di Pulogadung dengan biaya Rp 45 juta per tahun berikut satu pikap dan motor pengangkut sampah untuk operasional. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









