Harga Komoditas Menanti Pemulihan Ekonomi Global
Harga komoditas energi seperti minyak bumi, batubara dan gas alam bergerak beragam sepanjang tahun ini. Melansir Bloomberg, harga minyak WTI berada di US$ 67,67 per barel pada Jumat (6/9), turun 4,66% secara year to date (ytd). Harga akhir pekan lalu menjadi yang terendah dalam setahun terakhir. Sementara harga batubara di US$ 141 per ton pada Jumat (6/9), naik 3,90% dari US$ 135,70 per ton di akhir 2023. Adapun harga gas alam di level US$ 2.275 per mmbtu per Jumat (6/9), turun 17,02% dari US$ 2.742 per mmbtu di akhir tahun lalu. Adapun komoditas perkebunan seperti crude palm oil (CPO) menguat ke MYR 3.898 per ton pada akhir pekan lalu dari US$ 3.572 per ton di akhir 2024.
Pengamat Komoditas dan Mata Uang Lukman Leong mengatakan tekanan pada harga komoditas secara umum disebabkan penundaan pemangkasan suku bunga oleh The Fed. Awalnya pemotongan bunga acuan diperkirakan terjadi pada Maret namun terus mundur hingga kemungkinan pada September 2024. "Apabila stimulus ini terjadi, maka bisa mendukung kenaikan harga komoditas secara umum," kata Lukman kepada KONTAN, Minggu (8/9). Sementara itu dari sisi pasokan dan permintaan, komoditas seperti CPO, gas alam, batubara, dan minyak mentah masih cenderung mengalami kelebihan pasokan.
Untuk CPO, tidak banyak perubahan yang diharapkan dalam hal pasokan dan permintaan, sehingga harga diperkirakan akan tetap stagnan di kisaran MYR 3.800–MYR 4.000 per ton. Lukman memberi catatan jika China mengumumkan stimulus ekonomi besar, maka harga CPO bisa menyentuh MYR 4.000 per ton.
Pengamat komoditas dan
Founder
Traderindo.com, Wahyu Tribowo Laksono mengatakan, harga minyak melemah terseret perlambatan pertumbuhan permintaan minyak global.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023