;

Permintaan Semen Tetap Kuat di Tengah Ekonomi Lemah

Ekonomi Hairul Rizal 09 Sep 2024 Kontan
Permintaan Semen Tetap Kuat di Tengah Ekonomi Lemah

Momentum pertumbuhan konsumsi semen domestik diperkirakan berlanjut di semester II 2024. Meski pada saat yang sama kelebihan pasokan masih berlangsung. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Andreas Kristo Saragih memaparkan, konsumsi domestik mencapai 6,02 juta ton, tumbuh 14,1% secara bulanan di Juli 2024. Ini didorong efek normalisasi dari penyesuaian harga yang dilakukan pada Mei 2024. Secara kumulatif, konsumsi semen domestik naik 2,5% secara tahunan (YoY) hingga Juli 2024 jadi 34,04 juta ton. "Semen curah dan konsumsi di Jawa menjadi pendorongnya," tulisnya dalam riset. Andreas mengantisipasi berlanjutnya pertumbuhan di Agustus 2024, didukung cuaca yang lebih kering. Kemudian percepatan kegiatan konstruksi. "Kami memperkirakan volume penjualan di bulan Agustus mencapai 6,2 juta ton yang mengindikasikan pertumbuhan sebesar 4,2% YoY dan 3% MoM," sebutnya. Analis BRI Danareksa Sekuritas Richard Jerry berpandangan momentum pertumbuhan akan berlanjut. Hanya saja pemulihan untuk segmen kantong cenderung lambat. Ini menyusul risiko dari merek tier 2 SMGR, yakni semen Merdeka. 

Richard mencermati saat ini harga per kilogramnya lebih rendah 8%-10% dibandingkan merek tier 2 INTP, Semen Rajawali. Harga Merdeka justru lebih mirip dengan merek tier 3 milik INTP, Semen Jempolan. Head of Investment Nawasena Abhipraya Investama Kiswoyo Adi Joe justru mennilai sektor semen masih cukup berat. Ini lantaran masih lesunya industri properti. Menurutnya, meskipun pra penjualan sejumlah emiten properti naik, tetapi pangsa pasarnya kalangan atas. Sementara untuk kalangan bawah masih berat. Untuk saat ini, Kiswoyo menilai INTP yang menarik diperhatikan. Kiswoyo merekomendasikan buy on weakness INTP dengan target harga Rp 7.250. Sementara Andreas mempertahankan rating overweight. Ia merekomendasikan buy INTP dengan target harga Rp 9.150.

Download Aplikasi Labirin :