Bitcoin Berpotensi Rebound Usai Rapat Bank Sentral AS
Harga aset kripto bergerak volatil di tengah ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang semakin kuat. Malah kecenderungannya mengalami koreksi jika melihat pergerakannya pada awal September. Menurut data Coinmarketcap, com pada Minggu (8/9), harga Bitcoin (BTC) turun 5,75% dalam sepekan terakhir ke US$ 54.634,90. Harga Ethereum (ETH) juga turun sebesar 6,55% dalam sepekan ke level US$ 2.305,14. Trader Tokocrypto Fyqieh Fachrur mencermati, secara historis September adalah bulan yang bergejolak bagi Bitcoin dengan rata-rata penurunan harga sebesar 4,78% bahkan hingga 24,6%. "Dengan kemungkinan The Fed melonggarkan kebijakan moneter berdampak positif pada harga aset kripto dan memperkuat minat investor terhadap aset berisiko seperti kripto," kata Fyqieh kepada KONTAN, Jumat (6/9).
Di sisi lain, pelemahan dolar AS bisa menjadi katalis positif bagi harga kripto. karena investor mencari alternatif yang lebih menguntungkan. Oleh sebab itu pasca rapat The Fed pada 17-18 September, Fyqieh meramal harga kripto akan naik 3%-8% di kisaran US$ 57.433–US$ 60.286.
Financial Expert
Ajaib Kripto Panji Yudha mengungkapkan, jika tren pelemahan dolar terus berlanjut dan The Fed memberikan sinyal
dovish,
ada potensi bagi bitcoin untuk kembali naik ke level US$ 60.000 hingga US$ 65.000 dalam waktu dekat menjelang FOMC. Tapi investor mesti tetap waspada terhadap kemungkinan
profit taking
pasca rapat FOMC The Fed.
Tags :
#Crypto CurrencyPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023