Ekonomi
( 40460 )RI Menggarap 400 Proyek Transisi Energi
Indonesia berkomitmen beralih dari energi fosil ke energi terbarukan, dengan menyiapkan 400 proyek transisi energi. Peralihan dilakukan bertahap demi menjaga target pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dalam Indonesia Sustainability Forum (ISF) 2024, di Jakarta, Kamis (5/9) mengatakan, posisi Indonesia sudah jelas, yakni berkomitmen pada transisi energi. Target emisi nol bersih (net zero emission/NZE) tahun 2060 telah ditetapkan, bahkan coba dikejar lebih cepat. Sudah ada 400 proyek (terkait transisi energi). Contohnya, pengakhiran dini operasi PLTU Suralaya sekitar 2 gigawatt (GW). Juga (PLTU) di Cirebon 660 megawatt (MW).
Jadi, ini proyek konkret. Tapi, semua harus adil melihat transisi energi di Indonesia. Pasalnya, Indonesia harus mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang pada 2023, di atas 5 %. Dalam 10 tahun ke depan, Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 6 % guna mencapai negara berpendapatan tinggi. Luhut mengatakan, segala upaya peralihan ke energi terbarukan dilakukan bertahap. Sebab, Indonesia membutuhkan energi pemikul beban dasar (baseload) yang saat ini masih ditopang energi fosil dari batubara. Tanpa energi tersebut, pertumbuhan ekonomi terancam tersendat. (Yoga)
Menjaga Sawit Agar Tak Redup seperti Komoditas Perkebunan Lainnya
Ketua Dewan Pengawas Indonesia Palm Oil Strategic Studies (IPOSS) Darmin Nasution mengatakan, sejak abad ke-15, keanekaragaman rempah-rempah itulah yang menarik kolonialis datang ke Tanah Air berusaha mengusai hasil kekayaan alam itu sampai sekitar abad ke-20. Indonesia masih menjadi pemasok utama berbagai komoditas perkebunan di pasar dunia. Namun, seiring waktu, kinerja ekspor berbagai komoditas perkebunan kian merosot. Alih-alih jadi eksportir, Indonesia malah jadi importir. Salah satu komoditas perkebunan yang masih berjaya adalah sawit. ”Tanaman sawit menjadi berkah yang luar biasa bagi Indonesia,” ujar Darmin saat memberi sambutan pada peluncuran buku Sawit, Anugerah yang Perlu Diperjuangkan yang diterbitkan Penerbit Buku Kompas, di Jakarta, Kamis (5/9).
Saat ini, industri sawit dan turunannya memberi pekerjaan bagi 16 juta orang di seluruh penjuru Tanah Air. Sawit menjadi salah satu kontributor terbesar ekspor Indonesia. Mengutip data BPS, ekspor komoditas lemak dan minyak hewani/nabati pada periode Januari-Juli 2024 mencapai 14,04 miliar USD atau berkontribusi 9,54 % dari total ekspor nasional. Namun, industri sawit mengalami sejumlah tantangan yang berat, baik dari dalam maupun luar negeri. ”Ini perlu ditanggulangi agar sawit bisa tetap Berjaya supaya tidak meredup seperti komoditas lainnya,” ujar Menkor Bidang Perekonomian 2015-2019 itu.
Wakil Ketua Dewan Pengawas IPOSS Sofyan Djalil mengatakan, tantangan industri sawit saat ini adalah tata kelola. Industri sawit menghadapi stagnasi produksi di kisaran 50 juta ton per tahun, penyebabnya adalah persoalan kepastian hukum dan regulasi kepemilikan lahan. Tumpang tindih lahan sawit dengan lahan lain terjadi akibat regulasi yang sering berubah. Dampaknya, produksi petani dan pengusaha sawit tidak dapat optimal. Ketua Umum Gapki Eddy Martono mengatakan, yang dibutuhkan petani dan pengusaha adalah kepastian regulasi. Semua pelaku usaha sawit pasti menginginkan lahannya punya status hak guna usaha yang kuat dan mengikat. Namun, perubahan regulasi yang sering terjadi menyebabkan masalah dalam status hukum lahan mereka. (Yoga)
Keteladanan dan Keberanian dari Ekonom Senior Faisal Basri
Ekonom senior yang dikenal dengan pemikir annya yang tajam, lugas, dan blak-blakan, Faisal Basri (65), telah dimakamkan, Kamis (5/9). Indonesia kehilangan pemikir yang kritis dan berani mengungkapkan realitas yang sangat dibutuhkan negara. ”Saya mengenal Faisal sebagai intelektual di bidang ekonomi yang berani. Tidak banyak orang pintar yang berani menyuarakan pendapatnya di depan umum, terlebih kepada pemerintah,” kata Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla di rumah duka di Tebet, Jaksel. Orang yang berani dan pintar seperti Faisal, kata Kalla, dibutuhkan oleh negara mana pun untuk mengkritik pemerintah. Faisal mampu mengkritik pemerintah dengan data ilmiah dan berani. ”Tidak banyak yang bisa begitu. Kita kehilangan pada hari ini,” ujar Kalla. Wapres ke-11 Boediono yang hadir di rumah duka juga menyampaikan, Faisal adalah ekonom yang luar biasa, dari segi pengetahuan dan praktik.
”Banyak kegiatan lapangan beliau yang sangat bermanfaat bagi kita smua. Jadi, saya merasa kehilangan sosok sahabat yang memiliki pemikiran jernih dan tajam,” ucap Boediono. Menkeu Sri Mulyani merasa sangat terpukul atas kepergian Faisal. ”Saya sama Bang Faisal lama banget berteman karena beliau tiga tahun di atas saya di FEUI (Fakultas Ekonomi UI). Waktu beliau menjadi asisten dosen, saya masuk LPEM (Lembaga Penyelidikan dan Ekonomi Masyarakat) bersama-sama,” ujarnya di rumah duka. Sri Mulyani juga dekat dengan keluarga pendiri lembaga think-tank ekonomi Institute for Development of Economics and Finance itu. Secara pribadi, Faisal dikenal sebagai orang yang memiliki kecintaan pada Indonesia dan hasrat agar negara ini menjadi lebih baik. Ia kerap melibatkan Faisal dalam diskusi bersama pemerintah untuk memperbaiki berbagai masalah negara, khususnya bidang ekonomi.
Faisal, kata Sri Mulyani, pernah memberi masukan pada Kemenkeu terkait transformasi bea cukai dan pajak. ”Saya rasa pandangan Pak Faisal jadi penyeimbang dan pengingat. Saya memahami niat beliau sangat tulus dan out of his love tentang Indonesia. Jadi, kita tahu agenda dia ingin lihat Indonesia baik,” kata Sri Mulyani. Faisal tercatat pernah memimpin Tim Reformasi Tata Kelola Migas yang berujung pada pembubaran Petral Ltd, unit usaha PT Pertamina (Persero) di bidang perdagangan minyak mentah dan BBM pada 2015. Pada 2016, Kompas mengganjar Faisal dengan Penghargaan Cendekiawan Berdedikasi. Faisal berpulang Kamis pukul 03.50 WIB di RS Mayapada, Jakarta. Pria kelahiran Bandung, 6 November 1959, itu dimakamkan di TPU Menteng Pu lo, Jaksel. Ia meninggalkan seorang istri dan tiga anak. (Yoga)
Deflasi Bertubi-tubi Karena Krisis
Berbagai Hambatan Menuju Program Prioritas
Program Restrukturisasi Perbankan
Pada Januari 2025, program restrukturisasi perbankan (PRP) mulai berjalan untuk menangani permasalahan perbankan yang membahayakan perekonomian nasional. Perbankan juga akan membayar premi PRP kepada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang menjalankan program tersebut. Nantinya perbankan membayar premi PRP dua kali dalam satu tahun setiap awal semester. Pada periode Januari-Juni akan dibayar pada Januari, lalu periode Juli-Desember akan dibayar pada Juli.
Besaran premi juga tidak sama, akan tergantung peringkat kompositnya, mulai dari 0,0% sampai dengan 0,0065%. Aturan ini resmi diteken Presiden Joko Widodo dalam Peraturan Pemerintah No 34/2023 tentang Besaran Bagian Premi atau Pendanaan Program Restrukturisasi Perbankan pada 16 Juni 2023. Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, premi tersebut diperlukan sekali ketika sistem keuangan terguncang, sehingga industri perbankan tidak meminjam uang pemerintah tetapi menggunakan uangnya industri perbankan sendiri dari premi PRP tersebut ketika bank mengalami kejatuhan. (Yetede)
Memindahkan Impor ke wilayah Indonesia Timur Bukan Solusi Efektif
Rencana pemerintah untuk memindahkan kegiatan impor tujuh komoditas ke wilayah Indonesia Timur dinilai bukan sebagai solusi yang efektif untuk mengatasi permasalahan impor ilegal. Sebaliknya, kebijakan tersebut justru berpotensi menjadi beban tambahan bagi industri dan ritel nasional dalam bentuk tambahan biaya logistik yang harus ditanggung. "Infrastruktur di Indonesia Timur masih belum memadai jika dibandingkan dengan kawasan Indonesia Barat, terutama terkait transportasi dan logistik.
Selain itu, biaya operasional yang tinggi, termasuk transportasi dan distribusi, akan terdampak pada kenaikan harga barang di pasar," ujar Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah. Hippindo menawarkan solusi yang lebih efektif untuk menangani impor ilegal yaitu dengan memperkuat pengawasan dan penegakan hukum di seluruh pelabuhan Indonesia. Peningkatan kolaborasi dengan pihak terkait untuk menertibkan pelaku impor ilegal sangat dibutuhkan. Asosiasipun mendorong pemerintah untuk memperbanyak produksi dalam negeri. (Yetede)
Antrean IPO Menyusut di Tengah Skandal
Hajatan initial public offering (IPO) saham sepi. Sudah sebulan terakhir, belum ada calon emiten baru yang melakukan penawaran umum saham perdana. Bahkan, jumlah emiten dalam pipeline IPO Bursa Efek Indonesia (BEI) menciut. Tercatat, ada lima calon emiten yang mundur dari rencana IPO di bursa. Penurunan jumlah pipeline IPO ini terjadi di tengah kasus suap IPO yang melibatkan karyawan BEI. Per 30 Agustus 2024 lalu, BEI mencatat, hanya ada 23 calon emiten yang berada dalam antrean IPO. Sebanyak 17 di antaranya, merupakan perusahaan skala menengah dengan nilai aset Rp 50 miliar hingga senilai Rp 250 miliar. Sedangkan lima perusahaan lainnya berskala besar, dengan aset di atas Rp 250 miliar, dan hanya ada hanya ada satu calon emiten dengan skala kecil yang memiliki nilai aset di bawah Rp 50 miliar. Pencatatan saham IPO terakhir kali dilakukan pada 8 Agustus 2024, yakni IPO saham PT Esta Indonesia Tbk (NEST). NEST menjadi emiten ke 34 yang listing pada tahun 2024 ini. Jumlah nilai emisi yang dikantongi emiten saham baru dari IPO ini sebesar Rp 5,15 triliun. I Gede Nyoman Yetna, Direktur Penilaian Perusahaan BEI mengatakan, menyusutnya jumlah pipeline IPO disebabkan ada keputusan internal perusahaan-perusahaan tersebut untuk menunda maupun berdasarkan evaluasi manajemen bursa. Nyoman menampik mundurnya calon emiten dari rencana IPO berkaitan dengan isu skandal gratifikasi yang masih diselidiki lebih lanjut.
Di sisi lain, Pengamat Pasar Modal dan Guru Besar Keuangan dari Universitas Indonesia, Budi Frensidy mengatakan, sepinya hajatan penawaran umum perdana saham tak bisa dipungkiri disebabkan oleh mencuatnya dugaan kasus gratifikasi yang dilakukan oknum karyawan BEI.
Seperti diketahui. BEI dikabarkan telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap lima karyawannya. Ini merupakan buntut pelanggan oknum karyawan yang meminta imbalan dan gratifikasi atas jasa penerimaan emiten.
Adapun kelimanya merupakan karyawan pada divisi penilaian perusahaan. Divisi ini bertanggung jawab terhadap penerimaan calon emiten saham. Kuat dugaan kelima karyawan tersebut meminta sejumlah uang imbalan kepada calon emiten.
Komisi XI DPR pun berencana segera memanggil otoritas pasar modal untuk mendalami kasus tersebut.
Pengamat Pasar Modal, Satrio Utomo mengatakan, sebenarnya minat perusahaan untuk melakukan IPO di bursa saham masih banyak. Di sisi lain, para investor menginginkan IPO yang bagus.
Sementara analis Kanaka Hita Solvera, Daniel Agustinus mengatakan, sebaiknya BEI memang lebih selektif dalam menyaring saham-saham yang baru IPO tersebut. "Ini agar investor tidak dirugikan," tandasnya.
Beban Bank Berpotensi Naik Tahun Depan
Biaya yang akan ditanggung perbankan untuk menunaikan kewajiban kepada regulator akan bertambah tahun depan. Pasalnya, program premi restrukturisasi (PRP) akan diberlakukan mulai Januari 2025. Bank-bank wajib membayar PRP kepada Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) dengan besaran hingga 0,055% dari nilai aset. Besar premi tergantung dari nilai aset dan tingkat komposit risiko bank terkait. Para bankir mengakui iuran tersebut akan membuat beban perbankan tambah bengkak tahun depan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), beban non operasional bank umum pada semester I-2024 mencapai Rp 32,6 triliun, meningkat 26,6% secara tahunan dari Rp 25,7 triliun di paruh pertama 2023. Direktur Bank Oke Efdinal Alamsyah mengatakan, pihaknya tetap siap menjalankan kewajiban itu. Namun, perseroan ini harus melakukan perencanaan alokasi dana dan memastikan kecukupan likuiditas untuk membayar premi sesuai jadwal, tanpa mengganggu arah dan rencana bisnis bank ke depannya.
Efdinal berujar, kewajiban PRP ini akan berdampak terhadap profitabilitas ke depan. Sebab, sebagian dana dari likuiditas bank harus disisihkan membayar kewajiban itu.
Direktur Keuangan Bank Jatim Edi Masrianto mengatakan, pembayaran premi PRP akan membuat biaya bank membengkak. Hanya saja, ia mengakui program tersebut diperlukan.
Program ini akan menjaga keberlanjutan bank ke depan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada sistem perbankan. "Program ini membangun kredibilitas juga, karena orang akan melihat bank punya pertahanan," ujar Edi.
Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa menilai program PRP tak akan memberatkan perbankan. Iurannya tidak sebesar premi penjaminan simpanan.
ANTM Pacu Kinerja di Paruh Kedua
Emiten pertambangan, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) fokus mengoptimalisasi kinerja produksi dan penjualan komoditas inti perusahaan di sisa tahun ini. Sekretaris Perusahaan Antam Syarif Faisal Alkadrie mengatakan, ANTM konsisten mengimplementasikan kebijakan strategis dalam pengelolaan biaya yang tepat dan efisien, guna memaksimalkan kinerja komoditas nikel, emas, dan bauksit. ANTM menargetkan, volume produksi dan penjualan di tahun 2024 masing-masing sebesar 22.464 ton nikel dalam feronikel (TNi). Target itu tumbuh 5% dari capaian produksi tahun 2023 sebesar 21.473 TNi, dan tumbuh 12% dari capaian penjualan feronikel tahun 2023 yang sebesar 20.138 TNi. Untuk komoditas bijih nikel, ANTM menargetkan total produksi bijih nikel konsolidasian yang digunakan sebagai bahan baku pabrik feronikel ANTM dan penjualan ke pelanggan domestik sebesar 20,58 juta wet metric ton (wmt), meningkat 53% dari capaian produksi bijih nikel tahun 2023 yang sebesar 13,45 juta wmt. Terkait dengan komoditas emas, Perusahaan menargetkan produksi emas tahun 2024 yang berasal dari tambang emas Perusahaan sebesar 958 kg (30.800 troy oz). Sedangkan, untuk penjualan emas pada tahun 2024 ditargetkan mencapai 37.354 kg (1.200.959 troy oz), meningkat 43% dari capaian penjualan emas tahun 2023 yang sebesar 26.129 kg (840.067 troy oz).
Untuk mencapai target tersebut, Antam fokus melakukan pengembangan basis pelanggan domestik untuk produk emas, bijih nikel, dan bauksit.
Beberapa strategi yang dilakukan adalah fokus melakukan inovasi produk dan layanan, serta meningkatkan cadangan dan sumber daya melalui eksplorasi.
ANTM juga berkomitmen untuk mempercepat pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik (EV Battery) di Indonesia bersama mitra strategisnya.
Terkait pencapaian kinerja sepanjang semester I-2024, Antam berhasil membukukan kenaikan penjualan sebesar 7%, yakni dari Rp 21,66 triliun pada semester I-2023 menjadi Rp 23,18 triliun.
Kendati penjualan meningkat, tapi perolehan laba bersih ANTM mengalami penurunan 17,55% secara tahunan (year on year/yoy). Yakni, menjadi Rp 1,55 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 1,88 triliun.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









