;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Ekonomi Kebudayaan Masyarakat Sekitar Borobudur

07 Sep 2024

Kebudayaan merupakan harta paling berharga sebuah bangsa. Berbagai upaya ditempuh untuk mengonservasi dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal. Salah satu yang sangat efektif adalah dengan menjadikan budaya sebagai motor utama penggerak perekonomian masyarakat. Berdasar penelitian pengamat pariwisata Universitas Sanata Dharma, Ike Janita Dwi, kegiatan kebudayaan dapat menghasilkan dampak ekonomi tiga kali lipat nilai investasi yang diberikan. Contohnya, kegiatan seni dan budaya di Yogyakarta mampu memberi manfaat ekonomi Rp 160 miliar. Padahal, penyelenggaraannya hanya Rp 457 juta. Temuan itu menjadi petunjuk betapa besar potensi ekonomi yang dapat dihasilkan dari sektor kebudayaan. Ketika kebudayaan telah menjadi sumber mata pencarian, masyarakat dapat lebih terdorong untuk menggali, merawat, dan mengembangkan sistem budaya yang mereka miliki.

Arus timbal balik antara konservasi budaya dan perputaran roda ekonomi masyarakat dapat dijumpai di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jateng. Pembangunan pariwisata di sekitar situs warisan dunia ini semakin pesat ketika Presiden Jokowi menetapkan kawasan Candi Borobudur sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Prioritas sejak tahun 2016. Berdasar data BPS, pada 2023 Candi Borobudur dikunjungi 1.474.279 wisatawan, 86,9 % (1.281.226 orang) adalah wisatawan domestik, sedang 13,1 % (193.053 orang) adalah pelancong dari luar negeri. Arus kedatangan wisatawan sebesar ini jelas jadi bahan bakar penggerak motor perekonomian masyarakat sekitar. Namun, sebagian masyarakat Kecamatan Borobudur belum merasakan meratanya manfaat ekonomi dari pariwisata Candi Borobudur, karena hampir seluruh perputaran uang pariwisata terpusat dalam kawasan candi saja. Menyadari hal ini, sejumlah tokoh masyarakat mengambil inisiatif untuk membawa nikmat pariwisata ke dalam desa mereka.

Supoyo (53), perajin gerabah tanah liat di Dusun Klipoh, Desa Karanganyar, 3 km sebelah barat Candi Borobudur. Sejak 2004, ia meneruskan warisan kerajinan gerabah leluhurnya yang telah diturunkan hingga 10 generasi. Ia mengubah rumahnya menjadi sanggar kerajinan gerabah, di mana pengunjung yang berminat dapat belajar pembuatan gerabah. Perlahan tetapi pasti, Dusun Klipoh mulai masuk ke dalam radar wisatawan dan kerap menjadi tujuan wisatawan dari sejumlah daerah dan negara. Perlahan tetapi pasti, masyarakat desa di sekitar Borobudur terdorong untuk mengenali dan merawat potensi kebudayaan di kampung halaman mereka. Salah Muhammad Jafar (29) atau Jepe, pemuda Dusun Klipoh, bersama fasilitator dari Eksotika Desa dan sejumlah pemuda desa mengulik lebih mendalam keunikan dan kekhasan potensi budaya di desa mereka, lalu membuat sanggar seni tari Lemah Urip.

Mereka mengembangkan koreografi tari tradisional yang menceritakan tahapan pembuatan gerabah hingga legenda Nyai Kalipah yang disebut sebagai asal muasal Dusun Klipoh. Minat, semangat, dan pengetahuan terhadap budaya asli kampong mereka inilah yang menjadi modal dasar bagi Jepe dan pemuda desa menawarkan jasa eduwisata kerajinan gerabah di Dusun Klipoh di bawah bendera Lemah Lurip. ”Kami pernah melayani  2.000 pengunjung seminggu. Estimasi pendapatannya Rp 100 juta per bulan di masa ramai,” kata Jepe. Model eduwisata berbasis kebudayaan yang diusung Lemah Urip tidak meninggalkan nilai-nilai budaya kolektif dan gotong royong. Ketika datang rombongan wisatawan dalam jumlah besar, Lemah Urip akan melibatkan warga desa yang lain, mulai dari instruktur praktik membuat gerabah, pemandu wisata, penyedia konsumsi, penari, hingga kebersihan dan perlengkapan. (Yoga)


Khotbah Paus Fransiskus : Jangan Lelah Bermimpi

06 Sep 2024

Misa kudus di kompleks Gelora Bung Karno yang dihadiri 86.000 umat Katolik, Kamis (5/9) menjadi puncak kunjungan Paus Fransiskus di Tanah Air. Selain berpakaian adat, sejumlah petugas misa juga penyandang disabilitas. ”Saya berkata kepada Anda, kepada bangsa ini, kepada Nusantara yang mengagumkan dan beraneka ragam ini: jangan lelah berlayar dan menebarkan jalamu, jangan lelah bermimpi dan membangun lagi sebuah peradaban perdamaian! Beranilah selalu untuk memimpikan persaudaraan!” kata Paus dalam khotbahnya yang disampaikan dalam bahasa Italia. Paus tiba di kompleks GBK untuk memimpin misa, pukul 16.00 WIB. Presiden Jokowi turut menyambut kedatangan Paus. Dengan naik Maung MV3 Pope Mobile berwarna putih dan didampingi Uskup Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo, Paus lalu menuju Stadion Madya GBK untuk menyapa umat yang hadir.

Pada pukul 16.20 WIB, Paus keluar dari Stadion Madya menuju Stadion Utama GBK. Kedatangan Paus di Stadion Utama GBK disambut tepuk tangan umat yang kemudian menyanyikan lagu ”Viva Il Papa, Viva Papa Francesco”. Dalam misa ini, bacaan pertama dibaca oleh Benediktus Dustin. Dengan teks huruf braille, ia membacakan Injil dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus. Saat pembacaan doa umat, sejumlah orang berpakaian adat naik ke panggung, dari pakaian adat Papua hingga Jawa, bergantian memanjatkan doa dengan bahasa daerah masing-masing, antara lain, bahasa Jawa, Toraja, Manggarai (NTT), Batak Toba, Dayak Kanayatn, dan Malind (Merauke, Papua).

Doa dipanjatkan, untuk para pemimpin negeri supaya dalam pengambilan keputusan dapat senantiasa memperjuangkan kebaikan, keadilan, dan kedamaian bangsa. Ada pula doa untuk mereka yang sedang sakit, terkena bencana, dan lanjut usia agar penderitaan mereka bisa diringankan. Paus Fransiskus, dalam khotbahnya, menyampaikan, kita kadang merasa tak mampu, merasakan beratnya komitmen yang begitu besar. Manusia kadang merasa tak selalu mendapat hasil yang diharapkan. Meski demikian, Paus mengajak semua orang untuk tidak menjadi tawanan kegagalan. ”Kita perlu yakin dan percaya pada Tuhan dan penyelenggaraan-Nya,” ujar Paus. (Yoga)


Latvia Menawarkan Susu untuk Program Makan Gratis

06 Sep 2024

Latvia menyatakan siap memasok susu bubuk bagi program makan gratis pemerintahan presiden Indonesia terpilih, Prabowo Subianto. Riga dan Jakarta juga ingin kerja sama lebih erat di sektor ekonomi, budaya, dan pengetahuan. Menlu Latvia, Baiba Braze menyampaikan kesiapan selepas diterima Menlu RI Retno Marsudi. Dalam pertemuan di Jakarta, Kamis (5/9), Retno dan Braze membahas kerja sama politik hingga budaya. ”Latvia adalah salah satu mitra dagang kita yang paling besar di kawasan Baltik,” kata Retno. Meski belum besar, perdagangan Indonesia-Latvia terus tumbuh. Tahun lalu, volumenya 83,4 juta USD. ”Meski secara geografis Indonesia dan Latvia terpisah oleh jarak, kita memiliki nilai-nilai dan aspirasi yang sama untuk perdamaian dan stabilitas global serta kemakmuran kedua bangsa kita,” ujar Retno. Braze mengatakan, Latvia mengekspor sejumlah komoditas barang dan jasa.

Mikrotik merupakan perusahaan terbesar Latvia di Indonesia. Perusahaan itu salah satu produsen utama router global. Melalui negara ketiga, Latvia memasok susu bubuk ke Indonesia. Latvia siap meningkatkan pasokan jika Indonesia membutuhkan. ”Banyak susu Latvia dikirim ke Indonesia. Bagus untuk anak-anak,” ucap Braze. Ia sudah mendengar rencana program makan gratis Indonesia. ”Setiap negara punya program serupa. Latvia punya,” kata mantan Asisten Sekjen NATO itu. Di Latvia, makan gratis terbagi beberapa jenis. Ada untuk orang tidak mampu, ada untuk anak sekolah. Murid bisa mendapat makan gratis beberapa kali sehari. Di sekolah yang tidak tersedia makan gratis, ada subsidi. Dengan demikian, harga makanan di kantin tetap murah dan terjangkau pelajar. Dalam konteks Indonesia, jika dibutuhkan, Latvia siap terlibat. Latvia juga siap bekerja sama dalam berbagai sektor dengan Indonesia. (Yoga)


Ekonomi Paus Fransiskus

06 Sep 2024

Kegusaran Paus Fransiskus terhadap sistem ekonomi saat ini yang menurut dia hanya didasarkan pada motif mencari keuntungan, yang meminggirkan warga masyarakat miskin, perusakan lingkungan, serta menyebabkan kesenjangan dan segresi sosial, mendorongnya menyerukan perbaikan rumah ekonomi bersama, yang disampaikan dalam berbagai dokumen, seperti Evangelii Gaudium (2013), Laudato Si (2015), Querida Amazonia (2020), termasuk dalam dokumen pesan Paus Fransiskus kepada peserta pertemuan bertajuk Economy of Francesco pada tahun 2020 silam. Menurut Paus Fransiskus, sistem ekonomi yang memengaruhi nasib mayoritas warga bumi saat ini sungguh merupakan model ekonomi yang membunuh (Evangelii Gaudium, 53). Ciri utamanya adalah adanya pengucilan dan ketidaksetaraan.

Sistem ekonomi itu, menurut Paus Fransiskus, membenarkan ”fetisisme uang” (Evangelii Gaudium, 55) dan pada dasarnya tidak adil dari akarnya (Evangelii Gaudium, 59) karena sistem tersebut membiarkan dan mempertahankan otonomi absolut pasar dan spekulasi uang (Evangelii Gaudium, 56; 202). Kelompok rentan terasing dari masyarakatnya, berada di pinggiran, dan hak-haknya tercabut (Evangelii Gaudium, 53). Dominasi dan penyingkiran tersebut amat kuat terjadi terhadap masyarakat adat di negara-negara berkembang. Paus Fransiskus menilai, sistem ekonomi saat ini telah menjadi instrumen baru kolonialisasi di mana kepentingan akumulasi ekonomi dari mereka yang kuat dan berkuasa terus memperluas, sekaligus mengusir serta meminggirkan penduduk asli dan masyarakat adat (Querida Amazonia, 9).

Akibatnya, para penduduk asli harus bermigrasi ke bagian periferi perkotaan, bahkan sampai ke luar negeri, tanpa kecukupan pengetahuan dan keterampilan. Di sana mereka tidak mengalami pembebasan atas masalah yang dihadapi, tetapi malah mengalami perbudakan, eksploitasi seksual, dan perdagangan manusia. Situasi ekonomi politik dunia yang sungguh predatoris dan membunuh itu mendorong Paus Fransiskus mengadakan pertemuan bertema Economy of Francesco pada 19-21 November 2020, yang mengundang dan melibatkan 20 negara, dari semua belahan dunia. Paus Fransiskus mengeluarkan pesan apostolik yang sangat menginspirasi. Paus Fransiskus merancang dan menyerukan suatu model dan tata ekonomi baru yang lebih inklusif, berkelanjutan, serta dijalin dalam dialog lintas batas.

Ia menegaskan agar umat beragama zaman ini untuk secara aktif membangun dan memperjuangkan norma baru untuk tata kelola politik dan ekonomi yang lebih baik (Economy of Francesco, 2020), juga untuk melawan ”ekonomi eksklusi dan ketidaksetaraan” (Evangelii Gaudium, 53). Menurut Paus Fransiskus, sistem ekonomi dan politik yang baik tak tunduk pada hasrat paradigma efisiensi teknokratis, tetapi mesti mengabdi kepentingan umum, terutama melayani umat manusia (Laudato Si, 169). Oleh karena itu, sistem ekonomi politik mesti mengarah pada upaya meminimalisasi kesenjangan, serta menghapus diskriminasi dan memerdekakan umat manusia dari aneka jenis perbudakan,pemiskinan, kesenjangan, dan polarisasi. (Yoga)


Mengerahkan Sumber Daya ke Afrika

06 Sep 2024

Forum Indonesia Afrika (IAF) 2024 dan Forum Tingkat Tinggi Kemitraan Multipihak (HLF MSP) di Bali, 1-3 September 2024, berjalan baik. Berbagai nota kesepahaman kerjasama dihasilkan dengan nilai miliaran USD atau puluhan triliun rupiah. Seperti diberitakan Kompas.id, bidang kerja sama yang disepakati Indonesia dan sejumlah negara Afrika, mulai dari kesehatan, infrastruktur, perkebunan, pertambangan, hingga pembangunan. Beberapa pemimpin negara Afrika datang bersama delegasi mereka. Tak hanya oleh Indonesia, pengerahan sumber daya untuk membangun kerja sama dengan negara-negara Afrika juga dilakukan China.

Dari sisi perdagangan, dari 1 miliar USD pada 1980, perdagangan China dengan negara-negara Afrika melonjak menjadi 10 miliar USD pada tahun 2000 serta 282 miliar USD pada 2023. Dalam kondisi kompetitif itu, peluang tetap terbuka bagi Indonesia. Dengan porsi penduduk muda yang besar serta tingginya potensi ekonomi, Afrika memerlukan mitra erat selain China. Indonesia harus bisa mengisinya. Segenap sumber daya harus kita kerahkan, termasuk sumber daya diplomasi, antara lain, dengan menambah jumlah perwakilan RI di Afrika. (Yoga)


RI Menggarap 400 Proyek Transisi Energi

06 Sep 2024

Indonesia berkomitmen beralih dari energi fosil ke energi terbarukan, dengan menyiapkan 400 proyek transisi energi. Peralihan dilakukan bertahap demi menjaga target pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dalam Indonesia Sustainability Forum (ISF) 2024, di Jakarta, Kamis (5/9) mengatakan, posisi Indonesia sudah jelas, yakni berkomitmen pada transisi energi. Target emisi nol bersih (net zero emission/NZE) tahun 2060 telah ditetapkan, bahkan coba dikejar lebih cepat. Sudah ada 400 proyek (terkait transisi energi). Contohnya, pengakhiran dini operasi PLTU Suralaya sekitar 2 gigawatt (GW). Juga (PLTU) di Cirebon 660 megawatt (MW).

Jadi, ini proyek konkret. Tapi, semua harus adil melihat transisi energi di Indonesia. Pasalnya, Indonesia harus mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang pada 2023, di atas 5 %. Dalam 10 tahun ke depan, Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 6 % guna mencapai negara berpendapatan tinggi. Luhut mengatakan, segala upaya peralihan ke energi terbarukan dilakukan bertahap. Sebab, Indonesia membutuhkan energi pemikul beban dasar (baseload) yang saat ini masih ditopang energi fosil dari batubara. Tanpa energi tersebut, pertumbuhan ekonomi terancam tersendat. (Yoga)


Menjaga Sawit Agar Tak Redup seperti Komoditas Perkebunan Lainnya

06 Sep 2024

Ketua Dewan Pengawas Indonesia Palm Oil Strategic Studies (IPOSS) Darmin Nasution mengatakan, sejak abad ke-15, keanekaragaman rempah-rempah itulah yang menarik kolonialis datang ke Tanah Air berusaha mengusai hasil kekayaan alam itu sampai sekitar abad ke-20. Indonesia masih menjadi pemasok utama berbagai komoditas perkebunan di pasar dunia. Namun, seiring waktu, kinerja ekspor berbagai komoditas perkebunan kian merosot. Alih-alih jadi eksportir, Indonesia malah jadi importir. Salah satu komoditas perkebunan yang masih berjaya adalah sawit. ”Tanaman sawit menjadi berkah yang luar biasa bagi Indonesia,” ujar Darmin saat memberi sambutan pada peluncuran buku Sawit, Anugerah yang Perlu Diperjuangkan yang diterbitkan Penerbit Buku Kompas, di Jakarta, Kamis (5/9).

Saat ini, industri sawit dan turunannya memberi pekerjaan bagi 16 juta orang di seluruh penjuru Tanah Air. Sawit menjadi salah satu kontributor terbesar ekspor Indonesia. Mengutip data BPS, ekspor komoditas lemak dan minyak hewani/nabati pada periode Januari-Juli 2024 mencapai 14,04 miliar USD atau berkontribusi 9,54 % dari total ekspor nasional. Namun, industri sawit mengalami sejumlah tantangan yang berat, baik dari dalam maupun luar negeri. ”Ini perlu ditanggulangi agar sawit bisa tetap Berjaya supaya tidak meredup seperti komoditas lainnya,” ujar Menkor Bidang Perekonomian 2015-2019 itu.

Wakil Ketua Dewan Pengawas IPOSS Sofyan Djalil mengatakan, tantangan industri sawit saat ini adalah tata kelola. Industri sawit menghadapi stagnasi produksi di kisaran 50 juta ton per tahun, penyebabnya adalah persoalan kepastian hukum dan regulasi kepemilikan lahan. Tumpang tindih lahan sawit dengan lahan lain terjadi akibat regulasi yang sering berubah. Dampaknya, produksi petani dan pengusaha sawit tidak dapat optimal. Ketua Umum Gapki Eddy Martono mengatakan, yang dibutuhkan petani dan pengusaha adalah kepastian regulasi. Semua pelaku usaha sawit pasti menginginkan lahannya punya status hak guna usaha yang kuat dan mengikat. Namun, perubahan regulasi yang sering terjadi menyebabkan masalah dalam status hukum lahan mereka. (Yoga)


Keteladanan dan Keberanian dari Ekonom Senior Faisal Basri

06 Sep 2024

Ekonom senior yang dikenal dengan pemikir annya yang tajam, lugas, dan blak-blakan, Faisal Basri (65), telah dimakamkan, Kamis (5/9). Indonesia kehilangan pemikir yang kritis dan berani mengungkapkan realitas yang sangat dibutuhkan negara. ”Saya mengenal Faisal sebagai intelektual di bidang ekonomi yang berani. Tidak banyak orang pintar yang berani menyuarakan pendapatnya di depan umum, terlebih kepada pemerintah,” kata Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla di rumah duka di Tebet, Jaksel. Orang yang berani dan pintar seperti Faisal, kata Kalla, dibutuhkan oleh negara mana pun untuk mengkritik pemerintah. Faisal mampu mengkritik pemerintah dengan data ilmiah dan berani. ”Tidak banyak yang bisa begitu. Kita kehilangan pada hari ini,” ujar Kalla. Wapres ke-11 Boediono yang hadir di rumah duka juga menyampaikan, Faisal adalah ekonom yang luar biasa, dari segi pengetahuan dan praktik.

”Banyak kegiatan lapangan beliau yang sangat bermanfaat bagi kita smua. Jadi, saya merasa kehilangan sosok sahabat yang memiliki pemikiran jernih dan tajam,” ucap Boediono. Menkeu Sri Mulyani merasa sangat terpukul atas kepergian Faisal. ”Saya sama Bang Faisal lama banget berteman karena beliau tiga tahun di atas saya di FEUI (Fakultas Ekonomi UI). Waktu beliau menjadi asisten dosen, saya masuk LPEM (Lembaga Penyelidikan dan Ekonomi Masyarakat) bersama-sama,” ujarnya di rumah duka. Sri Mulyani juga dekat dengan keluarga pendiri lembaga think-tank ekonomi Institute for Development of Economics and Finance itu. Secara pribadi, Faisal dikenal sebagai orang yang memiliki kecintaan pada Indonesia dan hasrat agar negara ini menjadi lebih baik. Ia kerap melibatkan Faisal dalam diskusi bersama pemerintah untuk memperbaiki berbagai masalah negara, khususnya bidang ekonomi.

Faisal, kata Sri Mulyani, pernah memberi masukan pada Kemenkeu terkait transformasi bea cukai dan pajak. ”Saya rasa pandangan Pak Faisal jadi penyeimbang dan pengingat. Saya memahami niat beliau sangat tulus dan out of his love tentang Indonesia. Jadi, kita tahu agenda dia ingin lihat Indonesia baik,” kata Sri Mulyani. Faisal tercatat pernah memimpin Tim Reformasi Tata Kelola Migas yang berujung pada pembubaran Petral Ltd, unit usaha PT Pertamina (Persero) di bidang perdagangan minyak mentah dan BBM pada 2015. Pada 2016, Kompas mengganjar Faisal dengan Penghargaan Cendekiawan Berdedikasi. Faisal berpulang Kamis pukul 03.50 WIB di RS Mayapada, Jakarta. Pria kelahiran Bandung, 6 November 1959, itu dimakamkan di TPU Menteng Pu lo, Jaksel. Ia meninggalkan seorang istri dan tiga anak. (Yoga)


Deflasi Bertubi-tubi Karena Krisis

06 Sep 2024
SEJAK Mei 2024, terhitung sudah empat bulan indeks harga konsumen melandai. Teranyar pada Agustus lalu, Badan Pusat Statistik mencatat terjadi deflasi 0,03 persen secara bulanan. Selama empat bulan beruntun terjadi deflasi di Tanah Air. Deflasi 0,03 persen secara bulanan tercatat pada Mei 2024; 0,08 persen pada Juni 2024; 0,18 persen pada Juli 2024; dan 0,03 persen pada Agustus 2024.

Deflasi secara bertubi-tubi biasanya terjadi saat krisis. Setelah krisis finansial Asia pada 1997, Indonesia mengalami deflasi selama tujuh bulan berturut-turut, dari Maret hingga September 1999. Selama periode tersebut, deflasi terutama disebabkan oleh depresiasi nilai tukar dan penurunan harga beberapa jenis barang. Periode deflasi lain terjadi antara Desember 2008 dan Januari 2009, saat terjadi krisis finansial global. Ketika itu deflasi dipicu oleh penurunan harga minyak dunia serta melemahnya permintaan domestik.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik Pudji Ismartini menyebutkan kondisi ini terjadi karena peningkatan pasokan barang dan jasa yang berkontribusi pada indeks harga konsumen. Saat pasokan meningkat, harga cenderung turun. Seperti pada Agustus lalu, kontributor utama deflasi berasal dari makanan, minuman, dan tembakau. BPS mengaitkannya dengan kedatangan musim panen raya hingga data penurunan harga pangan, seperti produk hortikultura dan peternakan. (Yetede)

Berbagai Hambatan Menuju Program Prioritas

06 Sep 2024
Sejumlah kementerian/lembaga ramai-ramai meminta tambahan anggaran tahun 2025 demi menjalankan program prioritas, setelah sebelumnya dipangkas Kementerian Keuangan. Namun permintaan ini menghadapi tantangan berat dari terbatasnya kemampuan fiskal akibat besarnya hutang dan bunga jatuh tempo pada 2025-2026. Seiring dengan itu, sejumlah kalangan khawatir sejumlah program prioritas kementerian terancam tersendat, jika penambahan anggaran tidak terpenuhi. Ini akan merugikan Indonesia ditengah upaya menjaga pertumbuhan ekonomi. Apalagi, Prabowo Subianto, Presiden Terpilih memasang target pertumbuhan ekonomi ambisius, yakni 8% per tahun, agar Indonesia menjadi negara maju. Target ini membutuhkan sokongan kuat dari sisi fiskal, kebijakan, hingga dunia usaha. Akan tetapi, jika penambahan anggaran disetujui, ruang fiskal penambahan baru akan makin sempit. Selain itu, defisit APBN bisa semakin membengkak, jika penambahan anggaran tidak diimbangi pendapatan negara atau realokasi pagu dari K/L lain. (Yetede)