;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Program Restrukturisasi Perbankan

06 Sep 2024

Pada Januari 2025, program restrukturisasi perbankan (PRP) mulai berjalan untuk menangani permasalahan perbankan yang membahayakan perekonomian nasional. Perbankan juga akan membayar premi PRP kepada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang menjalankan program tersebut. Nantinya perbankan membayar premi PRP dua kali dalam satu tahun setiap awal semester. Pada periode Januari-Juni akan dibayar pada Januari, lalu periode Juli-Desember akan dibayar pada Juli.

Besaran premi juga tidak sama, akan tergantung peringkat kompositnya, mulai dari 0,0% sampai dengan 0,0065%. Aturan ini resmi diteken Presiden Joko Widodo dalam Peraturan Pemerintah  No 34/2023 tentang Besaran Bagian Premi atau Pendanaan Program Restrukturisasi Perbankan pada 16 Juni 2023. Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, premi tersebut diperlukan sekali ketika sistem keuangan terguncang, sehingga industri perbankan tidak meminjam uang pemerintah tetapi menggunakan uangnya industri perbankan sendiri dari premi PRP tersebut ketika bank mengalami kejatuhan. (Yetede)

Memindahkan Impor ke wilayah Indonesia Timur Bukan Solusi Efektif

06 Sep 2024

Rencana pemerintah untuk memindahkan kegiatan impor tujuh komoditas ke wilayah Indonesia Timur dinilai bukan sebagai solusi yang efektif untuk mengatasi permasalahan impor ilegal. Sebaliknya, kebijakan tersebut justru berpotensi menjadi beban tambahan bagi industri dan ritel nasional dalam bentuk tambahan biaya  logistik yang harus ditanggung. "Infrastruktur di Indonesia Timur masih belum memadai jika dibandingkan dengan kawasan Indonesia Barat, terutama terkait transportasi dan logistik.

Selain itu, biaya operasional yang tinggi, termasuk transportasi dan distribusi, akan terdampak pada kenaikan harga barang di pasar," ujar Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah. Hippindo menawarkan solusi yang lebih efektif untuk menangani impor ilegal yaitu dengan memperkuat pengawasan dan penegakan hukum di seluruh pelabuhan Indonesia. Peningkatan kolaborasi dengan pihak terkait untuk menertibkan pelaku impor ilegal sangat dibutuhkan. Asosiasipun mendorong pemerintah untuk memperbanyak produksi dalam negeri. (Yetede)

Antrean IPO Menyusut di Tengah Skandal

06 Sep 2024

Hajatan initial public offering (IPO) saham sepi. Sudah sebulan terakhir, belum ada calon emiten baru yang melakukan penawaran umum saham perdana. Bahkan, jumlah emiten dalam pipeline IPO Bursa Efek Indonesia (BEI) menciut. Tercatat, ada lima calon emiten yang mundur dari rencana IPO di bursa. Penurunan jumlah pipeline IPO ini terjadi di tengah kasus suap IPO yang melibatkan karyawan BEI. Per 30 Agustus 2024 lalu, BEI mencatat, hanya ada 23 calon emiten yang berada dalam antrean IPO. Sebanyak 17 di antaranya, merupakan perusahaan skala menengah dengan nilai aset Rp 50 miliar hingga senilai Rp 250 miliar. Sedangkan lima perusahaan lainnya berskala besar, dengan aset di atas Rp 250 miliar, dan hanya ada hanya ada satu calon emiten dengan skala kecil yang memiliki nilai aset di bawah Rp 50 miliar. Pencatatan saham IPO terakhir kali dilakukan pada 8 Agustus 2024, yakni IPO saham PT Esta Indonesia Tbk (NEST). NEST menjadi emiten ke 34 yang listing pada tahun 2024 ini. Jumlah nilai emisi yang dikantongi emiten saham baru dari IPO ini sebesar Rp 5,15 triliun. I Gede Nyoman Yetna, Direktur Penilaian Perusahaan BEI mengatakan, menyusutnya jumlah pipeline IPO disebabkan ada keputusan internal perusahaan-perusahaan tersebut untuk menunda maupun berdasarkan evaluasi manajemen bursa. Nyoman menampik mundurnya calon emiten dari rencana IPO berkaitan dengan isu skandal gratifikasi yang masih diselidiki lebih lanjut. 

Di sisi lain, Pengamat Pasar Modal dan Guru Besar Keuangan dari Universitas Indonesia, Budi Frensidy mengatakan, sepinya hajatan penawaran umum perdana saham tak bisa dipungkiri disebabkan oleh mencuatnya dugaan kasus gratifikasi yang dilakukan oknum karyawan BEI. Seperti diketahui. BEI dikabarkan telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap lima karyawannya. Ini merupakan buntut pelanggan oknum karyawan yang meminta imbalan dan gratifikasi atas jasa penerimaan emiten. Adapun kelimanya merupakan karyawan pada divisi penilaian perusahaan. Divisi ini bertanggung jawab terhadap penerimaan calon emiten saham. Kuat dugaan kelima karyawan tersebut meminta sejumlah uang imbalan kepada calon emiten. Komisi XI DPR pun berencana segera memanggil otoritas pasar modal untuk mendalami kasus tersebut. Pengamat Pasar Modal, Satrio Utomo mengatakan, sebenarnya minat perusahaan untuk melakukan IPO di bursa saham masih banyak. Di sisi lain, para investor menginginkan IPO yang bagus. Sementara analis Kanaka Hita Solvera, Daniel Agustinus mengatakan, sebaiknya BEI memang lebih selektif dalam menyaring saham-saham yang baru IPO tersebut. "Ini agar investor tidak dirugikan," tandasnya.

Beban Bank Berpotensi Naik Tahun Depan

06 Sep 2024

Biaya yang akan ditanggung perbankan untuk menunaikan kewajiban kepada regulator akan bertambah tahun depan. Pasalnya, program premi restrukturisasi (PRP) akan diberlakukan mulai Januari 2025. Bank-bank wajib membayar PRP kepada Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) dengan besaran hingga 0,055% dari nilai aset. Besar premi tergantung dari nilai aset dan tingkat komposit risiko bank terkait. Para bankir mengakui iuran tersebut akan membuat beban perbankan tambah bengkak tahun depan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), beban non operasional bank umum pada semester I-2024 mencapai Rp 32,6 triliun, meningkat 26,6% secara tahunan dari Rp 25,7 triliun di paruh pertama 2023. Direktur Bank Oke Efdinal Alamsyah mengatakan, pihaknya tetap siap menjalankan kewajiban itu. Namun, perseroan ini harus melakukan perencanaan alokasi dana dan memastikan kecukupan likuiditas untuk membayar premi sesuai jadwal, tanpa mengganggu arah dan rencana bisnis bank ke depannya. 

Efdinal berujar, kewajiban PRP ini akan berdampak terhadap profitabilitas ke depan. Sebab, sebagian dana dari likuiditas bank harus disisihkan membayar kewajiban itu. Direktur Keuangan Bank Jatim Edi Masrianto mengatakan, pembayaran premi PRP akan membuat biaya bank membengkak. Hanya saja, ia mengakui program tersebut diperlukan. Program ini akan menjaga keberlanjutan bank ke depan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada sistem perbankan. "Program ini membangun kredibilitas juga, karena orang akan melihat bank punya pertahanan," ujar Edi. Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa menilai program PRP tak akan memberatkan perbankan. Iurannya tidak sebesar premi penjaminan simpanan.

ANTM Pacu Kinerja di Paruh Kedua

06 Sep 2024

Emiten pertambangan, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) fokus mengoptimalisasi kinerja produksi dan penjualan komoditas inti perusahaan di sisa tahun ini. Sekretaris Perusahaan Antam Syarif Faisal Alkadrie mengatakan, ANTM konsisten mengimplementasikan kebijakan strategis dalam pengelolaan biaya yang tepat dan efisien, guna memaksimalkan kinerja komoditas nikel, emas, dan bauksit. ANTM menargetkan, volume produksi dan penjualan di tahun 2024 masing-masing sebesar 22.464 ton nikel dalam feronikel (TNi). Target itu tumbuh 5% dari capaian produksi tahun 2023 sebesar 21.473 TNi, dan tumbuh 12% dari capaian penjualan feronikel tahun 2023 yang sebesar 20.138 TNi. Untuk komoditas bijih nikel, ANTM menargetkan total produksi bijih nikel konsolidasian yang digunakan sebagai bahan baku pabrik feronikel ANTM dan penjualan ke pelanggan domestik sebesar 20,58 juta wet metric ton (wmt), meningkat 53% dari capaian produksi bijih nikel tahun 2023 yang sebesar 13,45 juta wmt. Terkait dengan komoditas emas, Perusahaan menargetkan produksi emas tahun 2024 yang berasal dari tambang emas Perusahaan sebesar 958 kg (30.800 troy oz). Sedangkan, untuk penjualan emas pada tahun 2024 ditargetkan mencapai 37.354 kg (1.200.959 troy oz), meningkat 43% dari capaian penjualan emas tahun 2023 yang sebesar 26.129 kg (840.067 troy oz). 

Untuk mencapai target tersebut, Antam fokus melakukan pengembangan basis pelanggan domestik untuk produk emas, bijih nikel, dan bauksit. Beberapa strategi yang dilakukan adalah fokus melakukan inovasi produk dan layanan, serta meningkatkan cadangan dan sumber daya melalui eksplorasi. ANTM juga berkomitmen untuk mempercepat pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik (EV Battery) di Indonesia bersama mitra strategisnya. Terkait pencapaian kinerja sepanjang semester I-2024, Antam berhasil membukukan kenaikan penjualan sebesar 7%, yakni dari Rp 21,66 triliun pada semester I-2023 menjadi Rp 23,18 triliun. Kendati penjualan meningkat, tapi perolehan laba bersih ANTM mengalami penurunan 17,55% secara tahunan (year on year/yoy). Yakni, menjadi Rp 1,55 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 1,88 triliun.

Memitigasi Risiko di Pasar Finansial Domestik

05 Sep 2024

Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi investasi internasional (PII) Indonesia pada kuartal II-2024. Hasilnya, Indonesia mencatatkan penurunan kewajiban neto investasi internasional. Per akhir kuartal II-2024, kewajiban neto PII Indonesia sebesar US$ 247,3 miliar. Jumlah ini menyusut 2,60% dibandingkan akhir kuartal I-2024 senilai US$ 253,9 miliar. Asisten Gubernur BI, Erwin Haryono menyampaikan, penurunan kewajiban neto bersumber dari kenaikan posisi aset finansial luar negeri (AFLN) dan penyusutan nilai kewajiban finansial luar negeri (KFLN). "Posisi AFLN Indonesia meningkat didorong peningkatan investasi penduduk di berbagai instrumen finansial luar negeri," tutur Erwin dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/9). Posisi AFLN di akhir kuartal II-2024 tercatat US$ 491,5 miliar, naik 1,2% quarter-to- quarter (qtq). Pencapaian ini bersumber dari kenaikan penempatan pada hampir seluruh komponen AFLN, terutama instrumen utang. Kenaikan posisi AFLN juga dipengaruhi faktor perubahan lain terkait peningkatan harga beberapa aset finansial luar negeri. Sementara nilai KFLN Indonesia menurun di tengah aliran masuk modal asing pada investasi langsung dan investasi portofolio. Posisi KFLN Indonesia per akhir kuartal II-2024 turun 0,1% qtq menjadi US$ 738,7 miliar. BI melihat perkembangan PII Indonesia pada kuartal II-2024 tetap terjaga sehingga turut mendukung ketahanan eksternal pasar finansial Indonesia. 

Hal ini tecermin dari rasio PII Indonesia terhadap PDB pada triwulan II-2024 sebesar 18,1%, lebih rendah dari 18,4% pada triwulan I-2024. Selain itu, struktur kewajiban PII Indonesia didominasi instrumen berjangka panjang (92,8%) terutama dalam bentuk investasi langsung. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai, penurunan kewajiban neto PII pada kuartal II-2024 berdampak positif ke ketahanan eksternal Indonesia. "Penurunan kewajiban neto menunjukkan utang atau kewajiban internasional Indonesia terhadap aset luar negeri berkurang. Artinya, eksposur risiko ke kewajiban eksternal berkurang, tutur dia, Rabu (4/9). Dari perspektif stabilitas sistem keuangan, Josua menilai penurunan kewajiban neto investasi internasional Indonesia dapat memberikan sinyal positif. Hal ini menunjukkan terjadi perbaikan dalam neraca keuangan internasional, yang selanjutnya dapat membantu menjaga stabilitas sektor keuangan Indonesia. "Sekalipun kondisi pasar keuangan cenderung bergerak dinamis pada kuartal II-2024, namun kondisinya cenderung membaik pada akhir Juli hingga akhir Agustus sehingga mendukung aliran modal asing masuk ke pasar keuangan domestik dan mendukung penguatan nilai tukar rupiah," ungkap Josua.

Subsidi Energi Berkurang, Kompensasi Melonjak

05 Sep 2024

Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR menyepakati total alokasi anggaran subsidi energi dan kompensasi bahan bakar minyak (BBM) serta listrik senilai Rp 394,33 triliun pada 2025. Meski ada perubahan kurs rupiah tahun depan, total anggaran itu tak berubah dari usulan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025. Anggaran subsidi energi dan kompensasi 2025 disepakati dalam rapat kerja antara Menteri Keuangan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Bank Indonesia dengan Banggar DPR, Rabu (4/9). Hal ini sejalan dengan asumsi rerata nilai tukar rupiah tahun depan yang disepakati Rp 16.000 per dolar AS, menguat Rp 100 dari RAPBN 2025 sebesar Rp 16.100 per dolar AS. Sementara asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) tetap US$ 82 per barel, atau sama dengan outlook 2024. 

"Karena nilai tukar Rp 16.100 menjadi Rp 16.000 maka dari sisi jumlah berkurang Rp 1,12 triliun dan dialihkan sebagai penambahan kepada kompensasi," kata Said Abdullah, Ketua Banggar DPR kepada KONTAN, Rabu (4/9). Dengan penambahan tersebut, maka anggaran kompensasi energi naik menjadi Rp 190,92 triliun, dari usulan sebelumnya Rp 189,80 triliun. Volume subsidi untuk tahun depan juga tidak mengalami perubahan dari usulan. Merujuk data yang dipaparkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers beberapa waktu lalu, anggaran subsidi energi dan kompensasi pada tahun 2024 mencapai Rp 334,8 triliun. Dengan demikian, alokasi tahun depan naik 17,8% dibandingkan 2024. Sebelumnya, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara menyoroti besaran anggaran subsidi energi dan kompensasi yang meningkat pada tahun depan.

Harga Komoditas Dorong Kinerja Emiten BUMN

05 Sep 2024

Emiten tambang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah naungan holding Mind Id berupaya memperbaiki kinerja pada paruh kedua tahun ini. Tiga anggota Mind Id telah memaparkan strategi dalam public expose live 2024, pekan lalu. Ketiga emiten itu adalah PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Ketiganya ingin mengejar target produksi untuk margin yang optimal di tengah fluktuasi harga komoditas. Senior Vice President Project Management Office PTBA, Setiadi Wicaksono mengatakan, emiten ini terus mencari potensi pasar baru. PTBA ingin menggenjot pasar ekspor dengan menyasar pasar potensial di Asia Tenggara dan Asia Selatan seperti India, Pakistan dan Bangladesh. Pada semester pertama tahun ini, PTBA membukukan rekor penjualan tertinggi, yakni 20,1 juta ton, naik 15,51% secara tahunan. Pencapaian rekor penjualan pada semester I ditopang ekspor batubara 8,5 juta ton, meningkat 20% secara tahunan. PTBA menargetkan volume penjualan batubara 43,1 juta ton di 2024. Direktur Utama Antam, Nicolas D. Kanter menambahkan, ANTM ingin menggenjot komoditas andalannya, yakni emas, nikel dan bauksit. Saat ini ANTM sedang menjajaki peluang untuk mendapatkan pasokan emas (offtake) dari Freeport, yang kini juga menjadi bagian dari Mind Id. 

Bergeser ke INCO, emiten nikel ini juga sedang menggarap proyek strategis yang berada di tiga wilayah, yakni Morowali, Pomalaa dan Sorowako. Di sisi lain, INCO bersiap untuk membuka keran pendapatan baru dengan menjual bijih nikel ke pasar domestik. Per semester I-2024, produksi nikel matte INCO 34.774 ton. Presiden Direktur & Chief Executive Officer Vale Indonesia, Febriany Eddy menyampaikan, saat ini ada bijih yang dihasilkan dari proses produksi, yaitu dari bulk sampling test . Jadi, penjualan bijih sudah bisa dilakukan dalam jumlah kecil. "Ini upaya kami untuk menambah pendapatan kala harga nikel sedang turun," kata Febriany. Analis RHB Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi mengingatkan, prospek kinerja dan tren harga saham emiten tambang akan beriringan dengan laju harga komoditasnya. Dus, dia menyarankan trading plan untuk jangka pendek hingga menengah bagi saham emiten tambang BUMN ini.

PPRE Kantongi Kontrak Baru Senilai Rp 6,3 Triliun

05 Sep 2024

Emiten jasa konstruksi, PT PP Presisi Tbk (PPRE) membukukan kontrak baru senilai Rp 6,3 triliun hingga Agustus 2024. Realisasi itu mencapai 80% dari target kontrak yang dipatok anak usaha BUMN Karya PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) ini pada 2024 sebesar Rp 8 triliun. Direktur Utama PPRE, Arzan mengatakan, pencapaian kontrak baru naik 36% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun 2023 sebesar Rp 4,6 triliun. Nilai kontrak itu diperoleh dari jasa pertambangan, pembangunan bandara, jalan tol, production plant dan infrastruktur sipil lainnya. Nilai kontrak baru mayoritas berasal dari pemberi kerja eksternal sebesar 85% dan PP Group sebesar 15%. "Ini membuktikan PPRE mampu bersaing di sektor konstruksi jasa pertambangan dan sipil nasional," ujar Arzan dalam keterangan resmi, Rabu (4/9).

CPIN Tunggu Manfaat dari Program Makan Gratis

05 Sep 2024

Kinerja PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) diproyeksikan masih tumbuh positif ke depan. Salah satunya akan didorong oleh program makan bergizi gratis dari presiden terpilih, Prabowo Subianto. Marvin Lievincent, analis Phillip Capital mengatakan, pada semester I-2024 pendapatan CPIN meningkat hingga 6,70% secara year on year (yoy) menjadi Rp 32,96 triliun. Alhasil laba bersih ikut naik menjadi sebesar Rp 1,76 triliun dari Rp 1,37 triliun yoy dengan margin laba bersih (NPM) sebesar 5,4% pada semester I-2024. Program presiden terpilih untuk menjadikan Indonesia sebagai negara lumbung pangan akan memberi angin segar bagi CPIN. Program tersebut dapat memberikan manfaat bagi kalangan peternak ayam dan petani dengan menstabilkan harga jagung dan memastikan pasokan jagung nasional yang stabil. Sebagai catatan, pemerintah terus mengimpor jagung dari AS untuk memenuhi kebutuhan nasional. Akibatnya, fluktuasi harga jagung dan harga SBM berdampak signifikan terhadap profitabilitas perusahaan pakan. 

Dengan adanya katalis positif ini, Marvin melihat, prospek jangka panjang dengan perkiraan pertumbuhan pendapatan sebesar 8% pada akhir 2024, dan 12% di akhir 2025 akibat permintaan yang kuat untuk protein hewani. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo mengatakan, perlu dilakukan tinjauan yang lebih mendalam terkait program makan bergizi dapat diimplementasikan secara efektif di lapangan atau tidak. Analis Ciptadana Sekuritas, Muhammad Gibran menambahkan, data perunggasan terkini menunjukkan, sektor peternakan komersial berpotensi memperoleh keuntungan dari harga acuan baru yang ditetapkan sebesar Rp 21.000–Rp 23.000 per kg. Berdasarkan analisa ini Gibran mempertahankan rekomendasi hold CPIN dengan target harga Rp 5.400 per saham. Sedangkan Marvin mempertahankan peringkat buy dan dengan menaikkan target harga menjadi Rp 6.600 per saham.