Potensi Kemitraan Indonesia dengan Negara Kecil
Potensi kemitraan dan kerja sama nonbisnis Indonesia dengan negara-negara berkembang dan kecil sangat besar, tak hanya di bidang perdagangan, tetapi juga pembangunan, peningkatan kapasitas, dan tukar pengetahuan perencanaan pembangunan. Indonesia menggarap potensi tersebut dalam Forum Tingkat Tinggi Kemitraan Multipihak (HLF MSP) yang digelar 1-3 September 2024 di Nusa Dua, Badung, Bali. Sejumlah potensi bahkan realisasi kemitraan terungkap dalam pertemuan bilateral Menteri PPN / Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa dengan beberapa perwakilan negara. Pada Selasa (3/9) Suharso bertemu pejabat Kepulauan Solomon, yaitu Menteri Perencanaan Nasional dan Koordinasi Pembangunan Rexon Annex Ramofafia serta Menteri Pendidikan dan Pengembangan SDM Tozen Leokana. Ia juga bertemu Wakil PM sekaligus Menteri Perencanaan dan Koordinasi Bantuan Pembangunan Kongo Guylain Nyembo Mbwizya.
Suharso mengatakan, RI telah bermitra dengan Kepulauan Solomon selama satu dekade terakhir. Dalam kurun waktu itu, RI memberikan berbagai dukungan, di antaranya penanganan pandemi Covid-19, peningkatan kapasitas bidang pendidikan dan perikanan, serta pembangunan stadion multifungsi. Stadion dibangun PT Wijaya Karya (Persero), diresmikan pada 7 September 2022. ”Kini negara tersebut meminta Indonesia mendukung pembangunan bidang kesehatan, terutama rumah sakit,” katanya di Bali International Convention Center. Indonesia juga berharap dapat meningkatkan kerja sama di sektor ekonomi biru dan pariwisata, khususnya pengembangan ekowisata berkelanjutan. Sementara Kongo tertarik belajar membuat perencanaan pembangunan jangka panjang seperti yang disusun Bappenas.
Negara itu akan mengirimkan tenaga ahli untuk belajar. Kongo juga memiliki potensi cadangan kobalt yang merupakan bahan mineral kritis. Indonesia akan menjajaki potensi kerja sama pengolahan salah satu bahan baku baterai kendaraan listrik tersebut. ”RI punya pengalaman di bidang itu dan kerap dibantu negara-negara maju. Ini menjadi modal bagi RI agar dapat membantu negara-negara berkembang lain atau negara-negara kecil,” katanya. Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid berharap Indonesia dapat membangun kemitraan melibatkan swasta, berupa perluasan pasar ekspor nontradisional, pembiayaan, ataupun perkuatan UKM. Negara-negara Afrika sangat berpotensi menjadi pasar ekspor nontradisional Indonesia. Di tengah kesulitan sejumlah pengusaha tekstil dan produk tekstil menjual produknya ke negara-negara tujuan ekspor tradisional, pasar ekspor nontradisional bisa menjadi solusinya. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023