Teladan Kesederhanaan Paus Fransiskus
Setelah turun dari pesawat komersial berwarna biru, Paus Fransiskus naik mobil dan duduk di samping pengemudi sambil membuka jendela agar dapat melambaikan tangan. Bagi sejumlah tokoh di Indonesia, sikap Paus tersebut merupakan contoh nyata kesederhanaan. Paus Fransiskus tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (3/9). Paus Fransiskus tidak menggunakan tangga utama yang telah dipasang pada sisi depan A330-900 ITA Airways. Dia turun dari sisi kanan pesawat dengan bantuan lift, yang membantu Paus Fransiskus yang duduk di kursi roda untuk turun ke landasan. Didorong oleh salah satu anggota Garda Swiss, Paus Fransiskus menemui sejumlah pejabat yang menyambutnya. Saat menuju mobil yang akan membawanya, Paus Fransiskus disambut jajaran pasukan kehormatan dengan tetap duduk di kursi roda.
Ketika naik mobil Kijang Innova, dia memilih duduk di depan, di samping pengemudi. Jendela di bangkunya tampak terbuka sepanjang jalan. Dia kerap melambaikan tangannya sambil menatap ke luar jendela. Menurut Menag, Yaqut Cholil Qoumas, sikap Paus Fransiskus yang memilih naik mobil Kijang dapat dicontoh pejabat Indonesia. ”Luar biasa kesederhanaan beliau (Paus Fransiskus). Beliau contohkan bagaimana menjadi pemimpin agama dan pemimpin negara. Dengan kesederhanaannya, beliau tunjukkan. Beliau memilih kendaraan pun dengan cara yang sangat sederhana dan ini patut kita contoh,” tuturnya saat wawancara cegat setelah menyambut Paus Fransiskus. Mobil yang dinaiki Paus Fransiskus melaju menuju Kantor Kedubes Takhta Suci Vatikan di Indonesia, Jakpus, tempat Paus menginap.
Bukan di hotel. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyoroti pilihan Paus untuk terbang ke Indonesia dengan pesawat komersial serta tidak menginap di hotel. ”Hal itu menunjukkan keteladanan yang menjadi inspirasi penting bagi para pemimpin bangsa di tingkat nasional dan ranah global,” ujarnya, Selasa. Suharyo berpendapat, Paus Fransiskus tak ingin dipandang sebagai pejabat tinggi yang harus dilindungi dan harus disediakan segala macam hal, beliau juga tak pernah khawatir terhadap keselamatannya. ”Beliau itu, kan, pewarta damai. Jadi tidak berpikir macam-macam tentang keselamatan. Beliau ingin menjadi sesama, termasuk salah satu syaratnya minta mobil yang bisa dibuka lebar jendelanya, untuk menyapa masyarakat yang hadir menyambut beliau,” tuturnya. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023