;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

Rencana Subsidi KRL Berbasis NIK

09 Sep 2024

Rencana pemerintah memberi subsidi bagi penumpang KRL Jabodetabek berbasis NIK menuai pro dan kontra. Berikut tanggapan dari pengguna; “Saya sehari-hari berangkat kerja dan pulang menumpang kereta komuter Jabodetabek dari Stasiun Bojong Gede ke Stasiun Pasar Minggu dengan tarif Rp 6.000. Saya tak setuju kalau ada kenaikan tarif, apalagi pakai sistem segmentasi NIK karena saya sebagai kelas menengah merasa dirugikan banget. Gue lagi yang kudu bayar mahal. Padahal, yang paling banyak bayar pajak kelas menengah. Yang dibutuhkan masyarakat adalah transportasi yang lebih bagus dan aman buat pengguna,” ujar Resti Hastarini (29) karyawan swasta, Jakarta.

Rully R Ramli (27) karyawan swasta, Bekasi, berkata, “Seharusnya pemerintah mendorong masyarakat naik transportasi umum dengan memberi subsidi biar tarifnya terjangkau. Kalau pertimbangannya beban belanja pemerintah makin berat, mengapa tidak memotong belanja yang tidak penting lainnya. Saya tidak menentang penyesuaian tarif KRL selama besarannya masih terjangkau, tetapi kalau lihat kondisi ekonomi sekarang, belum waktunya. Kalau tarif KRL naik, beda tarifnya tipis dengan LRT, mending naik LRT saja".

“Kenaikan tarif KRL akibat perubahan skema subsidi menjadi berbasis NIK wajib diimbangi perbaikan layanan, fasilitas, dan kenyamanan. Kerap terjadi, fasilitas di stasiun tidak berfungsi sehingga mengganggu kenyamanan penumpang. Misalnya, eskalator mati saat peak hour sehingga penumpang menumpuk dan berdesak-desakan yang berakibat membahayakan keselamatan. Selain itu, problem teknis operasional kereta, seperti kereta mogok atau jalur rel bermasalah, juga kerap tidak diinformasikan pada penumpang,” ujar Konstantina Galuh (46) karyawan swasta, Jakpus. (Yoga)


Ekonomi AS Soft Landing

09 Sep 2024

Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS) Janet Yellen pada Sabtu (07/09/2024) berusaha meyakinkan rakyat AS bahwa ekonomi negara tetap kuat. Sekalipun di lapangan, laporan pasar tenaga kerja beberapa bulan terakhir  yang lemah tengah mengguncang investor dan pasar saham. “Kami liat ada kurang geliat dalam hal perekrutan dan lowongan pekerjaan. Tetapi kami melihat banyak PHK,” kata Yellen. Pemerintah, tambah dia, terus memperhatikan risiko penurunan di pasar tenaga kerja. Tetapi untuk saat ini ekonomi akan tetap solid. “Saya memperhatikan risiko penurunan di pasar tenaga kerja. Tapi dari apa yang kami lihat sekarang dan kami harap akan terus kami lihat seperti itu, ekonomi akan tetap baik dan solid,” tambah Yellen. Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan lapangan kerja telah melambat dibandingkan maraknya perekrutan setelah ekonomi AS dibuka kembali pascapandemi Covid-19. Namun begitu, ujar dia, ekonomi AS tetap di jalur pemulihan dan pada dasarnya beroperasi pada kondisi penyerapan penuh lapangan kerja. (Yetede)

Likuditas Industri Perbankan

09 Sep 2024
Kondisi likuiditas perbankan nasional saat ini semakin mahal lantaran suku bunga bank sentral yang belum juga turun. Pada tahun depan, diperkirakan likuiditas perbankan mulai longgar yang dapat dukungan ekspansi kredit lebih tinggi lagi. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menilai, likuiditas industri perbankan pada Juli 2024 memadai dengan rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan AL/DPK masing-masing besar 109,20% dan 24,57%. Jika dibandingkan dengan posisi Juni 2024 sebesar 112,33% dan 25,37%. “Rasio tersebut masih di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%” ujar Dian. Meski demikian, loan to deposit ratio (LDR) perbankan terus naik ke level 86,51% per Juli 2024 dari bulan sebelumnya 85,74%. LDR juga meningkat dibandingkan Juli 2023 yang berada di posisi 82,9%. Selain itu, biaya dana (cost of fund/CoF) perbankan juga terus meningkat karena peningkatan suku bunga deposito di era suku bunga tinggi. Oleh karena itu, dengan adanya potensi penurunan suku bunga BI pada kuartal IV-2024 diharapkan bisa memberi ruang perbankan untuk menurunkan biaya dana. (Yetede)

Peluang IHSG Menuju 7.800 Masih Terbuka

09 Sep 2024
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI)  berpotensi melanjutkan tren positif pada pekan ini,  setelah sepanjang minggu lalu menguat 51 poin (0,67%) ke level 7.721. Peluang IHSG menuju 7.800 dalam jangka pendek masih terbuka, meski dalam perjalanannya akan dibayangi potensi profit taking. Sentimen penggerak IHSG pekan ini akan datang dari beberapa rilis data keuangan penting global. "Pergerakan IHSG secara harian masih dalam tren yang menguat, dan masih ada potensi untuk membuat new all time high-nya di 7.800. Namun pergerakan secara mingguan secara indikator RSI sudah mendekati area jenuh  beli yang mana bisa menjadi perhatian, karena kemungkinan akan ada potensi untuk koreksi terlebih dahulu," kata Retails Equity Research KB Valbury Sekuritas Afif Abdullah. Secara umum, Afif melihat,  pergerakan IHSG untuk pekan ini masih akan volatile cenderung menguat. Dengan rentang pergerakan IHSG dikisaran support 7.550 dan resistance 7.800. (Yetede)

TikTok dan Penyebaran Informasi Palsu

09 Sep 2024

Pemerintah di berbagai negara melarang TikTok karena khawatir platform ini menjadi sumber penyebaran propaganda, ujaran kebencian, konten manipulatif, dan kampanye provokatif. Platform ini juga dituduh membahayakan anak-anak, membuka ruang bagi pengaruh kelompok teroris, mengeksploitasi data pribadi, dan mengumpulkan informasi penting pemerintah.

Setidaknya 34 negara pernah melarang atau tengah melarang platform berbasis video populer ini, yang penggunanya mencapai 1 miliar di seluruh dunia. Amerika Serikat, negara kedua dengan pengguna terbanyak, melarang TikTok karena khawatir akan keamanan data. Pemerintah AS khawatir perusahaan induk TikTok yang berbasis di Cina, ByteDance, akan membagikan data dengan pemerintah Cina dan menggunakannya untuk mempengaruhi pemilihan presiden AS.

Indonesia, negara dengan pengguna TikTok terbanyak di dunia (127 juta), pernah melarang TikTok Shop karena melanggar Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31 Tahun 2023 tentang perdagangan elektronik. TikTok Shop adalah fitur yang memungkinkan merek dan produsen menjual produk mereka secara langsung tanpa harus meninggalkan aplikasi.

Larangan ini diterapkan bersamaan dengan masa kampanye presiden pada Oktober 2023 oleh Menteri Perdagangan Indonesia, yang juga merupakan ketua partai politik bagian dari Koalisi Indonesia Maju. Dua bulan kemudian, bertepatan dengan dimulainya debat kandidat presiden, larangan tersebut dicabut. Dalam pilres 2024, TikTok menjadi platform paling kuat dalam mendongkrak citra Prabowo-Gibran. (Yetede)

Kementerian Perumahan Butuh Lembaga Penyeimbang

09 Sep 2024

Pendirian Kementerian Perumahan mendapat dukungan dari berbagai kalangan pengembang, yang berharap lembaga ini dapat mengatasi backlog perumahan dan mempercepat penyediaan 3 juta unit rumah per tahun. Daniel Djumali, Sekjen Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), menyatakan perlunya Kementerian Perumahan yang fokus pada penyediaan rumah, serta pembentukan Badan Percepatan Pembangunan Perumahan (BP3) untuk mengatasi masalah pendanaan.

Sementara itu, Rusmin Lawin, Wakil Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI), mendukung pendirian Kementerian Perumahan dan Perkotaan untuk menyinergikan pembangunan perumahan antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Ari Tri Priyono, Ketua Umum Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra), menekankan bahwa pemisahan Kementerian Perumahan dari Kementerian PUPR diharapkan dapat menyelesaikan isu-isu perumahan yang selama ini kurang mendapat perhatian. Ari juga mengusulkan agar program perumahan di perkotaan lebih diprioritaskan, termasuk dengan kerjasama pemerintah dan bank tanah untuk penyediaan lahan, serta menjamin dana murah dengan suku bunga terjangkau sebagai stimulus.


Industri Keramik Mendesak Regulasi Anti-Dumping

09 Sep 2024

Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki), Edy Suyanto, mendesak agar Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait Bea Masuk Anti-Dumping (BMAD) untuk keramik homogenous tiles asal China segera diterbitkan. Hal ini dikarenakan impor ubin keramik asal China yang diduga melakukan dumping telah menurunkan kinerja industri keramik nasional, dengan tingkat utilisasi yang hanya mencapai 62% pada semester I 2024, lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Edy menekankan bahwa lambatnya penerbitan PMK BMAD memberikan peluang bagi importir untuk memperbesar volume impor sebelum BMAD diberlakukan, sehingga kebijakan tersebut bisa menjadi kurang efektif. Jika BMAD segera diterbitkan, Asaki optimistis bahwa tingkat utilisasi industri keramik nasional dapat meningkat menjadi 65%—67% pada tahun ini dan terus membaik hingga 80% pada 2025.

Bandara Komodo: Korea Selatan Siap Gantikan Singapura

09 Sep 2024

Investor asal Korea Selatan melalui Incheon International Airport Corporation (IIAC) tertarik mengembangkan Bandara Komodo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, setelah Konsorsium PT Cardig Aero Service Tbk. dan Changi Airport International gagal menjadi operator bandara tersebut. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menegaskan bahwa pihaknya serius mencari investor luar negeri untuk pengembangan terminal internasional Bandara Komodo, mengingat keterbatasan anggaran pemerintah. Budi Karya menyatakan, “Kami menggandeng swasta, tapi nanti akan datang investor luar untuk mengembangkan Bandara Komodo.”

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Komodo, Ceppy Triono, juga menyebutkan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu kebijakan lebih lanjut dari Kementerian Perhubungan terkait minat dari Korea Selatan.

Grup MAP: Asa Pemulihan Kinerja Emiten Peritel

09 Sep 2024

PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) atau Grup MAP menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga 20% pada 2024, yang berpotensi mendorong kinerja sahamnya. Meskipun laba bersih MAPI turun 11,4% secara tahunan pada semester pertama 2024, perusahaan mencatat peningkatan pendapatan bersih sebesar 15,38% dari Rp15,59 triliun menjadi Rp17,99 triliun. Analis Bahana Sekuritas, Christine Natasya, menilai panduan pertumbuhan MAPI pada 2024 yang mencapai 18-20% menunjukkan potensi kinerja yang melampaui ekspektasi analis.

Analis lain, Christofer Kojongian dari Sucor Sekuritas, melihat harapan perbaikan kinerja MAPI pada akhir 2024, didorong oleh efisiensi biaya dan perluasan jaringan yang lebih terkendali. Wakil Presiden Direktur MAPI, Virendra Prakash Sharma, menegaskan bahwa perusahaan akan fokus pada empat strategi utama untuk mencapai target tersebut, yaitu peningkatan belanja konsumen, akselerasi penjualan merek regional, transformasi digital, dan akuisisi atau kemitraan strategis. Sharma mengatakan, “Ketika melihat pipeline merek baru dan toko yang kami buka di Indonesia dan pasar negara lain, kami percaya bisa mencapai pertumbuhan top line 20%.” Grup MAP juga mengalokasikan belanja modal sebesar Rp2 triliun untuk mendukung pertumbuhan, termasuk penambahan gerai baru.

Daya Beli Lemah: Ancaman Sosial di Depan Mata

09 Sep 2024

Sinyal meredupnya perekonomian nasional semakin nyata. Saat daya beli masyarakat kelas menengah terus melemah dan angka pemutusan hubungan kerja (PHK) menanjak, pemerintah harus segera mengucurkan insentif, termasuk pajak. Jika pelemahan daya beli tak cepat diperbaiki, bukan hanya menekan ekonomi, tapi bisa merembet ke dampak sosial. Data terbaru Mandiri Spending Index (MPI) memperlihatkan, masyarakat kelas menengah menahan belanja kebutuhan barang tahan lama, seperti fesyen. Mereka memilih irit dan menjaga tabungan sekaligus mendahulukan kebutuhan primer. Hal ini mengindikasikan daya beli kelas menengah sedang tertahan. Data itu diperkuat angka pendapatan riil atau disposable income masyarakat yang tak kunjung membaik. Dalam 10 tahun terakhir, porsi disposable income terhadap produk domestik bruto (PDB) per kapita Indonesia bergerak menurun. Pada 2014, angkanya di level 76,6% dan pada 2023 menyusut menjadi 72,7%. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN) atau Bappenas menyebut, sepanjang 2010 hingga 2023, porsi pendapatan individu yang dikeluarkan untuk konsumsi menurun. Ini bisa saja karena ada penurunan pendapatan riil masyarakat yang memang dipengaruhi kenaikan kebutuhan hidup.   

"Penurunan pendapatan riil ini menjadi salah satu tantangan pembangunan yang menjadi pertimbangan bagi kami untuk menyusun rencana kerja," terang Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan Kementerian PPN atau Bappenas Scenaider C.H. Siahaan di hadapan Komite IV DPD RI, belum lama ini. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Mohammad Faisal menilai, masyarakat kelas menengah yang semula lebih sejahtera kini masuk kategori rentan miskin. Hal itu lantaran pendapatan mereka tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Jika itu dibiarkan terus-menerus, bisa mengarah kepada tingkat kriminalitas jika terjebak utang, terutama yang tak mampu membayar," kata dia, kemarin. Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin bilang, warga kelas menengah melek dan aktif secara politik. Mereka mendominasi media sosial. Jika situasi ini tak diperbaiki dan dikelola dengan baik, bisa memantik dinamika yang berujung pada krisis politik.