Likuditas Industri Perbankan
Kondisi
likuiditas perbankan nasional saat ini semakin mahal lantaran suku bunga bank
sentral yang belum juga turun. Pada tahun depan, diperkirakan likuiditas
perbankan mulai longgar yang dapat dukungan ekspansi kredit lebih tinggi lagi.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menilai, likuiditas
industri perbankan pada Juli 2024 memadai dengan rasio Alat Likuid/Non-Core
Deposit (AL/NCD) dan AL/DPK masing-masing besar 109,20% dan 24,57%. Jika
dibandingkan dengan posisi Juni 2024 sebesar 112,33% dan 25,37%. “Rasio
tersebut masih di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%” ujar Dian.
Meski demikian, loan to deposit ratio (LDR) perbankan terus naik ke level
86,51% per Juli 2024 dari bulan sebelumnya 85,74%. LDR juga meningkat
dibandingkan Juli 2023 yang berada di posisi 82,9%. Selain itu, biaya dana
(cost of fund/CoF) perbankan juga terus meningkat karena peningkatan suku bunga
deposito di era suku bunga tinggi. Oleh karena itu, dengan adanya potensi penurunan
suku bunga BI pada kuartal IV-2024 diharapkan bisa memberi ruang perbankan
untuk menurunkan biaya dana. (Yetede)
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
KETIKA PERAK TAK LAGI SEKADAR LOGAM
02 Feb 2026
Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi
23 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023