;

Kelas Menengah Masih Menahan Belanja

Ekonomi Hairul Rizal 09 Sep 2024 Kontan
Kelas Menengah Masih Menahan Belanja

Konsumsi rumah tangga pada kuartal ketiga tahun ini diprediksi masih akan tumbuh, meski belum stabil. Data terbaru memperlihatkan, konsumsi rumah tangga cenderung stagnan. Hal tersebut lantaran tak ada momentum yang bisa mengerek konsumsi selama periode Juli hingga September tahun ini. Data Mandiri Spending Index (MSI) memperlihatkan, indeks nilai belanja pada 25 Agustus tercatat sebesar 208,2. Indeks nilai belanja tersebut hanya naik tipis dibandingkan posisi Juli 2024 sebesar 205,8. Pada Agustus tahun ini, MSI tumbuh 45,5% year on year (yoy), lebih tinggi dibanding pertumbuhan pada bulan Juli yang sebesar 40,5% yoy. Tipisnya kenaikan nilai belanja pada Agustus seirama dengan penurunan optimisme masyarakat kelas bawah. Sementara warga kelas menengah dan kelas atas cenderung lebih stabil. Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro melihat, belanja masyarakat secara umum pada Agustus tahun ini stagnan, meski ada perbaikan dibandingkan bulan sebelumnya. Terlebih, belanja masyarakat di Jawa lebih lambat dibandingkan pulau lain, yang sejalan dengan penurunan kinerja manufaktur hingga maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK). Padahal, "Faktanya Jawa menyumbang porsi terbesar belanja dan penduduk nasional," kata dia kepada KONTAN, Minggu (8/9). 

Meski begitu, tren belanja yang lebih sekunder pada kelompok masyarakat ini, yang meliputi gaya hidup hiburan, hobi, olahraga dan handphone juga mengalami peningkatan. "Ada tren baru di kelas menengah, mereka mengimbangi antara pemenuhan kebutuhan dasar yang memang semakin dominan, namun tetap mempertahankan belanja yang terkait gaya hidup," tambah Andry. Secara umum, Andry masih mengharapkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kuartal ketiga tahun ini bisa lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya. Pada kuartal kedua, konsumsi rumah tangga hanya tercatat sebesar 4,93% yoy. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegaramemproyeksikan konsumsi rumah tangga pada kuartal ketiga tahun ini masih tumbuh di rentang 4,95% hingga 5% yoy. Namun dia melihat adanya tekanan konsumsi masyarakat di Pulau Jawa karena berkaitan dengan kontraksi sektor manufaktur. Di sisi lain, konsumsi masyarakat di luar Jawa perlu diperhatikan efek dari rebound harga komoditas yang berlangsung lebih lama dari perkiraan.

Tags :
#Ekonomi
Download Aplikasi Labirin :