Politik dan Birokrasi
( 6583 )Anggaran Negara Berbalik Defisit di Akhir Tahun
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 diperkirakan kembali mencatatkan defisit memasuki kuartal keempat tahun ini. Sebab, belanja negara bakal lebih kencang sesuai pola musiman, di tengah penerimaan yang melambat.
Sebelumnya APBN 2023 mencetak surplus secara berturut-turut sejak awal tahun hingga akhir September 2023. Per 30 September lalu, surplus APBN mencapai Rp 67,7 triliun atau 0,31% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Saat itu, pendapatan negara terkumpul Rp 2.035,6 triliun, atau tumbuh 3,1% year on year (yoy). Adapun realisasi belanja negara di periode itu mencapai Rp 1.967,9 triliun, tumbuh lebih rendah dari penerimaan sebesar 2,8% yoy.
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet memperkirakan, penerimaan negara pada Oktober akan melambat dan tidak akan semasif penerimaan pada Agustus 2023. Ada beragam pemicunya, mulai pelemahan harga komoditas di pasar global hingga kinerja perekonomian lebih lambat pada kuartal III-2023.
Di sisi lain, pemerintah akan mempercepat realisasi anggaran. Apalagi, adanya bantuan sosial (bansos) tambahan yang akan disalurkan pada November tahun ini.
Analisis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution Ronny P Sasmita menganalisis, surplus APBN tahun ini yang berlangsung lama terutama lantaran pemerintah daerah kurang optimal menggenjot belanja.
Dihubungi terpisah, Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata belum mau menjelaskan kondisi APBN terkini. Namun Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pernah mengatakan, akan ada percepatan belanja negara selama Oktober- Desember 2023. Nilainya mencapai Rp 1.155,7 triliun. Angka itu terdiri dari belanja pemerintah pusat yang belum disalurkan sebesar Rp 901,3 triliun dan transfer ke daerah Rp 263,6 triliun.
Menteri Sri Mulyani sebelumnya juga memperkirakan, defisit anggaran pada akhir tahun berada di level Rp 486,4 triliun, setara 2,28% terhadap PDB. Angka ini lebih rendah dari target awal dalam APBN 2023 yang sebesar Rp 598,2 triliun, setara 2,84% PDB.
Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menyayangkan anggaran belanja yang selalu menumpuk di kuartal terakhir.
Wajib Pajak Tak Bisa Lagi Bersembunyi
Wajib pajak nakal tak bisa lagi berkelit. Melalui sistem pajak canggih bernama core tax system, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu) bisa mengetahui keberadaan wajib pajak di mana pun mereka berada.
Pasalnya, Ditjen Pajak akan melengkapi sistem pajak yang akan meluncur pada 1 Juli 2024 dengan fitur tag location dalam data wajib pajak. Selain data wajib pajak yang akan semakin akurat, fitur tersebut juga akan memudahkan komunikasi antara otoritas dan wajib pajak.
"Jadi nanti ketika kami berkomunikasi dengan wajib pajak melalui surat, kunjungan langsung, akan langsung ketemu," ujar Penyuluh Pajak Ahli Madya Ditjen Pajak Banten Dedi Kusnadi, Senin (20/11).
Tim Analis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Ajib Hamdani mengatakan, fitur tag location akan menjadi instrumen yang mengonfirmasi dan memvalidasi basis data yang terbangun.
Direktur Eksekutif Pratama-Kreston Tax Research Institute (TRI) Prianto Budi Saptono menilai kehadiran fitur dalam core tax system tersebut akan meningkatkan efektivitas pengawasan wajib pajak sehingga celah tax evasion menjadi semakin kecil.
Ia menilai, fitur tag location sudah diterapkan pada objek pajak bumi dan bangunan (PBB) sehingga alamat wajib pajak dapat dengan mudah ditemukan. Apalagi, saat ini wajib pajak juga sering menggunakan aplikasi peta untuk mencari alamat dengan teknologi muktahir.
Sementara Pengamat Pajak Center for Indonesia Tax Analysis (CITA) Fajry Akbar mengingatkan, fitur tag location dalam sistem pajak canggih tersebut tidak akan efektif lantaran masih bisa diakali oleh wajib pajak.
DAMPAK PENGENAAN CUKAI : Harga Produk Bisa Naik 30%
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan, pengenaan cukai plastik dan minuman bergula dalam kemasan bisa berdampak kepada kenaikan harga produk hingga 30%. Besarnya dampak pengenaan cukai tersebut terhadap harga jual membuat dirinya meminta pemerintah untuk melibatkan pelaku usaha terkait dengan perumusan dan cara penerapannya. Terlebih, saat ini pelaku usaha juga masih tertekan dengan pelemahan nilai tukar rupiah, harga bahan baku, serta biaya logistik dan bahan bakar minyak yang melonjak. “Bagi industri kecil yang rentan, tentunya mereka akan kesulitan, dan mereka akan rugi. Oleh sebab itu, saya lihat banyak mereka yang sudah menaikkan harga atau juga mengurangi ukuran jualnya,” katanya, dikutip Senin (20/11). Senada, Business Development Director Indonesian Packaging Federation (IPF) Ariana Susanti menilai penerapan cukai plastik dan minuman bergula dalam kemasan dapat merugikan konsumen, sekaligus menurunkan daya saing industri nasional. Sementara itu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiyono mengatakan, pengenaan cukai plastik justru akan menjadi tantangan baru bagi pelaku industri untuk mengatur ulang kategorisasi permesinan.
Insentif Pajak Jadi Obat Kuat Properti
Penjualan properti bakal membaik di akhir tahun ini. Meski penjualan rumah tapak belum bergairah hingga kuartal III 2023.
Melansir hasil Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia (BI), harga properti residensial di pasar primer secara tahunan meningkat pada kuartal III 2023. Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) kuartal III-2023 tumbuh 1,96% secara tahunan, di atas pertumbuhan kuartal II 2023 yang sebesar 1,92% secara tahunan.
Pertumbuhan IHPR tersebut ditopang kenaikan harga rumah tipe besar 1,7% secara tahunan. Pada kuartal II 2023 kenaikannya masih 1,49% secara tahunan.
Sementara kenaikan harga rumah tipe kecil dan tipe menengah masing-masing sebesar 2,11% dan 2,44% secara tahunan pada kuartal III 2023. Lebih rendah dari kenaikan kuartal II-2023 yakni 2,22% dan 2,72%.
Terdapat sejumlah faktor yang menghambat penjualan properti residensial primer. Mulai dari masalah perizinan/birokrasi sebesar 30,08%, suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) 29,81%, uang muka yang tinggi (24,19%), dan perpajakan (15,92%).
Analis Henan Putihrai Sekuritas, Jono Syafei melihat kenaikan harga rumah tapak tersebut selalu terjadi. Penyebabnya, harga properti kerap naik mengikuti inflasi.
Namun, pendapatan pra penjualan alias
marketing sales
para emiten properti tahun ini cenderung flat, bahkan lebih rendah dari 2022.
Meskipun begitu, Jono melihat, kinerja penjualan properti, khususnya rumah tapak, akan membaik di kuartal IV 2023 dan di tahun 2024. dikarenakan ada insentif pajak pertambahan nilai (PPN) 100% untuk pembelian rumah sampai dengan Rp 2 miliar, mulai November 2023 hingga Juni 2024.
Sementara Analis Mirae Asset Sekuritas , M Nafan Aji Gusta merekomendasikan
accumulate
untuk BSDE dengan target harga Rp 1.110-Rp 1.190 per saham
Jorjoran Guyur Belanja Negara
Pengusaha Perikanan Minta PNBP Dikurangi
NELAYAN BENGKULU KALAH BERTARUNG DI LAUT YANG KAYA
Dengan susah payah, Zulkoto (50) dibantu 30 tetangganya di kampung
nelayan Malebero, Kota Bengkulu, mendorong perahu motor dari daratan ke bibir
pantai, Rabu (15/11) sore. Dibutuhkan 30 menit untuk mendorong perahu berukuran
20 gros ton tersebut hingga sampai di pinggir laut. ”Kami biasanya melaut sejauh
30-40 mil ke arah utara menuju perairan Lais, Kabupaten Bengkulu Utara,” ucap ayah
dua anak itu. Saat ini laut masih bersahabat. Para nelayan di Bengkulu sedang
panen ikan tuna, layur, dan tongkol. Dalam sehari melaut, nelayan bisa mendapat
ikan 700-800 kg. Sayangnya, meski ikan melimpah, nelayan tetap tidak dapat
menikmati untung banyak karena harga ikan di pasaran anjlok. Ikan tongkol
paling tinggi dibeli Rp 13.000 per kg, tuna Rp 22.000 per kg, dan layur Rp 30.000
per kg. Harga jual itu bisa lebih rendah jika kualitas ikan hasil tangkapan
nelayan rusak karena terlalu lama di darat atau kekurangan es batu. Ikan
tongkol bisa jatuh pada harga Rp 10.000, tuna Rp 18.000, dan layur hanya Rp
20.000 per kg.
Tempat pelelangan ikan di kawasan Pulau Baai, yang
seharusnya menjadi tempat negosiasi harga, juga tak terpakai. Setelah mendarat,
sebagian besar nelayan menjual hasil tangkapan kepada tengkulak, karena ratusan
nelayan telah meminjam perahu untuk modal melaut. Mereka juga meminjam uang
sayur untuk keluarganya pada tengkulak. Bos nelayan adalah pemilik kapal yang
juga membeli semua ikan hasil tangkapan nelayan. ”Kami bagi hasil dengan bos. Kalau
sedang musim panen, alhamdulillah bisa dapat Rp 500.000 setelah dua hari melaut.
Itu setelah dipotong modal dan utang,” kata Setrayandi (43), nelayan asal
Sumbar, yang merantau ke Bengkulu sejak lima tahun lalu. Kekayaan laut di
Bengkulu membawa Setrayandi merantau ke provinsi di pesisir barat Sumatera itu.
Ia berharap mendapatkan kehidupan yang lebih baik, namun, nyatanya nasib
nelayan tradisional sama saja. Hidup dalam kemiskinan dan ketidakberdayaan.
Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu Syafriandi
mengakui potensi perikanan di Bengkulu belum tergarap secara optimal karena
keterbatasan sarana dan prasarana. Selain ukuran kapal nelayan yang masih di
bawah 30 GT, nelayan juga belum mempunyai fasilitas cold storage untuk
menyimpan ikan agar tetap segar. Bahkan, Bengkulu juga masih kekurangan es untuk
mengawetkan ikan. Saat musim panen ikan seperti sekarang, kebutuhan es untuk
nelayan di Bengkulu bisa mencapai 300 ton per hari. Namun, kapasitas produksi
es baru 175 ton per hari. Pemprov Bengkulu tengah membangun Pelabuhan Perikanan
Nusantara di Kabupaten Seluma. Pelabuhan itu ditargetkan selesai pada 2024 dan diharapkan
dapat mendukung usaha nelayan, khususnya yang berasal di luar Kota Bengkulu.
Pemerintah juga mengupayakan pembangunan pabrik es di Pulau Enggano, untuk
memenuhi kebutuhan es untuk nelayan di Enggano dan nelayan lain yang sedang
mencari ikan di perairan sekitar pulau tersebut. (Yoga)
Jadwal Penerapan NPWP Berbasis NIK Diundur
Insentif PPN Mengerek Penjualan Properti
Overkapasitas, PLN Bayar Listrik Tak Terpakai Rp 21 Triliun
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









