Politik dan Birokrasi
( 6583 )Belanja Negara Baru 73,2 persen dari Target APBN 2023
Tren Surplus Berakhir, APBN Berbalik Defisit Rp 700 M
Bukukan Realisasi 88% Penerima Pajak Bakal Tercapai
Stimulus Pajak Tahun Politik
Gerakan dan aktivitas politik akan memuncak pada 2024 karena pada tahun tersebut, masyarakat Indonesia yang mempunyai hak pilihnya dalam pemilihan umum (pemilu) dan tahun itu menjadi tahun politik. Rakyat akan memilih partai, anggota legislatif, presiden, dan wakil presiden. Kegaduhan tampak terlihat di ruang publik saat ini, terjadi pro dan kontra terhadap calon presiden dan wakil presiden, baik di media sosial maupun ruang publik lainnya, akan makin kencang, dengan mengusung kalimat lanjutkan program pemerintah saat ini atau mengusung program perubahan pada masing masing kandidat presiden dan wakil presiden. Situasi politik yang kian memanas ini tidak sejalan dengan iklim investasi 2024.Tahun politik akan menjadi jalan yang sunyi bagi para investor karena mereka akan menunggu siapa yang akan mengambil tongkat kekuasaan dan pemerintahan baru akan melakukan kebijakan apa dalam bidang ekonomi yang berdampak buat investasi mereka di Indonesia. Adapun, menurut Black Law Dictionary, insentif pajak merupakan sebuah penawaran dari pemerintah melalui manfaat pajak, dalam suatu aktivitas tertentu, seperti bantuan uang atau harta untuk kegiatan yang bermutu. Saat ini insentif perpajakan tersebut tecermin dari perkiraan belanja pajak pada 2024 yang diperkirakan mencapai Rp374,5 triliun, tertinggi sejak 2019. Stimulus perpajakan pada 2024 akan diwujudkan dalam bentuk tax holiday, tax allowance, super tax deduction, dan fasilitas pajak penghasilan badan. Dalam dunia usaha, tahun politik ini diprediksi akan berdampak buruk bagi perekonomian.
Selama beberapa tahun terakhir, perekonomian Indonesia terus tumbuh berkat kebijakan ekonomi pemerintah yang komprehensif, termasuk insentif perpajakan. Peningkatan perekonomian melalui insentif pajak sebenarnya didukung oleh teori insentif pajak yang dikembangkan oleh Profesor Gunadi dari Universitas Indonesia. Dalam bukunya, Comprehensive Guide to Income Taxes, ia menjelaskan bahwa insentif pajak menghasilkan beban pajak yang lebih rendah dibandingkan negara lain di kawasan. Oleh karena itu, stimulus pajak berdampak meningkatkan produksi pada sektor bisnis, memberikan pendapatan bagi masyarakat lokal, dan pada akhirnya meningkatkan produk domestik bruto dan kesejahteraan nasional. Secara tidak langsung, insentif pajak akan mendukung perekonomian masyarakat kecil, meskipun kelompok sasaran utamanya adalah investor. Beberapa pakar ekonomi makro memperkirakan pemilu 2024 akan menyebabkan perlambatan ekonomi sebesar 0,27% terhadap produk domestik bruto (PDB). Perlambatan perekonomian ini akan berdampak pada kondisi rakyat kecil. Pemerintah mengantisipasi dampak yang akan dihadapi masyarakat pada tahun politik, misalnya terhadap program perlindungan sosial berdasarkan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2024 yang akan meningkat sebesar Rp14,89 triliun dibandingkan dengan 2023. Anggaran ini digunakan untuk berbagai kebutuhan penyaluran bantuan sosial, antara lain program keluarga harapan, bantuan gizi dasar, bantuan pendidikan, dan bantuan kesehatan.
Pajak Karbon Perlu Segera Diterapkan
Penerimaan Pajak Terpapar Kondisi Global
Realisasi penerimaan pajak memang masih menunjukkan kinerja positif. Sayangnya, pertumbuhan penerimaan pajak terus mengalami tren perlambatan.
Mengacu data Kementerian Keuangan, pertumbuhan penerimaan pajak pada Januari 2023 tercatat 48,6% secara tahunan. Kemudian pada Februari pertumbuhannya hanya 40,4%. Sementara di bulan Maret 2023 penerimaan pajak hanya tumbuh 33,8% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut semakin melambat hingga September 2023 yang sebesar 5,9% secara tahunan.
Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak Yon Arsal mengatakan perlambatan pertumbuhan penerimaan pajak tersebut dipengaruhi pertumbuhan ekonomi global yang melambat sehingga juga mempengaruhi kinerja perdagangan global, yaitu aktivitas ekspor-impor.
Sementara dari sisi penerimaan kepabeanan dan cukai, kinerja bea cukai pada September tahun ini juga merosot 78,1% akibat harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang sudah termoderasi. "Indonesia menghadapi situasi yang tidak pasti, situasi yang dinamis dan tentu kita melihat bagaimana pemerintah selalu menghitung bagaimana outlook penerimaan ke depan," kata Yon.
”Waswas” APBN Masih Surplus Jelang Akhir Tahun
Kondisi keuangan negara yang masih surplus sampai menjelang
akhir tahun membuat waswas. Di satu sisi, itu menunjukkan penerimaan negara
masih terjaga. Di sisi lain, itu tanda belanja pemerintah lambat dieksekusi. Pada
tiga bulan terakhir tahun ini, realisasi belanja negara lagi-lagi bakal
dikebut. Di waktu yang mepet itu, kualitas belanja kembali dipertanyakan. Sampai
akhir September 2023, APBN 2023 masih mencatat surplus Rp 67,7 triliun atau
0,32 % terhadap PDB. Surplus APBN terjadi ketika pendapatan negara lebih besar
daripada belanja. Pada September 2023, pendapatan negara Rp 2.035,6 triliun
(82,6 % dari target), sementara belanja negara Rp 1.967,9 triliun (64,3 % dari
target).
Kondisi dompet negara yang masih bertahan surplus sampai akhir
tahun ini bukan sesuatu yang lumrah meski bukan pertama kalinya terjadi. Menurut
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede, surplus yang terjadi sampai akhir
September 2023 itu merupakan kombinasi dari dua hal. Pertama, penerimaan pajak memang masih tinggi di tengah perlambatan
kinerja ekspor dan ketidakpastian ekonomi global. Kedua, belanja pemerintah masih
relatif rendah dan baru akan dikebut di tiga bulan terakhir sesuai pola tahunan
selama ini. ”Pola musiman seperti ini (belanja dikebut di akhir tahun) semestinya
tidak boleh terulang,tetapi nyatanya itu masih terus terjadi. Yang dikhawatirkan
itu, kalau belanja selalu menumpuk di triwulan IV, kualitas belanjanya jadi
tidak optimal karena sekadar demi mengejar target penyerapan,” kata Josua,
Selasa (21/11). (Yoga)
Kemenkominfo Kaji Ulang Pembangunan 4 PDN
Bank Indonesia Terbitkan Aturan tentang SVBI dan SUVBI
Agar Dana Transisi Energi Cair
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









