”Waswas” APBN Masih Surplus Jelang Akhir Tahun
Kondisi keuangan negara yang masih surplus sampai menjelang
akhir tahun membuat waswas. Di satu sisi, itu menunjukkan penerimaan negara
masih terjaga. Di sisi lain, itu tanda belanja pemerintah lambat dieksekusi. Pada
tiga bulan terakhir tahun ini, realisasi belanja negara lagi-lagi bakal
dikebut. Di waktu yang mepet itu, kualitas belanja kembali dipertanyakan. Sampai
akhir September 2023, APBN 2023 masih mencatat surplus Rp 67,7 triliun atau
0,32 % terhadap PDB. Surplus APBN terjadi ketika pendapatan negara lebih besar
daripada belanja. Pada September 2023, pendapatan negara Rp 2.035,6 triliun
(82,6 % dari target), sementara belanja negara Rp 1.967,9 triliun (64,3 % dari
target).
Kondisi dompet negara yang masih bertahan surplus sampai akhir
tahun ini bukan sesuatu yang lumrah meski bukan pertama kalinya terjadi. Menurut
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede, surplus yang terjadi sampai akhir
September 2023 itu merupakan kombinasi dari dua hal. Pertama, penerimaan pajak memang masih tinggi di tengah perlambatan
kinerja ekspor dan ketidakpastian ekonomi global. Kedua, belanja pemerintah masih
relatif rendah dan baru akan dikebut di tiga bulan terakhir sesuai pola tahunan
selama ini. ”Pola musiman seperti ini (belanja dikebut di akhir tahun) semestinya
tidak boleh terulang,tetapi nyatanya itu masih terus terjadi. Yang dikhawatirkan
itu, kalau belanja selalu menumpuk di triwulan IV, kualitas belanjanya jadi
tidak optimal karena sekadar demi mengejar target penyerapan,” kata Josua,
Selasa (21/11). (Yoga)
Postingan Terkait
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Rendahnya Belanja Produktif Menghambat Pemulihan
Evaluasi atas Membengkaknya Belanja Pajak
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023