Lingkungan Hidup
( 5820 )Antam Bangun Kawasan Industri Bahan Baku Baterai EV
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menggandeng
produsen prekursor terbesar di
dunia asal Tiongkok, CNGR, untuk
membangun kawasan industri yang
menghasilkan produk hilir nikel sebagai bahan baku baterai kendaraan
listrik (electric vehicle/EV). Kerja
sama ini akan mengadopsi teknologi terbaru pembangunan lini
produksi nikel yang berkomitmen
pada pengurangan karbon dan green
development.
“Terkait proyek hilirisasi nikel,
Antam saat ini fokus mengembangkan bisnis EV battery ecosystem.
Kami sangat mengapresiasi niat
CNGR untuk bekerja sama dalam
pengembangan fasilitas produksi
hilir nikel. Kami memahami, CNGR
merupakan mitra strategis yang
potensial bagi Antam, karena memiliki pengalaman teknologi canggih
dalam pengolahan nikel dan memiliki kinerja bisnis perusahaan yang
baik,” kata Direktur Utama Antam
Nico Kanter dalam keterangan
resminya, Senin (8/8/2022)
Asaki dan AKLP Sampaikan Permasalahan Gas hingga ODOL ke Menperin
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita melakukan pertemuan dengan asosiasi-asosiasi industri pada Kamis (4/8/2022) lalu. Pertemuan ini untuk membahas gejolak ekonomi global dan antisipasi sektor industri dalam menghadapi kondisi tersebut. Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) dan Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP) yang termasuk asosiasi yang diundang langsung menyampaikan keluh kesah yang mereka alami. Kedua Asosiasi tersebut menyampaikan permasalahan gangguan pasokan gas hingga meminta pemerintah mengkaji ulang rencana penerapan Over Dimension dan Overloading atau ODOL pada tahun ini. “Selama ini pemenuhan gas hanya berkisar 60% dari kebutuhan. Hal tersebut tentu sangat membebani biaya produksi dan daya saing industri keramik Jawa Timur, di mana rata-rata pembelian harga gas berada di atas
US$ 7,5/mmbtu,” kata Edy kepada Investor Daily, Jakarta, belum lama ini. (Yetede)
Harga Minyak Tetap di Kisaran Terendah dalam Beberapa Bulan
Harga minyak mentah dunia bertahan di kisaran terendah dalam beberapa bulan pada awal perdagangan pekan ini. Pasar komoditas ini tetap diliputi kekhawatiran akan melemahnya permintaan, seiring meredupnya prospek pertumbuhan global, sekalipun ada beberapa data ekonomi yang positif dari Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Seperti dilaporkan Reuters pada Senin (8/8), harga kontrak minyak mentah Brent turun US$ 1,54 atau 1,6% ke level US$ 93,38 per barel. Sedangkan harga kontrak minyak mentah WTI berada di level US$ 87,63 per barel, yang menunjukkan penurunan US$ 1,38 atau 1,6%. Penurunan permintaan yang berdampak pada kemerosotan harga minyak mentah global disebabkan oleh kekhawatiran terjadinya resesi ekonomi global. Pekan lalu, harga Brent menyentuh level terendah sejak Februari 2022, setelah jatuh 13,7% dan mencatatkan penurunan mingguan terbesar sejak April 2020. Pada saat yang sama, harga minyak WTI anjlok 9,7%. (Yetede)
Rencana Monopoli Perdagangan Karbon Tuai Protes
Potensi pasar energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia semakin menjanjikan. Melihat peluang ini, Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan menguasai hak atas sertifikat EBT. Kosekuensinya, boleh dibilang hanya PLN pula yang bisa melakukan perdagangan karbon (carbon trading). Sebagai catatan, awal Agustus 2022, PLN melayangkan surat kepada 20 produsen listrik independen atau independent power producer (IPP) operator EBT. Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI), Febby Tumiwa menegaskan, hingga kini belum ada aturan resmi terkait REC. "Saat ini REC dimonopoli PLN dengan klaim menggunakan standar International," ungkap dia.
Pasokan Berlebih dan Potensi Resesi, Harga Minyak Anjlok
Harga minyak dunia dalam sepekan menurun. Pasokan yang berlebih saat permintaan belum kembali naik membuat harga minyak dalam tren turun.
Harga minyak WTI kontrak pengiriman September 2022 turun 9,74% dalam seminggu menjadi US$ 89,01 per barel. Sementara minyak jenis brent kontrak kontrak pengiriman Oktober 2022 turun 8,7% ke US$ 94,92 per barel.
Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures Nanang Wahyudin mengatakan, harga minyak mencatat penurunan mingguan terbesar di awal perdagangan Agustus ini karena meningkatnya kecemasan pelaku pasar terhadap perlambatan ekonomi global. Efeknya, permintaan akan minyak menurun.
Nanang mencermati, harga minyak anjlok ke level terendah dalam enam bulan.
B100 untuk Kemandirian Energi
Salah satu upaya Indonesia untuk terlepas dari ketergantungan pada energi fosil ialah dengan menginisiasi kebijakan bahan bakar nabati (BBN) atau biofuel. Bahkan, 25 % target energi baru dan terbarukan (EBT) pemerintah berasal dari BBN. Dalam pembaruan dokumen kontribusi nasional (NDC) 2030 serta Strategi Jangka Panjang tentang Karbon Rendah dan Ketahanan Iklim (LTS-LC-CR) 2050, Indonesia kembali mengimplementasikan penggunaan BBN sebagai salah satu strategi mitigasi pengurangan emisi, dengan bahan baku utama BBN dikhususkan berasal dari kelapa sawit.
Peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar Kementan (Balittri Kementan) telah mengembangkan B100 atau 100 % BBN. Peneliti Ahli Utama Bidang Ekofisiologi Balittri Dibyo Pranowo menjelaskan, B100 sebagai energi baru dan terbarukan dikembangkan Balittri untuk mengantisipasi kelangkaan sumber energi ke depan. Hal ini sekaligus sebagai upaya menuju kemandirian dan ketahanan energi karena separuh BBM Indonesia masih impor. (Yoga)
Harga Gula Petani Diminta Dijaga
Pada musim giling tebu tahun ini, petani mengajukan empat permintaan kepada pemerintah. Mereka meminta agar harga gula petani dijaga, realisasikan subsidi gula petani Rp 1.000 per kg, hentikan impor gula konsumsi dan bahan bakunya, serta perbaiki neraca gula nasional. Ketum Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) Soemitro Samadikoen (6/8) mengatakan, pemerintah perlu menjaga harga gula petani pada musim giling tebu dan lelang di level Rp 12.500 per kg. Saatini, harga gula petani masih di kisaran harga pokok pembelian (HPP), yakni Rp 11.500 per kg, bahkan ada yang menawar di bawah itu.
Harga gula hasil lelang itu jauh di bawah harga gula Kristal putih (GKP) atau gula pasir di pasar konsumsi yang dalam dua bulan terakhir ini di atas Rp 14.000 per kg. Padahal, pemerintah sudah mematok harga acuan penjualan (HAP) GKP di tingkat konsumen akhir Rp 13.500 per kg. Menurut Soemitro, jika gula petani dihargai di kisaran HPP, modal petani pasti akan tergerus. Pasalnya, seluruh komponen biaya produksi meningkat drastis, terutama pupuk yang berkontribusi 17 % dari biaya tersebut. (Yoga)
Berkah dan Ancaman Harga Tinggi Emas Hitam
Sejak akhir 2021, harga batubara di pasar global terus menanjak, abahkan awal Agustus 2022, harga ”emas hitam” mencapai 390-400 USD per ton. Sebagai negara pengekspor, Indonesia mendapat rezeki nomplok, tetapi di sisi lain, ada ancaman seretnya pasokan di dalam negeri. Belum hilang dari ingatan, krisis energi yang mengancam Indonesia persis di pergantian tahun 2021 ke 2022. Seiring membaiknya ekonomi dunia, harga batubara internasional saat itu melonjak. Sejumlah pengusaha lebih memilih mengekspor batubara ketimbang memasok kebutuhan dalam negeri (DMO) yang dipatok seharga 70 USD per ton. Pemerintah kemudian melarang ekspor batubara per 1-31 Januari 2022 demi memenuhi kebutuhan batubara PLN guna mencegah pemadaman listrik massal.
Namun, 10 hari kemudian, ekspor kembali dibuka. Kebijakan diikuti pengetatan sanksi terhadap perusahaan yang belum memenuhi DMO. Harga batubara kini kian melambung sebagai dampak dari perang Rusia-Ukraina. Menurut ICE Newcastle, seperti disajikan Investing.com, harga batubara melonjak dari 233 USD per ton pada 14 Februari 2022 menjadi 417 USD per ton pada 28 Februari. Setelah itu, turun menjadi 259 USD per ton pada 28 Maret 2022. Akan tetapi, setelah itu lompatan kembali terjadi. Bahkan, sejak 2 Mei hingga awal Agustus 2022, harga batubara tak pernah di bawah 380 USD per ton, dengan capaian tertinggi pada 16 Mei seharga 417 USD per ton.
Di tengah ketidakpastian pasokan gas akibat perang Rusia-Ukraina permintaan batubara di Eropa memang meningkat. Di sisa 2022, ada potensi harga masih di level kuat. Pasalnya, dari sisi permintaan, pada bulan-bulan menjelang musim dingin di Eropa, permintaan batubara akan semakin meningkat. Berdasarkan data BPS, nilai ekspor batubara Indonesia Juni 2022 sebesar 4,5 miliar USD, meningkat 3,3 % secara bulanan dan 136,6 % secara tahunan. Saat harga batubara bertahan tinggi seperti saat ini, disparitas dengan patokan harga DMO 70 USD per ton amatlah lebar. Kondisi ini bisa kembali mengancam pasokan di dalam negeri, seperti yang terjadi pada awal tahun. (Yoga)
Dunia Masih Cemas kendati Tren Harga Pangan Turun
Empat bulan berturut-turut, indeks harga pangan global turun cukup signifikan. Kendati harga pangan masih lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu, masyarakat dunia menyambut baik kabar positif itu. Di sisi lain, dunia masih dilanda kecemasan. Transmisi kenaikan harga pupuk dan energi ke depan dapat kembali mendorong kenaikan harga pangan. Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) PBB, Jumat (5/8) merilis, indeks harga pangan pada Juli 2022 sebesar 140,9, turun 8,6 % dari Juni 2022 dan tetap lebih tinggi 13,1 % dibandingkan dengan Juli 2021. Indeks itu terus turun sejak mencapai level tertinggi sepanjang sejarah pada Maret 2022, yakni 159,7. Penurunan harga minyak nabati dan sereal menjadi faktor utama terkoreksinya indeks tersebut.
Indeks harga sereal Juli 2022 sebesar 147,3, turun 11,5 % secara bulanan dan naik 16,6 % secara tahunan. Hal itu dipengaruhi penurunan harga gandum 14,5 % seusai kesepakatan pembukaan jalur ekspor oleh Rusia-Ukraina yang difasilitasi Turki dan PBB. Meski demikian, harga gandum internasional masih 24,8 % di atas nilainya Juli tahun lalu. Faktor lainnya adalah penurunan harga jagung dunia 10,7 %. Panen jagung yang berlimpah di Argentina dan Brasil membantu mengurangi tekanan harga komoditas tersebut.
Kepala Ekonom FAO Maximo Torero mengatakan, penurunan harga komoditas pangan dari level yang sangat tinggi baik bagi dunia, terutama jika dilihat dari sudut pandang akses pangan global. ”Namun, masih banyak ketidakpastian, termasuk harga pupuk tinggi, yang dapat memengaruhi prospek produksi dan mata pencarian petani di masa depan. Selain itu, prospek ekonomi global yang masih suram dan pergerakan nilai tukar mata uang juga menimbulkan tekanan serius bagi ketahanan pangan global,” ujar Torero melalui pernyataan resmi di laman PBB. (Yoga)
TANTANGAN MEWUJUDKAN INDONESIA TANPA KELAPARAN
Dalam publikasi yang dikeluarkan Bank Pembangunan Asia (ADB) bersama International Food Policy Research Institute (IFPRI) dan didukung Kementerian PPN/ Bappenas, yang bertajuk ”Policies to Support Investment Requirements of Indonesia’s Food and Agriculture Development During 2020-2045”, terungkap bahwa pada era 2016-2018 sebanyak 22 juta orang di Indonesia menderita kelaparan kronis. Terkait isu kelaparan tersebut, peringkat Indonesia dalam Indeks Kelaparan Global (Global Hunger Index/GHI) 2021 berada di urutan ke-73 dari 116 negara, menempatkan tingkat kelaparan di Indonesia di posisi tertinggi ketiga di Asia Tenggara.
SDGs Tanpa Kelaparan dalam pilar sosial memiliki target pada 2030 menghilangkan kelaparan dan menjamin akses bagi semua orang. Kerja keras masih harus dilakukan menghadapi jalan panjang dan tantangan mencapai tujuan Indonesia tanpa kelaparan. Solusi yang tepat diperlukan untuk mengatasi masalah dalam jangka panjang sesuai kondisi dan budaya daerah serta merata untuk semua wilayah dan semua kelompok masyarakat. Bagaimanapun, SDGs dicapai untuk meyakinkan target no one left behind atau tidak ada satu pun yang tertinggal. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









