Lingkungan Hidup
( 5781 )Orang Kaya Jangan Pakai BBM Subsidi
Orang-orang kaya pemilik kendaraan mewah diimbau jangan memakai BBM subsidi. Karena itu, pemerintah diminta segera menerapkan kebijakan pembatasan pemakaian BBM subsidi jenis Pertalite dan solar agar tepat sasaran dan menjaga kuotanya tidak cepat habis sebelum tahun 2022 berakhir. "Over qouta masih bisa ditekan bila pemerintah segera menetapkan jenis kendaraan yang berhak membeli Solar subsidi dan Pertalite," kata Direktur Utama PT Pertamina (persero) Nicke Widyawati dalam rapat dengar dengan Komisi VI DPR, belum lama ini. Pembatasan jenis kendaraan yang berhak menggunakan Solar subsidi dan Pertalite akan diatur dalam revisi Peraturan Presiden No. 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM. Nanti platform MyPertamina menjadi instrumen penyaluran BBM Solar subsidi dan Pertalite tepat sasaran. (Yetede)
MyPertamina, Demi Penyaluran BBM Bersubsidi Tepat Sasaran
Seiring dengan volume produk bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang meningkat, PT Pertamina (persero) melaksanakan berbagai upaya untuk menjaga agar besaran kuota penyaluran yang telah ditetapkan Pemerintah tidak terlampaui. Upaya ini salah satunya dilakukan melalui optimalisasi digitalisasi SPBU yakni menggunakan sistem pendaftaran pengguna BBM jenis BBM tertentu dan jenis BBM Khusus Penugasan (JBT-JBKP), melalui platform MyPertamina. Melalui aplikasi ini, segmen pengguna diharapkan dapat dimonitor dengan baik dan penyaluran kedua jenis BBM tersebut menjadi lebih tetap sasaran. Aplikasi ini juga digunakan juga untuk menyalurkan LPG bersubsidi kemasan 3 kg. Layaknya sebuah proyek baru, hal ini tentu saja menimbulkan pro-kontra di masyarakat. Saat ini, sekitar 85% SPBU di seluruh Indonesia telah tersedia dan terkoneksi dengan MyPertamina. Dari sisi pengguna, MyPertamina telah diunduh sebanyak 23 juta dan pengguna aktifnya mencapai 2,5 juta user per bulan. (Yetede)
Perum Bulog Genjot Pemasaran Pangan Daring
Perum bulog meningkatkan pemasaran dan memperluas jangkauan produk pangan komersial ke setiap lapisan masyarakat dengan memanfaatkan pasar daring melalui platform iPanganDotCom. Secara nasional, omzet Bulog dari penjualan pangan daring tersebut mencapai Rp 700 juta setiap bulan atau Rp 8 miliar setiap tahun dan komoditas beras adalah produk yang paling banyak pembelinya. "Platform ini merupakan bentuk respons kami terhadap perkembangan pasar karena pasar sekarang tidak hanya fisik tapi juga e-commerce," kata Awaludin di Gedung Bulog Tambak Aji, Semarang. Bulog memproduksi aneka produk berkualitas unggul dan premium demi merebut pangsa pasar, salah satunya beras dengan berbagai merek. Dan sebagai salah satu komoditas pangan yang juga mempengaruhi inflasi, Presiden mengarahkan agar mempersiapkan kebutuhan gula nasional dengan baik, yakni bertahap mengurangi impor dan mencapai swasembada gula dalam lima tahun. (Yetede)
Inaplas Optimistis Industri Plastik Bisa Tumbuh 5,2% Tahun Ini
Asosiasi Industri Olefin Aromatik Plastik Indonesia (Inaplas) optimis pertumbuhan industri plastik bisa mencapai 5,2% pada tahun ini, naik dibandingkan tahun lalu yang mencapai 3,70%. Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,01% dan diiringi dengan meningkatnya utilitas baik di hulu dan hilir industri plastik, menjadi landasan optimisme itu. Sekjen Insplas Fajar Budiono menerangkan utilitas industri plastik di sektor hulu sebesar 80-85%. Peningkatan utilitas di hulu dikarenakan produsen Propylen PT Pertamina (persero) Refinery Unit (RU) VI Balongan selesai maintenance shutdown pada April 2022. Sementara untuk hilir, terang dia, disebabkan pandemi Covid yang mulai ke arah normal. Meskipun minggu-minggu ini DKI kembali ke level 3, tetapi setelah dilihat dengan kasus harian yang di 5 ribu dampaknya tidak separah waktu Covid varian delta maupun varian yang lain. Dia berharap semua masih taat pada protokol kesehatan, sehingga diharapkan pada Agustus kasusnya sudah mulai turun dan bisa kembali ke normal. (Yetede)
Bulog Optimistis Kuasai Pasar Beras Nasional
Perum Bulog optimistis mampu menguasai pasar beras nasional melalui pembangunan infrastruktur pengolahan beras modern (modern rice milling plant/MRMP) di berbagai daerah sentra produksi padi Indonesia. Saat ini, Bulog telah membangun 10 unit MRMP dan siap menambah tiga unit lagi. "Bulog akan menjadi king of rice atau raja perberasan nasional. Kami sedang fokus terhadap infrastruktur penggilingan dan pengolahan gabah beras. Sekarang sudah dibangun sebanyak 10 unit, kemudian nanti akan ditambah tiga unit lagi," ujar Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso saat mengunjungi MRMP. Saat ini, lokasi MRMP berlokasi di Kendal dan Sragen di Jawa Tengah, lalu Bojonegoro, Magetan, Jember, dan Banyuwangi di Jawa Timur, kemudian Subang dan Karawang di Jawa Barat, serta Bandar Lampung di Lampung, juga Sumbawa di NTB. Sementara itu, tiga tambahan MRMP yang akan dibangun selanjutnya terketak di Dompu di NTB dan dua unit lainnya di Sulawesi Selatan yang akan memasuki studi kelayakan. (Yetede)
Eropa Stop Emas Rusia
Uni Eropa menjatuhkan paket sanksi ketujuh terhadap Rusia, termasuk larangan impor emas dari negara itu. Sebagai balasan, Kremlin diperkirakan akan memainkan kartu mereka, yaitu pasokan gas ke Eropa. Perang ekonomi ini menyeret mundur ekonomi Eropa secara keseluruhan. ”Kami akan menekan sekuat mungkin selama diperlukan,” kata Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada keterangan pers di Brussels, Belgia, Kamis (21/7).
Sanksi terbaru dari Uni Eropa (UE) itu, antara lain, larangan mengimpor emas dari Rusia. Langkah ini sejalan dengan komitmen negara-negara G7 yang sebulan lalu telah berniat melarang Rusia melakukan transaksi dengan menggunakan emas miliknya. Barat menilai Kremlin menggunakan cadangan emasnya untuk membiayai perekonomian Rusia. Langkah ini untuk menghindari dampak berbagai sanksi yang telah dijatuhkan oleh Barat.
Rusia adalah pengekspor emas terbesar keempat di dunia. Emas menjadi salah satu barang ekspor utama negara itu setelah energi, seperti minyak dan gas. Ekspor logam mulia dari Rusia, dikutip dari laman Euronews, bernilai lebih dari 18,9 miliar USD pada 2020. Sebagian besar emas Rusia dikirim ke Inggris pada tahun tersebut. Sisanya diekspor ke Swiss, Kazakhstan, Turki, dan India. (Yoga)
Pengosongan Tangki Sawit Dinilai Makin Krusial
Upaya pengosongan tangki pabrik pengolah kelapa sawit dinilai makin krusial guna mendongkrak harga tandan buah segar atau TBS sawit di tingkat petani. Tumpukan stok minyak sawit di tengah panen yang diproyeksikan meningkat pada Agustus 2022 bakal menghambat penyerapan TBS petani. Ekonom dan Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy (PASPI) Tungkot, pada diskusi Kompas Talks bertajuk ”Kondisi Perdagangan Kelapa Sawit Nusantara”, Kamis (21/7) mengatakan, harga TBS di tingkat petani terjun bebas setelah ada pelarangan ekspor CPO dan produk turunannya akhir April 2022. Setelah aturan itu dicabut dan digantikan pemenuhan kebutuhan dalam negeri (DMO) disertai batasan harga (DPO) pada akhir Mei 2022, harga TBS justru semakin anjlok. Menurut dia, solusi mendesak saat ini ialah merelaksasi ekspor CPO secara maksimal guna menyerap tumpukan stok.
Upaya mendorong ekspor itu bukan berarti seluruh produksi digelontorkan ke pasar internasional. Sebab, hal itu akan membuat harga CPO internasional makin jatuh mengingat posisi Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia. Oleh karena itu, penyerapan dalam negeri juga mesti dipercepat, antara lain melalui program pengembangan energi. Data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dan Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah PASPI, stok akhir minyak sawit pada Januari-Mei 2021 mencapai 3,07 juta ton. Sementara pada Januari-Mei 2022, jumlahnya melonjak jadi 7,23 juta ton. Menurut Tungkot, volume itu sangat besar sehingga upaya menyerapnya perlu kerja ekstra. (Yoga)
Harga Gas Alam Masih Bisa Menguat ke 9 USD per Mmbtu
Harga gas alam mulai menanjak lagi. Rabu (20/7) harga gas alam menyentuh USD 8 per metric million british thermal unit (mmbtu), meski kemarin turun menjadi USD 7,76 per mmbtu. “Kenaikan harga gas alam sangat tergantung pada apa rencana Putin ke depan,” kata Lukman Leong, Analis DCFX Futures. Yang terbaru, Rusia memperingatkan pipa Nord Stream ke Jerman tidak akan beroperasi pada kapasitas penuh setelah pekerjaan pemeliharaan. Ketidakpastian pasokan Rusia mendorong harga gas alam semakin mahal. Hitungan dia, di jangka pendek harga gas alam bisa mencapai rekor USD 9,5 – USD 10 per mmbtu, tapi jelang akhir tahun, harga akan turun di kisaran USD 6,5 per mmbtu. (Yoga)
Mendag Janjikan ”Minyak Kita” di Balikpapan
Warga Kota Balikpapan di Kalimantan Timur selama ini belum tersentuh program Minyak Kita. Mendag Zulkifli Hasan saat mengunjungi Balikpapan, Rabu (20/7/2022), berjanji akan segera mendistribusikan Minyak Kita yang merupakan kelanjutan dari program Minyak Goreng Curah Rakyat. Ia juga menjamin kualitas Minyak Kita yang sehat dan sangat layak dikonsumsi. (Yoga)
Nelayan Didorong Berkoperasi untuk Akses BBM Subsidi
Nelayan kecil yang masih terjerat kemiskinan berpotensi kian terimpit karena kesulitan mengakses BBM bersubsidi. Upaya membenahi kesejahteraan nelayan membutuhkan kolaborasi lintas kementerian. Ketua Umum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Riza Damanik (19/7) berpendapat, selama ini nelayan kecil berperan besar dalam pertumbuhan industri perikanan di Tanah Air. Pasokan bahan baku dan pangan dari laut Indonesia selama ini ditopang nelayan kecil yang jumlahnya mencapai 96 % total 2,2 juta nelayan di Indonesia. Meski demikian, persoalan kesejahteraan nelayan kecil dan tradisional masih jadi pekerjaan rumah. Nelayan di sejumlah daerah masih sulit mendapatkan BBM yang mudah dan murah. Pdahal, BBM mencakup 60 % ongkos melaut.
Menteri BUMN Erick Thohir, mengakui, harga BBM sangat tinggi dan berpotensi semakin mahal seiring berlanjutnya perang Rusia-Ukraina. Namun, Presiden Joko Widodo telah meminta agar harga solar untuk nelayan tidak dinaikkan. Erick menilai, persoalan akses solar bersubsidi untuk nelayan dapat dijembatani melalui kerja sama koperasi dengan Pertamina. Di sisi lain, perlu introspeksi untuk memastikan pasokan solar bersubsidi untuk nelayan kecil tepat sasaran dan tidak justru dimanfaatkan oleh industri besar. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









