Lingkungan Hidup
( 5781 )Motif Lain Akses Kredit Ekonomi Kreatif
Kebijakan penggunaan kekayaan intelektual (HKI) sebagai jaminan kredit perbankan diyakini dapat mendorong kesadaran pelaku industri kreatif untuk mendaftarkan dan mencatatkan hak cipta karya yang dimilik. Kreator konten yang juga dosen Institut Kesenian Jakarta, Gedion Bima Maharesi, menuturkan selama ini kesadaran pelaku industri untuk mendaftarkan karyanya masih rendah karena sejumlah faktor. "Pertama, terkait dengan sosialisasi. Tidak bisa dimungkiri saat ini sosialisasinya masih kurang. Bahwa setiap karya seni bisa diurus hak kekayaan intelektual-nya, misalnya, banyak yang baru tahu bahwa ternyata konten You Tube itu bisa (Mendapatkan HKI)," ujar pria yang akrab disapa Deon itu kepada Tempo. Faktor kedua adalah kenyamanan perlindungan karya yang didapat kreator dari platform seperti You Tube telah menerapkan aturan yang ketat mengenai orisinalitas karya untuk melindungi hak cipta. "Ada algoritma khusus untuk mendeteksi pelanggaran hak cipta. Jadi, karena merasa hak atas kekayaan intelektual sudah dilindungi oleh platform, konten kreator merasa tidak perlu lagi mendaftarkan HKI ke Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia," ucapnya. (Yetede)
Berbagi Subsidi Energi ke Pemda di 2023
Pemerintah pusat bakal membagi beban anggaran subsidi energi dengan pemerintah daerah. Pembagian ini agar mengurangi beban anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Rencana pembagian ini akan diatur di Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang APBN 2023.
Pembagian beban yang dimaksud, meliputi subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan kewajiban kompensasi akibat kenaikan harga minyak mentah. Apalagi, kondisi ekonomi masih diliputi ketidakpastian, terutama dari sisi global.
PENURUNAN EMISI KARBON : SPKLU Bus Listrik Dibangun
PLN menyebut langkah tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan fasilitas pengisian energi seluruh jenis kendaraan listrik yang ada di Indonesia saat ini. General Manager PLN UID Jaya Doddy B. Pangaribuan mengatakan bahwa SPKLU Ultra Fast Charging tersebut nantinya menjadi yang pertama dengan pola kemitraan sharing economic model, dan pionir untuk SPKLU yang bisa mengisi daya mobil maupun bus listrik. “Kita berharap satu SPKLU bisa melayani 10 kendaraan listrik. Jakarta sendiri masih punya cadangan listrik 36%, jadi jangan khawatir untuk pasokan listriknya,” katanya, Selasa (26/7). Dalam pembangunan SPKLU tersebut, PLN menggunakan skema provide, privately owned, and operated (PPOO), di mana PLN sebagai pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik (IUPTL) akan menyediakan infrastruktur SPKLU dan platform teknologi informasi melalui menu electric vehicle pada aplikasi PLN Mobile.
Cuaca Basah : MEREDAM GEJOLAK INFLASI DAERAH
Sejumlah daerah dinilai perlu mewaspadai kenaikan komoditas barito alias bawang, rica, dan tomat di tengah cuaca basah dan jelang musim penghujan pada paruh kedua tahun ini. Pasalnya, inflasi daerah yang disebabkan oleh komoditas ini hingga Juni 2022 telah berada di atas rentang target yang telah ditetapkan.
Oleh karena itu, penguatan tim pengendali inflasi daerah (TPID) dan pola distribusi menjadi kunci untuk menjaga kestabilan inflasi pada sisa tahun ini. Gelombang tinggi yang menghantam sejumlah wilayah juga diperkirakan akan menaikkan inflasi daerah seiring menurunnya pasokan perikanan tangkap. Provinsi Bali misalnya yang mencatatkan inflasi di atas target yang telah ditetapkan. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali mencatat inflasi Bali hingga Juni 2022 sebesar 4,2% atau melampaui rentang target inflasi nasional sebesar 3%.
Penyumbang inflasi juga disusul dari core inflation, naiknya harga canang sari. Naiknya harga pada kelompok volatile food ini perlu diwaspadai oleh pemerintah daerah, jika terjadi secara berkelanjutan akan mempengaruhi daya beli masyarakat Bali. Bank Indonesia mencatat potensi harga bahan pokok tetap tinggi hingga akhir tahun bisa terjadi karena adanya potensi angin monsoon Australia yang meningkatkan curah hujan dan berisiko menurunkan produksi cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan tomat.
Subsidi Energi Dinilai Belum Efektif
RAPBN 2023 didesain lebih efektif dan tepat sasaran terutama terkait subsidi energi. Pasalnya, mulai tahun depan, pemerintah akan lebih ketat dalam menggunakan anggaran belanja negara guna mengejar target defisit fiskal di bawah 3 % PDB. Direktur Penyusunan APBN Ditjen Anggaran Kemenkeu Rofyanto Kurniawan pada ”Konsultasi Publik RUU APBN Tahun Anggaran 2023”, Senin (25/7), menilai pemberian subsidi, seperti BBM dan listrik, belum efisien karena banyak masyarakat mampu yang ikut menikmati subsidi tersebut. Pemerintah, secara bertahap akan mengembalikan harga BBM dan listrik ke harga keekonomiannya. Dengan demikian, belanja negara bisa lebih produktif dan subsidi energi bisa lebih tepat sasaran.
Sementara dari sisi belanja, pemerintah saat ini tengah memperbaiki efektivitas dan efisiensi belanja negara. Tahun ini, pemerintah secara total menggelontorkan dana untuk subsidi dan kompensasi energi sebesar Rp 520,4 triliun. Anggaran itu digunakan untuk menyubsidi BBM, listrik, dan elpiji bersubsidi (kemasan 3 kg). Dalam RAPBN 2022, anggaran belanja untuk subsidi dan kompensasi energi telah ditetapkan Rp 152,5 triliun sebelum akhirnya alokasi anggaran subsidi dan kompensasi energi ditambah sebanyak Rp 349,9 triliun. (Yoga)
Era Harga Tinggi Komoditas Global Diprediksi Berakhir
Era harga tinggi sebagian besar komoditas global diperkirakan berakhir. Tren penurunan harga sedang terjadi. Ke depan, harga keseimbangan baru yang lebih tinggi dibandingkan periode sebelum pandemi Covid-19 akan terbentuk. Oleh karena itu, pemerintah dan pelaku usaha terkait mulai mempersiapkan diri mengatasi dampak penurunan harga komoditas. Ke depan, pendapatan negara dan perusahaan diperkirakan berkurang karena fase ”durian runtuh” telah lewat. Di sektor energi, harga minyak mentah sudah mulai terkoreksi, sedang harga batubara dan gas alam masih tinggi. Di sektor pangan, mayoritas harga komoditas, terutama CPO, gula, kedelai, dan gandum, terkoreksi cukup signifikan.
Berdasarkan data Trading Economics, Senin (25/7) harga minyak mentah West Texas Intermediate 94,96 USD per barel, turun 10,89 % secara bulanan dan naik 31,89 % secara tahunan. Harga batubara 409,2 USD per ton, naik 3,59 % secara bulanan dan gas alam 8,35 USD per million metric British thermal units (MMBTU), naik 28,49 & secara bulanan. Harga CPO 3.720 ringgit Malaysia per ton, turun 24,62 % secara bulanan dan15,35 % secara tahunan.. Harga kedelai 14,45 USD per gantang, turun 5,4 % secara bulanan, gandum 7,85 USD per gantang, turun 14,36 % secara bulanan.
”Tren koreksi penurunan harga sebagian besar komoditas global tengah terjadi. Kendati masih bergejolak, harganya diperkirakan turun dan mencapai titik keseimbangan baru pada 2023. Harga keseimbangan yang terbentuk itu masih lebih tinggi daripada harga pada 2019 atau periode sebelum pandemi Covid-19,” kata Head of Industry and Regional Research PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Dendi Ramdani, Senin.(25/7). Tim ekonom Bank Mandiri memperkirakan rata-rata harga minyak mentah pada 2023 sebesar 98 USD per barel, batubara 168,8 USD per ton, dan CPO 939,3 USD per ton. (Yoga)
Cabai Rawit di Papua Capai Rp 90.000 Per Kg
Meski turun dari bulan sebelumnya, harga cabai rawit di Papua masih tinggi, mencapai Rp 90.000 per kg. Normalnya, harga cabai rawit Rp 50.000 per kg. Pada Mei-Juni, harga cabai rawit tembus Rp 110.000 per kg. ”Produksi daerah sentra tidak terlalu optimal karena curah hujan yang tinggi,” kata Kabid Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Papua Luna Daimboa, Senin (25/7). Harga bawang merah juga cukup tinggi, Rp 75.000 per kg. Normalnya, harga bawang merah berkisar Rp 35.000 per kg. ”Kami berharap pemerintah bisa mendorong penurunan harga,” kata Marthen Tangalele, pedagang di Yalimo. (Yoga)
Khawatir Bunga Naik, Harga Minyak Turun
Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) kembali bergerak di bawah US$ 100 per barel. Kenaikan suku bunga AS diperkirakan akan melemahkan permintaan bahan bakar.
Senin (25/7), per pukul 16.22 WIB, harga minyak mentah jenis WTI kontrak pengiriman September 2022 naik 0,9% dari hari sebelumnya ke US$ 95,55 per barel. Pada akhir pekan lalu, harga minyak WTI ditutup di US$ 94,70 per barel.
Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures Nanang Wahyudin mengatakan, pemulihan ekonomi China melambat dan membebani sentimen pasar. "US$ 90 per barel menjadi area penting karena bisa mengantarkan harga minyak jatuh ke US$ 85 per barel," prediksi Nanang. Namun dengan ekspektasi pelemahan dollar AS, maka harga minyak bisa kembali ke atas US$ 100. Menurut Nanang, dengan penurunan harga minyak, maka harga komoditas energi lainnya, seperti gas alam dan batubara, juga akan turun. Saat ini harga gas alam tengah menguat, sementara Rusia akan mengurangi pasokan.
Pendaftar Subsidi BBM Melonjak
Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting, Minggu (24/7) mengatakan, hingga kini proses pendaftaran penerima BBM bersubsidi masih berlangsung, baik melalui gerai pendaftaran di SPBU/lokasi yang ditentukan, laman subsiditepat.mypertamina.id, maupun aplikasi MyPertamina. Hingga Sabtu (23/7), kendaraan yang telah didaftarkan lebih dari 220.000 unit. ”Dari total yang terdaftar, 80 % kendaraan yang didaftarkan adalah jenis kendaraan yang mengonsumsi pertalite,” ujar Irto. (Yoga)
Rusia-Ukraina Buka Ekspor Gandum
Rusia dan Ukraina dikabarkan sepakat untuk membuka kembali pelabuhan di Laut Hitam agar produk biji-bijian, terutama gandum, bisa dilepas ke pasar internasional. Kesepakatan ini diharapkan akan membuat harga pangan dunia turun dan berdampak pada menurunnya angka inflasi global. Kantor berita Rusia, TASS, Jumat (22/7) mengonfirmasi bahwa Rusia, diwakili Menhan Sergei Shoigu, menandatangani perjanjian itu. Sementara Ukraina diwakili Menteri Infrastruktur Oleksandr Kubrakov. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Sekjen PBB Antonio Guterres hadir di acara penandatanganan perjanjian di Istana Dolmabahce, Istanbul, Jumat siang.
Menurut sumber TASS di Ankara, dokumen proposal Rusia, yang berjudul ”Inisiatif Laut Hitam”, mengusulkan pembentukan lembaga koordinasi di bawah PBB untuk mengatur proses masuk dan keluar kapal pengangkut gandum dari pelabuhan Ukraina. Selain itu, dokumen juga menyebutkan, lembaga koordinasi itu akan mengawasi pembersihan ranjau di pelabuhan-pelabuhan yang disepakati dan memastikan keamanan rute ekspor. Perjanjian ini akan berlaku selama 120 hari dan dapat diperpanjang secara otomatis tanpa negosiasi lebih lanjut. Para pejabat yang terlibat dalam negosiasi ini memandang waktu 120 hari cukup untuk mengeluarkan 25 juta ton gandum dan produk biji-bijian di berbagai wilayah Ukraina. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









