Cuaca Basah : MEREDAM GEJOLAK INFLASI DAERAH
Sejumlah daerah dinilai perlu mewaspadai kenaikan komoditas barito alias bawang, rica, dan tomat di tengah cuaca basah dan jelang musim penghujan pada paruh kedua tahun ini. Pasalnya, inflasi daerah yang disebabkan oleh komoditas ini hingga Juni 2022 telah berada di atas rentang target yang telah ditetapkan.
Oleh karena itu, penguatan tim pengendali inflasi daerah (TPID) dan pola distribusi menjadi kunci untuk menjaga kestabilan inflasi pada sisa tahun ini. Gelombang tinggi yang menghantam sejumlah wilayah juga diperkirakan akan menaikkan inflasi daerah seiring menurunnya pasokan perikanan tangkap. Provinsi Bali misalnya yang mencatatkan inflasi di atas target yang telah ditetapkan. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali mencatat inflasi Bali hingga Juni 2022 sebesar 4,2% atau melampaui rentang target inflasi nasional sebesar 3%.
Penyumbang inflasi juga disusul dari core inflation, naiknya harga canang sari. Naiknya harga pada kelompok volatile food ini perlu diwaspadai oleh pemerintah daerah, jika terjadi secara berkelanjutan akan mempengaruhi daya beli masyarakat Bali. Bank Indonesia mencatat potensi harga bahan pokok tetap tinggi hingga akhir tahun bisa terjadi karena adanya potensi angin monsoon Australia yang meningkatkan curah hujan dan berisiko menurunkan produksi cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan tomat.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023