Lingkungan Hidup
( 5820 )Terlena Batubara
Alam menyediakan banyak hal yang kerap membuat penghuninya terlena. Salah satunya batubara, yang menjadi andalan sejumlah daerah di Indonesia. Tapi, negara-negara di dunia berkomitmen mewujudkan emisi nol karbon pada 2050. Upaya yang ditempuh, di antaranya, melalui transisi menuju energi baru terbarukan dan ramah lingkungan serta mengakhiri operasional pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar batubara. Penggunaan energi bersih kian terpacu seiring investasi teknologi energi bersih yang meningkat. Menurut International Energy Agency, investasi energi bersih diperkirakan tumbuh 24 % pada 2021-2023. Pada 2023, investasi teknologi energi bersih diproyeksi 1,7 triliun USD.
Bagi banyak negara, termasuk Indonesia, perlu persiapan dan kesiapan untuk mengakhiri eksplorasi dan penggunaan batubara. Sebab, komoditas sumber daya alam nonmigas itu memiliki andil signifikan dalam perekonomian nasional, provinsi, dan kabupaten/kota. Berdasarkan data BPS, Indonesia mengekspor 360,115 juta ton batubara senilai 46,764 miliar USD pada 2022. Berdasarkan data Kemenkeu melalui APBN Kinerja dan Fakta, iuran produksi atau royalti batubara menyumbang PNBP. Pada Januari-Juli 2023, royalty batubara Rp 66,22 triliun atau tumbuh 130,46 % dibandingkan Januari-Juli 2022. Peran batubara dalam perekonomian daerah dan nasional hendaknya mulai dialihkan ke sektor lain secara bertahap melibatkan pemerintah, perusahaan, dan masyarakat serta bukan ke komoditas mentah. Dengan cara itu, akan ada nilai tambah yang diciptakan, tenaga kerja dan teknologi yang diserap, serta sesuai dengan kondisi setiap daerah. (Yoga)
RI-ANRPC Dorong Pengembangan Karet Berkelanjutan
Indonesia mengajak Asosiasi Negara-negara Produsen Karet Alam atau ANRPC mempererat kerja sama mendorong keberlanjutan karet dan pengembangan karet berkelanjutan. Upaya itu penting di tengah tren penurunan harga karet dunia, konversi tanaman karet, serta isu perubahan iklim dan kelestarian lingkungan. Hal itu mengemuka dalam pertemuan Kelompok Kerja Karet Alam Berkelanjutan ANRPC yang digelar secara hibrida di Palembang, Sumsel, 29-31 Agustus 2023. Pertemuan itu dihadiri 30 delegasi ANRPC dari Bangladesh, Indonesia, India, Malaysia, Myanmar, China, Sri Lanka, dan Thailand.
Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional (PPI) Kemendag Djatmiko Bris Witjaksono, Sabtu (2/9) mengatakan, saat ini, industri karet alam tengah menghadapi sejumlah tantangan. Komoditas tersebut harus memiliki standardisasi yang mengedepankan kelestarian lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim. Uni Eropa, misalnya, mulai menerapkan UU Produk Bebas Deforestasi (EUDR) untuk sejumlah komoditas, termasuk karet. Oleh karena itu, lanjut Djatmiko, RI mengajak negara-negara produsen karet mempererat kerja sama untuk membawa perubahan positif di industry karet alam,terutama petani-petani kecil. Indonesia juga meminta ANRPC bersama-sama menghadapi dampak implementasi EUDR. Sejumlah langkah konkret dapat dilakukan, mulai dari memperkuat kelembagaan petani, hilirisasi karet, hingga pengembangan tanaman dan produk karet berbasis penelitian. (Yoga)
Subsidi Elpiji Menjadi Beban
Usulan penambahan kuota elpiji 3 kg dalam waktu dekat belum menimbulkan masalah. Akan tetapi, ke depan, akan membebani anggaran. Pemerintah mengusulkan kuota elpiji bersubsidi 3 kg sebanyak 8,03 juta ton dalam RAPBN 2024. Tambahan kuota akan disertai rencana transformasi distribusi yang tepat sasaran. Sementara sejumlah fraksi di Komisi VII DPR mengusulkan kuota ditambah lebih banyak menjadi 8,5 juta ton. Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (31/8) mengatakan, usulan itu disertai kebijakan pendistribusian elpiji tepat sasaran pada 2024.
”(Dengan) melanjutkan upaya transformasi subsidi elpiji 3 kg menjadi berbasis orang dan terintegrasi dengan data penerima manfaat yang akurat,” ujarnya (Kompas, 1/9). Alasan yang mengemuka adalah ekonomi yang pulih pascapandemi membutuhkan pasokan energi agar ekonomi bisa lari kencang. Tambahan pula, elpiji tersebut digunakan oleh UMKM. Sepanjang tahun lalu pemerintah menyalurkan elpiji 3 kg dengan total 7,799 juta ton, bertambah 4,5 % dibandingkan penyaluran tahun 2021 sebesar 7,462 juta ton. Tahun 2022 subsidi elpiji telah melebihi angka Rp 100 triliun. (Yoga)
Harga Minyak Sawit Terkerek El Nino
Harga minyak kelapa sawit mentah atau CPO kembali di atas 4.000 ringgit Malaysia per ton. Kenaikan itu dipengaruhi sentimen pasar yang mengkhawatirkan dampak El Nino. Trading Economics mencatat, perdagangan CPO di Bursa Derivatif Malaysia, Jumat (1/9) ditutup seharga 4.040 ringgit Malaysia (RM) per ton, meningkat 3,19 %, baik secara bulanan maupun secara tahunan. Harga CPO itu mendekati level tertinggi yang sebelumnya dicapai pada 26 Juli 2023, yakni 4.050 RM per ton. Harga itu juga menuju kenaikan ketiga berturut-turut sepekan terakhir di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap El Nino.
Faktor lain yang turut menopang kenaikan harga adalah menguatnya kembali permintaan dari India dan China. Permintaan dari India diperkirakan meningkat beberapa bulan mendatang, didorong perayaan Diwali pada November 2023. Adapun di China, aktivitas manufaktur mulai meningkat perlahan meski masih di bawah ambang batas ekspansi, yakni 50. Per Agustus 2023, indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur China mencapai 49,7 atau meningkat tipis dari Juli 2023 yang sebesar 49,3. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono mengatakan, dampak El Nino pada tahun ini tidak akan separah tahun 2015 dan 2019. Pada musim kemarau kali ini, hujan masih terjadi di sejumlah daerah penghasil sawit kendati curahnya tidak terlalu tinggi. (Yoga)
Ratusan Hektar Padi di Jateng Puso, Sejumlah Pemda Antisipasi Dampak Kekeringan
Dampak fenomena El Nino mulai terasa di sejumlah daerah di Tanah Air. Di Jateng, ratusan hektar tanaman padi puso, sementara sebagian lainnya terancam kekeringan. Kekeringan juga dirasakan sebagian petani di Lampung, Kaltim, dan NTT. Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jateng mencatat, hingga Agustus 2023, 5.150,7 hektar lahan pertanian padi terdampak kekeringan. Dampaknya beragam, mulai ringan, sedang, berat, hingga puso. Sementara luas padi yang puso tercatat 254,1 hektar. Lahan itu antara lain di Banyumas, Cilacap, Brebes, Kendal, Pekalongan, Rembang, Kebumen, Tegal, dan Purworejo.
Kadis Pertanian dan Perkebunan Jateng Supriyanto menyebut, belum ada dampak penurunan produktivitas padi diwilayahnya akibat kondisiitu. Produksi gabah kering giling (GKG) di Jateng dari Januari hingga Agustus 2023 mencapai 7.904.881 ton. Jumlah itu masih 77.031 ton lebih banyak dibandingkan produksi GKG pada Januari-Agustus 2022. Kendati demikian, sejumlah langkah antisipasi telah disiapkan Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng untuk menghadapi dampak kekeringan dan menekan risiko krisis pangan, dengan mengidentifikasi dan memetakan lokasi terdampak kekeringan serta mengelompokkan daerah berdasarkan risikonya. ”Kami mendorong percepatan tanam untuk mengejar sisa hujan. Selain itu, peningkatan ketersediaan air juga terus kami lakukan melalui pembangunan atau perbaikan embung, parit, sumur dalam, maupun sumur resapan. Rehabilitasi jaringan irigasi tersier serta pompanisasi juga kami upayakan,” kata Supriyanto, Jumat (1/9). (Yoga)
Kinerja Jatuh Akibat Terkena Dua Pukulan
Penurunan volume penjualan dan harga rata-rata logam timah menekan kinerja PT Timah Tbk (TINS). Kinerja jatuh secara
top line
maupun
bottom line.
Dalam laporan keuangan yang terbit di Bursa Efek Indonesia (BEI), TINS mengantongi pendapatan Rp 4,57 triliun pada semester I-2023. Merosot 38,82% dibandingkan raihan Rp 7,47 triliun pada semester I-2022. Laba bersih TINS merosot lebih tajam dengan hanya mencapai Rp 16,26 miliar pada semester I-2023. Padahal, di periode serupa 2022, laba TINS sempat tembus Rp 1,08 triliun.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko TINS, Fina Eliani membeberkan terjadi penurunan sebagian harga logam pada akhir semester I-2023. Hal ini terjadi di tengah permintaan global yang lemah dan peningkatan persediaan logam timah di gudang perusahaan tersebut.
Hingga kuartal II-2023, TINS memproduksi bijih timah sebanyak 7.755 ton Sn. Perinciannya, dari produksi darat 2.653 ton Sn, lalu dari laut 5.102 ton Sn. Produksi bijih timah mengalami penurunan 22% dibandingkan periode yang sama tahun 2022 dengan volume 9.901 ton Sn.
Equity Research Analyst
Panin Sekuritas, Felix Darmawan melihat langkah TINS masih cukup berat di sisa tahun ini. Felix belum melihat ada katalis positif yang signifikan terhadap outlook pasar dan harga timah global. Apalagi di semester I-2023 ini, produksi TINS merosot 16% secara tahunan.
Sedang
Equity Analyst
Kanaka Hita Solvera, Andhika Cipta Labora menilai, prospek kinerja TINS bisa tertopang potensi industri di dalam negeri. Yakni dari industri komponen otomotif dan kendaraan listrik, meski untuk jangka waktu lebih panjang
Pertamax Green Jadi Bahan Bakar Emiten Etanol
PT Pertamina berencana memasarkan bahan bakar minyak (BBM) berlabel Pertamax Green 92 serta Pertamax Green 95 pada tahun 2024. Nantinya Pertamax Green 92 menggunakan campuran 7% etanol, sedangkan Pertamax Green 95 lebih banyak lagi, sekitar 8% etanol.
Melihat rencana tersebut, emiten yang berbisnis etanol bergejolak. Melansir RTI, Kamis (31/8), harga PT Indo Acidatama Tbk (SRSN) naik 9,43% dalam sehari. Harga saham PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI) juga tercatat 21,94% dalam sehari.
Pengamat pasar modal dan Founder WH Project, William Hartanto mengatakan, kenaikan harga saham tersebut bisa saja disebabkan oleh sentimen rencana penerapan Pertamax Green 92 dan 95.
Meskipun begitu, William belum bisa melihat seperti apa prospek emiten etanol ke depannya di tengah sentimen rencana pemberlakuan Pertamax Green 92 dan 95 mulai tahun depan. Dikarenakan kedua produk BBM tersebut relatif baru.
Yang jelas dinamika isu energi dan energi terbarukan saat ini, menurutnya bisa memberikan dampak bagi kinerja emiten etanol. Jika lebih mengarah ke energi baru terbarukan maka bisa memberi peluang bagi emiten-emiten ini.
Mendongkrak Ketahanan Pangan Asean
JAKARTA,ID-Meski mayoritas negara-negara Asean adalah negara agraris dengan lahan pertanian yang luas, namun indeks ketahanan pangan kebanyakan negara-negara di kawasan Asia Tenggara ini justru di bawah rata-rata indeks dunia maupun Asia Pasifik. Ketersediaan pasokan (availabality) dan kualitas nutrisi (qualitity and safety), menjadi dua di antara masalah paling utama yang memicu indeks ketahanan pangan kebanyakan negara Asean masih dalam kondisi cekak. Oleh karena itu, kerja sama dalam upaya penguatan ketahanan pangan akan menjadi salah satu topik pembahasan prioritas dalam konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean ke43 yang akan dilangsungkan di Jakarta, 5-7 September 2023. Dalam Keketuaan Asean Indonesia tahun ini yang mengusungkan tema Asean Matters Epicentrum of Growth, kerja sama penting lainnya yang juga didorong adalah bidang ketahanan energi, kesehatan, dan stabilitas keuangan. "Poin-poin (problem utama ketahanan pangan Asean) itu yang kita masukkan, ya yang mengenai availability, kemudian quality. Itu memang di Indonesia sedang pararel dilakukan (diatas)," kata Kepala Badan Pangan nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi kepada Investor Daily, Jumat (01/09/2023). (Yetede)
Harga Komoditas Seret Turun Laba Emiten MIND ID hingga 46%
JAKARTA,ID-Laba bersih emiten-emiten yang tergabung dalam MIND ID anjlok 46,58% pada semester I-2023 menjadi Rp 4,08 triliun dibanding periode sama tahun lalu Rp8,76 triliun akibat turunnya harga komoditas baru. Penurunan laba terutama dialami oleh PT Timah Tbk (TINS) yang mencapai 98,49% dan PT Asam Tbk (PTBA) sebanyak 54,92%. Sementara PT Aneka tambang Tbk (ANTM) mempu mencatatkan kenaikan laba bersih 23,84% pada semester I-2023 dibanding periode sama 2022. mengatakan, laba periode berjalan yang didistribusikan kepada pemilik entitas induk perseroan pada paruh pertama 2023 turun 98,49% menjadi Rp16,29 miliar dibanding periode sama tahun lalu Rp1,08 triliun. Anjloknya laba bersih tersebut sejalan dengan penurunan pendapatan perseroan sebanyak 39,9% dari Rp7,47 triliun menjadi Rp4,57 triliun. Penurunan pendapatan itu dipengaruhi merosotnya harga komoditas logam timah dunia. "Penurunan sebagian harga logam pada akhir semester I-2023 ditengah permintaan global yang lemah dan peningkatan persediaan logam timah di gudang LME mengakibatkan harga logam timah bergerak fluktuatif cenderung menurun," kata Fina dalam keterangan resmi yang dikutip Jumat (1/9/2023). (Yetede)
Menjaga Stok Beras sampai Tahun Depan
JAKARTA – Pemerintah diminta mempersiapkan stok beras hingga Maret 2024 karena masa tanam padi yang biasanya dilakukan pada Oktober akan mundur lantaran fenomena El Nino berlangsung lebih lama. Akibat kondisi tersebut, guru besar pertanian dari Institut Pertanian Bogor, Dwi Andreas Santosa, memperkirakan panen raya pun bakal mundur ke kisaran April dan Mei 2024. "Jadi, kalau stok, biasanya diamankan sampai Februari karena Maret mulai panen. Sekarang harus sampai Maret karena puncak panen bisa April atau Mei," ujar Andreas kepada Tempo, kemarin.
Prediksi Andreas tersebut didasarkan pada laporan terbaru mengenai musim kering El Nino dari Climate Prediction Center Amerika Serikat. Agustus lalu, lembaga tersebut memperkirakan terjadi El Nino kategori kuat yang berlangsung pada November mendatang hingga Januari 2024. Dampak dari El Nino kategori kuat ini akan memundurkan musim hujan yang biasanya dimulai pada September. Kalaupun ada hujan, intensitasnya diperkirakan masih rendah. "Bukan berarti kering sampai Januari. Hujan mungkin akan turun juga di Oktober, tapi intensitasnya masih rendah sehingga petani belum bisa mulai menanam," kata Andreas. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









