RI-ANRPC Dorong Pengembangan Karet Berkelanjutan
Indonesia mengajak Asosiasi Negara-negara Produsen Karet Alam atau ANRPC mempererat kerja sama mendorong keberlanjutan karet dan pengembangan karet berkelanjutan. Upaya itu penting di tengah tren penurunan harga karet dunia, konversi tanaman karet, serta isu perubahan iklim dan kelestarian lingkungan. Hal itu mengemuka dalam pertemuan Kelompok Kerja Karet Alam Berkelanjutan ANRPC yang digelar secara hibrida di Palembang, Sumsel, 29-31 Agustus 2023. Pertemuan itu dihadiri 30 delegasi ANRPC dari Bangladesh, Indonesia, India, Malaysia, Myanmar, China, Sri Lanka, dan Thailand.
Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional (PPI) Kemendag Djatmiko Bris Witjaksono, Sabtu (2/9) mengatakan, saat ini, industri karet alam tengah menghadapi sejumlah tantangan. Komoditas tersebut harus memiliki standardisasi yang mengedepankan kelestarian lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim. Uni Eropa, misalnya, mulai menerapkan UU Produk Bebas Deforestasi (EUDR) untuk sejumlah komoditas, termasuk karet. Oleh karena itu, lanjut Djatmiko, RI mengajak negara-negara produsen karet mempererat kerja sama untuk membawa perubahan positif di industry karet alam,terutama petani-petani kecil. Indonesia juga meminta ANRPC bersama-sama menghadapi dampak implementasi EUDR. Sejumlah langkah konkret dapat dilakukan, mulai dari memperkuat kelembagaan petani, hilirisasi karet, hingga pengembangan tanaman dan produk karet berbasis penelitian. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023