Ratusan Hektar Padi di Jateng Puso, Sejumlah Pemda Antisipasi Dampak Kekeringan
Dampak fenomena El Nino mulai terasa di sejumlah daerah di Tanah Air. Di Jateng, ratusan hektar tanaman padi puso, sementara sebagian lainnya terancam kekeringan. Kekeringan juga dirasakan sebagian petani di Lampung, Kaltim, dan NTT. Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jateng mencatat, hingga Agustus 2023, 5.150,7 hektar lahan pertanian padi terdampak kekeringan. Dampaknya beragam, mulai ringan, sedang, berat, hingga puso. Sementara luas padi yang puso tercatat 254,1 hektar. Lahan itu antara lain di Banyumas, Cilacap, Brebes, Kendal, Pekalongan, Rembang, Kebumen, Tegal, dan Purworejo.
Kadis Pertanian dan Perkebunan Jateng Supriyanto menyebut, belum ada dampak penurunan produktivitas padi diwilayahnya akibat kondisiitu. Produksi gabah kering giling (GKG) di Jateng dari Januari hingga Agustus 2023 mencapai 7.904.881 ton. Jumlah itu masih 77.031 ton lebih banyak dibandingkan produksi GKG pada Januari-Agustus 2022. Kendati demikian, sejumlah langkah antisipasi telah disiapkan Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng untuk menghadapi dampak kekeringan dan menekan risiko krisis pangan, dengan mengidentifikasi dan memetakan lokasi terdampak kekeringan serta mengelompokkan daerah berdasarkan risikonya. ”Kami mendorong percepatan tanam untuk mengejar sisa hujan. Selain itu, peningkatan ketersediaan air juga terus kami lakukan melalui pembangunan atau perbaikan embung, parit, sumur dalam, maupun sumur resapan. Rehabilitasi jaringan irigasi tersier serta pompanisasi juga kami upayakan,” kata Supriyanto, Jumat (1/9). (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023