Kinerja Jatuh Akibat Terkena Dua Pukulan
Penurunan volume penjualan dan harga rata-rata logam timah menekan kinerja PT Timah Tbk (TINS). Kinerja jatuh secara
top line
maupun
bottom line.
Dalam laporan keuangan yang terbit di Bursa Efek Indonesia (BEI), TINS mengantongi pendapatan Rp 4,57 triliun pada semester I-2023. Merosot 38,82% dibandingkan raihan Rp 7,47 triliun pada semester I-2022. Laba bersih TINS merosot lebih tajam dengan hanya mencapai Rp 16,26 miliar pada semester I-2023. Padahal, di periode serupa 2022, laba TINS sempat tembus Rp 1,08 triliun.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko TINS, Fina Eliani membeberkan terjadi penurunan sebagian harga logam pada akhir semester I-2023. Hal ini terjadi di tengah permintaan global yang lemah dan peningkatan persediaan logam timah di gudang perusahaan tersebut.
Hingga kuartal II-2023, TINS memproduksi bijih timah sebanyak 7.755 ton Sn. Perinciannya, dari produksi darat 2.653 ton Sn, lalu dari laut 5.102 ton Sn. Produksi bijih timah mengalami penurunan 22% dibandingkan periode yang sama tahun 2022 dengan volume 9.901 ton Sn.
Equity Research Analyst
Panin Sekuritas, Felix Darmawan melihat langkah TINS masih cukup berat di sisa tahun ini. Felix belum melihat ada katalis positif yang signifikan terhadap outlook pasar dan harga timah global. Apalagi di semester I-2023 ini, produksi TINS merosot 16% secara tahunan.
Sedang
Equity Analyst
Kanaka Hita Solvera, Andhika Cipta Labora menilai, prospek kinerja TINS bisa tertopang potensi industri di dalam negeri. Yakni dari industri komponen otomotif dan kendaraan listrik, meski untuk jangka waktu lebih panjang
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023