Lingkungan Hidup
( 5781 )Harita Naikkan Produksi Nikel Hingga Dua Kali Lipat
Kota Tangerang Gelar Program Pangan Murah
Sebagai upaya pengendalian inflasi daerah sekaligus menekan
harga beras, Pemkot Tangerang menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang
dilaksanakan di 39 lokasi yang tersebar di 13 kecamatan se-Kota Tangerang. Pj
Walikota Tangerang Nurdin berharap GPM yang rutin dilaksanakan di Kota
Tangerang ini bisa membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.
“Diharapkan GPM atau pasar murah ini dapat membantu memenuhi
kebutuhan pokok rumahtangga dan masyarakat Kota Tangerang,” kata Nurdin, Senin
(12/2). Di GPM ini harga beras 5 kg hanya Rp 52.000, juga tersedia komoditas
lain seperti minyak goreng, gula dan produk-produk UMKM Kota Tangerang dengan
harga murah. (Yoga)
Adira Finance Incar Pembiayaan baru Naik 14%
Terimbas Anjloknya Harga Nikel
Limbung Beras
Harga beras semakin tinggi. Pasar beras premium mulai tak
terisi. Kala paceklik terjadi, banjir justru menghampiri. Kini, limbung beras
tengah terjadi. Dalam setahun terakhir, harga beras medium naik 15,21 %. Panel
Harga Pangan Bapanas menunjukkan, per 13 Februari 2024, harga rata-rata nasional
beras medium Rp 13.870 per kg, lebih tinggi dari harga rerata Februari 2023, Rp
11.760 per kg. Begitu juga beras premium, harga rerata nasionalnya naik 15,34 %
secara tahunan dari Rp 13.410 per kg menjadi 15.840 per kg. Selama enam bulan
berturut-turut, Agustus 2023-Januari 2024, kenaikan harga beras telah memicu
inflasi. Hal itu terjadi lantaran produksi beras nasional turun sekitar 650.000
ton dari 31,54 juta ton pada 2022 menjadi 30,89 juta ton pada 2023. Penurunan
produksi itu membuat neraca produksi dan konsumsi beras di luar impor dan
ekspor beras pada 2023 hanya surplus 270.000 ton.
Pada Januari-Februari 2024, BPS juga menyebutkan bakal
terjadi defisit beras sebesar 2,83 juta ton. Neraca beras baru akan surplus
mulai Maret 2024, diperkirakan 970.000 ton. Namun, surplus tersebut jauh lebih
rendah dibandingkan Maret 2023 di 2,59 juta ton. Perubahan cuaca, terutama
fenomena El Nino yang berkepanjangan, menjadi biang keladinya. Hal itu juga membuat
musim tanam I berikut panen raya padi mundur. Masa paceklik beras juga kian
panjang. Pada periode 2022/2023, masa paceklik beras berlangsung selama enam
bulan, yakni Agustus 2022-Januari 2023. Adapun pada periode 2023/2024, masa
paceklik tersebut terjadi selama delapan bulan, yakni Juli 2023-Februari 2024. Saat
neraca produksi-konsumsi beras mengalami defisit, banjir justru melanda
sejumlah daerah di Indonesia. Kementan mencatat, banjir tersebut melanda 7.026
hektar lahan pertanian yang didominasi areal persawahan. Banjir tersebut memengaruhi
psikologi pasar perberasan nasional sehingga harga beras kian melambung.
Masyarakat juga mulai kesulitan mendapatkan beras premium di sejumlah
minimarket dan swalayan atau pasar ritel modern dalam beberapa hari terakhir
ini. (Yoga)
Penanaman Padi Diakselerasi
Pemerintah menyiapkan empat solusi untuk mempercepat
penanaman tanaman pangan, khususnya padi dan jagung, demi meningkatkan
produksi. Solusi yang dimaksud adalah pompanisasi, optimalisasi lahan rawa,
insentif benih gratis, dan penambahan pupuk. Mentan Amran Sulaiman mengemukakan
hal itu di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (13/2). ”Tadi, kami
dipanggil Presiden. Beliau menanyakan perkembangan tanaman, khususnya padi dan
jagung,” ujar Amran. Menurut Amran, peningkatan produksi beras harus didorong
lebih cepat karena harga beras dunia dan Indonesia meningkat. Terkait hal itu,
dirumuskan empat solusi untuk mendorong upaya akselerasi.
”Kami laporkan ke Bapak Presiden, (pertama) bagaimana kita
mengairi sawah-sawah di Pulau Jawa dan luar Jawa yang di wilayah itu ada sungai
(besar), seperti Sungai Bengawan Solo. Kita bisa pompa airnya naik ke sawah,
digunakan oleh petani,” ujar Amran. Solusi kedua adalah optimalisasi lahan rawa
yang sebelumnya hanya ditanami satu kali agar bisa ditanami dua dan tiga kali.
”Ketiga adalah kita memberikan insentif benih gratis kepada petani yang mau melakukan
perluasan tanam, contoh padi gogo,” kata Amran. Solusi keempat adalah tambahan
pupuk agar bisa diperoleh petani dengan tepat waktu dan tepat volume. ”Pupuk
tambahan dari Bapak Presiden nilainya Rp 14 triliun, bagaimana ini
direalisasikan dengan cepat,” ujarnya.
Amran menegaskan, produksi mutlak ditingkatkan untuk menurunkan
harga beras. Hal ini bukan hanya menyangkut harga beras Indonesia, melainkan
juga harga beras dunia. ”Kita standing crop sekarang, yang kita tanam sejak
Desember (dan) Januari, lebih kurang 4 juta hektar. Dikali saja dengan produksi,
mudah-mudahan bisa produksi 5-8 ton per hektar,” ujarnya terkait target panen hingga
Maret 2024. Dirut Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menambahkan, ketersediaan
pupuk menjadi faktor utama dalam upaya peningkatan produksi beras. ”Oleh karena
itu, kita sudah siapkan stok pupuk 2 juta ton, dimana 1,1 juta ton sudah berada di kabupaten-kabupaten, siap
untuk disalurkan,” katanya. Volume pupuk subsidi ini, menurut Rahmad, mencapai
4,7 juta ton. (Yoga)
Warga Siasati Harga Beras
Warga di sejumlah daerah mengeluhkan tingginya harga beras.
Mereka bersiasat agar kebutuhan pangan tercukupi, sementara kebutuhan lain tak
terganggu. Para pedagang pun mesti cermat agar usahanya tetap menguntungkan di
situasi sulit. Di Pasar Manis dan Pasar Wage, Kecamatan Purwokerto, Banyumas,
Jateng, harga beras medium berkisar Rp 15.000-Rp 16.000 per kg, Selasa (13/2).
Sejumlah warga mengoplos beras dengan harga berbeda untuk mendapatkan cita rasa
sesuai keinginan dan harga yang lebih ekonomis. Har (63), salah satu pembeli beras
di Pasar Manis, menyatakan, jika biasanya dia bisa mendapatkan 1 kg beras
premium dengan harga Rp 15.000-Rp 16.000 kg, kini dengan harga itu hanya bisa
mendapatkan 1 kg beras medium. Setelah memilih dan bertanya-tanya kepada
penjual di pasar, Har akhirnya memutuskan untuk membeli 7 kg beras medium jenis
IR64 dengan harga Rp 16.000 per kg dan 3 kg beras mentik susu dengan harga Rp 18.000
per kg. ”Kalau IR saja, saat dingin keras. Jadi, dikasih mentik susu yang
lembek, jadi agak lemes,” ujarnya.
Iyan (30), pedagang bahan pokok di Pasar Manis, mengatakan,
harga beras meroket sejak dua bulan lalu. Jika biasanya harga beras medium
berkisar Rp 10.000 per kg, kini harganya Rp 16.000 per kg. Harga beras premium
yang sebelumnya Rp 14.000-Rp 15.000 per kg, kini Rp 18.000 per kg. ”Banyak yang
mengeluh. Ada uang, tetapi tidak ada barang. Petani belum ada yang panen,” kata
Iyan. Hal serupa disampaikan Hadelan (58), pedagang bahan pokok di Pasar Manis.
Dia menjual beras medium alokasi dari Perum Bulog dengan harga Rp 13.000 per
kg. Namun, jumlahnya terbatas karena dirinya hanya dipasok dua kali dalam sepekan
dan sekali pengiriman hanya 20 kantong masing-masing berbobot 5 kg. Beras
medium non-Bulog, kata Hadelan, sudah dijual dengan harga Rp 15.000 per kg. Adapun
beras premium, seperti pandan wangi dan mentik susu, dijual di atas Rp 17.000
per kg. ”Saya paling ambil untung Rp 500 sampai Rp 1.000 per kg. Kalau mau
dinaikkan lagi, pembelinya susah,” ujarnya. (Yoga)
Buntut Tunggakan Utang Rafaksi
Pemanasan 1,5 Derajat Celsius Terlampaui
BERAS, Kenaikan Harga Kian Meresahkan
Harga beras di pasaran terus naik seiring berkurangnya
pasokan beberapa bulan terakhir. Situasi itu membuat masyarakat semakin resah.
Presiden Jokowi meminta jajarannya untuk membanjiri pasar dengan beras. Panel
Harga Pangan Bapanas, per 12 Februari 2024, mencatat, harga rata-rata nasional
beras medium Rp 13.840 per kg, naik 3,83 % secara bulanan dan 15,02 % secara
tahunan. Harga ini lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET) yang
ditetapkan pemerintah, yakni Rp 10.900-Rp 11.800 per kg. Khosiatin (54),
pedagang nasi uduk di Tegal Parang, Pancoran, Jaksel, menyatakan terpaksa mengurangi
porsi nasi uduknya agar tetap untung. Ia tak mau menaikkan harga karena
khawatir pelanggan berkurang. Sementara Ridwan (21), pedagang beras di Pasar
Minggu, Jaksel, mengatakan, harga beras yang tinggi membuat dirinya sulit
menjual dagangannya. ”Walaupun beras merupakan makanan pokok, sekarang banyak
yang membatasi pembeliannya,” ujar
Ridwan.
Berdasarkan data Kerangka Sampel Area, BPSk, ada potensi defisit
beras pada periode Januari-Februari 2024. Produksi gabah kering giling pada Januari-Maret
2024 diperkirakan 10,1 juta ton atau lebih rendah dibandingkan dengan periode
yang sama tahun 2023 yang tercatat 16,2 juta ton. Situasi itu dinilai
berpengaruh terhadap stok beras di ritel modern. Sejumlah minimarket dan
swalayan mulai kekurangan stok beras. Pada 11-12 Februari 2024, stok beras
premium dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di sejumlah
minimarket dan swalayan di Tangsel, Banten, misalnya, menipis, bahkan ada yang
sama sekali habis. Kalaupun ada, pembeliannya dibatasi satu bungkus untuk kemasan
10 kg dan dua bungkus untuk kemasan 2,5 kg, 3 kg, dan 5 kg.
Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas perberasan nasional
di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (12/2) pagi. Presiden meminta agar stok
beras di Bulog didistribusikan ke pasar, sedangkan beras dari pelabuhan bisa
langsung disalurkan ke Pasar Induk Cipinang dan segera didistribusikan ke masyarakat.
Agar tidak ada kelangkaan beras di pasaran, Presiden memerintahkan jajarannya
membanjiri pasar dengan beras. Seusai rapat, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi meninjau
Pasar Induk Cipinang. Arief menyebutkan, saat ini stok beras di Cipinang
termasuk tinggi, yakni lebih dari 34.000 ton. ”Jadi, sekali lagi perintahnya
adalah banjiri pasar,” ujarnya. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









