;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5820 )

Penanaman Padi Diakselerasi

14 Feb 2024

Pemerintah menyiapkan empat solusi untuk mempercepat penanaman tanaman pangan, khususnya padi dan jagung, demi meningkatkan produksi. Solusi yang dimaksud adalah pompanisasi, optimalisasi lahan rawa, insentif benih gratis, dan penambahan pupuk. Mentan Amran Sulaiman mengemukakan hal itu di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (13/2). ”Tadi, kami dipanggil Presiden. Beliau menanyakan perkembangan tanaman, khususnya padi dan jagung,” ujar Amran. Menurut Amran, peningkatan produksi beras harus didorong lebih cepat karena harga beras dunia dan Indonesia meningkat. Terkait hal itu, dirumuskan empat solusi untuk mendorong upaya akselerasi.

”Kami laporkan ke Bapak Presiden, (pertama) bagaimana kita mengairi sawah-sawah di Pulau Jawa dan luar Jawa yang di wilayah itu ada sungai (besar), seperti Sungai Bengawan Solo. Kita bisa pompa airnya naik ke sawah, digunakan oleh petani,” ujar Amran. Solusi kedua adalah optimalisasi lahan rawa yang sebelumnya hanya ditanami satu kali agar bisa ditanami dua dan tiga kali. ”Ketiga adalah kita memberikan insentif benih gratis kepada petani yang mau melakukan perluasan tanam, contoh padi gogo,” kata Amran. Solusi keempat adalah tambahan pupuk agar bisa diperoleh petani dengan tepat waktu dan tepat volume. ”Pupuk tambahan dari Bapak Presiden nilainya Rp 14 triliun, bagaimana ini direalisasikan dengan cepat,” ujarnya.

Amran menegaskan, produksi mutlak ditingkatkan untuk menurunkan harga beras. Hal ini bukan hanya menyangkut harga beras Indonesia, melainkan juga harga beras dunia. ”Kita standing crop sekarang, yang kita tanam sejak Desember (dan) Januari, lebih kurang 4 juta hektar. Dikali saja dengan produksi, mudah-mudahan bisa produksi 5-8 ton per hektar,” ujarnya terkait target panen hingga Maret 2024. Dirut Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menambahkan, ketersediaan pupuk menjadi faktor utama dalam upaya peningkatan produksi beras. ”Oleh karena itu, kita sudah siapkan stok pupuk 2 juta ton, dimana 1,1 juta ton  sudah berada di kabupaten-kabupaten, siap untuk disalurkan,” katanya. Volume pupuk subsidi ini, menurut Rahmad, mencapai 4,7 juta ton. (Yoga) 

Warga Siasati Harga Beras

14 Feb 2024

Warga di sejumlah daerah mengeluhkan tingginya harga beras. Mereka bersiasat agar kebutuhan pangan tercukupi, sementara kebutuhan lain tak terganggu. Para pedagang pun mesti cermat agar usahanya tetap menguntungkan di situasi sulit. Di Pasar Manis dan Pasar Wage, Kecamatan Purwokerto, Banyumas, Jateng, harga beras medium berkisar Rp 15.000-Rp 16.000 per kg, Selasa (13/2). Sejumlah warga mengoplos beras dengan harga berbeda untuk mendapatkan cita rasa sesuai keinginan dan harga yang lebih ekonomis. Har (63), salah satu pembeli beras di Pasar Manis, menyatakan, jika biasanya dia bisa mendapatkan 1 kg beras premium dengan harga Rp 15.000-Rp 16.000 kg, kini dengan harga itu hanya bisa mendapatkan 1 kg beras medium. Setelah memilih dan bertanya-tanya kepada penjual di pasar, Har akhirnya memutuskan untuk membeli 7 kg beras medium jenis IR64 dengan harga Rp 16.000 per kg dan 3 kg beras mentik susu dengan harga Rp 18.000 per kg. ”Kalau IR saja, saat dingin keras. Jadi, dikasih mentik susu yang lembek, jadi agak lemes,” ujarnya.

Iyan (30), pedagang bahan pokok di Pasar Manis, mengatakan, harga beras meroket sejak dua bulan lalu. Jika biasanya harga beras medium berkisar Rp 10.000 per kg, kini harganya Rp 16.000 per kg. Harga beras premium yang sebelumnya Rp 14.000-Rp 15.000 per kg, kini Rp 18.000 per kg. ”Banyak yang mengeluh. Ada uang, tetapi tidak ada barang. Petani belum ada yang panen,” kata Iyan. Hal serupa disampaikan Hadelan (58), pedagang bahan pokok di Pasar Manis. Dia menjual beras medium alokasi dari Perum Bulog dengan harga Rp 13.000 per kg. Namun, jumlahnya terbatas karena dirinya hanya dipasok dua kali dalam sepekan dan sekali pengiriman hanya 20 kantong masing-masing berbobot 5 kg. Beras medium non-Bulog, kata Hadelan, sudah dijual dengan harga Rp 15.000 per kg. Adapun beras premium, seperti pandan wangi dan mentik susu, dijual di atas Rp 17.000 per kg. ”Saya paling ambil untung Rp 500 sampai Rp 1.000 per kg. Kalau mau dinaikkan lagi, pembelinya susah,” ujarnya. (Yoga) 

Buntut Tunggakan Utang Rafaksi

14 Feb 2024
Dua tahun berlalu, pembayaran selisih biaya produksi minyak goreng dengan harga jualnya atau rafaksi yang dijanjikan pemerintah ke pengusaha masih belum lunas. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) memastikan akan membawa masalah utang rafaksi ini ke ranah hukum.  Ketua Umum Aprindo Roy Nicholas Mendey mengatakan persiapan dokumen untuk menggugat pemerintah ke Pengadilan Tata Usaha Negara sudah rampung. “Pengacara kami bilang habis pemilu,” tuturnya, kemarin. Kontestasi lima tahun sekali ini menyita fokus banyak pihak sehingga mereka memutuskan menunggu hingga perhelatan tersebut usai.

Gugatan ini merupakan langkah terakhir para pengusaha. Roy mengatakan pihaknya sudah menemui sejumlah pejabat untuk menagih rafaksi. Dia sudah bertemu dengan perwakilan Kementerian Perdagangan hingga Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi. Roy juga duduk bersama Menteri Sekretariat Negara Pratikno dan meminta agar isu ini disampaikan kepada Presiden Joko Widodo. Langkahnya tak membuahkan hasil. Roy tak gentar membawa kasus ini ke meja hijau. “Kami mau kejar sebelum pemerintahan ganti supaya bertanggung jawab di masa ini,” katanya.

Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga, juga berharap rafaksi bisa dibayarkan sebelum pemerintahan berganti. “Supaya Pak Jokowi bisa pensiun dengan tenang,” kata Pelaksana tugas Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia tersebut. Sahat bahkan mengusulkan alternatif lain pembayaran rafaksi, yaitu memotong pajak pengusaha. (Yetede)

Pemanasan 1,5 Derajat Celsius Terlampaui

14 Feb 2024
SUHU global telah melampaui pemanasan 1,5 derajat Celsius dan mungkin melewati 2 derajat Celsius pada akhir dekade ini, berdasarkan studi pertama di dunia yang saya pimpin. Temuan yang mengkhawatirkan ini didasarkan pada catatan suhu yang terkandung dalam kerangka spons laut, yang menunjukkan perubahan iklim global telah berkembang lebih jauh dari perkiraan sebelumnya. Emisi gas rumah kaca yang disebabkan oleh manusia mendorong terjadinya  pemanasan global. Memperoleh informasi yang akurat tentang tingkat pemanasan sangat penting. Sebab, hal itu membantu kita memahami apakah peristiwa cuaca ekstrem lebih mungkin terjadi dalam waktu dekat dan apakah dunia membuat kemajuan dalam pengurangan emisi.

Sampai saat ini, perkiraan pemanasan laut bagian atas terutama didasarkan pada catatan suhu permukaan laut, tapi penanggalannya hanya sampai 180 tahun yang lalu. Kami malah bisa mempelajari 300 tahun catatan yang dilestarikan dalam kerangka spons laut berumur panjang dari Karibia Timur. Secara khusus, kami memeriksa perubahan jumlah unsur kimia yang dikenal sebagai strontium dalam kerangkanya, yang mencerminkan variasi suhu air laut selama kehidupan organisme.

Menjaga kenaikan suhu global rata-rata di bawah 1,5 derajat Celsius sejak masa pra-industri adalah tujuan Perjanjian Paris tentang iklim pada 2015. Penelitian kami, yang diterbitkan dalam Nature Climate Change pada 5 Februari 2024, menunjukkan peluang itu telah berlalu. Bumi mungkin sebenarnya sudah mencapai setidaknya pemanasan 1,7 derajat Celsius sejak zaman pra-industri. Ini temuan yang sangat meresahkan. (Yetede)

BERAS, Kenaikan Harga Kian Meresahkan

13 Feb 2024

Harga beras di pasaran terus naik seiring berkurangnya pasokan beberapa bulan terakhir. Situasi itu membuat masyarakat semakin resah. Presiden Jokowi meminta jajarannya untuk membanjiri pasar dengan beras. Panel Harga Pangan Bapanas, per 12 Februari 2024, mencatat, harga rata-rata nasional beras medium Rp 13.840 per kg, naik 3,83 % secara bulanan dan 15,02 % secara tahunan. Harga ini lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 10.900-Rp 11.800 per kg. Khosiatin (54), pedagang nasi uduk di Tegal Parang, Pancoran, Jaksel, menyatakan terpaksa mengurangi porsi nasi uduknya agar tetap untung. Ia tak mau menaikkan harga karena khawatir pelanggan berkurang. Sementara Ridwan (21), pedagang beras di Pasar Minggu, Jaksel, mengatakan, harga beras yang tinggi membuat dirinya sulit menjual dagangannya. ”Walaupun beras merupakan makanan pokok, sekarang banyak yang  membatasi pembeliannya,” ujar Ridwan.

Berdasarkan data Kerangka Sampel Area, BPSk, ada potensi defisit beras pada periode Januari-Februari 2024. Produksi gabah kering giling pada Januari-Maret 2024 diperkirakan 10,1 juta ton atau lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023 yang tercatat 16,2 juta ton. Situasi itu dinilai berpengaruh terhadap stok beras di ritel modern. Sejumlah minimarket dan swalayan mulai kekurangan stok beras. Pada 11-12 Februari 2024, stok beras premium dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di sejumlah minimarket dan swalayan di Tangsel, Banten, misalnya, menipis, bahkan ada yang sama sekali habis. Kalaupun ada, pembeliannya dibatasi satu bungkus untuk kemasan 10 kg dan dua bungkus untuk kemasan 2,5 kg, 3 kg, dan 5 kg.

Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas perberasan nasional di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (12/2) pagi. Presiden meminta agar stok beras di Bulog didistribusikan ke pasar, sedangkan beras dari pelabuhan bisa langsung disalurkan ke Pasar Induk Cipinang dan segera didistribusikan ke masyarakat. Agar tidak ada kelangkaan beras di pasaran, Presiden memerintahkan jajarannya membanjiri pasar dengan beras. Seusai rapat, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi meninjau Pasar Induk Cipinang. Arief menyebutkan, saat ini stok beras di Cipinang termasuk tinggi, yakni lebih dari 34.000 ton. ”Jadi, sekali lagi perintahnya adalah banjiri pasar,” ujarnya. (Yoga)

Jeratan ”Happy” Si Minyak Bumi

13 Feb 2024

The Economist pada Jumat (2/2) melaporkan perolehan laba Chevron dan Exxon Mobil, dua perusahaan raksasa migas AS, untuk kinerja tahun 2023. Dalam artikel berjudul ”Perky Petroleum Profits” tersebut, masing-masing perusahaan membukukan laba 21,4 miliar USD dan 36 miliar USD. Capaian itu ”hanya” sepertiga dari apa yang mereka peroleh sebelumnya pada 2022, tetapi merupakan yang terbesar kedua dalam satu dekade terakhir. Dalam artikel itu ditulis pula bahwa capaian kinerja kedua perusahaan tersebut membuat para investor ”happy”. Sementara Aramco, perusahaan migas milik Arab Saudi, membukukan laba 161,1 miliar USD untuk kinerja tahun 2022. Apa yang didapat Aramco jelas lebih besar dari gabungan Chevron dan Exxon Mobil sekaligus. Sulit mencari kata yang lebih tinggi dari happy untuk menggambarkan perasaan investor Aramco atas capaian itu.

Di dalam negeri, PT Pertamina (Persero) sebagai satu-satunya perusahaan migas milik negara dilaporkan membukukan laba untuk kinerja 2022 sebesar 3,81 miliar USD. Meski ketika dirupiahkan menjadi Rp 56,6 triliun, perolehan itu serasa ”tidak ada apa-apanya” dibandingkan  yang didapat Chevron ataupun Exxon Mobil. Terlebih lagi Aramco. Dengan menggunakan kurs Jisdor BI pada 7 Februari 2024, dengan 1 USD adalah Rp 15.685, maka Chevron mengumpulkan laba Rp 335,65 triliun dan Exxon Mobil meraih Rp 564,66 triliun. Perolehan Aramco di 2022, setara Rp 2.526,85 triliun. Beda tipis dengan penerimaan negara ini, di Rp 2.635,8 triliun untuk tahun anggaran 2022,  yang bukan hanya dari minyak, melainkan juga ditopang utamanya dari penerimaan pajak Rp 2.034,5 triliun dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp 595,6 triliun.

Selebihnya adalah penerimaan lain-lain. Adapun pada 2024 ini, Kementerian ESDM menargetkan perolehan PNBP migas Rp 110,2 triliun. Itu membuat laju transisi energi di RI tersendat-sendat. Transisi energi ini adalah mengurangi (lantaran belum bisa sama sekali meninggalkan) pemakaian energi fosil, seperti minyak, gas bumi, dan batubara, dengan beralih ke sumber energi terbarukan.  Namun, satu hal yang patut diingat bagi pengambil kebijakan, baik di eksekutif maupun legislatif, adalah sumber energi fosil suatu saat nanti akan habis cadangannya. Jadi, meski energi fosil masih amat menggoda dengan triliunan cuan yang dihasilkan, kelestarian lingkungan dan bumi yang lebih baik berada di atas segala-galanya. Jangan sampai generasi berikutnya tidak happy akibat gagalnya transisi energi di negeri ini. (Yoga) 

Menperin Dorong Industri Produksi Truk Tambang

13 Feb 2024
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita meminta industri otomotif Indonesia untuk memproduksi truk tambang yang sesuai dengan  kondisi tambang di Tanah Air. Dia menerangkan, para pelaku industri bisa memulai hal tersebut dengan membuat rincian perakitan (Assembly) yang memiliki spesifikasi sesuai dengan kondisi pertambangan di Indonesia. "Kami dorong industri dalam negeri untuk segera menyiapkan produk truk-truk yang sesuai dengan spesifikasi  sesuai dengan spesifikasi tambang. Kami meminta mereka paling tidak bikin assembly line aja dulu," kata Agus. Menperin mengatakan, sektor tersebut terus mengalami pertumbuhan setiap tahunnya dan kebutuhan sumber daya alam yang diperoleh dari pertambangan cukup besar, sehingga alat yang digunakan harus sesuai dan juga buatan dalam negeri. "Ada nilai TKDN-nya, karena kebutuhan yang sudah disampaikan besar sekali. Batu bara tumbuh, komoditas lain di mineral juga tumbuh. Saya juga sepakat itu harus agar industri kita siap," ujar Agus. (Yetede)

Tercekik Kenaikan Harga Pangan

13 Feb 2024
SURTI, pedagang makanan di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Jawa Barat, mengeluhkan harga pangan yang melambung dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan harga bahan pokok membuat dia putar otak. Dia tidak menaikkan harga, tapi terpaksa mengurangi porsi jualannya agar bisa menutupi biaya produksi. Satu porsi jualannya tetap dijual Rp 3.000.

Menurut Surti, bukan hanya harga beras yang naik. Harga telur, daging ayam, cabai, tomat, hingga minyak goreng juga ikut meroket. Jika biasanya harga telur Rp 27 ribu per kilogram, dia membelinya Rp 28 ribu per kg. Begitu pula dengan daging ayam yang biasa dibeli Rp 31 ribu per kg, kini harganya menjadi Rp 32 ribu per kg. “Apa karena mau pemilu, mau puasa, jadi semua naik?” kata Surti kepada Tempo, kemarin.  Mayoritas harga bahan pokok melonjak pada awal pekan ini. Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Reynaldi Sarijowan mengatakan harga bahan pokok sudah tinggi sejak tahun lalu.

Menurut dia, salah satu penyebab sejumlah harga bahan pokok mahal adalah paceklik akibat El Nino. “Berdasarkan laporan anggota kami di beberapa daerah, yang masih tinggi saat ini adalah harga cabai. Ada penurunan, tapi kami anggap harganya di atas normal, Rp 60-61 ribu per kilogram,” ujarnya kepada Tempo, kemarin. Reynaldi memaparkan, hingga kemarin, harga cabai merah besar dan cabai merah keriting juga tinggi. Begitu pun harga bawang merah, bawang putih, daging ayam ras, telur, hingga gula. Harga seluruh komoditas tersebut juga terpantau naik.

Dalam panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), kenaikan tertinggi terjadi pada harga cabai rawit merah, yakni sebesar 4,16 persen. Kenaikan terus terjadi dalam sepekan terakhir. Hingga kemarin, harga cabai rawit merah sebesar Rp 46.610 per kg. Adapun bahan pokok lain mengalami kenaikan 0,30-0,98 persen. Salah satu komoditas yang menjadi sorotan adalah beras. Berdasarkan grafik Bapanas, harga beras medium dan premium terus merangkak naik sejak Januari 2023 dan mencapai angka tertinggi pada bulan ini. Menurut Reynaldi, Ikappi telah memantau kenaikannya selama lima hingga enam bulan terakhir. “Beberapa komoditas akhirnya ikut naik karena harga beras yang tak kunjung turun dalam beberapa bulan terakhir,” katanya. (Yetede)

Tak Berdaya Menahan Harga Beras

13 Feb 2024
Beberapa hari terakhir ini Dewi Novi, 32 tahun, kesulitan mendapatkan beras kemasan 5 kilogram di toko retail modern di kawasan Cimahi, Jawa Barat. Bahkan, setelah dia berkeliling ke sejumlah toko serupa pun, beras premium yang biasa ia konsumsi masih tak tampak. Novi akhirnya memilih beralih ke beras curah, meskipun harganya mahal. “Harganya Rp 17 ribu per kilogram,” katanya kepada Tempo, kemarin. Padahal harga beras premium kemasan 5 kilogram yang selama ini ia beli hanya sekitar Rp 68 ribu atau Rp 13.600 per kilogram. 

Corporate Affairs Director Alfamart Solihin membenarkan bahwa ada keterbatasan pasokan beras premium di beberapa gerai. Tingginya harga beras dari distributor membuat perusahaan membatasi pasokan. “Sesuai dengan aturan, kami harus menjual beras dengan harga eceran tertinggi (HET), sementara harga belinya sudah lebih dari itu,” tuturnya. Pemerintah menetapkan HET beras premium di Pulau Jawa sebesar Rp 13.900 per kilogram.

Menurut Solihin, dari HET tersebut, perusahaan sebenarnya masih bisa mengantongi keuntungan sebesar 0,7 persen. Namun perusahaan masih harus mengeluarkan biaya pengiriman beras ke toko dari pusat distribusi mereka sebesar 1,5-2 persen. Itulah sebabnya di luar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, stok beras premium hampir tidak ada. Di sekitar Jakarta, Alfamart mencoba mendistribusikan pasokan yang tersisa secara merata dan membatasi maksimal pembelian beras oleh pelanggan. (Yetede)

Ancaman Krisis Beras Sudah di Depan Mata

13 Feb 2024
Indonesia terancam krisis beras! Indikasinya, pasokan beras di pasar tradisional maupun pasar modern menipis. Kondisi ini menerbangkan harga beras menjadi lebih tinggi. Pemerintah harus segera mengatasi problem ini, mengingat Indonesia akan menghadapi momen krusial, yakni Ramadan dan Lebaran. Belum lagi, ada program bantuan sosial (bansos) beras yang berpotensi menguras stok beras yang sudah menipis. Berdasarkan pantauan KONTAN kemarin, pasokan beras di beberapa ritel modern di Jakarta menipis. Ritel modern Alfamidi di kawasan Kebayoran Lama, misalnya, mengalami kekosongan stok beras premium. Rak yang biasanya digunakan untuk beras premium digunakan untuk produk lain. 

Seorang karyawan Alfamidi mengaku kekosongan stok beras premium sudah terjadi sejak seminggu terakhir. Mereka tidak mengetahui pasti apa penyebabnya. Hanya saja, karyawan mengakui memang ada keterlambatan pengiriman beras di minimarket ini. "Barangnya sudah seminggu ini terlambat," sebut seorang karyawan, kemarin. 

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey mengaku, saat ini pasokan beras di Ritel modern sangat terbatas. Alhasil, pembelian beras di ritel dibatasi maksimal 10 kilogram untuk tiap pembeli. "Pembatasan agar ada pemerataan dan tak ada yang beli berlebihan," ujar dia di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Senin (12/2).  Pembatasan dilakukan agar tak menimbulkan panic buying di masyarakat. Efek kelangkaan beras melambungkan harga beras di pasar tradisional. 

Reynaldi Sarijowan, Sekretaris Jenderal DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) menerima laporan dari lapangan kalau harga beras medium terkerek ke Rp 13.500 per kg,  sementara beras premium menyentuh Rp 18.500 per kg. Mengacu panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), Senin (11/2), harga beras sudah melampaui harga eceran tertinggi (HET). HET beras premium saat ini berkisar Rp 12.900-Rp 14.800 per kg, sedangkan HET beras medium di rentang harga  Rp 10.900- Rp11.800 per kg. 

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi bilang, pembatasan pembelian beras di ritel bukan terjadi belakangan saja. Meski pasokan beras seret dan harga mahal, Menteri BUMN Erick Thohir memastikan bawa stok beras Bulog mencukupi untuk memenuhi kebutuhan bulan Ramadan dan Idulfitri. Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi menambahkan penugasan impor beras akan dikelola dengan baik oleh Bulog guna menjaga stabilitas harga beras.