;

JELANG PEMUNGUTAN SUARA : HARGA PANGAN ‘MEMBAYANGI’ PEMILU

Lingkungan Hidup Hairul Rizal 06 Feb 2024 Bisnis Indonesia
JELANG PEMUNGUTAN SUARA : HARGA PANGAN ‘MEMBAYANGI’ PEMILU

Mayoritas komoditas pangan mendominasi sumbangan kenaikan Indeks Perkembangan Harga di sebagian besar daerah di Tanah Air pada 2 pekan sebelum pemungutan suara Pemilihan Umum 2024. Pergerakan harga beras dan minyak goreng menjadi yang paling banyak mendapat sorotan jelang pemungutan suara. Terlebih, komoditas itu banyak dimanfaatkan untuk bantuan sosial yang digelontorkan oleh pemerintah di sejumlah daerah. Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyebutkan bahwa beras mengalami kenaikan harga pada pekan pertama Februari 2024 di sebanyak 179 kabupaten/kota. Artinya, terdapat 142 kabupaten kota yang mengalami kenaikan harga beras dalam waktu 1 pekan. Menurutnya, rata-rata harga beras pada pekan pertama Februari 2024 sebesar Rp14.107 per kilogram (kg), sedangkan pada pekan terakhir Januari 2024 sebesar Rp13.973 per kg. Dia memperkirakan stok beras (selisih produksi dengan konsumsi bulanan) pada Januari 2024 mengalami defisit 1,63 juta ton, dan surplus tipis sebanyak 1,15 ton pada Februari 2024. Secara spasial, komoditas pangan penyumbang andil kenaikan Indeks Perkembangan harga atau IPH di Pulau Sumatra didominasi oleh beras, cabai merah, dan daging ayam. Komditas tersebut juga menjadi penyumbang kenaikan IPH di Pulau Jawa. Khusus untuk komoditas pangan penyumbang kenaikan IPH di luar Pulau Jawa dan Sumatra ,didominasi oleh daging ayam, daging sapi, cabai rawit, dan bawang merah. Sementara itu, harga rata-rata nasional minyak goreng pada pekan pertama Februari 2024 ada di kisaran Rp17.571 per liter, atau mengalami kenaikan dibandingkan dengan harga rata-rata minyak goreng pada pekan sebelumnya sebesar Rp17.473 per liter. 

 Dalam kesempatan yang sama, Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Kementerian Perdagangan Bambang Wisnubroto mengatakan bahwa pihaknya memberi sinyal tren kenaikan harga minyak goreng curah dan Minyakita.  Menurutnya, salah satu penyebab harga minyak goreng naik adalah minimnya realisasi domestic market obligation (DMO) dari produsen. Sejak November 2023 hingga Januari 2024, dia menyebutkan bahwa realisasi DMO cenderung di bawah target bulanan yang ditetapkan sebanyak 300.000 ton. Bambang menjabarkan bahwa kenaikan harga minyak goreng sawit terjadi pada minyak goreng curah. Sebaliknya, harga minyak goreng premium justru terjadi tren penurunan. Bambang menyebut, rata-rata harga minyak goreng kemasan premium pada pekan pertama Februari 2024 sebesar Rp20.551 per liter, atau turun 0,12% dari pekan sebelumnya Rp20.630 per liter.Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Eddy Martono memandang, realisasi DMO tidak bisa disalahkan seutuhnya atas kenaikan harga minyak goreng di dalam negeri. Eddy membeberkan, tender harga CPO per 2 Februari 2024 masih di kisaran Rp11.483 per kg—Rp11.634 per kg. “Harga biasa saja, harga minyak goreng dalam negeri seharusnya stabil,” katanya.

Tags :
#Pangan
Download Aplikasi Labirin :