Lingkungan Hidup
( 5820 )AKSI KORPORASI : HATI-HATI BURU ASET LUAR NEGERI
Aksi agresif PT Pertamina (Persero) melakukan ekspansi ke luar negeri melalui sub holding-nya mesti diperketat agar tidak memunculkan problem di kemudian hari. Transparansi dan konsistensi dalam penerapan good corporate governance atau GCG menjadi salah satu kunci yang bisa memuluskan aksi korporasi itu. Langkah Pertamina memburu cadangan minyak dan gas bumi (migas) di sejumlah blok dan lapangan luar negeri mendapat tantangan dari sejumlah dugaan penyelewengan yang diusut oleh penegak hukum. Beragam pembenahan perlu dilakukan agar aksi yang sebenarnya bertujuan positif tersebut tidak dimanfaatkan oleh pihak tertentu, sehingga memunculkan konsekuensi hukum. Pri Agung Rakhmanto, Founder & Advisor ReforMiner Institute, mengatakan Pertamina perlu melakukan kajian detail mengenai potensi sumber daya dan cadangan migas yang disertai dengan tingkat risiko sebelum memutuskan untuk mengakuisisi lapangan migas di luar negeri. Meski begitu, Pri Agung juga menjelaskan setiap aksi korporasi yang dilakukan perusahaan, termasuk Pertamina sebagai BUMN memiliki risko. Untuk itu, perlu kesepahaman mengenai risiko tersebut oleh seluruh pemangku kepentingan dan pengambil keputusan. Menurutnya, upaya Pertamina melakukan ekspansi ke luar negeri sebenarnya perlu mendapat dukungan dari semua pihak, karena cadangan migas nasional makin terbatas. Hal itu membuat peluang untuk bisa menemukan lapangan besar dan menambah produksi nasional makin kecil. Pada tahun lalu, perusahaan memenangkan lelang baru blok minyak produksi di Gabon, Afrika Barat.
Aset produksi itu diperkirakan memiliki potensi cadangan minyak mencapai 45.000 barel per hari (bph). Terbaru, pada Januari 2024 perusahaan melalui PT Pertamina Malaysia Eksplorasi Produksi (PMEP) juga berhasil memenangkan lelang blok eksplorasi SK510 di Malaysia. Anak perusahaan PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP), yang berafiliasi dengan PHE, itu menggenggam hak partisipasi (participating interest/PI) sebesar 25%. Selain itu, Pertamina Hulu Energi sebagai sub holding upstream juga tengah menjajaki pengelolaan blok migas potensial di Amerika Selatan dan Afrika. Akan tetapi, aksi yang telah dilakukan BUMN holding energi tersebut tidak lepas dari dugaan rasuah. Dalam catatan Bisnis, Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif (LHP PI) BPK yang diserahkan kepada KPK belum lama ini, mengungkap kasus akuisisi perusahaan migas Prancis, Maurel & Prom (M&P), terindikasi bermasalah. Wakil Ketua BPK Hendra Susanto berharap agar LHP PI mengenai akuisisi M&P oleh Pertamina itu bisa dimanfaatkan oleh KPK untuk memproses lebih lanjut kasus itu ke tahap penyidikan. Artinya, dugaan rasuah mengenai akuisisi itu sudah diendus oleh KPK di tahap penyelidikan. Untuk diketahui, wilayah kerja operasional M&P hampir seluruhnya berpusat di Afrika, terutama di Tanzania, Gabon dan Angola. “Akuisisi sumur minyak di salah satu negara di Afrika. Sudah lama diselidiki. KPK berkoordinasi dengan BPK untuk melakukan audit investigasi,” kata Wakil Ketua KPK itu kepada Bisnis, beberapa waktu lalu. “Pertamina juga berkomitmen menjalankan bisnis yang sesuai dengan prinsip GCG dan aturan berlaku,” demikian keterangan VP Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso kepada Bisnis. Adapun, M&P saat ini memiliki kegiatan produksi dan eksplorasi di Prancis, Italia, Kolombia, Venezuela, Nigeria, Gabon, Angola, Namibia dan Tanzania.
SUMBER ENERGI ALTERNATIF : PLN Ajak Jepang Jamin Pasokan Energi
PLN melalui sub holding PLN Energi Primer Indonesia menjajaki kerja sama dan kolaborasi strategis dengan JERA di bidang gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) dan energi hijau lainnya, mulai dari pasokan, optimasi rantai pasok, hingga infrastruktur lainnya untuk mendukung kinerja perseroan. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, kerja sama tersebut nantinya bakal menitikberatkan pada sejumlah aspek, seperti pengadaan, optimasi pasokan, pengembangan midstream LNG, serta pengembangan sumber daya manusia untuk aspek komersial dan pasar LNG. Kemudian, kerja sama kedua perusahaan juga mencakup pengembangan dan optimalisasi potensi amonia hijau atau biru, dan hidrogen hijau atau biru untuk proyek penggantian bahan bakar fosil di pembangkit listrik. Direktur Utama PLN EPI Iwan Agung Firstantara menambahkan, gas berperan sebagai substitusi bahan bakar minyak dan batu bara dalam jangka pendek dan dalam jangka menengah di pembangkit listrik. Untuk jangka panjang, gas atau LNG memegang peranan penting dalam transisi energi untuk melengkapi pengembangan energi terbarukan. Executive Officer, Head of the Platform Business Group JERA Shinsuke Nakayama mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk mendukung PLN EPI dalam mengembangkan rantai pasok energi primer yang andal untuk Indonesia.
KOMODITAS PANGAN : PASOKAN BERAS PERITELMAKIN TERBATAS
Pemerintah berjanji menggelontorkan suplai beras di pasaran setelah sejumlah gerai ritel modern mengalami kelangkaan stok komoditas pangan utama itu akibat pasokan terbatas dan harga tinggi. Saat ini, masyarakat mulai kesulita Akan tetapi, Arief menjan-jikan pembahasan lebih lan-jut soal HET akan dilakukan seusai panen raya yang diperki-rakan terjadi pada akhir Maret hingga April 2024. “Karena kalau sekarang enggak tepat, apa-apa kalau diambil kepu-tusan dalam kondisi saat ini enggak seimbang, karena ini banyak impornya,” tuturnya.Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Food Station Pamrihadi Wiraryo ber-janji mulai menyalurkan 1.000 ton beras komersial di pekan ini ke ritel modern di wilayah DKI Jakarta. n mendapatkan beras jenis premium di sejumlah ritel modern. Pantauan di sejumlah gerai Alfamart, Afl amidi, Indomaret, dan Superindo di wilayah Bogor, Jawa Barat, rak yang seharusnya berisikan beras premium kemasan 5 kg dalam kondisi kosong. Hanya tersisa label bertuliskan pembatasan pembelian beras maksimal 2 pack per orang. Yadi, pramuniaga gerai Alfamidi, menjelaskan suplai beras mulai menipis sejak seminggu terakhir. Bahkan, suplai beras hanya terbatas 10 pack per hari sejak 3 hari lalu. Kondisi lebih parah terjadi di gerai Indomaret, karena stok beras kosong dalam beberapa hari belakangan.
Tidak hanya di gerai minimarket, kekosongan stok beras juga berlangsung di gerai besar seperti Superindo. Stok beras hanya tersisa khusus dengan harga tinggi, seperti beras pandan wangi. Salah seorang pegawai Superindo mengatakan bahwa pasokan beras makin sedikit sejak harga beras melonjak. Sebaliknya, harga beras di ritel modern masih menggunakan patokan Harga Eceran Tertinggi (HET). Dengan kondisi itu, sebagian pembeli memborong beras dengan jumlah maksimal pembelian, yakni 2 pack per orang. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey menyatakan bahwa sejumlah ritel modern mengalami hambatan pasokan beras SPHP dari Bulog. Sebaliknya, harga beras jenis premium dari produsen swasta mengalami lonjakan harga. Di sisi lain, para peritel tetap menjual beras sesuai dengan ketentuan HET. Pemerintah menetapkan HET beras medium sebesar Rp10.900 per kilogram (kg) hingga Rp11.800 per kg, sedangkan beras premium Rp13.900 per kilogram hingga Rp14.800 per kilogram.
Data Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), rata-rata harga beras premium pada Senin (12/2) di level Rp15.750 per kg, dan beras medium sebesar Rp13.830 per kg.
Berdasarkan informasi, harga beras yang dibeli peritel berkisar Rp15.100 per kg hingga Rp15.500 per per kg.
Dalam kesempatan lain, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menyatakan, pemerintah segera mengguyur 200.000 ton beras ke ritel modern guna mengatasi kelangkaan beras yang mulai terjadi di sejumlah daerah. Langkah itu merupakan instruksi Presiden Joko Widodo untuk mendistribusikan sebagian beras dari Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) ke gerai-gerai ritel modern.
Untuk menambah stok, Arief menegaskan bahwa Bulog berkoordinasi dengan penggilingan padi untuk memproduksi beras SPHP kemasan 5 kilogram agar bisa dipasarkan ke ritel modern dan pasar tradisional.
Di sisi lain, Arief juga meminta agar para pengusaha ritel untuk sementara waktu menurunkan margin dari penjualan beras agar harga tidak jauh melampaui HET. Akan tetapi, Arief menjanjikan pembahasan lebih lanjut soal HET akan dilakukan seusai panen raya yang diperkirakan terjadi pada akhir Maret hingga April 2024. “Karena kalau sekarang enggak tepat, apa-apa kalau diambil keputusan dalam kondisi saat ini enggak seimbang, karena ini banyak impornya,” tuturnya. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Food Station Pamrihadi Wiraryo berjanji mulai menyalurkan 1.000 ton beras komersial di pekan ini ke ritel modern di wilayah DKI Jakarta.
Agar Lumbung Pangan Anyar Tidak Gagal
Nasib Proyek Food Estate
Vale Indonesia Cetak Laba US$ 274,33 Juta
Industri Amonia & Transisi Energi
Amonia (NH3) merupakan salah satu dari tiga ratusan jenis komoditas yang paling banyak diperdagangkan di pasar global. Produk petrokimia ini berperan vital dalam pertanian dan rantai pasok pangan global. Sejalan dengan transisi energi/ekonomi hijau dan target-target SDGs menjelang 2030, industri amonia bertransisi (bahkan bertransformasi ) dari amonia tinggi emisi atau ‘grey ammonia’ ke amonia rendah emisi, baik ‘blue ammonia’ maupun ‘green ammonia’. ‘Blue ammonia’ dihasilkan dari proses konvensional, akan tetapi menggunakan carbon capture and storage (CCS). Sementara untuk pembuatan green ammonia, unsur H diambil dari air (melalui elektrolisis) dan unsur N dipisahkan dari udara. Proses produksinya menggunakan listrik berbasis energi baru/terbarukan (EBT), yakni tenaga air, tenaga surya, dan tenaga bayu. Struktur industri pupuk (berbasis) amonia cenderung monopolistic atau oligopolistic karena tingginya ‘barrier to entry’ bagi pemain atau produsen baru. Investasinya membutuhkan ‘capital expenditure’ (capex) besar, yakni untuk membangun pabrik dengan kapasitas relatif besar beserta depot penyimpanan dalam kawasan yang cukup luas, dan bahkan infrastruktur seperti jalan akses, dermaga beserta armada kapal logistik untuk pengiriman ke destinasi ekspor atau jejaring distribusi. Total kapasitas amonia terpasang di Indonesia saat ini sekitar 8 juta metrik ton. Sekitar 90% pasokan didominasi oleh produsen pupuk pelat merah, yakni Pupuk Indonesia, sedangkan selebihnya oleh pemain swasta nasional seperti PT Kaltim Parna Industri (PT KPI) yang berlokasi di Bontang, Kalimantan Timur. Pendapatan para produsen amonia nasional terutama berasal dari ekspor. Tahun 2022, Indonesia menjadi top exporter amonia ketiga setelah Trinidad dan Saudi Arabia.
Volume ekspor amonia Trinidad sebesar 3,58 juta ton, Saudi Arabia 2,73 ton, dan Indonesia 1,87 juta ton. Khusus untuk nilai ekspor anhydrous ammonia, tahun 2022, Indonesia bahkan di posisi kedua dengan nilai ekspor US$1,71 miliar di bawah Trinidad sebesar US$3,68 miliar. Beberapa tahun terakhir pasar pupuk dan pangan global diwarnai oleh berbagai dinamika yang mendisrupsi rantai pasok, sejak pandemi Covid-19, invasi Rusia ke Ukraina, hingga perang Israel -Hamas. Seirama dengan gejolak harga gas pada 2022, harga urea dan ammonia juga melejit tinggi pasca-invasi Rusia. Menjelang akhir Januari 2024, harga amonia US$0,59/kilogram (global), US$0,73/kilogram (‘North America’), dan US$0,53/kilogram (Asia). Menurut ‘Business Analytiq’ , secara umum ‘outlook’ harga amonia internasional hingga akhir 2024 akan berada sedikit di bawah level Januari 2024. Namun, terdapat satu dinamika yang perlu dicermati tahun 2025, yakni rencana India untuk ‘self sufficiency’ pupuk. India bakal menghentikan impor pupuk secara total pada 2025, setelah beroperasinya 5 unit pabrik urea baru dua tahun terakhir ini dengan total kapasitas 6,35 juta metrik ton per tahun. Merespons transisi energi dan ‘mainstreaming’ ekonomi hijau, dan pemain swasta nasional seperti PT KPI telah menyiapkan strategi, langkah antisipatif, dan rencana bisnis dengan membangun ekosistem industri amonia hijau. Dengan konsep ekosistem, maka setiap anggota komunitas wajib menjaga keberlangsungan ekosistem tersebut, karena masing-masing hidup dari sumber daya yang sama. Strategi yang ditempuh adalah dengan menyinkronkan perencanaan ekspansi investasi pembangunan pabrik amonia hijau dengan konstruksi PLTA sungai Kayan yang direncanakan mulai beroperasi 2027 dengan kapasitas 9.000 MW. Ekosistem ‘green ammonia’ yang melibatkan green hydrogen dan listrik EBT merupakan bagian dari ekosistem industri hijau tersebut. Hal ini dapat menjadi satu case study dan referensi yang baik bagaimana merespons transisi energi dan transisi ke industri hijau secara ‘cost effective’.
BAHAN BAKAR GAS : CELAH TAMBAH PRODUKSI LPG
Proyek Refinery Development Master Plan Balikpapan membawa harapan baru bagi pemenuhan liquefied petroleum gas atau LPG di dalam negeri. Selama ini, pemerintah mengandalkan importasi agar bisa mencukupi permintaan komoditas itu.n Pemenuhan LPG di dalam negeri masih menjadi pekerjaan besar yang perlu diselesaikan, karena mayoritas kebutuhan di dalam negeri masih dipenuhi oleh produk impor. Bahkan, apabila ditambah dengan faktor besarnya subsidi yang harus dikeluarkan untuk komoditas tersebut, maka problem LPG menjadi lebih rumit. Pasalnya, lebih dari 90% konsumsi LPG merupakan produk bersubsidi dengan tabung 3 kilogram atau yang lebih dikenal dengan gas melon. PT Pertamina (Persero) melalui refining & petrochemical subholding-nya, PT Pertamina Kilang Internasional menargetkan bisa menambah produksi LPG hingga 330.000 metrik ton per tahun jika proyek Refinery Development Master Plan atau RDMP Balikpapan rampung. “Ke depan, apabila pengembangan Kilang Balikpapan selesai, maka dapat menambah produksi LPG sekitar 330.000 metrik ton per tahun,” kata Corporate Secretary Kilang Pertamina Internasional Hermansyah Y. Nasroen, saat dihubungi, akhir pekan lalu.
Angka impor LPG pada 2022 tersebut meningkat dibandingkan dengan 2021 yang tercatat sebesar 6,34 juta metrik ton, dengan konsumsi dari sektor rumah tangga sebanyak 8,02 juta ton. Kabar baik dari Kilang Balikpapan seakan melengkapi laporan dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan gas Bumi (SKK Migas) yang pada akhir tahun lalu melaporkan setidaknya ada 12 lapangan minyak dan gas bumi atau migas di Tanah Air yang memiliki kandungan propana (C3) dan butana (C4) sebagai bahan baku LPG. Dengan jumlah kandungan di atas 4%, C3 dan C4 yang terkandung di lapangan migas tersebut dapat dimonetisasi untuk diproduksi menjadi LPG, dengan harapan bisa mengurangi impor yang selama ini juga membebani keuangan negara. Akan tetapi, Wakil Kepala SKK Migas Nanang Abdul Manaf mengatakan, pihaknya masih menghitung jumlah pasti mengenai volume LPG yang bisa dihasilkan dari cadangan tersebut. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya pun telah menyambut baik laporan SKK Migas terkait dengan temuan kandungan propana dan butana yang disebut-sebut bisa memproduksi LPG sebanyak 1,2 juta ton per tahun. Temuan tersebut menjadi harapan pemerintah untuk mengurangi impor LPG. “Temuan itu kalau bisa diupayakan segera, bisa menambah produksi 1,2 juta ton per tahun . Saat ini total produksi kita 1,9 juta ton per tahun,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif. Arifin menyebut, berhentinya operasi sejumlah kilang itu disebabkan karena pasokan bahan baku gas khusus untuk pengolahan LPG relatif terbatas di Indonesia. Berdasarkan laporan Kinerja 2022 Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM, kapasitas pengolahan kilang LPG di Indonesia pada tahun lalu mencapai sebesar 3,78 juta ton per tahun.
INVESTASI, Menanti Kemilau Emas pada Tahun Naga Kayu
Tahun baru China, Imlek 2575, akan segera tiba pada Sabtu
(10/2). Berdasarkan penanggalan China, hal itu menandai Tahun Naga berelemen Kayu atau Naga
Kayu. Budaya China meyakini, shio hewan mitologi yang biasa digambarkan seperti
ular besar, terbang di langit, dan menyemburkan api tersebut menjadi simbol
kekuatan, kekuasaan, kekayaan, kesuksesan, dan kemakmuran. Perpaduannya dengan
elemen kayu yang melambangkan kreativitas dan vitalitas menjadikan Naga Kayu
dianggap shio istimewa sekaligus dinantikan banyak orang. Naga diyakini sebagai
shio yang paling beruntung dalam siklus 12 tahunan sekaligus penuh dengan
energi dan impian akan adanya perubahan dunia, menunjukkan harapan terhadap
kehidupan yang lebih baik tatkala tahun berganti.
Karena kondisi perekonomian saat ini masih dirundung ketidakpastian,
setelah melalui situasi sulit pandemi Covid-19, situasi perekonomian global kembali
menghadapi ketidakpastian akibat pecah konflik geopolitik, perlambatan ekonomi,
dan tekanan suku bunga negara-negara maju. Di tengah perekonomian yang
diselimuti ketidakpastian, emas dapat menjadi investasi yang relatif aman (safe
haven). Hal ini tidak lepas dari sifat emas yang stabil dan menguntungkan
tatkala situasi serba tak pasti akibat guncangan perekonomian, politik, dan
geopolitik, yang tecermin dalam perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Bank Dunia
memperkirakan, pertumbuhan ekonomi global akan melambat dari 2,6 % pada 2023
menjadi 2,4 % pada 2024. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan,
sepanjang 2023, emas telah menorehkan kinerja yang positif di tengah tingkat
suku bunga tinggi bank sentral global.
Selain itu, kinerja emas juga tercatat telah mengungguli
komoditas obligasi dan sebagian pasar saham. ”Dengan ketidakpastian di pasar
keuangan global, emas yang merupakan safe haven asset dapat menjadi salah satu
alternatif investasi. Namun, potensi upside (pertumbuhan) saat ini terbatas
karena adanya potensi higher for longer (era suku bunga tinggi) dari The Fed
(bank sentral AS) sehingga dollar AS cenderung masih akan kuat,” katanya, Rabu
(7/2). Selain faktor suku bunga, tensi geopolitik di Timur Tengah dan
permintaan bank sentral global terhadap emas juga memicu pergerakan harga emas.
Equities Specialist DBS Group Research, Maynard Arif,
menyebut, ada indikasi masyarakat mengalokasikan dananya pada investasi emas
lantaran merupakan aset yang stabil di tengah kondisi global yang tidak
menentu. Berdasarkan perkiraan Bareksa, harga emas Antam di Indonesia
berpotensi menyentuh level Rp 1,15 juta-Rp 1,25 juta per gram pada 2024.
Dibandingkan dengan target harga emas 2023 sebesar Rp 1,1 juta per gram yang
telah tercapai sejak 24 November 2023, proyeksi harga emas pada 2024 bakal
meningkat 13,6 %. Pada 5 Februari 2024, emas Antam tercatat di harga Rp 1,136
juta per gram. Ekspektasi penurunan suku bunga The Fed pada paruh kedua 2024
nanti diyakini dapat memberikan katalis positif terhadap pertumbuhan emas mendatang.
(Yoga)
AKSI KORPORASI : PERTAMINA AGRESIF BURU BLOK MIGAS
Akuisisi wilayah kerja minyak dan gas bumi dengan cadangan jumbo menjadi strategi utama PT Pertamina (Persero) mengamankan produksi dan dan lifting nasional dari portofolionya di tengah tingginya angka natural decline. Perusahaan yang berafiliasi langsung dengan Pertamina, PT Pertamina Hulu Energi mengaku sedang mengincar wilayah kerja minyak dan gas bumi atau migas yang memiliki cadangan jumbo di Indonesia bagian timur. Meski belum mau memerinci blok migas tersebut, Direktur Eksplorasi Pertamina Hulu Energi Muharram Jaya Panguriseng memastikan bahwa akuisisi perusahaan di wilayah kerja tersebut bakal diumumkan oleh pemerintah pada Maret tahun ini. Muharram menjelaskan bahwa Pertamina harus berkompetisi dengan perusahaan migas lain untuk mendapatkan hak pengelolaan di wilayah kerja tersebut. Pasalnya, sejumlah perusahaan migas multinasional juga telah menyatakan minatnya untuk menguasai hak partisipasi blok migas itu. “Jumlah cekungan di Indonesia itu sangat banyak, dan baru 20% yang diutak-atik. Dari 20% tersebut, baru sekitar 10% yang dibor, sehingga potensi kita masih banyak,” jelasnya. Hal tersebut, kata dia, menjadi alasan bagi perusahaan untuk melakukan evaluasi kembali terhadap potensi migas di sejumlah wilayah di Indonesia bagian timur, seperti di sekitar Pulau Seram, Teluk Bone, dan sebelah timur Pulau Aru.
Selain membidik wilayah kerja migas di dalam negeri, Pertamina juga makin aktif mengincar pengelolaan blok migas di luar negeri untuk menambah cadangan energi dan produksinya. Pada tahun lalu, Pertamina Hulu Energi memenangkan lelang baru blok minyak produksi di Gabon, Afrika Barat. Aset produksi itu diperkirakan memiliki potensi cadangan minyak mencapai 45.000 barel per hari (bopd). Upaya Pertamina tersebut sebenarnya sejalan dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas yang ingin kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) lebih berani untuk mengelola blok migas dengan cadangan besar. Benny Lubiantara, Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, mengatakan bahwa sejak tahun lalu pihaknya telah menggeser target eksplorasi dengan menyasar cadangan dengan klasifikasi di rentang 100 juta—500 juta MMboe. Tahun ini, target itu kembali ditingkatkan menjadi di atas 500 MMboe. Meski begitu, Benny juga menyadari investasi yang diperlukan untuk melakukan pemboran di laut dalam tidak sedikit. Misalnya saja ENI yang mengeluarkan US$100 juta untuk pemboran di Geng North, dan Mubadala Energy berani menggelontorkan US$93,5 juta untuk kegiatan serupa. Founder & Advisor ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto mengatakan bahwa otoritas migas nasional harus mulai mencari lapangan baru yang bisa menopang lifting nasional. Selama ini, pemerintah dan SKK Migas terlalu bergantung kepada lapangan yang sudah berproduksi, sehingga menghadapi tantangan dari natural decline.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









