;

Beras Picu Inflasi 6 Bulan Berturut-turut

Lingkungan Hidup Yoga 02 Feb 2024 Kompas
Beras Picu Inflasi 6 Bulan Berturut-turut

Harga beras yang masih bertahan tinggi, bahkan cenderung naik lagi, telah memicu inflasi selama enam bulan berturut-turut. Bantuan dan intervensi pasar beras serta gerakan pangan murah hanya mampu meredam harga tidak semakin melonjak tinggi. BPS, Kamis (1/2) merilis, tingkat inflasi pada Januari 2024 sebesar 0,04 % secara bulanan dan 2,56 % secara tahunan. Beras menjadi salah satu komoditas utama penyumbang inflasi. Tingkat inflasi bulanan dan tahunan beras pada Januari 2024 masing-masing sebesar 0,64 % dan 15,65 %. Andil komoditas pangan pokok itu terhadap inflasi bulanan sebesar 0,03 % dan inflasi tahunan 0,56 %. Inflasi beras itu terjadi sejak Agustus 2023, sebesar 1,43 % secara bulanan. Pada September 2023, inflasi beras berada di level tertinggi, yakni 5,61 %, pada Oktober, November, dan Desember 2023 tingkat inflasinya masing-masing 1,72 %, 0,43 %, dan 0,48 %.

Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, beras mengalami inflasi lantaran harganya masih tinggi dan naik secara bulanan dan tahunan. Beras di tingkat eceran, misalnya, harga rerata nasional pada Januari 2024 sebesar Rp 14.380 per kg atau naik 0,63 % secara bulanan dan 16,24 persen secara tahunan. ”Harga beras masih tinggi karena neraca produksi dan kebutuhan beras di dalam negeri defisit, terutama pada Januari-Februari 2024, akibat dampak El Nino yang berkepanjangan. Selain itu, sejumlah negara produsen beras masih membatasi ekspor beras sehingga menghambat impor beras dan membuat harga beras internasional masih tinggi,” tuturnya. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :