;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5820 )

Harga Beras Melambung, Bulog Terus Guyur Pasar

17 Feb 2024
Perum Bulog mengklaim mulai menggencarkan kembali distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Beras (SPHP), baik ke ritel modern maupun pasar tradisional. Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurti mengatakan, pendistribusian ini untuk memastikan ketersediaan pasokan beras dan menjaga harga bahan pangan ini tidak terbang lebih tinggi dari sekarang. Menurut Bayu, berdasarkan pantauan langsungnya, ketersediaan beras di ritel-ritel modern sudah mulai terisi kembali. "Saya juga mengecek ke Pasar Tradisional Rawamangun dan Transmart Cempaka Putih. Di kedua tempat ini, beras SPHP-nya tersedia cukup. Kami akan terus menggelontorkan beras SPHP ke berbagai saluran distribusi guna memastikan kebutuhan masyarakat tercukupi,” kata Bayu dalam keterangan resminya kemarin. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menegaskan, ketersediaan cadangan beras pemerintah (CBP) melimpah. Dan, Bulog telah mengguyur beras SPHP ke pasar.

TARIK REM KENAIKAN HARGA

17 Feb 2024

Pemerintah perlu bergegas untuk mengantisipasi lonjakan harga di sejumlah bahan pangan strategis yang meningkat sejak awal tahun agar inflasi pangan tak menjadi ancaman serius bagi perekonomian nasional. Berdasarkan Panel Harga Bapanas—situs resmi harga pangan strategis Indonesia—Jumat, (16/2), harga kebutuhan pokok rerata meningkat. Harga beras premium terkerek 0,54% sepanjang tahun berjalan (year-to-date/YtD) menjadi Rp15.940 per kilogram (kg). Beras medium juga naik 0,49% menjadi Rp13.970 per kg. Jumlah tersebut jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang dipatok Rp10.900—Rp11.800 per kg. Harga minyak goreng curah turut naik 0,27% ke harga Rp15.210 per liter, padahal HET komoditas ini tercatat Rp14.000 per liter. Lonjakan harga pangan ini terjadi di tengah permintaan yang mulai meningkat sejak awal tahun hingga menjelang Ramadan. Sejalan dengan itu, Bank Indonesia (BI) merilis survei teranyar bahwa masyarakat sudah memiliki ekspektasi kenaikan harga pada Maret 2024 atau saat Ramadan tiba. 

Asisten Gubernur dan Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono menerangkan Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) Maret 2024 tercatat 132,3 dari posisi 115,1 pada Februari 2024. Ini karena dipicu oleh peningkatan permintaan barang pada Ramadan. Oleh karena itu, pemerintah mulai menyiapkan sejumlah strategi guna meredam inflasi dan pengendalian harga untuk menjaga daya beli konsumen tetap kuat. Beberapa di antaranya adalah intervensi pasar, pengawasan kelancaran stok dan distribusi kebutuhan pokok, serta insentif bantuan pangan. Kasan, Kepala Badan Kebijakan Perdagangan Kementerian Perdagangan, menyampaikan, secara periodik pemerintah melakukan pemantauan, baik yang bersifat teknis melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPID) maupun pemantauan stok dan harga barang kebutuhan pokok di pasar. Adapun, untuk mengantisipasi kelangkaan kebutuhan bahan pokok seperti beras, Kemendag berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Pengawasan juga dilakukan terhadap stok barang kebutuhan pokok melalui koordinasi dengan pelaku usaha dan asosiasi untuk memastikan pasokan dan stok cukup. 

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional I Gusti Ketut Astawa memastikan bahwa ketersediaan kebutuhan pokok sangat memadai, baik untuk menghadapi Lebaran maupun bulan-bulan berikutnya. Menurutnya, kenaikan harga beras terjadi sebagai dampak dari defisit produksi beras dibandingkan dengan konsumsi beras pada Januari dan Februari 2024. Produksi beras tidak mencapai target seiring dengan terjadinya gagal panen akibat El Nino. Di sisi lain, peritel modern mendesak pemerintah untuk mempercepat penyaluran beras SPHP untuk meredam tingginya harga komoditas ini. HR & Corporate Communications Director Transmart Satria Hamid menyampaikan Perum Bulog sudah mulai menggelontorkan beras SPHP sejak beberapa waktu lalu. Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies (Celios) Media Wahyudi Askar menilai kenaikan beras yang tidak bisa dikontrol akan menimbulkan efek domino pada komoditas lain. Tak pelak, penting bagi pemerintah untuk memantau lonjakan harga dan mengatasi kelangkaan pangan.

KOMODITAS POKOK & PENTING : Pasokan Beras Cukup untuk Bantuan Pangan

17 Feb 2024

Perum Bulog memastikan stok beras nasional mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Idul fitri tahun ini, karena telah mengamankan cadangan beras pemerintah sebanyak 1,4 juta ton. Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi mengatakan bahwa stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dimiliki pihaknya sangat cukup untuk digunakan oleh pemerintah untuk melaksanakan sejumlah program andalan, seperti bantuan pangan beras. “Ini sangat cukup untuk kebutuhan penyaluran bantuan pangan beras sampai dengan Juni, penyaluran stabilisasi pasokan dan harga pangan [SPHP], dan menghadapi puasa serta Lebaran,” katanya, Jumat (16/2). Untuk diketahui, pemerintah kembali menyalurkan bantuan pangan beras per 15 Februari 2024, setelah sebelumnya sempat dihentikan pada 8—14 Februari 2024 untuk menghindari adanya politisasi terhadap program tersebut. Badan Pangan Nasional (Bapanas) pun mencatat bantuan pangan beras telah terealisasi sebanyak 185.000 ton hingga 7 Februari 2024. Bantuan tersebut ditujukan kepada 22.004.077 atau 22 juta keluarga penerima manfaat (KPM) berdasarkan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) yang dikelola oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Berdasarkan Panel Harga Bapanas kemarin, rata-rata harga beras di seluruh wilayah Indonesia terus bergerak naik menjauhi harga eceran tertinggi (HET). Adapun, pemerintah menetapkan HET Rp13.900—Rp14.800 per kilogram untuk beras premium, dan Rp10.900—Rp11.800 per kilogram untuk beras medium. Secara terpisah, Kepala Satuan Tugas Pangan Polri Brigjen Pol Whisnu Hermawan menyampaikan bahwa pengawasan tersebut dilakukan di daerah yang menjadi sentra produksi beras untuk memastikan jalur pasokannya aman. Whisnu menambahkan, pihaknya tengah menyoroti tempat penggilingan beras, gudang-gudang penyimpanan, toko retail modern, dan pasar tradisional agar mengetahui hambatan dalam pendistribusian beras.

Ekspor batu Bara Kontraksi 19,68 di Awal Tahun

16 Feb 2024
Nilai ekspor batu bara tercatat sebesar US$ 2,41 miliar pada Januari 2024, turun 19,68% dari posisi Desember 2023 dan kontraksi hingga 29,76% dibandingkan Januari 2023. Hal ini turut menekan nilai ekspor sektor pertambangan dan lainnya maupun kinerja ekspor secara keseluruhan. "Nilai ekspor batu bara turun US$ 590,1 juta atau 19,68% secara bulanan," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Badan Statistik (BPS) Amalia Adininggar Waidyasanti dalan konferensi pers di Kantor Pusat BPS. Menurut dia tak karena harga, terpangkasnya  ekspor batu bara secara bulanan juga dikarenakan  oleh penurunan volume ekspor. Secara volume, terjadi penurunan 18,06%. "Di pasar global ada penurunan tren harga batu bara, ini lebih disebabkan oleh  penurunan harga yang lebih mendalam," tutur Amalia. (Yetede)

Impor Beras Naik 78% di Awal tahun

16 Feb 2024
Badan Pusat Statistik (BPS)  melaporkan volume impor beras pada Januari 2024 mencapai 433 ribu ton, naik 78% dari bulan sama tahun lalu sebanyak 243 ribu ton. Namun, jumlah itu turun 18 dari bulan sebelumnya sebanyak 531 ribu ton. Sebanyak lima negara pemasok beras dengan sumbangan terbesar pada  Januari 2024 adalah Thailand sebanyak 237 ribu ton, Pakistan 129,7 ribu ton, Myanmar 41 ribu ton, Vietnam 32 ribu ton, dan Kamboja 2,5 ribu ton. "Beras-beras ini tidak dilepas ke pasar, tetapi tergantung pada kebijakan, sehingga polanya tidak ada yang bisa kita ketahui secara pasti, tergantung dari kebijakan impor pemerintah," ucap Pelaksana Tugas (plt) Kepala BPS Amali Adininggar Widyasanti. Total impor secara keseluruhan pada Januari 2024 mencapai US$ 18,51 miliar, turun 3,13% dari bulan sebelumnya. (Yeted)

Harita Naikkan Produksi Nikel Hingga Dua Kali Lipat

16 Feb 2024
PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickle berencana menaikkan produksi feronikel hingga lebih dari dua kali lipat menjadi 305 ribu ton pada 2025 dibandingkan target tahun ini 120 ribu ton. Produksi mixed hydroxide precipitate (MHP) atau campuran padatan hidroksida dari nikel dan kobalt juga  ditargetkan naik dua kali lipat dari 55 ribu ton di 2023 menjadi 120 ribu ton pada tahun ini. Kenaikan tersebut sejalan dengan bertambahanya  kapasitas dan lini produksi perseroan. Manajemen Harita Nickle mengungkapkan, penambahan produksi feronikel pada tahun depan akan berasal dari Smelter Rotary Klin Electric Furnace (RKEF) perusahaan asosiasi, PT Karunia Peramai Sentosa (KPS). Smelter nikel dengan 12 lini produksi ini, dapat memproduksi  185.000 metal ton per tahun. Pabrik nikel RKEF ketiga tersebut diperkirakan selesai dan siap beroperasi secara bertahap mulai pertengahan 2025. (Yetede)

Kota Tangerang Gelar Program Pangan Murah

15 Feb 2024

Sebagai upaya pengendalian inflasi daerah sekaligus menekan harga beras, Pemkot Tangerang menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilaksanakan di 39 lokasi yang tersebar di 13 kecamatan se-Kota Tangerang. Pj Walikota Tangerang Nurdin berharap GPM yang rutin dilaksanakan di Kota Tangerang ini bisa membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.

“Diharapkan GPM atau pasar murah ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok rumahtangga dan masyarakat Kota Tangerang,” kata Nurdin, Senin (12/2). Di GPM ini harga beras 5 kg hanya Rp 52.000, juga tersedia komoditas lain seperti minyak goreng, gula dan produk-produk UMKM Kota Tangerang dengan harga murah. (Yoga) 

Adira Finance Incar Pembiayaan baru Naik 14%

15 Feb 2024
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk atau Adira Finance tahun ini mengincar pembiayaan baru bisa tumbuh hingga 14%. Target tersebut masih ditopang dari bisnis otomotif perseroan. Adapun Adira Finance mencatat total pembiayaan baru mencapai Rp11,6 triliun atau meningkat 31% secara year on year (yoy) pada akhir 2023. Sedangkan, total piutang pembiayaan termasuk pembiayaan bersama tumbuh 25% (yoy) menjadi Rp 55,7 triliun. Pembiayaan baru dari lini syariah naik 34% (yoy) menjadi Rp6,9 triliun, nilai ini berkontribusi sebesar 21% dari total pembiayaan baru Adira Finance. Tren pembiayaan syariah ini didukung kegiatan pemasaran yang agresif, ekspansi kanal-kanal penjualan di komunitas syariah, kampanye edukasi masyarakat, dan penetrasi produk multi-finance berbasis syariah. (Yetede)

Terimbas Anjloknya Harga Nikel

15 Feb 2024
Harga nikel global diprediksi terus melemah pada 2024. Prospek investasi di industri nikel untuk tahun ini diperkirakan kurang baik karena kelebihan pasokan dan menurunnya konsumsi. "akan terjadi oversupply nikel terbesar sepanjang sejarah hingga harga yang sudah turun  30% tahun lalu hampir pasti akan turun lagi," kata pengamat pasar modal dari Universitas Indonesia, Budi Frensidy, kepada Tempo, 13 Januari 2024. Tahun lalu, harga nikel turun, Data London Metal Exchange (LME) menunjukkan penurunannya bahkan lebih dari 40% dan menjadi yang terburuk dalam sejarah. Pada Oktober 2023, laman LME mempublikasikan kelebihan pasokan nikel dan lonjakan produksi di Indonesia. Dalam data tersebut dipaparkan, surplus didominasi di nikel kelas dua. Namun nikel kelas satu juga bergerak menuju kelebihan pasokan mulai tahun ini karena permintaan turun dan pasokan meningkat. (Yetede)

Limbung Beras

14 Feb 2024

Harga beras semakin tinggi. Pasar beras premium mulai tak terisi. Kala paceklik terjadi, banjir justru menghampiri. Kini, limbung beras tengah terjadi. Dalam setahun terakhir, harga beras medium naik 15,21 %. Panel Harga Pangan Bapanas menunjukkan, per 13 Februari 2024, harga rata-rata nasional beras medium Rp 13.870 per kg, lebih tinggi dari harga rerata Februari 2023, Rp 11.760 per kg. Begitu juga beras premium, harga rerata nasionalnya naik 15,34 % secara tahunan dari Rp 13.410 per kg menjadi 15.840 per kg. Selama enam bulan berturut-turut, Agustus 2023-Januari 2024, kenaikan harga beras telah memicu inflasi. Hal itu terjadi lantaran produksi beras nasional turun sekitar 650.000 ton dari 31,54 juta ton pada 2022 menjadi 30,89 juta ton pada 2023. Penurunan produksi itu membuat neraca produksi dan konsumsi beras di luar impor dan ekspor beras pada 2023 hanya surplus 270.000 ton.

Pada Januari-Februari 2024, BPS juga menyebutkan bakal terjadi defisit beras sebesar 2,83 juta ton. Neraca beras baru akan surplus mulai Maret 2024, diperkirakan 970.000 ton. Namun, surplus tersebut jauh lebih rendah dibandingkan Maret 2023 di 2,59 juta ton. Perubahan cuaca, terutama fenomena El Nino yang berkepanjangan, menjadi biang keladinya. Hal itu juga membuat musim tanam I berikut panen raya padi mundur. Masa paceklik beras juga kian panjang. Pada periode 2022/2023, masa paceklik beras berlangsung selama enam bulan, yakni Agustus 2022-Januari 2023. Adapun pada periode 2023/2024, masa paceklik tersebut terjadi selama delapan bulan, yakni Juli 2023-Februari 2024. Saat neraca produksi-konsumsi beras mengalami defisit, banjir justru melanda sejumlah daerah di Indonesia. Kementan mencatat, banjir tersebut melanda 7.026 hektar lahan pertanian yang didominasi areal persawahan. Banjir tersebut memengaruhi psikologi pasar perberasan nasional sehingga harga beras kian melambung. Masyarakat juga mulai kesulitan mendapatkan beras premium di sejumlah minimarket dan swalayan atau pasar ritel modern dalam beberapa hari terakhir ini. (Yoga)