;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

Vale Indonesia Cetak Laba US$ 274,33 Juta

12 Feb 2024
Kinerja PT Vale Indonesia Tbk (INCO) tumbuh positif sepanjang tahun 2023 lalu. Emiten produsen nikel ini mengantongi pertumbuhan laba bersih 36,89% menjadi US$ 274,33 juta pada tahun lalu. Dikutip dari laporan keuangan, Minggu (11/2), laba bersih per saham dasar INCO naik menjadi US$ 0,0276 dari sebelumnya US$ 0,0202. Kenaikan laba bersih ini sejalan dengan laju pendapatan yang mencapai US$ 1,23 miliar per akhir 2023 yang meningkat sebesar 4,48% secara tahunan atau year on year (yoy). Rinciannya, sebanyak US$ 985,81 juta adalah penjualan kepada Vale Canada Limited (VCL), dan sebanyak US$ 246,45 juta merupakan penjualan kepada Sumitomo Metal Mining. Sepanjang 2023, INCO memproduksi 70.728 metrik ton nikel dalam matte. Realisasi ini naik 18% dari produksi tahun 2022 yang hanya 60.090 ton nikel matte. Tapi, INCO memperkirakan, produksi nikel matte tahun ini hanya berada di angka 70.000 ton, stagnan dari produksi tahun lalu. Chief Financial Officer INCO, Bernardus Irmanto mengatakan, ada dua faktor yang menyebabkan produksi cenderung sama. Salah satunya, faktor pemeliharaan alat tambang. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rizkia Darmawan menyematkan rekomendasi trading buy terhadap saham INCO dengan target harga Rp 4.900 per saham. Target harga ini menyiratkan price to earnings (PER) ratio sebesar 11,7 kali untuk 2024.

Industri Amonia & Transisi Energi

12 Feb 2024

Amonia (NH3) merupakan salah satu dari tiga ratusan jenis komoditas yang paling banyak diperdagangkan di pasar global. Produk petrokimia ini berperan vital dalam pertanian dan rantai pasok pangan global. Sejalan dengan transisi energi/ekonomi hijau dan target-target SDGs menjelang 2030, industri amonia bertransisi (bahkan bertransformasi ) dari amonia tinggi emisi atau ‘grey ammonia’ ke amonia rendah emisi, baik ‘blue ammonia’ maupun ‘green ammonia’. ‘Blue ammonia’ dihasilkan dari proses konvensional, akan tetapi menggunakan carbon capture and storage (CCS). Sementara untuk pembuatan green ammonia, unsur H diambil dari air (melalui elektrolisis) dan unsur N dipisahkan dari udara. Proses produksinya menggunakan listrik berbasis energi baru/terbarukan (EBT), yakni tenaga air, tenaga surya, dan tenaga bayu. Struktur industri pupuk (berbasis) amonia cenderung monopolistic atau oligopolistic karena tingginya ‘barrier to entry’ bagi pemain atau produsen baru. Investasinya membutuhkan ‘capital expenditure’ (capex) besar, yakni untuk membangun pabrik dengan kapasitas relatif besar beserta depot penyimpanan dalam kawasan yang cukup luas, dan bahkan infrastruktur seperti jalan akses, dermaga beserta armada kapal logistik untuk pengiriman ke destinasi ekspor atau jejaring distribusi. Total kapasitas amonia terpasang di Indonesia saat ini sekitar 8 juta metrik ton. Sekitar 90% pasokan didominasi oleh produsen pupuk pelat merah, yakni Pupuk Indonesia, sedangkan selebihnya oleh pemain swasta nasional seperti PT Kaltim Parna Industri (PT KPI) yang berlokasi di Bontang, Kalimantan Timur. Pendapatan para produsen amonia nasional terutama berasal dari ekspor. Tahun 2022, Indonesia menjadi top exporter amonia ketiga setelah Trinidad dan Saudi Arabia. 

Volume ekspor amonia Trinidad sebesar 3,58 juta ton, Saudi Arabia 2,73 ton, dan Indonesia 1,87 juta ton. Khusus untuk nilai ekspor anhydrous ammonia, tahun 2022, Indonesia bahkan di posisi kedua dengan nilai ekspor US$1,71 miliar di bawah Trinidad sebesar US$3,68 miliar. Beberapa tahun terakhir pasar pupuk dan pangan global diwarnai oleh berbagai dinamika yang mendisrupsi rantai pasok, sejak pandemi Covid-19, invasi Rusia ke Ukraina, hingga perang Israel -Hamas. Seirama dengan gejolak harga gas pada 2022, harga urea dan ammonia juga melejit tinggi pasca-invasi Rusia. Menjelang akhir Januari 2024, harga amonia US$0,59/kilogram (global), US$0,73/kilogram (‘North America’), dan US$0,53/kilogram (Asia). Menurut ‘Business Analytiq’ , secara umum ‘outlook’ harga amonia internasional hingga akhir 2024 akan berada sedikit di bawah level Januari 2024. Namun, terdapat satu dinamika yang perlu dicermati tahun 2025, yakni rencana India untuk ‘self sufficiency’ pupuk. India bakal menghentikan impor pupuk secara total pada 2025, setelah beroperasinya 5 unit pabrik urea baru dua tahun terakhir ini dengan total kapasitas 6,35 juta metrik ton per tahun. Merespons transisi energi dan ‘mainstreaming’ ekonomi hijau, dan pemain swasta nasional seperti PT KPI telah menyiapkan strategi, langkah antisipatif, dan rencana bisnis dengan membangun ekosistem industri amonia hijau. Dengan konsep ekosistem, maka setiap anggota komunitas wajib menjaga keberlangsungan ekosistem tersebut, karena masing-masing hidup dari sumber daya yang sama. Strategi yang ditempuh adalah dengan menyinkronkan perencanaan ekspansi investasi pembangunan pabrik amonia hijau dengan konstruksi PLTA sungai Kayan yang direncanakan mulai beroperasi 2027 dengan kapasitas 9.000 MW. Ekosistem ‘green ammonia’ yang melibatkan green hydrogen dan listrik EBT merupakan bagian dari ekosistem industri hijau tersebut. Hal ini dapat menjadi satu case study dan referensi yang baik bagaimana merespons transisi energi dan transisi ke industri hijau secara ‘cost effective’.

BAHAN BAKAR GAS : CELAH TAMBAH PRODUKSI LPG

12 Feb 2024

Proyek Refinery Development Master Plan Balikpapan membawa harapan baru bagi pemenuhan liquefied petroleum gas atau LPG di dalam negeri. Selama ini, pemerintah mengandalkan importasi agar bisa mencukupi permintaan komoditas itu.n Pemenuhan LPG di dalam negeri masih menjadi pekerjaan besar yang perlu diselesaikan, karena mayoritas kebutuhan di dalam negeri masih dipenuhi oleh produk impor. Bahkan, apabila ditambah dengan faktor besarnya subsidi yang harus dikeluarkan untuk komoditas tersebut, maka problem LPG menjadi lebih rumit. Pasalnya, lebih dari 90% konsumsi LPG merupakan produk bersubsidi dengan tabung 3 kilogram atau yang lebih dikenal dengan gas melon. PT Pertamina (Persero) melalui refining & petrochemical subholding-nya, PT Pertamina Kilang Internasional menargetkan bisa menambah produksi LPG hingga 330.000 metrik ton per tahun jika proyek Refinery Development Master Plan atau RDMP Balikpapan rampung. “Ke depan, apabila pengembangan Kilang Balikpapan selesai, maka dapat menambah produksi LPG sekitar 330.000 metrik ton per tahun,” kata Corporate Secretary Kilang Pertamina Internasional Hermansyah Y. Nasroen, saat dihubungi, akhir pekan lalu.

Angka impor LPG pada 2022 tersebut meningkat dibandingkan dengan 2021 yang tercatat sebesar 6,34 juta metrik ton, dengan konsumsi dari sektor rumah tangga sebanyak 8,02 juta ton. Kabar baik dari Kilang Balikpapan seakan melengkapi laporan dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan gas Bumi (SKK Migas) yang pada akhir tahun lalu melaporkan setidaknya ada 12 lapangan minyak dan gas bumi atau migas di Tanah Air yang memiliki kandungan propana (C3) dan butana (C4) sebagai bahan baku LPG. Dengan jumlah kandungan di atas 4%, C3 dan C4 yang terkandung di lapangan migas tersebut dapat dimonetisasi untuk diproduksi menjadi LPG, dengan harapan bisa mengurangi impor yang selama ini juga membebani keuangan negara. Akan tetapi, Wakil Kepala SKK Migas Nanang Abdul Manaf mengatakan, pihaknya masih menghitung jumlah pasti mengenai volume LPG yang bisa dihasilkan dari cadangan tersebut. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya pun telah menyambut baik laporan SKK Migas terkait dengan temuan kandungan propana dan butana yang disebut-sebut bisa memproduksi LPG sebanyak 1,2 juta ton per tahun. Temuan tersebut menjadi harapan pemerintah untuk mengurangi impor LPG. “Temuan itu kalau bisa diupayakan segera, bisa menambah produksi 1,2 juta ton per tahun . Saat ini total produksi kita 1,9 juta ton per tahun,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif. Arifin menyebut, berhentinya operasi sejumlah kilang itu disebabkan karena pasokan bahan baku gas khusus untuk pengolahan LPG relatif terbatas di Indonesia. Berdasarkan laporan Kinerja 2022 Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM, kapasitas pengolahan kilang LPG di Indonesia pada tahun lalu mencapai sebesar 3,78 juta ton per tahun.

INVESTASI, Menanti Kemilau Emas pada Tahun Naga Kayu

09 Feb 2024

Tahun baru China, Imlek 2575, akan segera tiba pada Sabtu (10/2). Berdasarkan penanggalan China, hal itu  menandai Tahun Naga berelemen Kayu atau Naga Kayu. Budaya China meyakini, shio hewan mitologi yang biasa digambarkan seperti ular besar, terbang di langit, dan menyemburkan api tersebut menjadi simbol kekuatan, kekuasaan, kekayaan, kesuksesan, dan kemakmuran. Perpaduannya dengan elemen kayu yang melambangkan kreativitas dan vitalitas menjadikan Naga Kayu dianggap shio istimewa sekaligus dinantikan banyak orang. Naga diyakini sebagai shio yang paling beruntung dalam siklus 12 tahunan sekaligus penuh dengan energi dan impian akan adanya perubahan dunia, menunjukkan harapan terhadap kehidupan yang lebih baik tatkala tahun berganti.

Karena kondisi perekonomian saat ini masih dirundung ketidakpastian, setelah melalui situasi sulit pandemi Covid-19, situasi perekonomian global kembali menghadapi ketidakpastian akibat pecah konflik geopolitik, perlambatan ekonomi, dan tekanan suku bunga negara-negara maju. Di tengah perekonomian yang diselimuti ketidakpastian, emas dapat menjadi investasi yang relatif aman (safe haven). Hal ini tidak lepas dari sifat emas yang stabil dan menguntungkan tatkala situasi serba tak pasti akibat guncangan perekonomian, politik, dan geopolitik, yang tecermin dalam perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Bank Dunia memperkirakan, pertumbuhan ekonomi global akan melambat dari 2,6 % pada 2023 menjadi 2,4 % pada 2024. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, sepanjang 2023, emas telah menorehkan kinerja yang positif di tengah tingkat suku bunga tinggi bank sentral global.

Selain itu, kinerja emas juga tercatat telah mengungguli komoditas obligasi dan sebagian pasar saham. ”Dengan ketidakpastian di pasar keuangan global, emas yang merupakan safe haven asset dapat menjadi salah satu alternatif investasi. Namun, potensi upside (pertumbuhan) saat ini terbatas karena adanya potensi higher for longer (era suku bunga tinggi) dari The Fed (bank sentral AS) sehingga dollar AS cenderung masih akan kuat,” katanya, Rabu (7/2). Selain faktor suku bunga, tensi geopolitik di Timur Tengah dan permintaan bank sentral global terhadap emas juga memicu pergerakan harga emas.

Equities Specialist DBS Group Research, Maynard Arif, menyebut, ada indikasi masyarakat mengalokasikan dananya pada investasi emas lantaran merupakan aset yang stabil di tengah kondisi global yang tidak menentu. Berdasarkan perkiraan Bareksa, harga emas Antam di Indonesia berpotensi menyentuh level Rp 1,15 juta-Rp 1,25 juta per gram pada 2024. Dibandingkan dengan target harga emas 2023 sebesar Rp 1,1 juta per gram yang telah tercapai sejak 24 November 2023, proyeksi harga emas pada 2024 bakal meningkat 13,6 %. Pada 5 Februari 2024, emas Antam tercatat di harga Rp 1,136 juta per gram. Ekspektasi penurunan suku bunga The Fed pada paruh kedua 2024 nanti diyakini dapat memberikan katalis positif terhadap pertumbuhan emas mendatang. (Yoga)

AKSI KORPORASI : PERTAMINA AGRESIF BURU BLOK MIGAS

09 Feb 2024

Akuisisi wilayah kerja minyak dan gas bumi dengan cadangan jumbo menjadi strategi utama PT Pertamina (Persero) mengamankan produksi dan dan lifting nasional dari portofolionya di tengah tingginya angka natural decline. Perusahaan yang berafiliasi langsung dengan Pertamina, PT Pertamina Hulu Energi mengaku sedang mengincar wilayah kerja minyak dan gas bumi atau migas yang memiliki cadangan jumbo di Indonesia bagian timur. Meski belum mau memerinci blok migas tersebut, Direktur Eksplorasi Pertamina Hulu Energi Muharram Jaya Panguriseng memastikan bahwa akuisisi perusahaan di wilayah kerja tersebut bakal diumumkan oleh pemerintah pada Maret tahun ini. Muharram menjelaskan bahwa Pertamina harus berkompetisi dengan perusahaan migas lain untuk mendapatkan hak pengelolaan di wilayah kerja tersebut. Pasalnya, sejumlah perusahaan migas multinasional juga telah menyatakan minatnya untuk menguasai hak partisipasi blok migas itu. “Jumlah cekungan di Indonesia itu sangat banyak, dan baru 20% yang diutak-atik. Dari 20% tersebut, baru sekitar 10% yang dibor, sehingga potensi kita masih banyak,” jelasnya. Hal tersebut, kata dia, menjadi alasan bagi perusahaan untuk melakukan evaluasi kembali terhadap potensi migas di sejumlah wilayah di Indonesia bagian timur, seperti di sekitar Pulau Seram, Teluk Bone, dan sebelah timur Pulau Aru. 

Selain membidik wilayah kerja migas di dalam negeri, Pertamina juga makin aktif mengincar pengelolaan blok migas di luar negeri untuk menambah cadangan energi dan produksinya. Pada tahun lalu, Pertamina Hulu Energi memenangkan lelang baru blok minyak produksi di Gabon, Afrika Barat. Aset produksi itu diperkirakan memiliki potensi cadangan minyak mencapai 45.000 barel per hari (bopd). Upaya Pertamina tersebut sebenarnya sejalan dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas yang ingin kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) lebih berani untuk mengelola blok migas dengan cadangan besar. Benny Lubiantara, Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, mengatakan bahwa sejak tahun lalu pihaknya telah menggeser target eksplorasi dengan menyasar cadangan dengan klasifikasi di rentang 100 juta—500 juta MMboe. Tahun ini, target itu kembali ditingkatkan menjadi di atas 500 MMboe. Meski begitu, Benny juga menyadari investasi yang diperlukan untuk melakukan pemboran di laut dalam tidak sedikit. Misalnya saja ENI yang mengeluarkan US$100 juta untuk pemboran di Geng North, dan Mubadala Energy berani menggelontorkan US$93,5 juta untuk kegiatan serupa. Founder & Advisor ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto mengatakan bahwa otoritas migas nasional harus mulai mencari lapangan baru yang bisa menopang lifting nasional. Selama ini, pemerintah dan SKK Migas terlalu bergantung kepada lapangan yang sudah berproduksi, sehingga menghadapi tantangan dari natural decline.

Harga Pangan Dunia Cenderung Turun

07 Feb 2024

Harga sejumlah komoditas pangan dunia, kecuali beras, terus turun seiring membaiknya prospek pasokan global. Namun, sejumlah risiko masih ada, seperti dampak perubahan cuaca, pembatasan perdagangan, dan hambatan distribusi. Hal ini terungkap dalam hasil pemantauan pasar Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) bersama lembaga pengelola Sistem Informasi Pasar Pertanian (AMIS) G20 pada 5 Februari 2024 serta analisis pangan Bank Dunia pada akhir Januari 2024. Ketiga lembaga dunia itu menyebutkan, pasar komoditas pangan pada awal tahun relatif tenang atau tidak terlalu bergejolak. Harga gandum, jagung, dan kedelai berada di titik terendah dibandingkan dua tahun terakhir.

Harga gandum,, per Januari 2024 rata-rata 283,9 USD per ton, lebih rendah dibandingkan harga rerata gandum pada 2022 dan 2023, masing-masing senilai 430 USD per ton dan 340,4 USD per ton. Demikian juga kedelai. Per Januari 2024, harga rata-rata kedelai 547 USD per ton, turun dibandingkan harga rerata kedelai pada 2022 dan 2024 yang masing-masing 675 USD per ton dan 598 USD per ton. Tren penurunan harga gandum dan kedelai pada tahun ini tidak terlepas dari sentimen positif pasar atas pembaruan proyeksi produksi kedua komoditas itu. Produksi gandum yang semula diperkirakan 787,1 juta ton direvisi menjadi 788,5 juta ton lantaran panen gandum di Kanada meningkat. Kedelai, produksinya berubah tipis dari 395,2 juta ton menjadi 395,5 juta ton. Gangguan produksi kedelai di Brasil mampu dikompensasi oleh sedikit peningkatan produksi di Argentina dan AS. 

Khusus beras, harganya cenderung tinggi. Per Januari 2024, harga rerata beras Thailand dengan kadar pecah 5 % mencapai 660 USD per ton. Harga tersebut jauh di atas harga rerata beras pada 2022 dan 2023 yang masing-masing 436,8 USD per ton dan 553,7 USD per ton. Kenaikan harga beras dunia terjadi lantaran produksi beras dunia turun akibat dampak El Nino. FAO dan AMIS memangkas proyeksi produksi beras 2023/2024 dari 524,9 juta ton menjadi 524,6 juta ton. Kenaikan harga beras juga dipicu pengetatan kebijakan ekspor beras India yang membatasi ekspor beras putih non-basmati, mengenakan bea masuk beras pratanak sebesar 20 %, dan menetapkan harga ekspor minimum beras basmati 950 USD per ton. (Yoga)

Minyak Sawit yang Menghidupi Pakistan

07 Feb 2024

Pada tahun 2022, Pakistan, yang menggantungkan 95 % kebutuhan minyak nabatinya dari impor, panik atas kebijakan mendadak Indonesia yang menghentikan keran ekspor sawit karena 90 % sumber pasokan minyak sawit Pakistan berasal dari Indonesia. ”Saya ingat betul, stok (minyak sawit) tinggal 21.000 ton. Hanya cukup untuk seminggu,” kata Rasheed Jan Mohammed, CEO Konferensi Minyak Nabati Pakistan (PEOC) 2024, dalam pertemuan jejaring bisnis yang digelar Konjen RI dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Kamis (11/1) di Karachi, Pakistan. Pertemuan digelar sebelum penyelenggaraan PEOC 2024 pada Sabtu (13/1) di Karachi.

Pakistan mengolah sebagian besar minyak sawit asal Indonesia menjadi bermacam produk makanan, termasuk minyak goreng dan tentunya minyak vanaspati ghee (minyak nabati dengan tekstur semipadat). Kuliner di Pakistan yang serba berminyak menjadikan minyak sawit sebagai kebutuhan pokok, seperti juga di Indonesia. ”Minyak sawit bagi Pakistan seperti darah yang mengaliri tubuh. Sangat berdampak pada rasa di dapur dan di meja makan,” kata June Kuncoro Hadiningrat, Konjen RI di Karachi. Bersamaan dengan kebijakan larangan ekspor sawit Indonesia tersebut, di Pakistan terjadi ketidakstabilan politik akibat PM Pakistan saat itu, Imran Khan, digulingkan dalam mosi tidak percaya parlemen.

Agar krisis itu tak menjadi petaka, Jan Mohamed bersama pejabat negaranya bergegas ke Jakarta untuk melobi agar larangan ekspor minyak sawit Indonesia dibuka kembali dan dikabulkan dikabulkan Pemerintah Indonesia. ”Ketika sudah diperbolehkan ekspor, kapal kami yang harusnya membawa sawit ke negara lain langsung diminta dialihkan ke Pakistan,” ujar pelaku industri sawit dari Indonesia yang berpartisipasi dalam PEOC 2024 yang berlangsung Sabtu (13/1). Bagi Indonesia, Pakistan nomor tiga terbesar negara tujuan ekspor sawit, hampir 3 juta ton setiap tahun. Dari sisi perdagangan kedua negara, sawit menguasai neraca perdagangan Indonesia. Dari 4,3 miliar USD ekspor Indonesia ke Pakistan, sebesar 3,1 miliar USD berasal dari komoditas sawit. (Yoga)

Logam Mulia Seri Imlek

07 Feb 2024
Logam mulia bertema Imlek yang diluncurkan untuk menyemarakkan hari raya Imlek dipamerkan di Butik Logam Mulia Antam di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (6/2/2024). Logam mulia dengan tema khusus seperti Imlek ini diminati masyarakat, bukan hanya sebagai instrumen investasi, melainkan juga barang koleksi, karena jumlahnya yang terbatas. Emas Antam ini dilengkapi teknologi QR code sebagai salah satu fitur keamanan. (Yoga)

Minyak Dunia Naik, Subsidi BBM Aman

07 Feb 2024
Pergerakan harga minyak mentah di pasar global mulai merangkak, meski masih dalam batas wajar. Pemerintah pun optimistis subsidi bahan bakar minyak (BBM) tidak akan membengkak pada tahun ini. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kapasitas fiskal pada awal tahun ini masih cukup luas sehingga belum terbebani kenaikan harga minyak. Oleh karena itu, dia memastikan pemerintah belum akan menaikkan harga BBM subsidi dalam waktu dekat. "Pertama ini masih Januari, jadi ruang fiskalnya masih cukup luas. Jadi tidak ada kenaikan dalam waktu dekat," ujar dia, kemarin. Airlangga menyadari harga minyak mentah dunia memang sedang berada dalam tren kenaikan. Hanya saja, kenaikan itu belum bisa menjadi acuan lantaran baru terjadi pada satu bulan pertama di 2024. Dalam sebulan terakhir, harga minyak WTI dan Brent naik masing-masing sebesar 3,66% dan 3,16% menjadi US$ 73 dan US$ 78 per barel. Pemerintah akan terus memantau perkembangan harga minyak mentah. Airlangga bilang, evaluasi terhadap anggaran subsidi BBM baru dilakukan dalam kurun waktu enam bulan pertama di 2024.

Pasokan Berlebih Mendinginkan Lagi Harga Batubara

07 Feb 2024
Setelah cukup lama tertahan di bawah US$ 120 per ton, harga batubara berbalik arah pada Senin (5/2). Harga batubara kontrak pengiriman Maret 2024 di ICE Newcastle naik 3,13% menjadi US$ 123,65 per ton. Tapi kalau dilihat sejak awal tahun 2024, harga batubara sudah turun 6,29% dan sempat menyentuh level terendah sejak Mei 2021. Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo mengatakan, pelemahan harga batubara akibat kelebihan pasokan di pasar batubara China. Terjadi peningkatan produksi dan lonjakan impor batubara yang signifikan. Sutopo menyebutkan, produksi batubara Tiongkok naik 2,9% dari tahun sebelumnya menjadi 4,66 miliar metrik ton pada tahun 2023 yang menjadi rekor produksi tertinggi. Selain itu, impor batubara China juga naik 61,8% menjadi 474,42 juta metrik ton pada tahun 2023, yang juga mencapai kenaikan tertinggi. Selain itu, pembeli mulai menimbun batubara menjelang liburan Tahun Baru Imlek, yang dimulai pada 10 Februari tahun ini. Produksi batubara China akan meningkat pada tahun 2024 meskipun terjadi insiden penambangan baru-baru ini di Provinsi Henan, China, yang diprediksi akan berdampak terhadap produksi di bulan-bulan pertama tahun 2024. Direktur Laba Forexindo Berjangka. Ibrahim Assuaibi memperkirakan, harga batubara pada tahun ini masih akan lebih rendah dibandingkan harga tahun lalu. Selain sentimen dari China, penurunan harga minyak dunia juga berdampak pada koreksi harga komoditas energi turunannya, yakni gas alam dan batubara. Ditambah lagi, musim dingin di Eropa dan belahan bumi utara lainnya tidak sedingin biasanya, karena musim panas ekstrem."Hal itu pun juga mempengaruhi permintaan batubara dari negara-negara Eropa," kata dia.