;

INVESTASI, Menanti Kemilau Emas pada Tahun Naga Kayu

Ekonomi Yoga 09 Feb 2024 Kompas (H)
INVESTASI, Menanti Kemilau
Emas pada Tahun
Naga Kayu

Tahun baru China, Imlek 2575, akan segera tiba pada Sabtu (10/2). Berdasarkan penanggalan China, hal itu  menandai Tahun Naga berelemen Kayu atau Naga Kayu. Budaya China meyakini, shio hewan mitologi yang biasa digambarkan seperti ular besar, terbang di langit, dan menyemburkan api tersebut menjadi simbol kekuatan, kekuasaan, kekayaan, kesuksesan, dan kemakmuran. Perpaduannya dengan elemen kayu yang melambangkan kreativitas dan vitalitas menjadikan Naga Kayu dianggap shio istimewa sekaligus dinantikan banyak orang. Naga diyakini sebagai shio yang paling beruntung dalam siklus 12 tahunan sekaligus penuh dengan energi dan impian akan adanya perubahan dunia, menunjukkan harapan terhadap kehidupan yang lebih baik tatkala tahun berganti.

Karena kondisi perekonomian saat ini masih dirundung ketidakpastian, setelah melalui situasi sulit pandemi Covid-19, situasi perekonomian global kembali menghadapi ketidakpastian akibat pecah konflik geopolitik, perlambatan ekonomi, dan tekanan suku bunga negara-negara maju. Di tengah perekonomian yang diselimuti ketidakpastian, emas dapat menjadi investasi yang relatif aman (safe haven). Hal ini tidak lepas dari sifat emas yang stabil dan menguntungkan tatkala situasi serba tak pasti akibat guncangan perekonomian, politik, dan geopolitik, yang tecermin dalam perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Bank Dunia memperkirakan, pertumbuhan ekonomi global akan melambat dari 2,6 % pada 2023 menjadi 2,4 % pada 2024. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, sepanjang 2023, emas telah menorehkan kinerja yang positif di tengah tingkat suku bunga tinggi bank sentral global.

Selain itu, kinerja emas juga tercatat telah mengungguli komoditas obligasi dan sebagian pasar saham. ”Dengan ketidakpastian di pasar keuangan global, emas yang merupakan safe haven asset dapat menjadi salah satu alternatif investasi. Namun, potensi upside (pertumbuhan) saat ini terbatas karena adanya potensi higher for longer (era suku bunga tinggi) dari The Fed (bank sentral AS) sehingga dollar AS cenderung masih akan kuat,” katanya, Rabu (7/2). Selain faktor suku bunga, tensi geopolitik di Timur Tengah dan permintaan bank sentral global terhadap emas juga memicu pergerakan harga emas.

Equities Specialist DBS Group Research, Maynard Arif, menyebut, ada indikasi masyarakat mengalokasikan dananya pada investasi emas lantaran merupakan aset yang stabil di tengah kondisi global yang tidak menentu. Berdasarkan perkiraan Bareksa, harga emas Antam di Indonesia berpotensi menyentuh level Rp 1,15 juta-Rp 1,25 juta per gram pada 2024. Dibandingkan dengan target harga emas 2023 sebesar Rp 1,1 juta per gram yang telah tercapai sejak 24 November 2023, proyeksi harga emas pada 2024 bakal meningkat 13,6 %. Pada 5 Februari 2024, emas Antam tercatat di harga Rp 1,136 juta per gram. Ekspektasi penurunan suku bunga The Fed pada paruh kedua 2024 nanti diyakini dapat memberikan katalis positif terhadap pertumbuhan emas mendatang. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :