;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

Divestasi Vale Indonesia Ditargetkan Tuntas Pekan Depan

17 Feb 2024
Pemerintah menargetkan divestasi 14% saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) ke MIND ID rampung pada Senin (19/2/202). Harga pelaksanaan  transaksi itu mencapai Rp 3.000 per saham, diskon dibandingkan penutupan perdagangan kemarin Rp 3.690. Setelah kabar ini mencuat, saham INCO terpangkas 7,7% dari sebelumnya Rp 4.000. Kesepakatan harga transaksi itu terjadi dipengujung batas waktu kesepakatan umum (head of agreement/HoA) antara MIND ID, Vale Canada Limited, dan Sumitomo Metal Mining Co. Ltd selaku pemegang saham. HoA itu ditandatangani pada 18 November 2023 di San fransisco, Amerika Serikat (AS). Perjanjian ini memiliki batas  waktu selama 90 hari. Artinya, pada 18 Februari 2024, kesepakatan harus dicapai ketiga pihak. Penyelesaian divestasi ini berkorelasi dengan pemberian perpanjangan konsensi Vale selama 20 tahun. (Yetede)

United Tractors Tetap Ekspansi ke Bisnis Mineral

17 Feb 2024
Emiten tambang dan alat berat Grup Astra, PT United Tractors Tbk (UNTR) tetap mempertahankan rencananya untuk ekspansi ke portfolio komoditas mineral, kendati ditengah tren pelemahan harga komoditas  seperti emas, nikel, dan tembaga secara global. Padahal jika menilik pergerakan harga komoditas mineral seperti emas, nikel, dan tembaga (copper) secara real time di pasar global, harga komoditas-komoditas  meniral tersebut  kompak penurunan secara baik secara mingguan maupun year-to-date (ytd). Harga emas misalnya, komoditas ini mengalami pelemahan harga sebesar 1,00% secara mingguan dan minus 2,58% secara ytd. Tren serupa juga terjadi pada harga nikel yang menurun sebanyak 1,89% secara ytd dan 36,84% secara yoy. Tanpa terkecuali, harga tembaga  yang menyusut 2,54% secara ytd di pasar US dan memerah sebesar 1,95% di pasar London. (Yetede)

Pupuk Mahal dan Langka Picu Lonjakan Harga Beras

17 Feb 2024
Harga beras merangkak naik dalam beberapa  pekan terakhir, sehingga membuat masyarakat cemas. Bahkan, dibeberapa daerah, harga beras premium sudah menembus Rp 18.000 per kilogram (kg), sedangkan beras medium mencapai Rp15.000 per kg. Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkapkan, penyebab lonjakan harga beras adalah fenomenena El Nino 2023 yang berdampak pada waktu tanam dan ongkos produksi tinggi, akibat harga pupuk mahal dan langka. "Jadi, ongkos produksi beras meningkat, mengikuti kenaikan harga pupuk. Adapun EL Nino memicu kekeringan, sehingga produksi beras menurun," kata Sekretaris Bapannas Sarwo Edhy di Bandung. Sarwo menegaskan, kenaikan harga beras tidak ada kaitannya dengan menjelang Ramadhan. Faktor pemicunya lebih ke dampak waktu tanam yang mundur akibat El Nino. Bapanas kata dia menyebut tidak ada penimbunan dan diharapkan dalam waktu dekat harga beras bisa normal kembali. (Yetede)

Agar Kenaikan Harga Pangan Teredam

17 Feb 2024
Sejak beberapa hari terakhir, Muhammad Iqbal beralih mengkonsumsi beras curah. Sebelumnya, ia dan istrinya terbiasa membeli beras kemasan 5 kilogram. Namun beras premium tersebut semakin sulit ditemui di sejumlah retail modern. Warga Kecamatan Maja, Banten, tersebut mengatakan, saat mengunjungi beberapa toko, stok beras selalu habis. “Istri saya nyari sampai sekarang masih susah. Sekarang beli eceran,” kata Iqbal kepada Tempo, kemarin. Harga beras curah pun kini melonjak dibanding sebelumnya. Untuk mendapat beras dengan kualitas baik, harganya sekitar Rp 15 ribu. “Pernah coba beli yang Rp 12 ribu, berasnya kuning,” ujarnya.

Pengalaman Iqbal juga dialami Tuti Diah—bukan nama sebenarnya. Dia kesulitan menemukan beras premium di retail langganannya di kawasan Kalimalang, Jakarta Timur. Berdasarkan pantauan Tempo pada Kamis lalu, stok beras juga kosong di sejumlah toko retail modern di Jakarta Selatan. Di dua minimarket yang didatangi Tempo di bilangan Pasar Minggu dan Bangka, tak terlihat adanya beras, baik premium maupun medium merek SPHP, yang dipajang di rak. Hanya ada substitusi beras, seperti beras merah dan beras porang.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Roy N. Mandey menjelaskan, keterbatasan suplai beras disebabkan oleh masa panen yang belum terjadi. Adapun masa panen diperkirakan pada pertengahan Maret 2024. Secara bersamaan, kata Roy, beras tipe medium merek SPHP yang diimpor pemerintah juga belum masuk.  Selain beras premium langka di sejumlah toko retail, harganya naik. Pada panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), beras jenis ini terus naik, bahkan sejak Januari 2024. (Yetede)




Ogah Tercekik Musim Paceklik

17 Feb 2024
DAPUR Veronika Uto sudah tak pernah lagi mengepulkan aroma Patei Silaita, pangan lokal yang biasa dikenal sebagai jagung titi. Mama Vero, sapaan akrab Veronika, lalu menunjukkan karung-karung kosong yang teronggok di sudut dapur itu. Hanya satu karung yang masih terisi jagung pulut atau jagung ketan, bahan baku utama Patei Silaita. Itu pun hanya tersisa separuh. “Kami gagal panen! Bencana datang bertubi-tubi, salah satunya El Nino,” kata petani yang kini berusia 63 tahun itu ketika ditemui di rumahnya, Desa Pajinian, Pulau Adonara, Selasa, 6 Februari 2024. 

Patei Silaita merupakan kudapan warisan leluhur suku Lamaholot, masyarakat adat yang mendiami Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Disebut jagung titi karena, untuk membuatnya, jagung pulut ditumbuk hingga bentuknya serupa dengan emping melinjo. Olahan jagung ini biasa disajikan sebagai makanan pokok bersama sayuran dan ikan. Masyarakat juga menjadikannya sebagai bagian penting dalam upacara adat perkawinan, kematian, dan menjamu tamu. Ketika pasokan jagung pulut di rumahnya menipis, Vero tak bisa senyampang itu mengganti bahan baku Patei Silaita dengan jenis hibrida. Sebab, varietas hibrida lebih keras dan rentan remuk ketika ditumbuk. Sedangkan olahan Patei Silaita membutuhkan biji bertekstur empuk dan lengket. Karakteristiknya hanya ditemukan pada jagung pulut.

Pulau Adonara merupakan penghasil jagung pulut alias waxy corn. Jagung ketan ini memiliki ciri unik dengan rasa manis, aroma khas, dan tampilan mencolok. Hanya, produksi varietas lokal tersebut hanya 2 ton per hektare, jauh lebih rendah dibanding jenis hibrida yang mampu menghasilkan 7-10 ton per hektare. Fenomena El Nino, yang dampaknya mulai terasa di sebagian wilayah Indonesia pada pertengahan tahun lalu, memukul petani di Flores Timur. Curah hujan pada musim kemarau kering berkepanjangan turun drastis dan memicu kekeringan. Stok jagung di rumah Vero, juga masyarakat adat di Adonara atau warga Flores Timur lainnya, pun berkurang. Kabupaten dengan jumlah penduduk 287 ribu jiwa tersebut kini tak memiliki cadangan pangan yang cukup akibat krisis pangan. (Yetede)

Harga Beras Melambung, Bulog Terus Guyur Pasar

17 Feb 2024
Perum Bulog mengklaim mulai menggencarkan kembali distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Beras (SPHP), baik ke ritel modern maupun pasar tradisional. Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurti mengatakan, pendistribusian ini untuk memastikan ketersediaan pasokan beras dan menjaga harga bahan pangan ini tidak terbang lebih tinggi dari sekarang. Menurut Bayu, berdasarkan pantauan langsungnya, ketersediaan beras di ritel-ritel modern sudah mulai terisi kembali. "Saya juga mengecek ke Pasar Tradisional Rawamangun dan Transmart Cempaka Putih. Di kedua tempat ini, beras SPHP-nya tersedia cukup. Kami akan terus menggelontorkan beras SPHP ke berbagai saluran distribusi guna memastikan kebutuhan masyarakat tercukupi,” kata Bayu dalam keterangan resminya kemarin. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menegaskan, ketersediaan cadangan beras pemerintah (CBP) melimpah. Dan, Bulog telah mengguyur beras SPHP ke pasar.

TARIK REM KENAIKAN HARGA

17 Feb 2024

Pemerintah perlu bergegas untuk mengantisipasi lonjakan harga di sejumlah bahan pangan strategis yang meningkat sejak awal tahun agar inflasi pangan tak menjadi ancaman serius bagi perekonomian nasional. Berdasarkan Panel Harga Bapanas—situs resmi harga pangan strategis Indonesia—Jumat, (16/2), harga kebutuhan pokok rerata meningkat. Harga beras premium terkerek 0,54% sepanjang tahun berjalan (year-to-date/YtD) menjadi Rp15.940 per kilogram (kg). Beras medium juga naik 0,49% menjadi Rp13.970 per kg. Jumlah tersebut jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang dipatok Rp10.900—Rp11.800 per kg. Harga minyak goreng curah turut naik 0,27% ke harga Rp15.210 per liter, padahal HET komoditas ini tercatat Rp14.000 per liter. Lonjakan harga pangan ini terjadi di tengah permintaan yang mulai meningkat sejak awal tahun hingga menjelang Ramadan. Sejalan dengan itu, Bank Indonesia (BI) merilis survei teranyar bahwa masyarakat sudah memiliki ekspektasi kenaikan harga pada Maret 2024 atau saat Ramadan tiba. 

Asisten Gubernur dan Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono menerangkan Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) Maret 2024 tercatat 132,3 dari posisi 115,1 pada Februari 2024. Ini karena dipicu oleh peningkatan permintaan barang pada Ramadan. Oleh karena itu, pemerintah mulai menyiapkan sejumlah strategi guna meredam inflasi dan pengendalian harga untuk menjaga daya beli konsumen tetap kuat. Beberapa di antaranya adalah intervensi pasar, pengawasan kelancaran stok dan distribusi kebutuhan pokok, serta insentif bantuan pangan. Kasan, Kepala Badan Kebijakan Perdagangan Kementerian Perdagangan, menyampaikan, secara periodik pemerintah melakukan pemantauan, baik yang bersifat teknis melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPID) maupun pemantauan stok dan harga barang kebutuhan pokok di pasar. Adapun, untuk mengantisipasi kelangkaan kebutuhan bahan pokok seperti beras, Kemendag berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Pengawasan juga dilakukan terhadap stok barang kebutuhan pokok melalui koordinasi dengan pelaku usaha dan asosiasi untuk memastikan pasokan dan stok cukup. 

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional I Gusti Ketut Astawa memastikan bahwa ketersediaan kebutuhan pokok sangat memadai, baik untuk menghadapi Lebaran maupun bulan-bulan berikutnya. Menurutnya, kenaikan harga beras terjadi sebagai dampak dari defisit produksi beras dibandingkan dengan konsumsi beras pada Januari dan Februari 2024. Produksi beras tidak mencapai target seiring dengan terjadinya gagal panen akibat El Nino. Di sisi lain, peritel modern mendesak pemerintah untuk mempercepat penyaluran beras SPHP untuk meredam tingginya harga komoditas ini. HR & Corporate Communications Director Transmart Satria Hamid menyampaikan Perum Bulog sudah mulai menggelontorkan beras SPHP sejak beberapa waktu lalu. Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies (Celios) Media Wahyudi Askar menilai kenaikan beras yang tidak bisa dikontrol akan menimbulkan efek domino pada komoditas lain. Tak pelak, penting bagi pemerintah untuk memantau lonjakan harga dan mengatasi kelangkaan pangan.

KOMODITAS POKOK & PENTING : Pasokan Beras Cukup untuk Bantuan Pangan

17 Feb 2024

Perum Bulog memastikan stok beras nasional mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Idul fitri tahun ini, karena telah mengamankan cadangan beras pemerintah sebanyak 1,4 juta ton. Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi mengatakan bahwa stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dimiliki pihaknya sangat cukup untuk digunakan oleh pemerintah untuk melaksanakan sejumlah program andalan, seperti bantuan pangan beras. “Ini sangat cukup untuk kebutuhan penyaluran bantuan pangan beras sampai dengan Juni, penyaluran stabilisasi pasokan dan harga pangan [SPHP], dan menghadapi puasa serta Lebaran,” katanya, Jumat (16/2). Untuk diketahui, pemerintah kembali menyalurkan bantuan pangan beras per 15 Februari 2024, setelah sebelumnya sempat dihentikan pada 8—14 Februari 2024 untuk menghindari adanya politisasi terhadap program tersebut. Badan Pangan Nasional (Bapanas) pun mencatat bantuan pangan beras telah terealisasi sebanyak 185.000 ton hingga 7 Februari 2024. Bantuan tersebut ditujukan kepada 22.004.077 atau 22 juta keluarga penerima manfaat (KPM) berdasarkan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) yang dikelola oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Berdasarkan Panel Harga Bapanas kemarin, rata-rata harga beras di seluruh wilayah Indonesia terus bergerak naik menjauhi harga eceran tertinggi (HET). Adapun, pemerintah menetapkan HET Rp13.900—Rp14.800 per kilogram untuk beras premium, dan Rp10.900—Rp11.800 per kilogram untuk beras medium. Secara terpisah, Kepala Satuan Tugas Pangan Polri Brigjen Pol Whisnu Hermawan menyampaikan bahwa pengawasan tersebut dilakukan di daerah yang menjadi sentra produksi beras untuk memastikan jalur pasokannya aman. Whisnu menambahkan, pihaknya tengah menyoroti tempat penggilingan beras, gudang-gudang penyimpanan, toko retail modern, dan pasar tradisional agar mengetahui hambatan dalam pendistribusian beras.

Ekspor batu Bara Kontraksi 19,68 di Awal Tahun

16 Feb 2024
Nilai ekspor batu bara tercatat sebesar US$ 2,41 miliar pada Januari 2024, turun 19,68% dari posisi Desember 2023 dan kontraksi hingga 29,76% dibandingkan Januari 2023. Hal ini turut menekan nilai ekspor sektor pertambangan dan lainnya maupun kinerja ekspor secara keseluruhan. "Nilai ekspor batu bara turun US$ 590,1 juta atau 19,68% secara bulanan," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Badan Statistik (BPS) Amalia Adininggar Waidyasanti dalan konferensi pers di Kantor Pusat BPS. Menurut dia tak karena harga, terpangkasnya  ekspor batu bara secara bulanan juga dikarenakan  oleh penurunan volume ekspor. Secara volume, terjadi penurunan 18,06%. "Di pasar global ada penurunan tren harga batu bara, ini lebih disebabkan oleh  penurunan harga yang lebih mendalam," tutur Amalia. (Yetede)

Impor Beras Naik 78% di Awal tahun

16 Feb 2024
Badan Pusat Statistik (BPS)  melaporkan volume impor beras pada Januari 2024 mencapai 433 ribu ton, naik 78% dari bulan sama tahun lalu sebanyak 243 ribu ton. Namun, jumlah itu turun 18 dari bulan sebelumnya sebanyak 531 ribu ton. Sebanyak lima negara pemasok beras dengan sumbangan terbesar pada  Januari 2024 adalah Thailand sebanyak 237 ribu ton, Pakistan 129,7 ribu ton, Myanmar 41 ribu ton, Vietnam 32 ribu ton, dan Kamboja 2,5 ribu ton. "Beras-beras ini tidak dilepas ke pasar, tetapi tergantung pada kebijakan, sehingga polanya tidak ada yang bisa kita ketahui secara pasti, tergantung dari kebijakan impor pemerintah," ucap Pelaksana Tugas (plt) Kepala BPS Amali Adininggar Widyasanti. Total impor secara keseluruhan pada Januari 2024 mencapai US$ 18,51 miliar, turun 3,13% dari bulan sebelumnya. (Yeted)