;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5820 )

Indonesia Darurat Impor Pangan

24 Feb 2024

Ketergantungan impor pangan makin memprihatinkan. Bukan cuma beras, impor masif juga terjadi di banyak komoditas pangan lain. Mulai dari gula, garam, susu, daging hingga bawang bergantung dengan impor. Bukan kali pertama ini terjadi. Impor pangan terus bertambah, mencapai rekor. Namun, konsentrasi pemerintah belum full ke sektor pangan. Mari kita telisik data-data impor pangan. Selain impor beras yang mencapai lebih dari tiga juta ton pada 2023 lalu, Indonesia juga harus menambal kebutuhan gula nasional sebesar 5,8 juta ton. Berdasarkan data BUMN Pangan, ID Food, produksi gula dalam negeri maksimal hanya 2,4 juta ton per tahun, jauh di bawah kebutuhan nasional yang sampai 7 juta ton. Alhasil, defisitnya tinggi hingga 4,6 juta ton. Setali tiga uang. Dalam neraca pangan nasional per 24 November 2023, kebutuhan kedelai dalam negeri sepanjang tahun 2.591.617 ton atawa 215.968 ton per bulan. Badan Pangan Nasional (Bapanas) memproyeksikan, produksi kedelai lokal cuma 346.821 ton, 14% dari kebutuhan dan impor 2,3 juta ton. Artinya, 85% kebutuhan domestik dari impor. Seretnya pasokan pangan membuat harga melambung. Reynaldi Sarijowan, Sekretaris Jenderal Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikapi) menyebut, harga beras kini kian simpang siur. "Pedagang kesulitan mendapat beras premium karena stok yang dimiliki penggilingan juga terbatas," sebutnya kepada KONTAN, Jumat (23/2).

Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution Ronny P. Sasmita, fluktuasi harga komoditas pangan terjadi karena relasi permintaan dan penawaran dengan produksi tak seimbang. Guru Besar Teknologi Hasil Pertanian Unika Santo Thomas Medan Posman Sibuea melihat, produksi pangan dalam negeri makin tak cukup untuk memenuhi peningkatan konsumsi yang pesat. Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi bilang, salah satu kunci utama peningkatan produksi pangan antara lain pendetailan target produktivitas pertanian, pemanfaatan asuransi pertanian, serta pendetailan 26.000 outlet pupuk. "Untuk menggenjot produksi, pemerintah menambah subsidi pupuk Rp 14 triliun atau setara dengan 2,5 juta ton pupuk," ungkap dia.

GAS INDUSTRI : Kepastian Harga Dinanti

24 Feb 2024

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih mengkaji kelanjutan kebijakan harga gas bumi tertentu (HGBT) untuk industri penerima selepas 2024. Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan saat ini tengah berkoordinasi intensif dengan Kementerian Perindustrian pembahasan lanjutan alokasi gas murah tahun depan. Sejumlah aspek yang dikaji terkait dengan implementasi dan pasokan gas untuk menunjang program HGBT tersebut. Ketua Umum Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB) Yustinus Gunawan menanti kepastian akan keberlanjutan kebijakan HGBT atau harga gas murah untuk industri usai transisi pemerintahan. Menurutnya, pengguna gas industri khawatir kebijakan tersebut berhenti pada 2024, sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 91/2023 tentang Pengguna Gas Bumi Tertentu dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri. Dalam beleid tersebut, harga gas murah telah mengalami kenaikan menjadi di atas US$6 per MMBTU, mencabut aturan sebelumnya Kepmen ESDM No 134/2021 yang mengacu pada Perpres 121/2020. Pelaksanaan harga gas murah tebukti sangat efektif ketika pandemi. Yustinus menggambarkan kebijakan HGBT seperti infus untuk industri pengolahan ketika awal pandemi, dan menja-di transfusi ketika dampak pandemi menyusul.

Belum Tuntas Redistribusi di Lokasi Prioritas

24 Feb 2024
Hingga menjelang akhir masa pemerintahan Presiden joko Widodo, penyelesaian konflik di lokasi prioritas reforma agraria (LPRA) belum mencapai target. Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA) Dewi Kartika mengatakan, dari 851 lokasi yang ditetapkan, penyelesaian konflik dan redistribusi baru terealisasi di 21 desa. "Pada 2020, Presiden memberi janji target penyelesaian 50% LPRA, tap masih belum tercapai," kata Dewi saat dihubungi. Ia menilai belum ada kelanjutan komitmen penyelesaian dari pemerintah, padahal data LPRA sudah dipegang oleh kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan nasional. (Yetede)

MNP Tekan Biaya Logistik Indonesia Timur

23 Feb 2024
Presiden RI Joko Widodo meminta stakeholder  pelabuhan mampu menekan biaya logistik nasional yang masih berada diangka 14%, atau tertinggal dibandingkan dengan negara lain dalam presentase 9-12%. Hal tersebut disampaikan Jokowi usai meresmikan Makasar New Port (MNP) di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (22/02) pagi. Presiden meyakini, pelabuhan ini siap menjadi hub  terbesar sekaligus meningkatkan efisiensi biaya logistik di Indonesia Timur. "Ini akan menjadi pelabuhan besar di Indonesia bagian timur yang kita harapkan bisa mengefisiensi biaya-biaya  logistik yang ada di tanah Air kita," kata jokowi. Jokowi juga menyebutkan bahwa logistik di Indonesia masih berada di angka 24% pada 10 tahun yang lalu. Hal ini dikarenakan lokasi antara pelabuhan, kawasan industri, hingga pabrik-pabrik yang tidak saling terintegrasi sehingga  biaya logistik menjadi tidak efisien. "Sekarang biaya logistik kita sudah turun kurang lebih 14%. Sudah turun banyak tetapi tetap masih sedikit lebih tinggi dari negara lain dan ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama," katanya.(Yetede)

INCO Masih Tertekan Harga Nikel

22 Feb 2024

Kinerja PT Vale Indonesia Tbk (INCO) diproyeksi turun di 2024. Meski begitu, prospek INCO dinilai tetap positif didorong perkembangan industri kendaraan listrik.Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Arinda Izzaty mengatakan, tren pertumbuhan kinerja INCO akan terkoreksi akibat adanya kelebihan pasokan yang menyebabkan tekanan pada harga nikel. Ia memperkirakan harga nikel tahun ini berkisar US$ 16.000 - 17.000 per ton setelah rata-rata tahun lalu di kisaran US$ 21.688 ton.Berdasar data Bloomberg, harga nikel untuk kontrak tiga bulan di level harga Rp 16.347 per ton pada Rabu (21/2). "Kami menilai hal ini mungkin saja menjadi peluang bagi INCO. Menurunnya harga nikel justru akan meningkatkan permintaan akan nikel terutama yang menjadi bahan baku baterai NMC," ujarnya, Rabu (21/2).Selama ini kendaraan listrik yang menggunakan Litium Nikel Mangan Kobalt Oksida (NMC) adalah kendaraan listrik kelas atas. Sehingga dengan menurunnya harga nikel, bukan tidak mungkin dapat menekan harga kendaraan listrik yang menggunakan baterai NMC dan dapat bersaing dengan kendaraan listrik yang menggunakan baterai Lithium Ferro-Phospate (LFP). "Prospek nikel sebagai bahan utama baterai NMC masih menonjol, mengingat NMC mendominasi pasar kendaraan listrik 50%-60% dibandingkan LFP," sambungnya.Dus, di tengah tekanan harga nikel, Arinda memperkirakan adanya potensi pertumbuhan volume penjualan. Terlebih pemerintah sangat mendukung industri tersebut melalui berbagai insentif.

Tekanan harga Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Miftahul Khaer mengatakan, meski belakangan naik, tetapi harga nikel masih turun lebih dari 40% dibanding tahun lalu. Harga tersebut juga mendekati level harga terendah sejak 2021."Penurunan ini tak lepas dari banjirnya pasokan baru nikel dari Indonesia dalam dua tahun terakhir," ujar Miftahul, Rabu (21/2).Kondisi surplus telah memicu penurunan yang lebih cepat pada harga nikel LME sejak awal kuartal IV 2023 menjadi di bawah US$ 17.000 per ton. Di tengah tekanan harga nikel, Mifta memperkirakan rata-rata harga jual (ASP) nikel INCO tahun ini berkisar US$ 13.260 per ton. Harga tersebut lebih rendah seiring pula volume produksi nikel yang kemungkinan tetap bertahan pada tingkat tinggi. Sementara Analis MNC Sekuritas Alif Ihsanario memperkirakan pendapatan INCO tahun ini turun 18,69% menjadi US$ 1 miliar dan laba bersih turun 49,69% menjadi US$ 138 juta.Prospek INCO tertahan karena ada juga kekhawatiran berkurangnya permintaan nikel karena meningkatnya preferensi industri kendaraan listrik terhadap baterai LFP. LFP memiliki siklus hidup yang lebih tinggi dan risiko lebih rendah.

Harga Beras Melambung, Saham Emitennya Kian Membumbung

22 Feb 2024
Tren harga beras nasional yang terus meningkat, membawa berkah bagi saham emiten produsen beras seperti PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) dan PT Buyung Poetra Sembada, Tbk (HOKI). Harga beras medium saat ini sudah jauh melambung diatas harga eceran tertinggi (HET) Rp 10.900 per kg. Kenaikan harga bahan pokok itu sejalan dengan harga saham produsen beras yang juga telah melesat dalam sepekan terakhir. Berdasarkan data RTI, saham NASI melesat hingga  10,14% dalam satu pekan terakhir  ke posisi Rp 76. Saham emiten beras  lainnya yakni HOKI juga menguat 6,4% dalam satu minggu terakhir ke level Rp183. Kalangan analis percaya, tren kenaikan tersebut masih akan  berlanjut dan membuka  peluang gain saham NASI dan HOKI. "Taget harga HOKI selanjutnya  berada di resistance Rp204, senada dengan kebutuhan pangan yang cenderung meningkat  mendekati bulan puasa. Sedangkan target harga NASI berpotensi menyentuh angka  Rp 86 dalam waktu dekat, karena terdapatnya akumulasi yang cukup kuat pada saham ini," kata Senior Vice Presiden Head of Retail Marketing & Product Development Division Henan Putihrai Asset Management Reza Fahmi. (Yetede)

Kenaikan Inflasi Volatile Food hanya Temporer

22 Feb 2024
Bank Indonesia (BI) memandang naiknya inflasi komoditas pangan harga bergejoak (volatile food) pada januari 2024 hanya terjadi secara temporer dan masih terkendali. Hal itu secara keseluruhan tidak akan mengganggu arah kebijakan yang prostability. Adapun faktor terjadinya inflasi pangan adalah faktor El Nino, musiman, dan juga tertundanya musim panen. Dari sisi global, terjadi gangguan atau rantai yang bisa berisiko naiknya harga komoditas pangan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) komponen inflasi  harga bergejolak sebesar 7,22% dan memberikan andil 1,14% ke inflasi Januari 2024. Tekanan inflasi komponen harga bergejolak masih tinggi. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi Januari 2024. Tekanan inflasi komponen harga bergejolak masih tinggi. Komoditas yang memberikan andil inflasi adalah beras, bawang putih, tomat, cabe merah, dan daging ayam ras. (Yetede)

Tensi kenaikan Harga Beras Mereda Mulai Maret

21 Feb 2024
Kementerian Pertanian (Kementan) optimistis tensi kenaikan harga beras mulai mereda pada Maret tahun ini atau saat panen raya skala luas terjadi serempak di banyak daerah di Indonesia. Produksi beras pada Maret 2024  diperkirakan mencapai 3,51 juta ton, jauh lebih tinggi dibandingkan Januari dan Februari yang masing-masing hanya 0,91 juta ton  dan 1,39 juta ton, sementara konsumsi per bulan sekitar 2,54 juta ton. Adapun rerata nasional harga beras medium pada 20 februarai 2024 telah menembus Rp 14.120 per kilogram (Kkg), padahal sepanjang Februari 2023 masih Rp 11.660 per kg. Berdasarkan Kerangka Sampel Area Badan Pusat Statistik (KSABPS) amatan Desember 2023. Produksi padi nasional Januari 2024 sebesar 1,58 juta ton gabah kering giling (GKG), februari 2,42 juta ton, dan maret 6,1 juta ton, itu sejalan luas panen Januari 2024 yang sekitar 315 ribu hektare (ha), Februari 478 ribu ha. (Yetede)

”Leuit”, Simbol Ketahanan Pangan dan Lambang Kemakmuran

21 Feb 2024

Bagi masyarakat suku Baduy, leuit atau lumbung padi bukan sekadar tempat menyimpan hasil panen. Bangunan bertiang kayu, berdinding anyaman bambu, dan beratap daun rumbia atau kirai itu menjadi simbol ketahanan pangan sekaligus lambang kemakmuran urang Kanekes, di Baduy Dalam, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. ”Hampir semua warga Baduy memiliki leuit. Hasil panen padi dari puluhan tahun lalu disimpan di situ,” ujar Sarif (38), warga Kampung Cibeo, Baduy Dalam (10/2). Selain Cibeo, di Baduy Dalam terdapat dua kampong lain, yaitu Cikartawana dan Cikeusik. Namun, leuit juga dimiliki oleh warga Baduy Luar yang tersebar di lebih dari 50 kampung. Dalam buku Potret Kehidupan Masyarakat Baduy yang ditulis Djoewisno MS (1987), leuit merupakan cermin kehidupan kepala keluarga yang sudah mapan membangun rumah tangga. Leuit merupakan wujud ketahanan pangan orang Baduy yang diwariskan oleh leluhur mereka. Leuit memiliki ukuran beragam, bergantung pada hasil panen padi huma para pemiliknya. Kapasitasnya bisa mencapai 1.000 pocong (ikat) atau 2,5 ton sampai 3 ton. Padi huma ditanam di ladang tadah hujan. Masyarakat Baduy menanam padi sekali setahun tanpa pupuk kimia.

Padi dipanen setelah berumur enam bulan. Setelah dipanen menggunakan etem atau ani-ani, padi dijemur dan dibersihkan kelopak-kelopak jerami dari tangkainya. Padi kemudian diikat dengan rapi dan diangin-anginkan beberapa hari untuk menghilangkan debu atau kotoran yang melekat pada butiran gabah. Setelah itu, dimasukkan ke lumbung dengan disusun secara rapi. Letak tangkai di bagian dalam untuk menghindari kelembaban. Cara menyimpan padi yang diwariskan turun-temurun ini mampu membuat padi tidak rusak dan tetap layak dikonsumsi meski disimpan bertahun-tahun. Sarif menuturkan, padi di dalam leuit berfungsi sebagai cadangan makanan. Jadi, tidak boleh digunakan sembarangan, apalagi dijual. Beras dari padi leuit biasanya dipakai ketika hajatan dan acara adat serta sebagai tabungan pangan untuk berjaga-jaga jika terjadi musibah.

Warga Baduy juga menanam palawija dan buah-buahan, seperti durian, cempedak, dan rambutan. Sebagian warga juga membuat gula aren dari pohon kawung. Hasil penjualannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dengan begitu, mereka tetap memiliki penghasilan tanpa harus menjual padi. Selain itu, beberapa warga juga menjadi pemandu bagi pengunjung yang ingin bersilaturahmi ke Baduy Dalam. Pengunjung mesti berjalan kaki sekitar 9 km dari Terminal Ciboleger. Orang Baduy memiliki lambang kemakmuran sendiri, salah satunya leuit. ”Semakin banyak leuit, berarti semakin makmur pemiliknya,” ujar Ayah Naldi (43), warga Kampung Cibeo. Setiap kepala keluarga biasanya memiliki lebih dari satu leuit. Bahkan, ada yang mempunyai 10 leuit. Namun, banyaknya jumlah leuit tidak untuk dipamerkan. Apalagi, letaknya tidak berada di dekat rumah, tetapi di pinggir perkampungan. (Yoga) 

Potensi Penyimpanan Karbon RI Mencapai 577 Gigaton

21 Feb 2024

Penghitungan yang dilakukan Kementerian ESDM menunjukkan potensi penyimpanan karbon di Indonesia total sebesar 577 gigaton. Potensi penyimpanan terbesar terletak di laut lepas utara Jatim. Terbitnya Perpres tentang penangkapan dan penyimpanan karbon atau CCS diharapkan membuat teknologi itu benar-benar bisa diterapkan di Indonesia. Dirjen Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Tutuka Ariadji, dalam sosialisasi Perpres No 14 Tahun 2024 tentang CCS, di Jakarta, Selasa (20/2) memaparkan bahwa dari hasil penghitungan dengan standar keteknikan industri migas diketahui potensi kapasitas penyimpanan karbon dengan metode saline aquifer (reservoir air bersalinitas tinggi) sebesar 572,77 gigaton dan metode depleted oil and gas reservoir (reservoir migas yang telah mengalami penurunan produksi) sebesar 4,85 gigaton, yang didapat dari penghitungan 20 cekungan (basin) yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, yang statusnya sudah berproduksi.

Kapasitas terbesar ada di cekungan North East Java yang terletak di laut lepas utara Jatim. Cekungan diperkirakan mampu menyimpan karbon sebesar 100,83 gigaton dengan metode saline aquifer dan 0,151 gigaton dengan metode depleted reservoir. CCS ialah teknologi penangkapan dan penyimpanan Emisi karbon sehingga tidak terlepas ke atmosfer. Karbon yang dihasilkan, baik dari industri migas maupun nonmigas, ditangkap lalu disuntikkan ke perut bumi. Pada industri migas, karbon dioksida yang ditangkap dimanfaatkan untuk memberi penambahan (incremental) produksi minyak ataupun gas bumi. Dengan demikian, teknologi tersebut disebut carbon capture, utilization and storage (CCUS). Tutuka menuturkan, angka tersebut masih berupa estimasi.

”Industri atau kita baru akan tahu berapa kapasitas persis penyimpanannya setelah menginjeksikan (karbon dioksida). Sekarang, kan, belum injeksi. Jadi, angka tersebut masih level paling dasar,” katanya. Perpres No 14/2024 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Penangkapan dan Penyimpanan Karbon, yang diundangkan 30 Januari 2024. melengkapi Permen ESDM No 2/2023 tentang Penyelenggaraan CCS dan CCUS pada Kegiatan Usaha Hulu Migas. Salah satu hal yang tertuang dalam Perpres No 14/2024 adalah praktik CCS lintas batas (cross border). Artinya, karbon dioksida yang dihasilkan industri di negara lain dapat diangkut untuk kemudian diinjeksikan ke depleted reservoir/saline aquifer di Indonesia, porsi untuk CCS cross border 30 % dari total kapasitas, sisanya 70 %, untuk domestik. Terkait nilai ekonomi praktik CCS, Tutuka mengemukakan bahwa saat ini masih terlalu awal untuk menghitung nilai ekonomi yang didapat dari penerapan teknologi itu. Menurut dia, yang menjadi prioritas saat ini ialah yang utama bisa jalan lebih dulu. (Yoga)