Lingkungan Hidup
( 5820 )Indonesia Darurat Impor Pangan
Ketergantungan impor pangan makin memprihatinkan. Bukan cuma beras, impor masif juga terjadi di banyak komoditas pangan lain. Mulai dari gula, garam, susu, daging hingga bawang bergantung dengan impor. Bukan kali pertama ini terjadi. Impor pangan terus bertambah, mencapai rekor. Namun, konsentrasi pemerintah belum full ke sektor pangan. Mari kita telisik data-data impor pangan. Selain impor beras yang mencapai lebih dari tiga juta ton pada 2023 lalu, Indonesia juga harus menambal kebutuhan gula nasional sebesar 5,8 juta ton. Berdasarkan data BUMN Pangan, ID Food, produksi gula dalam negeri maksimal hanya 2,4 juta ton per tahun, jauh di bawah kebutuhan nasional yang sampai 7 juta ton. Alhasil, defisitnya tinggi hingga 4,6 juta ton. Setali tiga uang. Dalam neraca pangan nasional per 24 November 2023, kebutuhan kedelai dalam negeri sepanjang tahun 2.591.617 ton atawa 215.968 ton per bulan. Badan Pangan Nasional (Bapanas) memproyeksikan, produksi kedelai lokal cuma 346.821 ton, 14% dari kebutuhan dan impor 2,3 juta ton. Artinya, 85% kebutuhan domestik dari impor. Seretnya pasokan pangan membuat harga melambung. Reynaldi Sarijowan, Sekretaris Jenderal Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikapi) menyebut, harga beras kini kian simpang siur. "Pedagang kesulitan mendapat beras premium karena stok yang dimiliki penggilingan juga terbatas," sebutnya kepada KONTAN, Jumat (23/2).
Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution Ronny P. Sasmita, fluktuasi harga komoditas pangan terjadi karena relasi permintaan dan penawaran dengan produksi tak seimbang.
Guru Besar Teknologi Hasil Pertanian Unika Santo Thomas Medan Posman Sibuea melihat, produksi pangan dalam negeri makin tak cukup untuk memenuhi peningkatan konsumsi yang pesat. Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi bilang, salah satu kunci utama peningkatan produksi pangan antara lain pendetailan target produktivitas pertanian, pemanfaatan asuransi pertanian, serta pendetailan 26.000 outlet pupuk. "Untuk menggenjot produksi, pemerintah menambah subsidi pupuk Rp 14 triliun atau setara dengan 2,5 juta ton pupuk," ungkap dia.
GAS INDUSTRI : Kepastian Harga Dinanti
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih mengkaji kelanjutan kebijakan harga gas bumi tertentu (HGBT) untuk industri penerima selepas 2024. Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan saat ini tengah berkoordinasi intensif dengan Kementerian Perindustrian pembahasan lanjutan alokasi gas murah tahun depan. Sejumlah aspek yang dikaji terkait dengan implementasi dan pasokan gas untuk menunjang program HGBT tersebut.
Ketua Umum Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB) Yustinus Gunawan menanti kepastian akan keberlanjutan kebijakan HGBT atau harga gas murah untuk industri usai transisi pemerintahan. Menurutnya, pengguna gas industri khawatir kebijakan tersebut berhenti pada 2024, sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 91/2023 tentang Pengguna Gas Bumi Tertentu dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri.
Dalam beleid tersebut, harga gas murah telah mengalami kenaikan menjadi di atas US$6 per MMBTU, mencabut aturan sebelumnya Kepmen ESDM No 134/2021 yang mengacu pada Perpres 121/2020. Pelaksanaan harga gas murah tebukti sangat efektif ketika pandemi. Yustinus menggambarkan kebijakan HGBT seperti infus untuk industri pengolahan ketika awal pandemi, dan menja-di transfusi ketika dampak pandemi menyusul.
Belum Tuntas Redistribusi di Lokasi Prioritas
MNP Tekan Biaya Logistik Indonesia Timur
INCO Masih Tertekan Harga Nikel
Kinerja PT Vale Indonesia Tbk (INCO) diproyeksi turun di 2024. Meski begitu, prospek INCO dinilai tetap positif didorong perkembangan industri kendaraan listrik.Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Arinda Izzaty mengatakan, tren pertumbuhan kinerja INCO akan terkoreksi akibat adanya kelebihan pasokan yang menyebabkan tekanan pada harga nikel. Ia memperkirakan harga nikel tahun ini berkisar US$ 16.000 - 17.000 per ton setelah rata-rata tahun lalu di kisaran US$ 21.688 ton.Berdasar data Bloomberg, harga nikel untuk kontrak tiga bulan di level harga Rp 16.347 per ton pada Rabu (21/2). "Kami menilai hal ini mungkin saja menjadi peluang bagi INCO. Menurunnya harga nikel justru akan meningkatkan permintaan akan nikel terutama yang menjadi bahan baku baterai NMC," ujarnya, Rabu (21/2).Selama ini kendaraan listrik yang menggunakan Litium Nikel Mangan Kobalt Oksida (NMC) adalah kendaraan listrik kelas atas. Sehingga dengan menurunnya harga nikel, bukan tidak mungkin dapat menekan harga kendaraan listrik yang menggunakan baterai NMC dan dapat bersaing dengan kendaraan listrik yang menggunakan baterai Lithium Ferro-Phospate (LFP). "Prospek nikel sebagai bahan utama baterai NMC masih menonjol, mengingat NMC mendominasi pasar kendaraan listrik 50%-60% dibandingkan LFP," sambungnya.Dus, di tengah tekanan harga nikel, Arinda memperkirakan adanya potensi pertumbuhan volume penjualan. Terlebih pemerintah sangat mendukung industri tersebut melalui berbagai insentif.
Tekanan harga Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Miftahul Khaer mengatakan, meski belakangan naik, tetapi harga nikel masih turun lebih dari 40% dibanding tahun lalu. Harga tersebut juga mendekati level harga terendah sejak 2021."Penurunan ini tak lepas dari banjirnya pasokan baru nikel dari Indonesia dalam dua tahun terakhir," ujar Miftahul, Rabu (21/2).Kondisi surplus telah memicu penurunan yang lebih cepat pada harga nikel LME sejak awal kuartal IV 2023 menjadi di bawah US$ 17.000 per ton. Di tengah tekanan harga nikel, Mifta memperkirakan rata-rata harga jual (ASP) nikel INCO tahun ini berkisar US$ 13.260 per ton. Harga tersebut lebih rendah seiring pula volume produksi nikel yang kemungkinan tetap bertahan pada tingkat tinggi. Sementara Analis MNC Sekuritas Alif Ihsanario memperkirakan pendapatan INCO tahun ini turun 18,69% menjadi US$ 1 miliar dan laba bersih turun 49,69% menjadi US$ 138 juta.Prospek INCO tertahan karena ada juga kekhawatiran berkurangnya permintaan nikel karena meningkatnya preferensi industri kendaraan listrik terhadap baterai LFP. LFP memiliki siklus hidup yang lebih tinggi dan risiko lebih rendah.
Harga Beras Melambung, Saham Emitennya Kian Membumbung
Kenaikan Inflasi Volatile Food hanya Temporer
Tensi kenaikan Harga Beras Mereda Mulai Maret
”Leuit”, Simbol Ketahanan Pangan dan Lambang Kemakmuran
Bagi masyarakat suku Baduy, leuit atau lumbung padi bukan
sekadar tempat menyimpan hasil panen. Bangunan bertiang kayu, berdinding
anyaman bambu, dan beratap daun rumbia atau kirai itu menjadi simbol ketahanan
pangan sekaligus lambang kemakmuran urang Kanekes, di Baduy Dalam, Desa
Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. ”Hampir semua warga Baduy
memiliki leuit. Hasil panen padi dari puluhan tahun lalu disimpan di situ,”
ujar Sarif (38), warga Kampung Cibeo, Baduy Dalam (10/2). Selain Cibeo, di
Baduy Dalam terdapat dua kampong lain, yaitu Cikartawana dan Cikeusik. Namun,
leuit juga dimiliki oleh warga Baduy Luar yang tersebar di lebih dari 50
kampung. Dalam buku Potret Kehidupan Masyarakat Baduy yang ditulis Djoewisno MS
(1987), leuit merupakan cermin kehidupan kepala keluarga yang sudah mapan
membangun rumah tangga. Leuit merupakan wujud ketahanan pangan orang Baduy yang
diwariskan oleh leluhur mereka. Leuit memiliki ukuran beragam, bergantung pada
hasil panen padi huma para pemiliknya. Kapasitasnya bisa mencapai 1.000 pocong
(ikat) atau 2,5 ton sampai 3 ton. Padi huma ditanam di ladang tadah hujan.
Masyarakat Baduy menanam padi sekali setahun tanpa pupuk kimia.
Padi dipanen setelah berumur enam bulan. Setelah dipanen
menggunakan etem atau ani-ani, padi dijemur dan dibersihkan kelopak-kelopak
jerami dari tangkainya. Padi kemudian diikat dengan rapi dan diangin-anginkan
beberapa hari untuk menghilangkan debu atau kotoran yang melekat pada butiran
gabah. Setelah itu, dimasukkan ke lumbung dengan disusun secara rapi. Letak tangkai
di bagian dalam untuk menghindari kelembaban. Cara menyimpan padi yang
diwariskan turun-temurun ini mampu membuat padi tidak rusak dan tetap layak
dikonsumsi meski disimpan bertahun-tahun. Sarif menuturkan, padi di dalam leuit
berfungsi sebagai cadangan makanan. Jadi, tidak boleh digunakan sembarangan,
apalagi dijual. Beras dari padi leuit biasanya dipakai ketika hajatan dan acara
adat serta sebagai tabungan pangan untuk berjaga-jaga jika terjadi musibah.
Warga Baduy juga menanam palawija dan buah-buahan, seperti
durian, cempedak, dan rambutan. Sebagian warga juga membuat gula aren dari
pohon kawung. Hasil penjualannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Dengan begitu, mereka tetap memiliki penghasilan tanpa harus menjual padi.
Selain itu, beberapa warga juga menjadi pemandu bagi pengunjung yang ingin
bersilaturahmi ke Baduy Dalam. Pengunjung mesti berjalan kaki sekitar 9 km dari
Terminal Ciboleger. Orang Baduy memiliki lambang kemakmuran sendiri, salah
satunya leuit. ”Semakin banyak leuit, berarti semakin makmur pemiliknya,” ujar
Ayah Naldi (43), warga Kampung Cibeo. Setiap kepala keluarga biasanya memiliki
lebih dari satu leuit. Bahkan, ada yang mempunyai 10 leuit. Namun, banyaknya
jumlah leuit tidak untuk dipamerkan. Apalagi, letaknya tidak berada di dekat
rumah, tetapi di pinggir perkampungan. (Yoga)
Potensi Penyimpanan Karbon RI Mencapai 577 Gigaton
Penghitungan yang dilakukan Kementerian ESDM menunjukkan potensi
penyimpanan karbon di Indonesia total sebesar 577 gigaton. Potensi penyimpanan terbesar
terletak di laut lepas utara Jatim. Terbitnya Perpres tentang penangkapan dan
penyimpanan karbon atau CCS diharapkan membuat teknologi itu benar-benar bisa
diterapkan di Indonesia. Dirjen Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM
Tutuka Ariadji, dalam sosialisasi Perpres No 14 Tahun 2024 tentang CCS, di Jakarta,
Selasa (20/2) memaparkan bahwa dari hasil penghitungan dengan standar keteknikan
industri migas diketahui potensi kapasitas penyimpanan karbon dengan metode
saline aquifer (reservoir air bersalinitas tinggi) sebesar 572,77 gigaton dan
metode depleted oil and gas reservoir (reservoir migas yang telah mengalami
penurunan produksi) sebesar 4,85 gigaton, yang didapat dari penghitungan 20
cekungan (basin) yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, yang statusnya
sudah berproduksi.
Kapasitas terbesar ada di cekungan North East Java yang terletak
di laut lepas utara Jatim. Cekungan diperkirakan mampu menyimpan karbon sebesar
100,83 gigaton dengan metode saline aquifer dan 0,151 gigaton dengan metode
depleted reservoir. CCS ialah teknologi penangkapan dan penyimpanan Emisi
karbon sehingga tidak terlepas ke atmosfer. Karbon yang dihasilkan, baik dari
industri migas maupun nonmigas, ditangkap lalu disuntikkan ke perut bumi. Pada
industri migas, karbon dioksida yang ditangkap dimanfaatkan untuk memberi
penambahan (incremental) produksi minyak ataupun gas bumi. Dengan demikian,
teknologi tersebut disebut carbon capture, utilization and storage (CCUS). Tutuka
menuturkan, angka tersebut masih berupa estimasi.
”Industri atau kita baru akan tahu berapa kapasitas persis penyimpanannya
setelah menginjeksikan (karbon dioksida). Sekarang, kan, belum injeksi. Jadi,
angka tersebut masih level paling dasar,” katanya. Perpres No 14/2024 tentang
Penyelenggaraan Kegiatan Penangkapan dan Penyimpanan Karbon, yang diundangkan 30
Januari 2024. melengkapi Permen ESDM No 2/2023 tentang Penyelenggaraan CCS dan
CCUS pada Kegiatan Usaha Hulu Migas. Salah satu hal yang tertuang dalam Perpres
No 14/2024 adalah praktik CCS lintas batas (cross border). Artinya, karbon
dioksida yang dihasilkan industri di negara lain dapat diangkut untuk kemudian
diinjeksikan ke depleted reservoir/saline aquifer di Indonesia, porsi untuk CCS
cross border 30 % dari total kapasitas, sisanya 70 %, untuk domestik. Terkait nilai
ekonomi praktik CCS, Tutuka mengemukakan bahwa saat ini masih terlalu awal
untuk menghitung nilai ekonomi yang didapat dari penerapan teknologi itu.
Menurut dia, yang menjadi prioritas saat ini ialah yang utama bisa jalan lebih
dulu. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









