;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

Siasat Berhemat Saat Harga Bahan Pokok Melesat

20 Feb 2024

Dompet warga kelas ekonomi menengah turut terdampak akibat kenaikan harga bahan pokok yang kian melesat. Mereka pun harus memiliki siasat untuk berhemat. Warga Jakarta Timur, Alfiyah (35) meminta uang lebih sebesar Rp 150.000 kepada suaminya untuk belanja bulanan akibat harga sejumlah komoditas naik, seperti cabai merah hingga beras. ”Yang paling terasa itu harga cabai rawit dari Rp 65.000 menjadi Rp 90.000 per kg dalam seminggu. Naiknya tidak tanggung-tanggung, Rp 25.000,” katanya, Senin (19/2). Alfiyah mengaku tidak mengurangi atau mengubah masakannya, kecuali pengurangan cabai. Ia lebih memilih menambah pengeluaran dibandingkan pemangkasan pengeluaran. Belanja bulanan bahan pangan yang biasanya dianggarkan Rp 3,5 juta untuk empat orang, kini ditambah Rp 150.000 sejak awal Februari.

”Paling mengurangi cabai saja. Kalau harga cabai lagi murah, pakai cabainya untuk sambal lebih banyak. Kalau harga naik, jumlahnya dikurangi,” tutur Alfiyah yang juga bekerja sebagai pedagang baju ini. Satu bulan lalu, harga beras premium Rp 75.000 per 5 kg. Lalu, naik menjadi Rp 84.000 per 5 kg. Meski kenaikan hanya Rp 10.000, sangat terasa bagi Alfiyah. Karyawan swasta di Jakarta Pusat, Rista Ayodia (24) merasa kenaikan harga di sejumlah komoditas turut memengaruhi pemangkasan diskon dalam berbelanja makanan secara daring di lokapasar. ”Sebagai anak kos, saya lebih sering memesan makanan secara daring karena menunya lebih beragam dan banyak diskon. Tetapi, sejak sebulan terakhir, saya merasa promo yang ditawarkan semakin berkurang. Biasanya Rp 32.000 sudah dapat dua makanan, tetapi sekarang nyaris Rp 40.000 untuk dua makanan harga termurah,” kata Rista.

Rista harus putar otak, selisih harga Rp 5.000 hingga Rp 10.000 cukup tinggi baginya. Ia pun mulai beralih membeli makanan secara langsung ke warung terdekat dengan harga Rp 15.000 per porsi, yang sesuai anggarannya. Penghasilan Rista sebulan Rp 7 juta. Warga asal Magelang, Jateng, ini hidup sendiri dengan menyewa kos di Jakarta. Kenaikan harga kebutuhan pokok juga berdampak pada pelaku usaha makanan di Jakarta. Para penjual makanan harus menempuh beragam strategi agar bertahan. Penjual sate taichan di Jaksel, Ahmad Hartono (32) misalnya, menambahkan lebih banyak air di sambal buatannya. ”Bahan utama di sate taichan itu cabai. Jadi harus tetap ada dan enak. Saya menambahkan sedikit air agar sambalnya bisa lebih banyak karena harga cabai sangat mahal sekarang,” katanya. (Yoga) 

POTENSI MIGAS : Sumur Eksplorasi Prospektif dari Sumbagut

20 Feb 2024

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Sumatra Bagian Utara (Sumbagus) mengungkapkan bahwa ada dua penemuan besar sepanjang tahun lalu oleh Kontaktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di wilayah tersebut.Kepala SKK Migas Sumbagut Rikky Rahmat Firdaus mengatakan bahwa penemuan besar itu pertama adalah Geng North di wilayah Laut Kalimantan dan Layaran, di mana Sumur Layaran-1 atau sumur gas, berasal dari KKKS Mubadala Energy di lepas pantai (offshore) Provinsi Aceh. Berdasarkan laporan dari Mubadala Energy (South Andaman) RSC Ltd, imbuhnya, temuan sumur Layaran-1 memiliki potensi mencapai 6 triliun kaki kubik (TCF) gas-in-place. Temuan ini bahkan melebihi dari penemuan sumur Geng North-1 belum lama ini yang digadang-gadang masuk ke dalam tiga besar dunia. Selain temuan di wilayah offshore Aceh tersebut, sumur eksplorasi lainnya yang berhasil discovery yaitu di sumur BLN-01 oleh KKKS EMP Tunas Energy di wilayah kerja (WK) South CPP, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.Sumur BLN-01 akan dibor sedalam 1.950 feet atau sekitar 700. Ada juga potensi cadangan migas dari sumur Sidingin 1 oleh KKKS Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Provinsi Riau.Dia mengakui pencapaian penting pada 2023 ini adalah hasil dari kegiatan pengeboran sumur di wilayah Sumbagut yang mencapai 545 sumur, yang terdiri atas 12 sumur eksplorasi, dan 533 sumur pengembangan.

BAHAN PANGAN : HARGA BERAS TERPICU FAKTOR MUSIMAN

20 Feb 2024

Pemerintah menyatakan kenaikan harga beras di pasar dipicu oleh faktor musiman berupa berkurangnya pasokan komoditas pangan setiap periode Januari—Februari. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan pasokan beras memang berkurang akibat panen padi yang mundur di tengah fenomena El Nino.“Kenapa harga beras premium naik? Ini soal supply dan demand,” katanya saat memantau stok beras di salah satu gerai ritel modern di Jakarta, Senin (19/2).Dia menjelaskan stok beras yang terbatas membuat harga melambung. Bahkan, kenaikan harga beras premium sudah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintaha. Saat ini, harga beras premium sudah menyentuh level Rp72.000 per 5 kilogram (kg) hingga Rp80.000 per 5 kg, sedangkan HET beras premium ditetapkan Rp69.500 per 5 kg.Selain pasaokan berkurang, Mendag menambahkan disparitas harga yang tinggi juga memicu kelangkaan beras di ritel modern. Saat ini, konsumen beras premium mulai beralih ke beras program stabilitas pasokan harga pangan (SPHP) yang juga menyebabkan pasokan beras SPHP cepat habis. Menurutnya, pasokan beras premium ke ritel modern mengalami hambatan hingga menimbulkan kelangkaan. Peritel kesulitan mendatangkan beras premium lantaran ada kenaikan harga di tingkat produsen yang melampaui HET. Namun, Zulkifli menegaskan bahwa kecepatan suplai menjadi kunci untuk mencegah kelangkaan dan kenaikan harga beras. Deputi III Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Bidang Perekonomian Edy Priyono sependapat dengan pernyataan Mendag. Dia menilai akar masalah mahalnya harga beras beberapa waktu terakhir imbas dari suplai yang menurun. Faktor El Nino memicu masa tanam padi mundur dan volumenya turun. Bahkan, dia mengamini bahwa terjadi gagal tanam di sejumlah daerah. Edy menjelaskan rendahnya produksi juga sudah diproyeksikan BPS sejak November 2023 yaitu di bawah 2,5 juta ton. Sebaliknya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sejumlah bahan pangan mengalami lonjakan harga usai pemilu atau menjelang Ramadan.Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan harga cabai merah, minyak goreng, telur, daging ayam, beras dan gula pasir menjadi penyumbang kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada pekan ketiga Februari 2024 di sejumlah daerah. Secara terperinci, komoditas dengan andil terbesar kenaikan IPH di Sumatra didominasi oleh cabai merah, daging ayam ras dan beras. Untuk komoditas penyumbang terbesar kenaikan IPH di Pulau Jawa didominasi oleh beras, cabai merah dan daging ayam ras.Untuk di luar Sumatra dan Jawa kenaikan IPH didominasi oleh komoditas daging ayam ras, cabai rawit, beras dan cabai merah. Di samping itu, perkembangan harga minyak goreng pada pekan ketiga Februari 2024 juga naik sekitar 1,25% dibandingkan harga rata-rata Januari 2024 yaitu mencapai Rp17.691 per liter. Di samping itu, perkembangan harga minyak goreng pada pekan ketiga Februari 2024 juga naik sekitar 1,25% dibandingkan harga rata-rata Januari 2024 yaitu mencapai Rp17.691 per liter.

Menjelang Ramadan, Pemerintah Jaga Pasokan Sembako

20 Feb 2024
Pemerintah terus menjaga ketersediaan sembilan bahan pokok (sembako). Langkah ini dilakukan sebagai wujud pemerintah menjaga laju inflasi yang terkait dengan ketersediaan harga pangan bergejolak (volatile food) Hal ini disampaikan Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto setelah melakukan pertemuan dengan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Senin (19/2/2024). Jika dirinci, sembako terdiri atas beras, gula pasir, minyak goreng, dan mentega, daging, telur ayam, susu, bawang, gas, dan minyak tanah, serta garam. "Lebaran sudah dekat, jadi kita minta supaya sembilan bahan pokok bisa tersedia, karena urusan sayakan  soal inflasi, karena kalau ini inflasi sayakan khawatir (harga sembako) akan meningkat," ucap Airlangga. (Yetede)

Harga Beras Terus Meroket, Perlu Langkah Lanjutan

19 Feb 2024

Langkah pemerintah menggelontorkan beras ke ritel, pasar swalayan, dan pasar-pasar di daerah ternyata belum mampu menahan kenaikan harga beras. Harga beras di sejumlah daerah hingga Minggu (18/2) masih terus naik. Sejumlah langkah yang telah dilakukan pemerintah sepanjang pekan lalu belum cukup untuk meredam lonjakan harga. Pemerintah perlu mengambil langkah-langkah lanjutan untuk mengatasi persoalan ini. Berdasarkan pantauan Kompas, harga beras medium di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Jabar, pada Minggu sudah melesat hingga Rp 17.500 per kg. Hanya dua hari, kenaikannya Rp 2.500 per kg. Fadhil (24), pedagang di Pa- sar Kosambi, mengaku, kenaikan ini terbilang tinggi. Biasanya harga beras medium hanya Rp 13.000 per kg. Dari distributornya di Sragen, Jateng, ia mendapat informasi bahwa mereka tidak memiliki banyak stok untuk dijual. Harga beras premium pun belum terkendali, dari biasanya Rp 16.000 per kg kini menjadi Rp 18.000 per kg. Fadhil berharap pemerintah bisa mencari jalan keluar masalah ini.

”Semua jenis beras susah didapat. Saya sudah pesan 3 ton beras ke distributor di Jateng sejak dua pekan lalu. Namun, sampai sekarang belum ada barangnya,” kata Fadhil lesu. Harga beras saat ini sudah jauh melampaui HET yang ditetapkan oleh pemerintah, yakni Rp 10.900-Rp 11.800 per kg berdasarkan zonasi untuk beras medium. Branch Corporate Communication Alfamart Bandung Elisa Refila mengungkapkan, pelaku usaha ritel kesulitan memenuhi stok beras premium. ”Kondisi ini terjadi di ritel kami dan supermarket lainnya. Kami terus berupaya mengatasi kondisi ini dengan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat,” ujarnya. Tidak hanya di kota besar, kelangkaan beras premium juga terjadi di sentra padi, seperti di Kabupaten Cirebon. Sabtu (17/2) sore, seorang warga, Artantiani Putri (32), kesulitan mendapatkan beras premium. Di supermarket Griya Jamblang, tempat penjualan beras kosong melompong. (Yoga) 

Menjinakkan Gonjang-ganjing Beras

19 Feb 2024

Lonjakan harga beras ke rekor tertinggi terjadi sebulan terakhir. Di sejumlah daerah, beras premium dan medium juga raib dari pasar tradisional dan toko ritel modern. Kenaikan harga beras jauh di atas HET yang ditetapkan pemerintah itu terjadi seiring mundurnya masa panen dan berkurangnya pasokan dari sentra produksi (Kompas, 17/2/2024). Sebelumnya, pemerintah dalam berbagai kesempatan juga melontarkan sinyal ancaman inflasi pangan. Lonjakan harga beras berpotensi mendongkrak inflasi, yang berarti memukul daya beli masyarakat. Untuk meredam gejolak harga, pemerintah terus melakukan operasi pasar, mengguyur pasar dengan beras Bulog. Bantuan pangan melalui penyaluran beras bantuan 10 kg kepada 22 juta keluarga penerima manfaat dilanjutkan hingga Juni 2024.

Setelah Juni 2024, pemerintah menyatakan akan melihat kemampuan APBN. Bulog menjamin, stok beras 1,180 juta ton aman hingga Ramadhan dan Lebaran. Stok ini ditopang beras impor karena pengadaan dalam negeri terkendala produksi yang turun dan tingginya harga gabah tingkat petani. Defisit produksi dalam negeri terjadi delapan bulan terakhir, tetapi BPS memprediksi puncak panen dan surplus beras akan terjadi Maret 2024. Ironisnya, jelang panen raya Maret, pemerintah justru berencana impor beras 1 juta ton. Jumlah ini gabungan sisa kuota impor 2023 dan sebagian dari kuota impor 2024 (2 juta ton). Memenuhi kebutuhan dalam negeri dan cadangan beras memang penting, tetapi pemerintah juga harus memastikan penggelontoran beras impor tak menekan harga gabah kering panen petani.

Meski sempat mengalami surplus secara sporadis, produksi beras nasional relatif stagnan, bahkan turun rata-rata 1 % per tahun sepuluh tahun terakhir. Padahal, konsumsi terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk. Kita memahami, dengan defisit produksi beras dalam negeri yang masih harus ditutup dengan impor, stabilisasi harga dan pasokan beras tak bisa mengabaikan situasi global. Kenaikan harga beras dewasa ini juga merupakan fenomena global. Bank Dunia memperkirakan kenaikan harga beras akibat El Nino dan kebijakan larangan ekspor negara produsen masih akan berlanjut pada 2024, dengan harga diperkirakan belum akan turun hingga 2025. (Yoga) 

Penyadap Nira Kelapa

19 Feb 2024
Supangat (51) memanjat pohon kelapa untuk menyadap nira di Desa Tembelang, Candimulyo, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (18/2/2024). Penyadapan nira ini dilakukan dua kali sehari. Harga jual nira, yang digunakan untuk bahan baku gula kelapa, saat ini sekitar Rp 21.000 per kilogram. Permintaan gula kelapa di kawasan itu meningkat karena dibutuhkan warga untuk membuat hidangan menjelang upacara nyadran, tradisi yang dilakukan warga sebelum memasuki bulan Ramadhan. (Yoga)

Musim Tanam Mundur Picu Harga Beras Naik

18 Feb 2024

Kenaikan harga beras yang bervariasi masih terjadi di banyak daerah dan dikhawatirkan berlangsung hingga bulan Ramadhan. Musim tanam padi yang terganggu akibat El Nino ditengarai memicu minimnya panen sehingga harga beras naik. Di Pasar Tambak Rejo, Surabaya, Sabtu (17/2) beras dengan kualitas medium rata-rata dipasarkan dengan harga Rp 11.817 per kg, naik 4,25 % atau Rp 482 per kg dibandingkan hari sebelumnya, di Rp 11.335 per kg. Adapun beras dengan kualitas premium mengalami kenaikan harga lebih tinggi. Rata-rata pedagang menjual beras premium Rp 14.959 per kg, naik Rp 1.082 per kg dari hari sebelumnya, di Rp 13.877 per kg, kenaikannya mencapai 7,80 %. Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono, Sabtu (17/2) mengatakan, kenaikan harga beras dipicu tingginya harga gabah ditingkat petani.

Bahkan, harga gabah kering panen saat ini mencapai Rp 7.410 per kg, lebih tinggi 48,2 % dibanding harga acuan yang ditetapkan pemerintah, di Rp 5.000 per kg. Kenaikan harga gabah tersebut dipicu menurunnya produksi beras secara nasional karena minimnya panen di musim hujan. itu, Kabid Perdagangan dan Pengendalian Harga Pokok Penting Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cirebon Sidik Wibowo berpendapat, kenaikan harga beras kali ini disebabkan faktor El Nino yang membuat musim tanam mundur. Fenomena iklim yang ditandai dengan kekeringan tersebut menyebabkan hujan terlambat turun di Cirebon. Akhirnya, masa tanam yang harusnya dimulai Oktober-Desember mundur hingga Januari dan Februari. Selain itu, lahan pertanian di sejumlah kecamatan juga dilanda kekeringan. ”Jadi, produksi beras berkurang. Kalaupun ada gabah, harganya sudah mahal,” ucap Sidik.  (Yoga) 

Aktivitas Pelayaran Berisiko Tinggi

18 Feb 2024

Gelombang tinggi pada Februari ini berisiko bagi pelayaran. Di Laut Arafuru, tanker minyak MT Koan tenggelam dihantam ombak. Cuaca ekstrem juga masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 2,5 meter terjadi di wilayah perairan Maluku. Masyarakat pesisir yang hendak melaut dan berlayar diimbau waspada mengingat risiko terhadap keselamatan cukup tinggi. Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Ambon, Suaif Iriyanto, menjelaskan, gelombang setinggi 1,25-2,5 meter di Maluku terjadi di Laut Arafuru, Laut Seram, Laut Banda, perairan Kepulauan Kei, Kepulauan Aru, Kepulauan Tanimbar, dan Kepulauan Babar.

Hal ini didorong oleh pola angin kencang dengan kecepatan 6 hingga 25 knot yang bergerak dari bagian utara hingga timur laut Indonesia. Selain itu, gelombang tinggi juga didorong angin yang bergerak dengan kecepatan 4-25 knot di wilayah barat daya Indonesia. Dengan kondisi tersebut, aktivitas masyarakat yang menggunakan perahu nelayan, tongkang, dan feri masuk dalam kategori risiko tinggi keselamatan pelayaran. ”Selain di Laut Arafuru, kecepatan angin tertinggi terjadi di Selat Makassar dan Laut Natuna Utara serta diprediksi terjadi hingga Minggu (18/2). Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter berisiko bagi perahu nelayan,” ucapnya di Ambon, Maluku, Sabtu (17/2). (Yoga) 

Pasokan Seret, Beras Langka dan Mahal

17 Feb 2024

Harga beras terus naik seiring mundurnya masa panen dan berkurangnya pasokan dari sentra produksi. Di beberapa daerah, stok beras di pasar tradisional dan toko ritel berkurang atau kosong. Di Bandung, Jabar, sejumlah pedagang di pasar tradisional dan pelaku usaha ritel mengeluhkan kelangkaan beras jenis medium dan premium. Kondisi ini terjadi sebulan terakhir. Kelangkaan terjadi, di Pasar Kosambi, salah satu acuan pemda dalam pemantauan inflasi. Andri Muhammad Thahir (35), salah seorang pedagang di Pasar Kosambi, mengungkapkan, stok beras yang biasanya dia dapatkan 3 ton per minggu kini turun 50 %. ”Biasanya saya menjual beras medium dengan harga Rp 12.500 per kg. Akibat stok terbatas, harga jualnya Rp 15.500 per kg,” kata Andri. Rahmat Kurnia (55), pedagang beras lain di Pasar Kosambi, menyatakan, kenaikan harga beras cukup signifikan sejak awal tahun ini. ”Kenaikan harga beras (kualitas) medium dan premium telah mencapai Rp 3.000 per kg,” kata Rahmat.

Branch Corporate Communication Alfamart Bandung Elisa Refila mengungkapkan, pihaknya sebagai pelaku usaha ritel kesulitan memenuhi stok beras premium. Kondisi ini juga dialami peritel lain. ”Kami berupaya mengatasi dengan berkoordinasi dengan pemerintah setempat,” ucap Elisa. Di Surabaya, Jatim, harga beras premium naik 38-39 % sejak awal 2024. Pada awal tahun, harga beras premium Rp 13.000 per kg, namun, melonjak menjadi Rp 18.000 per kg dalam dua pekan terakhir. Beras berkualitas rendah dijual dengan harga Rp 10.900 per kg, tetapi beras kualitas ini langka di pasar-pasar dan kios-kios khusus yang ditunjuk oleh tim pengendali inflasi daerah. Situasi serupa terjadi untuk beras premium. Selain di kios dan lapak pedagang pasar, beras kualitas ini dijual di toko ritel sampai supermarket. Di beberapa lokasi di Surabaya, beras premium masih ada, tetapi jumlahnya terbatas. Ini tampak dari ketiadaannya di rak-rak pajang sejumlah ritel. Untuk membeli beras premium, konsumen terkadang harus memesan terlebih dahulu. (Yoga)