;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5820 )

BERAS, Kendati Harga Naik, Warga Tak Perlu Panik

26 Feb 2024

Warga diimbau tenang dan tidak panik di tengah kenaikan harga beras, pemerintah menjamin persediaan beras telah dipersiapkan dengan baik sejak jauh-jauh hari. Warga juga diminta tidak khawatir kekurangan pasokan. Panel Harga Pangan Bapanas, Minggu (25/2) mencatat, rata-rata harga beras premium di DKI Jakarta Rp 16.770 per kg. Beras medium rata-rata Rp 14.870 per kg. Harga rata-rata beras premium secara nasional Rp 16.300 per kg dengan harga tertinggi di Papua Pegunungan, Rp 24.000 per kg. Adapun harga rata-rata nasional beras medium Rp 14.250 per kg dengan harga tertinggi di Papua Pegunungan Rp 22.000 per kg. Tingginya harga beras membuat Ratna Fitriyah (38) warga Jaksel, rela berjalan lebih jauh untuk mendapatkan harga beras lebih murah.

Sabtu (24/2), ia membeli beras medium program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) seharga Rp 53.000 per kemasan 5 kg di kantor Kecamatan Pasar Minggu (25/2) Jaksel. ”Kalau ada promo atau subsidi beras, saya ke sana. Meski persediaan beras masih ada, harus beli biar dapat harga yang lebih murah,” katanya. Ia berharap program subsidi beras terus diadakan mengingat bulan Ramadhan segera tiba. Triana (33), warga Jaktim, mengaku sempat panik akibat hilangnya beras premium di ritel-ritel modern be- berapa hari lalu. ”Di loka pasar, harga beras premium Rp 88.000 per 5 kg. Saya beli 10 kg karena takut kehabisan,” ujarnya. Anita (35), warga Jakpus, tak mampu lagi membeli sekarung beras seberat 25 kg.

Ia kini membeli beras satu liter per hari untuk menyiasati tingginya harga bahan pokok itu. ”Dari bulan Januari, saya jadi ngirit dan ngurangin porsi beras. Kami keberatan, semua harga serba naik, tidak hanya beras,” katanya. Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengimbau masyarakat tidak terpengaruh kecenderungan panic buying, terutama dalam pembelian beras. Per 19 Februari 2024, total stok beras secara nasional yang dikelola oleh Bulog, 1,4 juta ton. Penyerapan beras yang bersumber dari petani dalam negeri tahun ini realisasinya menyentuh 107.000 ton. Pada Maret 2024, Arief memproyeksikan akan terjadi panen 3,5 juta ton beras. Proyeksi ini diharapkan menambah pasokan yang cukup signifikan dan membantu menekan harga beras di pasaran. Meski demikian, penurunan harga beras akan bertahap. (Yoga) 

2023, Perbankan Kantongi Laba Rp 243 Triliun

26 Feb 2024
Industri perbankan  sepanjang 2023 telah membukukan laba bersih mencapai Rp243,33 triliun. Capaian tersebut meningkat 21,57% dibandingkan dengan laba periode 2022 senilai Rp 201,82 triliun. Setelah beberapa bulan pertumbuhan laba perbankan mengalami perlambatan, per Desember 2023 laba kembali tumbuh tinggi 20,57% secara year on year (yoy). Dimana, per November  2023 laba tumbuh 18,15% (yoy) dan Oktober tumbuh 18,45% (yoy). Terlihat di akhir tahun perbankan mulai ngegas menumbuhkan cuan. Berdasarkan data Statistik Perbangkan Indonesia (SPI) yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), laba bersih perbankan pada 2023 didukung oleh pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar Rp 529,66 triliun, tumbuh 8,57% (yoy). Margin bunga bersih (net interest margin/NIM) perbankan juga meningkat di akhir tahun menjadi 4,81% dibandingkan 2022 di level 4,71%. (Yetede)

Menimbang Masa Depan Antam Setelah Dihantam Penurunan Harga Nikel

26 Feb 2024
Kinerja Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)  diproyeksi memiliki masa depan cerah kendati di tengah tantangan pelemahan harga jual rata-rata (Avarage Selling Price/ASP) nikel hingga 40%. Prediksi ini merujuk pada potensi laba bersih yang dibukukan perseroan sepanjang 2023 sebesar Rp 3,5 triliun diimbangi dengan keuntungan dan transaksi  Hongkong CBL Ltd (HKCBL) sebesar Rp 628 miliar. Tim analis PT Indopremier Sekuritas yang terdiri dari Ryan Winipta dan Reggie Parengkuan meyakini, emiten tambang pelat merah itu masih menarik lantaran valuasinya  relatif menarik dengan P/E 11x pada tahun ini dibandingkan penambang lain ditengah harga nikel yang lemah. "Karena itu, kami mempertahankan peringkat Beli untuk saham ANTM dengan laba bersih sebesar Rp628 miliar pada kuartal IV-2024 didorong oleh keberuntungan dari kesepakatan HKCBL," tulis Ryan. (Yetede)

Lima Provinsi Mulai Panen Raya Padi

26 Feb 2024
Sedikitnya lima provinsi di Tanah Air mulai memasuki panen raya padi akhir bulan ini, yakni Jawa Timur (jatim), Jawa Tengah (jateng), Banten, Sulawesi (Sumsel). Pemerintah terus mengawal agar produksi dari wilayah-wilayah tersebut bisa  meningkatkan suplai beras ke pasaran sehingga harga pangan pokok itu kembali stabil. Di sisi lain, harga gabah di tingkat petani tetap dijaga agar tidak jatuh. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, Kementan terus mendorong daerah-daerah untuk mengawal  jalannya panen raya 2024, kegiatan itu  akan memperkuat posisi pangan bangsa sampai beberapa bulan kedepan. Sebelumnya, Kementan juga telah mendorong  berbagai daerah untuk  memperkuat akselerasi  produk padi, termasuk jagung, sebagai komoditas andalan masa depan bangsa. (Yetede)

Perpres Iuran Batu Bara Belum Rampung

26 Feb 2024
Peraturan Presiden terkait  skema pungut salur iuran batu bara ternyata belum rampung. Seandainya  pemerintah memberikan skema iuran tersebut mulai pada awal Januari 2024. Pekan lalu, Sekretariat Negara meminta  Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memfinalisasi terkait tata kelola iuran yang dilaksanakan oleh Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sebagai Mitra instansi Pengelola (MIP). Skema pungut salur ini diklaim sebagai solusi atas kewajiban alokasi batu bara dalam negeri (domestic market obligation DMO). Pasalnya tidak  semua produksi batu bara terserap didalam negeri  lantaran perbedaan  spesifikasi maupun keterbatasan  kontrak dengan  pembangkit listrik. Nantinya perusahaan batu bara yang memenuhi DMO akan mendapat dana kompensasi. Dana tersebut diberikan  oleh pelaku batu bara yang tidak bisa memenuhi DMO. (Yetede)

Efek Negatif Penghiliran Nikel

26 Feb 2024
Penghiliran nikel dianggap belum memberikan keuntungan ekonomi yang signifikan akibat besarnya kerusakan lingkungan yang ditimbulkan. Hal itu dirasakan Pani Arpandi, warga Pulau Wawonii, Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara. Hingga kini ia masih konsisten menentang keberadaan tambang nikel di daerahnya. Menurut dia, kehadiran perusahaan nikel belum memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian warga lokal. “Malah yang terlihat dampak lingkungan. Sudah lima hari belakangan air konsumsi masyarakat di Desa Roko-Roko, dekat beroperasinya tambang, menjadi keruh,” ujarnya saat dihubungi kemarin.

Arpandi yakin penyebab air yang selama ini keruh adalah operasi tambang. Menurut dia, beberapa bulan sejak tambang beroperasi, sudah ada penurunan pendapatan, khususnya di sektor perikanan. “Kekeruhan air menjadi penyebab larinya ikan-ikan,” ujarnya. Kondisi yang dialami Arpandi seakan-akan membenarkan riset Center of Economic and Law Studies (Celios) dan Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA) bertajuk "Membantah Mitos Nilai Tambah, Menilik Ulang Industri Hilirisasi Nikel: Dampak Ekonomi dan Kesehatan dari Industri Nikel di Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara".

Riset yang dirilis pada 20 Februari lalu itu menyebutkan skema bisnis industri nikel yang ada saat ini hanya memberi keuntungan selama lima tahun awal, atau selama masa konstruksi. Meski industri ini menghasilkan produk domestik bruto (PDB) positif sebesar US$ 4 miliar (sekitar Rp 62,8 triliun), setelah tahun kelima, keuntungan menurun setelah dampak lingkungan hidup dan kesehatan mulai memperlihatkan efek negatif terhadap total output perekonomian. (Yetede)

PENGELOLAAN EMISI : Potensi Jumbo Penyimpanan Karbon

26 Feb 2024

Kepala Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi Lemigas Ariana Soemanto mengatakan, potensi penyimpanan karbon pada saline aquifer diperoleh melalui perhitungan dengan mempertimbangkan potensi pada cekungan migas yang telah berproduksi, kedalaman 800—2.500 meter, ketebalan lebih dari 20 meter, porositas lebih dari 20%, permeabilitas lebih dari 100 mD, dan salinitas air formasi lebih dari 10.000 ppm. “Perhitungan potensi penyimpanan karbon pada saline aquifer sekitar 572 miliar ton itu skalanya ‘cekungan migas’. Kalau perhitungan potensi pada depleted oil and gas reservoir sekitar 4,85 miliar ton itu skalanya sudah ‘lapangan migas’,” katanya, Minggu (25/2). Dia menjelaskan, potensi tersebut merupakan high level assessment untuk kepentingan strategis. Selanjutnya, akan dilakukan dilakukan berbagai aktivitas migas lebih lanjut, seperti seismik, studi/pemodelan geologi geofisika reservoir, pemboran, rencana pengembangan lapangan termasuk studi keekonomian untuk meningkatkan keyakinan atas potensi itu. “Terkait dengan CCS dan CCUS, regulasi mulai dari Peraturan Presiden, Peraturan Menteri ESDM, hingga Pedoman tata kerja sudah ada. Peta Potensi penyimpanan karbon juga sudah ada,” ujarnya. Untuk diketahui, saat ini sudah ada Peraturan Presiden No. 14/2024 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Penangkapan dan Penyimpanan Karbon. Selain itu,ada juga Peraturan Menteri ESDM No. 2/2023.

Kenaikan Harga Beras Masih Bisa Berlanjut

25 Feb 2024

Kenaikan harga beras diprediksi berlanjut setidaknya hingga Maret 2024. Sebab, sejumlah sentra produksi belum memasuki musim panen raya. Namun, pasokan beras dari Perum Bulog dinilai meredam kenaikan harga beras di pasar. Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) BI mencatat, harga rata-rata beras nasional pada Jumat (23/2) mencapai Rp 15.650 per kg, naik 5,4 % dibanding satu bulan sebelumnya atau naik 14,2 % dibanding Januari 2023. Ketua Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang Zulkifli Rasyid berpendapat, kondisi cuaca yang tidak pasti mengakibatkan panen tidak jelas. Area panen relatif masih terbatas sehingga harga beras belum dapat dipastikan kembali ke harga normal.

”Harga beras dipastikan kembali normal jika sudah panen raya. Untuk itu, tingginya harga beras masih akan berlangsung hingga pertengahan atau akhir Maret (2024),” katanya, Sabtu (24/2). BPS memperkirakan produksi beras pada Maret 2024 mencapai 3,51 juta ton. Kendati neraca bulanan mulai surplus, volume produksi pada Maret tahun ini lebih rendah dari realisasi produksi beras pada Maret 2023 yang mencapai 5,13 juta ton. Surplus beras pada Maret 2024 diperkirakan 970.000 ton atau lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada Maret 2023 yang mencapai 2,59 juta ton (Kompas.id, 19/2/2024).

Menurut Direktur Serealia Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan Mohammad Ismail Wahab, meski tidak setinggi Maret tahun lalu, panen pada Maret tahun ini akan berdampak terhadap penurunan harga beras. Pada Maret 2024, produksi gabah kering giling (GKG) diperkirakan 6,1 juta ton atau turun 2,82 juta ton dari produksi Maret 2023 di 8,92 juta ton.  Akan tetapi, angka produksi itu lebih tinggi dari produksi GKG pada Januari dan Februari 2024, masing-masing 1,58 juta ton dan 2,42 juta ton. Kendati harga masih tinggi, kata Mentan Zulkifli Hasan, stok beras untuk kebutuhan warga Jakarta masih aman. Ia memastikan pasokan beras dari Perum Bulog dapat meredam kenaikan harga beras di Ibu Kota. (Yoga) 

Prioritas Rehab 611 Rumah Rusak

24 Feb 2024

Pemerintah mendata rumah warga yang rusak akibat puting beliung di Sumedang dan Bandung, Jabar, guna menentukan anggaran rehabilitasi. Dari pendataan sementara, 611 rumah warga rusak akibat terjangan putting beliung di Kabupaten Bandung dan Sumedang, Jabar, Rabu (21/2) sore. BNPB akan memprioritaskan perbaikan rumah warga yang rusak. Di Desa Nanjung Mekar, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jumat (23/2) warga masih menyingkirkan puing-puing atap yang roboh. Untuk sementara, warga menutup bagian atap rumah dengan terpal.

Desa itu terdampak paling parah. Sebanyak 350 rumah di desa yang dihuni sekitar 9.000 jiwa ini rusak. Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen Fajar Setyawan mengunjungi warga Nanjung Mekar pada Jumat siang. didampingi Sekretaris Kabupaten Bandung Cakra Amiyana. Menurut Fajar, BNPB akan bersinergi dengan Pemkab Sumedang dan Kabupaten Bandung untuk mendata rumah yang rusak ringan, sedang, dan berat. Bantuan uang untuk rehabilitasi rumah akan disesuaikan dengan kategori kerusakan.

BPBD Kabupaten Bandung mencatat, 568 rumah rusak dan 1.879 jiwa terdampak. Sementara BPBD Kabupaten Sumedang mencatat, 43 rumah rusak dan 89 jiwa terdampak. ”Kami bersama kedua pemda masih mengkaji kerusakan setiap rumah. Untuk warga yang rumahnya rusak ringan mendapatkan uang rehabilitasi Rp 15 juta, rusak sedangRp 30 juta, dan rusak berat Rp 60 juta,” ujarnya. Kepala Desa Nanjung Mekar Kiki Kosasih berharap pemerintah bisa memprioritaskan bantuan seng atau asbes bagi warga yang atap rumahnya rusak. Sementara Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jabar Bambang Imanudin menyatakan bakal mengupayakan kajian rumah terdampak di lima kecamatan tuntas pekan depan. (Yoga) 

Mengamankan Produksi Beras

24 Feb 2024

Sampai minggu ketiga Februari 2024, rata-rata harga beras medium secara nasional masih mengalami peningkatan. Panel Harga Pangan Bapanas, per 15 Februari 2024, menunjukkan rata-rata harga beras medium di tingkat konsumen sebesar Rp 14.031 per kg, meningkat 4,00 % secara bulanan dan 15,03 % secara tahunan. Rata-rata harga beras tertinggi ada di Papua Pegunungan sebesar Rp 21.500 dan terendah di Jambi Rp 12.575. Kantor Staf Presiden, dalam rilis mingguannya tentang Laporan Hasil Pemantauan harga Pangan Strategis, sudah lama memasukkan harga beras dalam status tak amankarena harganya jauh di atas HET pemerintah. Bertahannya harga beras tinggi setahun terakhir disebabkan banyak hal, antara lain kenaikan biaya produksi, penurunan produksi beras nasional, dan tingginya harga beras di pasaran global.

Berdasarkan Data BPS (2023) produksi beras tahun 2023 turun 645.000 ton, dari 31,54 juta ton pada 2022 menjadi 30,9 juta ton pada 2023 disebabkan penurunan luas panen, sekitar 255.000 hektar, atau 2,45 % dibandingkan dengan tahun lalu. Penurunan ini diperkirakan terus berlanjut. Berdasarkan data Kerangka Sampel Area yang dikutip Kompas, 13 Februari 2024, produksi gabah kering giling (GKG) pada Januari-Maret 2024 sekitar 10,1 juta ton, jauh lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu di 16,2 juta ton. Proses penurunan produksi ini telah berlangsung selama enam tahun terakhir, terutama karena penurunan luas areal panen 1,81 % per tahun, sementara produktivitas relatif tetap di kisaran 52 kuintal per hektar.

Dampak dari penurunan ini terlihat dari berkurangnya surplus tahunan beras, yaitu pengurangan produksi terhadap konsumsi tahunan. Memperhatikan kecenderungan penurunan produksi di dalam negeri dan prediksi penurunan jumlah beras yang diperdagangkan tahun 2024, maka perlu dilakukan berbagai upaya untuk mengamankan produksi beras di dalam negeri. Upaya mengamankan produksi beras di dalam negeri harus dapat menjawab dua masalah utama yang ada, yaitu penurunan luas areal panen dan stagnasi produktivitas selama enam tahun terakhir. Terkait dengan luas areal panen, langkah awal yang perlu dilakukan adalah memperbarui data baku lahan sawah.

Data baku lahan sawah yang digunakan saat ini adalah data Penetapan Luas Lahan Baku Sawah Nasional Tahun 2019, yaitu 7.463.948 hektar. Dalam jangka pendek, perluasan areal panen lebih memungkinkan untuk dilakukan melalui peningkatan indeks pertanaman   dengan meningkatkan intensitas tanam padi pada satu hamparan lahan, dari sekali tanam menjadi dua kali tanam, atau dari dua kali tanam menjadi tiga kali tanam dalam setahun. Upaya perluasan areal panen melalui pencetakan lahan sawah baru, apalagi di lahan rawa, akan membutuhkan waktu yang lebih lama bisa efektif memperluas areal panen. Secara nasional potensi peningkatan intensitas tanam padi masih sangat terbuka. (Yoga)